<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542</id><updated>2012-02-17T03:11:03.709+07:00</updated><title type='text'>Pilkada Hebat Tangsel</title><subtitle type='html'>"Ini Tangsel Bang! " dan kelak ku berkata "Ini Tangsel Bung!"</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>98</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-1285514291816883313</id><published>2011-03-08T16:31:00.001+07:00</published><updated>2011-03-08T16:56:05.507+07:00</updated><title type='text'>Kumpulan Komik/Poster Pilkada Tangsel</title><content type='html'>&lt;embed bgcolor="FFFFFF" flashvars="id=img141/97996909.png" height="400" id="smilplayer" menu="false" name="smilplayer" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" src="http://img141.imageshack.us/slideshow/smilplayer.swf" type="application/x-shockwave-flash" width="550" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-1285514291816883313?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/1285514291816883313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/1285514291816883313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/03/kumpulan-komikposter-pilkada-tangsel.html' title='Kumpulan Komik/Poster Pilkada Tangsel'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-3130524573905287127</id><published>2011-03-07T15:25:00.000+07:00</published><updated>2011-03-07T15:25:21.232+07:00</updated><title type='text'>Menunggu Laporan KPU Tangsel, Tim Arsyid-Andre Tunda Laporan ke MK</title><content type='html'>&lt;span class="zoom in" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;           &lt;img alt="" src="http://image.tempointeraktif.com/?id=65811&amp;amp;width=274" title="foto ... Shift+R improves the quality of this image. Shift+A improves the quality of all images on this page." /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a class="zoom in" href="http://image.tempointeraktif.com/?id=65811&amp;amp;width=490" title="Zoom"&gt;&lt;/a&gt;Kubu Arsid-Andreas Taulany menunda laporan ke Mahkamah Konstitusi  terkait kecurangan dan pelanggaran dalam proses pemungutan suara ulang  pilkada Tangerang Selatan. Laporan ke MK yang rencananya dilakukan hari  ini Senin ini ditunda besok Selasa 8/3."Karena KPU Tangerang Selatan  baru melaporkan hasil ke MK, hari ini, jadi laporan kami akan  disampaikan besok,"kata Ketua Tim Sukses Arsyid-Andre, Suryadi Niam,  hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Suryadi, penundaan tersebut tidak mengurangi  materi dan niat pasangan nomor urut 3 itu untuk mengadu ke MK."Intinya,  waktunya saja yang ditunda satu hari,"ujar Suryadi.&lt;br /&gt;Secara teknis, ia menambahkan, pihaknya memang harus menunggu hasil  pemilukada tangerang Selatan sampai ke MK."Karena yang kita  permasalahkan proses dan hasil pilkada ulang tersebut,"ia menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;div class="renggang"&gt;&lt;br /&gt;Ketua Tim Kuasa hukum Arsid-Andre, Endang Hardian mengatakan untuk  mekanisme proses hukum terkait dugaan kecurangan dan pelanggaran dalam  pilkada ulang Tangerang Selatan, pihaknya tidak mendaftarkan gugatan  baru lagi."Karena ini pilkada ulang, kami tidak mendaftarkan gugatan  lagi, nomor gugatan masih yang lama (pilkada 13 November 2010). Untuk  saat ini kami hanya membuat laporan jika pilkada ulang masih dipenuhi  pelanggaran dan kecurangan, beserta barang-barang bukti yang kuat,"kata  Endang.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Endang menjelaskan, ada dua prosedur dan sistem yang dilakukan terkait  masalah hukum soal pilkada yaitu, membuat laporan dan melakukan gugatan  ke MK. Mahkamah akhirnya mengabulkan permohonan itu karena cukup banyak  bukti adanya pelanggaran. Salah satu contohnya, Airin dinilai  memanfaatkan para pejabat Tangerang Selatan untuk mempengaruhi massa.  Bahkan digambarkan oleh pihak penggugat, sebelum pemilihan, terjadi  mutasi besar-besaran agar para pejabat pendukung Airin mendapat pos  penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/layanan_publik/2011/03/07/brk,20110307-318167,id.html"&gt;Tempointeraktif.Com - Menunggu Laporan KPU Tangsel, Tim Arsyid-Andre Tunda Laporan ke MK&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-3130524573905287127?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/3130524573905287127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/3130524573905287127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/03/menunggu-laporan-kpu-tangsel-tim-arsyid.html' title='Menunggu Laporan KPU Tangsel, Tim Arsyid-Andre Tunda Laporan ke MK'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-4903511685511225822</id><published>2011-03-07T15:10:00.000+07:00</published><updated>2011-03-07T15:10:35.379+07:00</updated><title type='text'>Tim Arsyid-Andre Laporkan Dugaan Kecurangan ke MK</title><content type='html'>&lt;span class="zoom in" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;           &lt;img alt="" src="http://image.tempointeraktif.com/?id=65751&amp;amp;width=274" title="foto ... Shift+R improves the quality of this image. Shift+A improves the quality of all images on this page." /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a class="zoom in" href="http://image.tempointeraktif.com/?id=65751&amp;amp;width=490" title="Zoom"&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim calon wali kota dan wakil wali kota Tangerang Selatan Arsyid-Andreas  Taulany berencana melaporkan adanya kecurangan dan pelanggaran dalam  proses pemungutan suara ulang pemilihan kepala daerah Tangerang Selatan  ke Mahkamah Konstitusi (MK), Senin (7/3). ”Besok kami berencana akan  lapor ke MK,” ujar Ketua Tim Kuasa Hukum Arsyid-Andre, Endang Hardian  kepada Tempo, Ahad (6/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Endang mengatakan untuk mekanisme proses hukum terkait dugaan kecurangan  dan pelanggaran dalam pilkada ulang Tangerang Selatan, pihaknya tidak  mendaftarkan gugatan baru lagi. ”Karena ini pilkada ulang, kami tidak  mendaftarkan gugatan lagi, nomor gugatan masih yang lama (pilkada 13  November 2010)," ujarnya. "Untuk saat ini kami hanya membuat laporan  jika pilkada ulang masih dipenuhi pelanggaran dan kecurangan, beserta  barang-barang bukti yang kuat,” kata Endang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya,  MK menganulir kemenangan Airin-Benyamin sebagai pemenang dalam  pemilihan yang berlangsung pada 13 November itu. Saat itu,  Airin-Benyamin meraup 46,4 persen suara. Angka itu hanya unggul tipis  atas perolehan penggugat, Arsid-Andreas Taulany, yang meraih 46,2 persen  suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  pilkada ulang Tangerang Selatan yang berlangsung 27 Februari lalu,  Airin-Benyamin kembali menang. Berdasarkan data hitungan suara akhir KPU  Tangerang Selatan, pasangan nomor urut 4, Airin Rachmi Diany-Benyamin  Davnie mengantongi 241,797 suara (53,67 persen), posisi kedua pasangan  nomor 3, Arsyid-Andre Taulany adalah 198.660 suara (44, 10 persen),  disusul oleh pasangan nomor 2, Rodhiyah Najibah-Sulaiman Yasin adalah  5.106 suara (1,13 persen) dan pasangan nomor 1, Yayat Sudrajat-Moh.  Norodom Soekarno adalah 4.933 suara (1,10 persen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua  Tim Sukses Arsyid-Andre, Suryadi Niam menambahkan, pihaknya telah  mengantongi banyak bukti-bukti kuat terkait kecurangan dan pelanggaran  dalam pilkada ulang Tangerang Selatan. ”Pelanggaran dan kecurangan yang  paling nyata adalah money politic yang dilakukan oleh lurah, ketua RT  dan RW, ini menunjukkan mobilisasi birokrasi yang struktural, sistemik  dan massif,” kata Suryadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara  terpisah, Airin Rachmi Diany tak gentar menghadapi tudingan dan laporan  tersebut. ”Kami akan perjuangkan kemenangan ini dan mengikuti proses  hukum yang berjalan,” kata Airin kepada wartawan usai rapat pleno KPU  Tangerang Selatan di Padang Golf Pondok Cabe, Kamis lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait  dengan tudingan kecurangan berupa money politic dan mobilisasi  birokrasi yang selama ini ditujukan kepadanya, Airin membantah hal  tersebut. ”Kami tidak pernah melakukan hal itu, kami berkaca dan banyak  belajar dari pilkada sebelumnya, jadi kami tidak akan melakukan  kesalahan yang sama,” kata Airin menjawab pertanyaan Tempo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2011/03/06/brk,20110306-317898,id.html"&gt;Tempointeraktif.Com - Besok, Tim Arsyid-Andre Laporkan Dugaan Kecurangan ke MK&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-4903511685511225822?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/4903511685511225822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/4903511685511225822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/03/tim-arsyid-andre-laporkan-dugaan.html' title='Tim Arsyid-Andre Laporkan Dugaan Kecurangan ke MK'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-7855241540627581183</id><published>2011-03-07T15:06:00.000+07:00</published><updated>2011-03-07T15:06:20.401+07:00</updated><title type='text'>Posko Pengaduan Tim Arsyid-Andre Kebanjiran Laporan</title><content type='html'>Posko pengaduan warga Tangerang Selatan yang dibuka oleh tim calon wali  kota dan wakil wali kota Tangerang Selatan Arsyid-Andreas Taulany sejak  lima hari lalu, kebanjiran laporan dari masyarakat. Laporan itu terkait  kecurangan dan pelanggaran dalam proses pemungutan suara ulang pemilihan  kepala daerah di wilayah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan didominasi oleh dugaan politik uang yang dilakukan oleh lurah  dan ketua RT di wilayah Tangerang Selatan. "Hari kelima posko di buka,  kami kebanjiran pengaduan dari masyarakat, lebih dari 300 laporan masuk  ke posko," ujar Ketua Tim Sukses Pasangan Nomor Urut 3 itu, Suryadi  Niam, kepada Tempo, Ahad (6/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari  300 laporan yang masuk, kata Suryadi, hampir 80 persennya adalah  laporan dugaan money politic yang dilakukan oleh lurah , ketua RT dan  RW. "Dan ini terjadi hampir di seluruh wilayah di Tangerang Selatan,"  ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan  lainnya, ia melanjutkan, adalah masalah pelanggaran yang dilakukan oleh  petugas TPS, PPS terkait proses perhitungan suara. "Di sejumlah TPS,  surat suara yang tidak dihitung langsung dimasukkan ke kotak, semestinya  diletakkan di meja dulu, dihitung dulu, diperlihatkan ke saksi," kata  Suryadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suryadi  sangat mengapresiasi keberanian dan kejujuran masyarakat Tangerang  Selatan yang datang sendiri ke posko pengaduan yang dipusatkan di  Arsyid-Andre Center, di kawasan Villa Dago, Pamulang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan  banyaknya laporan tersebut, menurut Suryadi menandakan jika pemungutan  suara ulang pilkada Tangerang Selatan yang diselenggarakan 27 Februari  lalu diwarnai dengan berbagai kecurangan dan pelanggaran dari politik  uang hingga mobilisasi birokrasi yang terjadi secara struktural,sistemik  dan massif. "Tak ada bedanya dengan pilkada 13 November 2010, yang  harus diulang karena pelanggaran dan kecurangan mobilisasi birokrasi  yang terstruktural, sistemik dan massif," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2011/03/06/brk,20110306-317893,id.html"&gt;Tempointeraktif.Com - Posko Pengaduan Tim Arsyid-Andre Kebanjiran Laporan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-7855241540627581183?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/7855241540627581183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/7855241540627581183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/03/posko-pengaduan-tim-arsyid-andre.html' title='Posko Pengaduan Tim Arsyid-Andre Kebanjiran Laporan'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-8913827781501428214</id><published>2011-03-06T20:11:00.000+07:00</published><updated>2011-03-06T20:11:52.633+07:00</updated><title type='text'>Media Centre KPU Tangsel Mubasir - Berdinding  Triplek Beratap Seng uk 3x10M2  senilai 100 juta</title><content type='html'>&lt;b style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img align="left" alt="undefined" border="0" height="135" src="http://www.tangselraya.com/images/stories/media%20centre.jpg" title=" ... Shift+R improves the quality of this image. Shift+A improves the quality of all images on this page." width="203" /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media Centre KPU Tangerang Selatan (Tangsel) yang digunakan bagi  kepentingan para wartawan untuk meliput kegiatan pilkada Tangsel  terkesan mubasir. Karena bangunan yang menghabiskan dana tak kurang dari  Rp 100 juta itu jarang digunakan hingga akhir pilkada Tangsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa wartawan mengaku bahwa ruangan seluas 3 x 10 meter persegi  itu tidak cukup nyaman dalam menunjang pekerjaan mereka membuat berita.  Karena ruangan itu yang terbuat dari triplek dan beratapkan asbes ini  hanya memiliki 1 unit komputer  yang difasilitasi internet dan 1 unit  pendingin udara (AC).&lt;br /&gt;Menurut keterangan salah satu staf KPU Tangsel yang enggan disebutkan  namanya, setiap hari media centre ini selalu sepi. Bahkan teman-teman  media yang melakukan peliputan tentang pemungutan suara di Kota Tangsel  itu pun jarang mau menempati gedung tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Teman-teman wartawan terkesan kurang nyaman bila masuk ruang media  centre, sehingga tiap hari ruangan ini selalu kosong," kata sumber  tersebut.  Apalagi KPU Tangsel pun jarang menggelar konfrensi pers di  media centre ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekjen KPU Tangsel, Azhar Syam'un Ranmansyah yang dimintai konfirmasi  terkait  terbengkalainya media centre tersebut enggan mengomentari hal  itu. &lt;b&gt;(tri budi)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.tangselraya.com/component/content/article/47-home/1072-media-centre-kpu-tangsel-mubasir.html"&gt;Media Centre KPU Tangsel Mubasir | Tangsel Raya&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-8913827781501428214?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/8913827781501428214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/8913827781501428214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/03/media-centre-kpu-tangsel-mubasir.html' title='Media Centre KPU Tangsel Mubasir - Berdinding  Triplek Beratap Seng uk 3x10M2  senilai 100 juta'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-4923851426680583710</id><published>2011-03-04T19:49:00.000+07:00</published><updated>2011-03-04T19:49:27.542+07:00</updated><title type='text'>Arsid-Andre Tolak Tanda Tangani Hitungan Suara</title><content type='html'>&lt;div style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img alt="" height="260" src="http://static.republika.co.id/images/arsidandre_taulany_101113182455.jpg" title="Arsid-Andre Taulany ... Shift+R improves the quality of this image. Shift+A improves the quality of all images on this page." width="360" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Tangerang Selatan,  Banten, Arsid-Andre Taulany menolak menandatangani hasil pleno  penghitungan suara manual pemungutan suara pilkada ulang Tangerang  Selatan yang dilakukan KPU. Mereka menolak karena terdapat pelanggaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berdasarkan hasil penghitungan, kami akui bila pasangan  Airin-Benyamin lebih unggul. Tetapi, kami menilai masih ada pelanggaran  oleh KPUD. Jadi, kami menolak untuk menandatanganinya," kata saksi  pasangan Arsid-Andre, Muhammad Acep, seusai rapat pleno di Padang Golf  Pondok Cabe, Pamulang, Kamis (3/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acep mengemukakan pelanggaran tersebut yakni keberatan saksi pasangan  Arsid-Andre di beberapa TPS yang belum ditindaklanjuti. Kemudian,  banyaknya lembaran formulir C1 di masing - masing TPS yang tidak  dilengkapi dengan lembaran C3 yang hampir terjadi di semua tempat  mencapai 80 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pelanggaran itu sudah kami laporkan ke Panwaslu dan rapat pleno ini  kami anggap belum final. Ini menyusul keberatan yang kami ajukan,"  katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua KPU Kota Tangerang Selatan, Iman Perwira Bachsan, mengatakan  pihaknya menganggap penolakan penandatanganan itu menjadi hak setiap  pasangan. Hanya saja, pernyataan keberatan tersebut harus ditulis dalam  lembar yang telah disediakan KPU untuk nanti menjadi bagian laporan KPU  ke MK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami intinya sudah menjalankan proses tahapan rapat pleno. Untuk  keberatan atau penilaian pelanggaran, nanti MK yang akan memutuskan,"  katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KPUD Kota Tangerang Selatan sebelumnya telah melaksanakan rapat pleno  dengan SK Nomor 10/KPTS/KPU-Tangsel 2/2011 tentang penetapan hasil  penghitungan perolehan suara dalam Pemungutan Suara Ulang.&lt;br /&gt;Dalam  keputusan tersebut, Pasangan Airin-Benyamin meraih suara sebanyak  241.797 suara atau 53,67 persen. Kemudian, pasangan Arsid - Andre  198.660 suara atau 44,10 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, pasangan Yayat-Norodom mendapat 4.933 suara atau 1,10 persen.  Sedangkan pasangan Rodiyah Najibah-Sulaeman Yasin mendapat 5.106 suara  atau 1,13 persen. Menurut hasil penghitungan di tujuh kecamatan, total  suara sah tercatat sebanyak 458.596 dari total Daftar Pemilih Tetap  sebanyak 738.181 pemilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/metropolitan/11/03/03/167353-arsidandre-tolak-tanda-tangani-hitungan-suara"&gt;Arsid-Andre Tolak Tanda Tangani Hitungan Suara | Republika Online&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-4923851426680583710?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/4923851426680583710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/4923851426680583710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/03/arsid-andre-tolak-tanda-tangani.html' title='Arsid-Andre Tolak Tanda Tangani Hitungan Suara'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-6287429330775245534</id><published>2011-03-03T22:34:00.003+07:00</published><updated>2011-03-03T22:35:55.543+07:00</updated><title type='text'>Kubu Arsid Buka Posko Pengaduan Kecurangan Pilkada</title><content type='html'>&lt;div style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img align="left" alt="" height="150" src="http://www.tangselraya.com/images/stories/pilkada.jpg" width="146" /&gt;&lt;/div&gt;Kubu Arsid-Andre Taulany (AA) yang akan menggugat hasil Pemungutan  Suara Ulang (PSU) Pilkada Tangerang Selatan (Tangsel) masih terus  menggodok sejumlah bukti pelanggaran yang dimiliki. Salah satunya dengan  mengumpulkan data dari masyarakat. Untuk itu kubu pasangan AA ini  membuka posko pengaduan pelanggaran yang terjadi dalam PSU Pilkada  Tangsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami masih mempelajari sejumlah bukti pelanggaran yang sudah  ada. Termasuk menyiapkan para saksi untuk setiap bukti pelanggaran,”  ujar Ketua Tim Kuasa Hukum Pasangan Arsid-Andre Taulany, Endang Hardian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari  sejumlah bukti pelanggaran yang tengah dipelajari, sebagian besar  terkait masalah money politic, ketidaknetralan birokrat Tangsel dan  masalah pemutakhiran DPT. Menurut Endang, gugatan akan dilayangkan  bertepatan ketika MK memanggil seluruh pasangan calon, sebelum penetapan  pemenang Pilkada Tangsel.&lt;br /&gt;Posko pengaduan sendiri akan dipusatkan di Media Center AA di  Perumahan Villa Dago, Pamulang. Bagi setiap warga yang memiliki bukti  pelanggaran dalam PSU, diminta untuk segera melapor tanpa perlu merasa  takut karena setiap saksi akan mendapatkan perlindungan hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara,  M. Basri selaku Ketua Tim Pemenangan pasangan Arsid-Andre Taulany  kembali menghimbau kepada seluruh pendukung pasangan nomor urut tiga ini  tetap menjaga suasana kondusif, tegar dan bersabar karena perjuangan  belum berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diberitakan sebelumnya, calon Wali Kota Tangerang Selatan  dengan nomor urut 4 Airin Dhiany Rahmi menyatakan pihaknya siap kembali  menerima gugatan pilkada ulang tangsel. “Gugatan adalah hak siapa saja,  namun kami telah menjalani seluruh kentuan pilkada sejak awal,” ujar  Airin seusai pencoblosan. (&lt;b&gt;W-2/LG&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.tangselraya.com/component/content/article/47-home/1056-kubu-arsid-buka-posko-pengaduan-kecurangan-pilkada.html"&gt;Kubu Arsid Buka Posko Pengaduan Kecurangan Pilkada&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-6287429330775245534?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/6287429330775245534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/6287429330775245534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/03/kubu-arsid-buka-posko-pengaduan.html' title='Kubu Arsid Buka Posko Pengaduan Kecurangan Pilkada'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-2862840600518928130</id><published>2011-03-03T22:31:00.001+07:00</published><updated>2011-03-03T22:32:17.896+07:00</updated><title type='text'>Airin-Benyamin Menangkan Pilkada Tangsel</title><content type='html'>&lt;div style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img alt="Airin-Benyamin Menangkan Pilkada Tangsel " class="illustrasi" height="261" src="http://images.detik.com/content/2011/03/03/10/Airin-Benyamin-D.jpg" width="285" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tangerang Selatan&lt;/b&gt; -   Perhitungan Pemilihan Umum Kepada Daerah Tangerang Selatan (Tangsel)  telah selesai. Hasilnya, pasangan nomor 4, Airin Rachmi Diany-Benyamin  Davnie menang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghitungan yang digelar KPU Kota Tangsel di  Lapangan Modern Golf Pondok Cabe, Tangsel, berlangsung dari pukul 13.00  WIB sampai pukul 16.00 WIB, Kamis (3/3/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 450.496 suara  sah, dan 8.100 suara tidak sah sehingga total suara 458.596. Hasilnya  adalah sebagai berikut sesuai urutan nomor pasangan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Yayat Sudrajat-Moch. Norodom Sukarno 4.933 suara&lt;br /&gt;2. Rodhiyah Najibha-Sulaiman Yasin 5.106 suara&lt;br /&gt;3. Arsid-Andreas Taulany 198.660 suara&lt;br /&gt;4. Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie 241.797 suara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ditetapkan  KPU hari ini hasil perolehan rekapitulasi suara tingkat KPU dicap dan  ditandatangani adalah Airin Rachmi Diany dan Benyamin Davnie adalah  pemenangnya secara sah," anggota KPUD Tangsel Agus Supadmo saat  menetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantauan detikcom, pasangan nomor 1,2,3 tidak hadir  melainkan diwakili saksi-saksinya. Yang  hadir hanya pemenang. Tampak  Airin memakai baju dan jilbab hijau serta baju putih, sedangkan Benyamin  memakai batik cokelat panjang. Saat dinyatakan menang, Airin dan  Benyamin tampak tersenyum lebar.&lt;br /&gt;&lt;b&gt; (nwk/asy)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2011/03/03/164112/1584083/10/airin-benyamin-menangkan-pilkada-tangsel?9911012"&gt;detikNews : Airin-Benyamin Menangkan Pilkada Tangsel&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-2862840600518928130?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/2862840600518928130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/2862840600518928130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/03/airin-benyamin-menangkan-pilkada.html' title='Airin-Benyamin Menangkan Pilkada Tangsel'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-1712619436264567049</id><published>2011-02-28T03:26:00.001+07:00</published><updated>2011-02-28T03:26:53.606+07:00</updated><title type='text'>Pesta Ini Pesta Kami Rakyat Tangsel Bukan Sekedar Pesta Para Petarung</title><content type='html'>&lt;div class="post-header"&gt;&lt;div class="post-header-line-1"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt;&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="photo photo_right"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;div style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img alt="undefined" class="img" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/188996_113567232054267_100002029714152_102314_3229493_a.jpg" title="" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Usai sudah gelar Pilkada Ulang Tangsel 27 Feb 2011 yang berdasar hasil Quick Count dimenangkan pasangan no.4 Airin - Benyamin.&lt;br /&gt;Ada  masa saya tak peduli siapa para petarung itu, ada masa saya  tertarik  mencermati mereka satu persatu dan ada masanya saya harus  menentukan  pilihan karena ini Pesta Kami, Pesta Rakyat bukan Pesta Para  Calon Elite  Penguasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesta ini layak dinikmati, walau harap tak serta merta terwujud seperti mimpi yang diimpikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada suka, ada puja, ada hujat ada maki, semua ditabur hanya demi masa depan penuh harap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada  tali yang tersambung, ada utas yang terputus, tapi bukan  menghilangkan  keduanya, masih ada salam yang tak lekang, masih banyak  kesamaan yang  terlupa, masih ada sapa diatara kecam sesaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilhan  ini bukan semata mencari pemenang, pilihan ini langkah awal  jelang  pertarungan yang sebenarnya, pertarungan panjang mengawal  percaturan  elite kekuasaan., pertarungan menyamakan tujuan antara  Rakyat dan  Pimpinannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Bila  aku memilih A hari ini, aku memilihnya dengan  bersiap untuk kecewa.   Aku juga memilihnya bukan untuk selama-lamanya.  Aku hanya memilihnya   sebagai sarana yang saat ini kurang cacat di  antara yang amat cacat –   sarana sementara untuk mencegah luka lagi,  meskipun pencegahan itu tak   pernah pasti. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; Politik adalah tugas merambah  jalan di belukar  membuka celah agar  keadilan itu datang. Terkadang  tangan jadi kotor,  hati jadi keras--dan  itu menyebabkan rasa sedih  tersendiri. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; Di  depan belukar itu, kita berjudi  dengan masa depan. Siapa yang  menuntut  kepastian penuh dari sejarah  akan mendustai diri sendiri.  Selalu ada  saat untuk bertindak dan  memihak – juga ketika kita menolak  untuk  bertindak dan memihak. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;  Tapi pada saat yang sama juga ada saat  untuk berdiri agak menjauh.   Terkadang dengan ironi, terkadang dengan  penyesalan, tapi selamanya   dengan kesetiaan: di dunia yang berdosa,  pilihan kita bisa salah, tapi   tugas tak henti-hentinya memanggil dan  politik selamanya meminta. Kita   mungkin gagal. Meski demikian, tetap ada  yang berharga yang kita   perkelahikan. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; (Cuplikan dari Catatan Pinggir Gunawan Muhammad/Tempo, 08 Juni 2009). &lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;Sebagai   masyarakat yang menjadi obyek pecatur poltik, keadaan memaksa saya   harus memahami perilaku para pelakunya, bukan ingin menjerat kekuasaan   atau menjala kehidupan melaluinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dengan adanya Pilkada ini saya mulai menulis, belajar berpikir dalam rangkai kata, merajut duga dibalik kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat  Bagi Para Pemenang, Salam Buat Para Simpatisan, Salut Buat Para   Petarung, Terima Kasih Buat Para Sponsor. Anda semua telah mebuat   Tangsel bersinar dan kami pun bangga menjadi penghuninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cahPamulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pamulang, dini hari&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(menunggu  hasil Real Count dengan harapan ada keajaiban diesok hari  walau itu  mustahil terjadi sambil menulis setelah sekian waktu menjadi  jalang tak  kepalang)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;28 Feb 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/190737_113568808720776_100002029714152_102323_1648359_a.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Notes : &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Wangsit penulisan, GM Quote by TI , Image 3 by AW &lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Catatan Pilkada versi cahPamulang dan kawan ada di &lt;a href="http://pilkadahebat.blogspot.com/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://pilkadahebat.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;FB cP Tobat dibuat sebagai ganti akun ori yang ditelan jalangnya Pilkada :)&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?saved&amp;amp;&amp;amp;note_id=113567772054213"&gt;Pesta Ini Pesta Kami Rakyat Tangsel Bukan Sekedar Pesta Para Petarung&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2011/02/pesta-ini-pesta-kami-rakyat-tangsel.html"&gt;cahPamulang: Pesta Ini Pesta Kami Rakyat Tangsel Bukan Sekedar Pesta Para Petarung&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-1712619436264567049?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/1712619436264567049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/1712619436264567049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/02/pesta-ini-pesta-kami-rakyat-tangsel.html' title='Pesta Ini Pesta Kami Rakyat Tangsel Bukan Sekedar Pesta Para Petarung'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-5226203984797950144</id><published>2011-02-28T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-02-28T00:01:57.941+07:00</updated><title type='text'>Versi LSI Juga Unggulkan Airin-Benyamin</title><content type='html'>&lt;span class="zoom out"&gt;           &lt;img alt="" src="http://image.tempointeraktif.com/?id=53973&amp;amp;width=490" title="foto ... Shift+R improves the quality of this image. Shift+A improves the quality of all images on this page." /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a class="zoom out" href="http://image.tempointeraktif.com/?id=53973&amp;amp;width=490" title="Zoom"&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #666666;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Jakarta&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; -Lembaga Survei  Indonesia (LSI) memprediksi kemenangan pasangan Airin Rachmi Diany dan  Benyamin Davnie dalam pemilihan Wali Kota Tangerang Selatan melalui  hitung cepat (&lt;i&gt;quick count)&lt;/i&gt; yang digelar lembaganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Airin unggul dengan 54,31 persen sementara Arsyid memperoleh 43,4  persen," ujar Deni Irvani, peneliti LSI dalam konferensi pers yang  digelar di kantor LSI, Jalan Lembang Terusan, Menteng, Jakarta Pusat,  sore ini (27/2). Sementara itu Yayat Sudrajat memperoleh 1,1 persen  suara, dan Rodhiyah memperoleh 1,19 suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan demikian diprediksikan Airin dan Davnie memenangkan Pilkada  dalam satu putaran, karena memperoleh lebih dari 30 persen suara,"  ujarnya menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hitung cepat ini, pasangan Airin-Davnie menyapu bersih kemenangan  di tujuh kecamatan di Tangerang Selatan. Di Ciputat, Airin memenangi  56,67 persen suara, Ciputat Timur 52,74 persen, Pamulang 53,46 persen,  Pondok Aren 54,62 persen, Serpong 51,11 persen, Serpong Utara 54,82  persen, dan Setu 58,95 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu di Ciputat kubu Arsyid memperoleh 40,26 persen, di  Ciputat Timur 45,09 persen ,di Pamulang 44,04 persen, Pondok Aren 43,42  persen, Serpong 46,89 persen, Serpong Utara 43,46 persen dan Setu 38,76  persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hitung cepat ini dilaksanakan dengan mengolah hasil penghitungan suara  dari 410 TPS dan dianggap mampu merepresentasikan hasil penghitungan di  seluruh TPS di Tangerang Selatan yang berjumlah 1890 buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam survey ini sample dipilih dengan menggunakan metode kombinasi  Stratified-Cluster Random Sampling dan toleransi kesalahan sebesar +/- 1  persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 410 TPS yang direncanakan, baru 406 TPS yang bisa diolah datanya  oleh LSI untuk memperoleh hasil hitung cepat. "Empat TPS datanya masih  belum masuk, tapi itu tidak mempengaruhi hasil &lt;i&gt;quick count&lt;/i&gt;," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/layanan_publik/2011/02/27/brk,20110227-316356,id.html"&gt;Tempointeraktif.Com - Versi LSI Juga Unggulkan Airin-Benyamin&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-5226203984797950144?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/5226203984797950144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/5226203984797950144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/02/versi-lsi-juga-unggulkan-airin-benyamin.html' title='Versi LSI Juga Unggulkan Airin-Benyamin'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-6903338638168736577</id><published>2011-02-28T00:00:00.000+07:00</published><updated>2011-02-28T00:00:20.224+07:00</updated><title type='text'>Untuk Sementara, PUSKAPTIS Unggulkan Airin</title><content type='html'>&lt;span class="zoom out"&gt;           &lt;img alt="" src="http://image.tempointeraktif.com/?id=44071&amp;amp;width=490" style="height: 280px; width: 490px;" title="foto ... Shift+R improves the quality of this image. Shift+A improves the quality of all images on this page." /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a class="zoom out" href="http://image.tempointeraktif.com/?id=44071&amp;amp;width=490" title="Zoom"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: #666666;"&gt;&lt;b&gt;Tangerang&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;  -Pasangan calon walikota dan wakil walikota Tangerang Selatan Airin  Rachmi Diany –Benyamin Davnie unggul sementara dalam perolehan  pemungutan suara ulang pemilihan walikota dan wakil walikota Tangerang  Selatan yang berlangsung hari ini. &lt;br /&gt;&lt;div class="renggang"&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil hitung cepat (Quick Count) yang dilakukan oleh Pusat  Kajian kebijakan dan Pembangunan Strategis (PUSKAPTIS), pasangan nomor  urut empat ini memperoleh suara mencapai 51,67 persen atau 11.311 suara  dari 90 persen (21.891 total suara yang masuk) . Sementara pasangan urut  nomor 3, Arsyid-Andreas Taulany, memperoleh 46,22 persen atau 10.117  suara.&lt;/div&gt;&lt;div class="renggang"&gt;Dengan selisih 5,45 persen, Airin unggul  untuk sementara. Disusul pada posisi ketiga dan keempat oleh pasangan  nomor urut 2 Radiyah Najibah-Sulaiman Yasin 1,09 persen dan Yayat  Sudrajat-Norodom Sukarno 1,02 persen.&lt;/div&gt;&lt;div class="renggang"&gt;Direktur PUSKAPTIS Husin Yazid mengatakan hitung cepat yang dilakukan pihaknya menggunakan metedologi &lt;i&gt;multi stage random sampling&lt;/i&gt; dengan &lt;i&gt;margin error &lt;/i&gt;satu  persen.” Dengan tingkat kepercayaan 99 persen,” katanya di Pusat  perhitungan cepat yang dilakukan di restoran Bukit Pelayangan  Cilenggang, kecamatan Serpong sore ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="renggang"&gt;PUSKAPTIS  mengerahkan 175 relawan di 175 TPS dari 1.890 TPS yang ada ditujuh  kecamatan di Tangerang Selatan.” TPS kami ambil secara acak dan  proposional,”katanya. Sementara untuk tingkat partisipasi pemilih,  menurut Husin, mencapai 81 persen.&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/layanan_publik/2011/02/27/brk,20110227-316338,id.html"&gt;Tempointeraktif.Com - Untuk Sementara, PUSKAPTIS Unggulkan Airin&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-6903338638168736577?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/6903338638168736577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/6903338638168736577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/02/untuk-sementara-puskaptis-unggulkan.html' title='Untuk Sementara, PUSKAPTIS Unggulkan Airin'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-1071070899691691485</id><published>2011-02-27T23:50:00.000+07:00</published><updated>2011-02-27T23:50:06.381+07:00</updated><title type='text'>CATATAN UNTUK ARSID (9)</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;ARSID BUKAN PENGUSAHA, maka ia tak akan menemui kendala untuk memisahkan antara kepentingan pemerintah (&lt;i&gt;public&lt;/i&gt;) dengan kepentingan bisnis (&lt;i&gt;private&lt;/i&gt;) yang &lt;i&gt;self-serving&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;self-seeking&lt;/i&gt;.   Itulah salah satu keunggulan Arsid, di samping pengalamannya sebagai   camat telah membuatnya memiliki kesadaran moral tentang kekuasaan   sebagai alat untuk melayani masyarakat, dan bukan sebaliknya: merampas   hak warga. Ia juga sosok yang kuat secara kategoris, prinsipil dalam   semangat pelayanan dan pengorbanan serta mampu berkomitmen pada   kemaslahatan umum--dan bukan kepentingan parsial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah  ada pertanyaan, apakah seorang camat itu sebenarnya lebih  berperan  sebagai sosok perwakilan penguasa yang birokratik dan  otokratik, ataukah  ia justru cenderung berfungsi sebagai bagian dari  kekuatan baru yang  dikehendaki agar ikut mendorong proses  demokratisasi?. Saya melihatnya  tiap camat memiliki peluang besar untuk  ikut mendorong proses  demokratisasi. Sebab kita tahu, camat—meski tak  selalu mudah—adalah  orang yang bertugas di garis terdepan untuk selalu  bertatap muka dengan  warga, hingga ia tak akan bisa menghindar dari  posisinya sebagai &lt;i&gt;public servant&lt;/i&gt; (abdi masyarakat) dalam kehidupan bernegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya,  dengan segala kemampuan yang berbeda-beda, tiap-tiap camat  akan selalu  dituntut untuk memiliki kemampuan serta menjalankan fungsi  sebagai  pemecah masalah di wilayahnya sesuai dengan prinsip-psinsip  demokrasi: &lt;i&gt;from the people, by the people, for the people&lt;/i&gt;. Dan, Arsid telah berhasil melewati “tahapan” itu dengan&lt;b&gt; &lt;/b&gt;melihat&lt;b&gt; &lt;/b&gt;demokrasi   sebagai sebuah sarana untuk mendorong terciptanya ruang-ruang publik   yang dapat digunakan oleh tiap warga yang merdeka, baik dalam arti   pribadi-individual maupun kelompok, untuk menandai dirinya dari segala   tujuan hidup—baik yang mayoritas maupun minoritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tak heran bila Arsid—yang memiliki karakter &lt;i&gt;nafsul mutmainnah&lt;/i&gt;;   jiwa yang tenang dan bersih--berhasil mendorong apa yang disebut   sebagai ruang yang “soliter” untuk digantikan oleh yang “solider” di   kota ini. Ia berhasil membangun rasa kebersamaan yang kuat di tengah   situasi kota yang terus mendorong kita untuk makin berjarak dengan   banyak hal, ketika penderitaan (seakan-akan) milik masing-masing: tak   punya kesempatan untuk dibagi. Ketika banyak orang melihat kemeja necis   Emiglio Zegna, Ralph Lauren, atau Hugo Boss, tanpa pernah peduli   siapakah nama-nama itu: apakah ia seorang desainer atau selebriti yang   namanya dipinjam untuk &lt;i&gt;merk&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tahu, pernah  ada cita-cita untuk membangun pilihan lain agar  manusia bisa kembali  menikmati hidup bukan sebagai komoditas belaka.  Arsid berkampanye dengan  menggugah kesadaran bahwa tak selamanya hal  ikhwal harus melulu punya  “nilai-tukar”. Ia mencoba membangun  pemahaman: manusia tak  selama-lamanya makhluk yang hidup dengan  subyektivitasnya sendiri,  melainkan juga dengan  “inter-subyektivitas”—dan sebab itu, bahkan dalam  keadaan berat, kita  (mestinya) masih bisa menyempatkan diri untuk  memikirkan perasaan orang  lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mungkin juga yang  hendak dipertahankannya adalah Tangerang Selatan  sebagai ingatan yang  berharga. Seperti Indonesia, sejak kanak-kanak,  kita diberi rasa bangga  akan sebuah negeri yang terbentang dari Sabang  sampai Merauke. Kenangan  itu sangat intim dan telah menjadi bagian dari  identitas kita. Kenangan  tentang sebuah “Indonesia” yang merekam niat  mulia yang hendak menjabat  tangan orang lain yang berbeda dengan  ikhlas. Toh, Arsid melihat  demokrasi sebagai &lt;i&gt;way of life&lt;/i&gt;, pandangan hidup, serta tata nilai yang mampu mendorong terbangunnya sikap egaliter dan transparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya  rasa itulah jawaban mengapa pasangan Arsid-Andre memperoleh suara  yang  signifikan pada pilkada 13 November 2010. Keduanya tak  berkonsentrasi  pada “aku” sebagai pusat situasi, tapi “kita”—dengan  cita-cita bersama.  Arsid melawan monolog. Baginya, kemerdekaan  berpikir, kemerdekaan  berpendapat, akhirnya juga berarti kemerdekaan  untuk jadi percakapan  yang tulus, lengkap dengan kerendahan hati. Ia  percaya, dalam diri tiap  manusia ada yang menyebabkan orang—dengan  otonomi penuh—menghormati dan  mematuhi panggilan hukum moral: ketika  diam-diam kita menolak suap untuk  memilih kandidat tertentu, juga  menolak untuk turut serta dalam  rekayasa persoalan agar dapat  dituduhkan ke lawan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita  tahu, siapa pun tak dapat meniadakan persaingan politik, tapi kita  juga  menyadari tak mungkin—juga tak boleh--ada kekuasaan yang mutlak   membentuk masyarakat. Saya melihat ini sebagai sebuah sikap yang dapat   diterima semua orang yang berakal-budi. Toh, dalam ketiadaan tempat   berpegang, orang umumnya akan berpihak pada nurani. Kita sama-sama tahu,   saat ini di Tangerang Selatan, kegelisahan bukan hanya hinggap di dada   para aktivis lembaga swadaya masyarakat maupun kelompok prodemokrasi,   tapi juga di hati warga biasa: bahkan yang sehari-harinya membaca &lt;i&gt;Esquire, Dewi&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;Cosmopolitan&lt;/i&gt;—tapi kini merasa terpanggil untuk memikirkan sesama yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab  kita tahu, di kota ini, monster bernama totalitarianisme sedang   merangkak keluar dari sarangnya untuk melumat apapun yang bisa dilumat,   terutama demokrasi. Dan orang segera cepat merasakan ada ketidakadilan   dengan tajam, terutama saat menyaksikan demokrasi—secara  terbuka--sedang  dirampok pelbagai kepentingan demi kuasa dan harta  melalui politik  uang. Kita sadar, politik yang terjangkit mental  totalitarianisme akan  (selalu) sulit membangun pranata hukum, bisnis,  demokrasi, bahkan  kekuasaan yang tahan zaman, sebab hubungan sosial  yang dikedepankan  adalah semangat untuk saling menjegal, bahkan  menghancurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada  tataran ini, konsep persaudaraan hanya dijadikan retorika. Bagi  saya,  totalitarianisme mengingatkan kita pada konsep “kesatuan” yang  diimani  Hitler, Stalin, dan Mao—yang terasa sebagai horor. Kesatuan  bisa terasa  sebagai palu godam yang menghantam mereka yang disingkirkan  karena  dianggap tak satu golong­an, tak cocok untuk ”bersatu”: mereka  yang  berbeda pendapat. Yang merisaukan dalam pandangan itu adalah  ketika ia  tak mengakui fondasi bersama manusia yang kekal dan dapat  dijadikan  pegangan semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi ini tentu tak menyehatkan bagi  Tangerang Selatan ke depan, dan  sebab itu mesti dicegah. Hal ini menjadi  penting mengingat, seperti  kata Richard Goldstone dalam &lt;i&gt;Human Right in Political Transitions&lt;/i&gt;, yakni &lt;i&gt;without justice, without acknowledgement, future evil leaders will more easily be able to manipulate historic grievances&lt;/i&gt;:   tanpa keadilan, tanpa pengakuan, pemimpin-pemimpin yang jahat di masa   depan akan dapat lebih mudah memanipulasi keluhan-keluhan historis.   Arsid memang sedang mencoba mengatasi kerumitan ini. Ia, bagai ninja   yang menyelinap di sebuah kastil agung mencoba memulai perlawanan:   menghentikan angkara murka. Dan sebab itu, kita (juga) melawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka  mungkin punya banyak uang, tapi, kita punya satu “senjata” yang  paling  ampuh dari senjata apapun di belahan bumi ini. Senjata itu  adalah  penolakan kita untuk tunduk pada otoritas “luar” selain otoritas  kita  sendiri. Penolakan kita pada totalitarianisme yang sedang diusung   beramai-ramai di kota ini. &lt;b&gt;(*)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;ARU WIJAYANTO&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tangerang Selatan, 26 Februari 2011&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/album.php?profile=1&amp;amp;id=100000220666235#%21/note.php?note_id=202035193141439"&gt;CATATAN UNTUK ARSID (9)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2011/02/catatan-untuk-arsid-9.html"&gt;CATATAN UNTUK ARSID (9)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-1071070899691691485?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/1071070899691691485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/1071070899691691485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/02/catatan-untuk-arsid-9.html' title='CATATAN UNTUK ARSID (9)'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-5087466042895192515</id><published>2011-02-27T23:47:00.000+07:00</published><updated>2011-02-27T23:47:27.802+07:00</updated><title type='text'>CATATAN UNTUK ARSID (8)</title><content type='html'>Saya beberapa kali ditanya oleh sejumlah orang: mengapa Arsid tidak   pernah  membicarakan isu pendidikan sebagai materi kampanye? Apakah   Arsid tidak punya konsep tentang pendidikan?. Awalnya saya malas   menjawab karena pertanyaan diajukan dengan sikap yang kurang bersahabat,   tapi akhirnya saya jawab: Arsid meletakkan paradigma pendidikan—baik   kebijakan, sistem, maupun praksis—bukan sebagai sarana pemenangan   politik pragmatis. Ia lebih melihat pendidikan sebagai sebuah rekayasa   budaya—mendambakan manusia memiliki prinsip hidup—dan tidak sebagai   kendaraan kampanye politik. Sebab itu kita menghormatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi  saya, reformasi pendidikan adalah sebuah rekayasa besar yang tidak   dapat dikerjakan setengah hati, apalagi bila hanya pada masa kampanye   saja, juga bila hanya sepenggal-sepenggal.  Dalam era otonomi  pendidikan  saat ini sebenarnya telah membuka peluang bagi sektor  pendidikan di  daerah agar lebih berkualitas—yang pada akhirnya akan  meningkatkan  kualitas pendidikan nasional. Arsid pasti memahami bahwa  kepala daerah  memiliki kewenangan penuh dalam menentukan kualitas  pendidikan di  daerahnya—bahkan hingga soal teknis seperti penentuan  sistem evaluasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, meminjam terminologi &lt;i&gt;school based management&lt;/i&gt;,  kualitas  pendidikan  untuk masa mendatang memang lebih bergantung pada  komitmen  daerah untuk merumuskan visi dan misi di daerahnya  masing-masing. Bila  daerah cukup visioner dan memiliki &lt;i&gt;political will&lt;/i&gt; yang kuat—disertai kebijakan yang mengedepankan arti penting pendidikan sebagai upaya &lt;i&gt;human investment&lt;/i&gt; di daerah—maka kualitas praksis pendidikan akan dapat ditingkatkan sesuai harapan &lt;i&gt;stakeholders&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya,  bagaimana sistem pendidikan yang sekiranya tepat untuk  Tangerang  Selatan?. Saya yakin, Arsid, seperti kita semua, akan  mengawalinya  dengan menggunakan parameter keberhasilan peserta didik  bukan saja dari  IQ (&lt;i&gt;intelligence quotient&lt;/i&gt;)--perolehan aspek kognitif, yang tercermin dari perolehan nilai—tapi juga EQ (&lt;i&gt;emotional quotient&lt;/i&gt;);   sebuah kemampuan menahan diri, mengendalikan emosi, memahami emosi   orang lain, bermotivasi tinggi, memiliki ketahanan dalam menghadapi   kegagalan, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh, ini menjadi penting  mengingat Tangerang Selatan sebagai kota  multikultur, maka pendidikan  yang dibangun harus berorientasi pada  sistem pembelajaran dengan  mengembangkan kepribadian yang dewasa,  terbuka, dan toleran terhadap  kultur di luar dirinya tanpa mengabaikan  budaya sendiri. Ini sama  artinya dengan kesadaran bahwa tiap manusia  adalah pribadi-pribadi yang  unik serta mempunyai bakat yang berbeda  dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;                                                                      *****&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya  melihat ada dua hal utama yang perlu diperhatikan dalam kaitannya   dengan upaya membangun pendidikan di Tangerang Selatan, di antaranya: &lt;i&gt;(1) Sistem pendidikan yang berorientasi pada nilai (wertorientier)&lt;/i&gt;.   Ini harus diawali dengan pemahaman bahwa tujuan pendidikan adalah  untuk  memerdekakan manusia; maka pribadi yang merdeka bukanlah yang &lt;i&gt;laissez-faire&lt;/i&gt;,   tetapi yang mampu mempertanggungjawabkan hasil kemerdekaannya.  Sebuah   situasi bahwa peserta didik memiliki kemampuan mengritik—juga   dikritik—serta mempunyai sensibilitas dan kreativitas, yang menjadi   kompetensi social dalam menyikapi nilai-nilai dasar kebersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(2) Sistem pendidikan yang berorientasi pada dunia praksis (praxisbezogen)&lt;/i&gt;.   Ini berkaitan dengan ilmu pengetahuan pencerdas manusia, meski bukan   berarti melulu bicara tentang “materilisasi” pendidikan yang   mengedepankan konsep “siap pakai”. Saya melihat, praksis pendidikan   harus diawali dengan suasana belajar-mengajar yang menggunakan metode   dialogis untuk membuka pintu bagi proses pencarian kebenaran yang lebih   tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, itulah tantangan dunia pendidikan ke  depan, di mana kita  harus mampu memadukan antara ilmu pengetahuan  pencerdas manusia dengan  ilmu humaniora yang menyentuh manusia secara  menyeluruh. Ketika sekolah  melahirkan manusia yang mampu menyadari  dirinya sebagai makhluk sosial  yang hidup dalam dimensi tanggung jawab  pribadi dan sosial. Pada  tataran ini, pendidikan memiliki tujuan  menghasilkan manusia-manusia  yang berkepribadian utuh dan tidak mudah  diombang-ambingkan oleh  pelbagai desas-desus yang meresahkan ketenangan  dalam hidup sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pemahaman bahwa manusia adalah  makhluk yang tidak mudah diadu  domba, tidak mudah dihasut, serta tidak  mudah ditipu oleh pelbagai  skenario sosial-politik yang terjadi—baik  dalam skala regional maupun  nasional. Toh, seperti yang pernah  disinggung Arsid, ini sama artinya  kita mendambakan manusia yang  memiliki prinsip hidup, agar dapat  membedakan apa yang bisa, boleh, dan  seharusnya dilakukan. Ketika  manusia (selalu) ditantang untuk berani  menghadapi dan menerima  perbedaan personal dan sosial: bahwa tiap  manusia adalah unik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat saya, apa artinya kecerdasan bila kita bersikap seperti Hitler—yang lebih mempersoalkan “identitas ethnis”?. Dalam &lt;i&gt;Mein Kampf&lt;/i&gt;,   ada kisah tentang Hitler muda. Pada suatu malam di pusat kota Wina, ia   berjalan dan bertemu dengan sesosok bayangan hitam dengan rambut hitam   dikepang. Hitler bertanya pada diri sendiri: “Yahudikah ini?. Setelah  ia  amati lebih jauh, ia kembali bertanya dalam hati: “Orang Jermankah   ini?”. Hitler tak pernah berpikir apakah si Bayangan itu seorang dokter,   tentara, atau seniman. Yang penting baginya hanya “identitas ethnis”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka  segera kita tahu: ia sesungguhnya tak memiliki kesadaran akan diri   sendiri yang menyatu dengan kesadaran akan orang lain. Hitler  menganggap  identitas adalah sesuatu yang dibawa dari lahir, karena  antagonisme  yang diyakininya adalah sesuatu yang permanen. Ia lupa,  identitas  sebenarnya tak pernah datang sendiri. Ia hadir karena  dirumuskan oleh  nama dan bahasa: bangunan simbol yang disusun  masyarakat—yang kadang  dengan kekerasan. Bahkan ketika ada orang yang  mengatakan: “Aku telah  menemukan jati diriku”, sesungguhnya ia tak  sadar bahwa “diri” yang  “sejati” itu mustahil ia peroleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah, kita terus  paham mengapa kita memilih Arsid untuk menjadi  pemimpin di Tangerang  Selatan. Ia melihat Tangerang Selatan adalah  sebuah sejarah masa depan  yang berharga bukan untuk diri sendiri—dan  dengan demikian memberi makna  bagi hidup kita. Kota ini, baginya,  adalah sebuah sejarah harapan dan  pengorbanan—dari orang yang  berbeda-beda, bagi orang yang  berlain-lainan--yang tak merasa perlu  memberi batas mutlak tentang  ”luar” dan ”asing”. Ia selalu melihat  bahwa masyarakat manusia juga  mengandung benih-benih perkawanan. Tak  cuma antagonisme. Itulah  kecerdasan yang sesungguhnya dari seorang  pemimpin. &lt;b&gt;(*)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ARU WIJAYANTO&lt;/b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bogor&lt;/i&gt;&lt;i&gt;, 24 Februari 2011   &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=201585226519769"&gt;CATATAN UNTUK ARSID (8)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2011/02/catatan-untuk-arsid-8.html"&gt;CATATAN UNTUK ARSID (8)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-5087466042895192515?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/5087466042895192515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/5087466042895192515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/02/catatan-untuk-arsid-8.html' title='CATATAN UNTUK ARSID (8)'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-4261244302940104773</id><published>2011-02-24T01:32:00.000+07:00</published><updated>2011-02-24T01:32:37.764+07:00</updated><title type='text'>Saran Buat JPTS : Real Count via Facebook, Manfaatkan Fasilitas Upload Via Email, Hasilnya Tertayang Langsung di Wall JPTS</title><content type='html'>&lt;b&gt;Pilkada Ulang besok 27 Feb 2011 adalah momen yang dinanti  semua  pihak, baik yang terlibat langsung maupun sekedar pantau. Untuk  itu  sudah selayaknya bila JPTS pun berpartisipasi melakukan pemantauan   secara independen dengan memanfaatkan jaringan relawan yang dimiliki   yang bersedia berkolaborasi membuat semacam Real Count bayangan dengan   memanfaatkan fasilitas Facebook yang ada.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bila  ada 2 (dua) Surveyor yang akan melakukan Quick Count kelak,  tentu tak  ada salahnya bila JPTS cs melakukan hal yang sama dengan  cara-cara yang  sederhana dan dapat diakses oleh semua pihak.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Langsung ke topik bahasan :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;1. Akifkan fasilitas "upload via email" untuk akun Facebook anda melalui Setting Akun berikut :&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img title="" class="img" src="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/181714_112632562147734_100002029714152_93941_7214341_n.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;2. Pilih Panel "Mobile" lanjutkan ke "Go To Facebook Mobile" dipojok kanan&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img title="" class="img" src="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/183798_112632585481065_100002029714152_93942_2394789_n.jpg" style="width: 493px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;3.   Setelah anda akan mendapatkan alamat email akun Facebook anda, catat   baik-baik dan jangan disebar ke publik, kecuali untuk petugas input data   yang dipercaya&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img title="" class="img" src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/182474_112632602147730_100002029714152_93943_195415_n.jpg" style="width: 493px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;4.   Siapkan draft untuk pengiriman data melalui email personal relawan   input data anda, sebanyak TPS yang ada, yang dikelompokkan berdasar   eEcamatan dan Kelurahan, dengan Fromat sederhana, contoh :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kec. Pamulang, Kel. Benda Baru, TPS XX : A. (kosongin) B. (Kosongin) C. (Kosongin) D. (Kosongin) E. (Kosongin) F. (Kosongin)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;A s/d D = suara sah, E = suara Rusak, F = Total Surat Suara&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pada contoh dibawah saya hanya buat A-D saja&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img title="" class="img" src="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/181986_112632662147724_100002029714152_93946_7524633_n.jpg" style="width: 493px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;5. Susun semua dalam draft email anda untuk siap edit begitu data masuk dan segera kirim ke alamat Email Akun Facebook anda.&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img title="" class="img" src="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/183278_112632645481059_100002029714152_93945_679406_n.jpg" style="width: 493px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;6.   Begitu input data selesai segera kirim ke alamat akun Facebook anda   maka dalam sekian detik data tersebut akan tampil di Wall Anda. Pastikan   Wall anda set Read Only, artinya kontak anda tidak dapat melakukan   posting ke Wall anda kecuali reply saja. Seting ini penting agar kiriman   Real Count tersebut tidak tertiban/ditiban oleh komentar orang lain,   namun mereka masih dapat memberikan respon terhadap data yang masuk   utamanya untuk koreksi bila diperlukan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Gambar berikut ilustrasi Tampilan Real Count versi Wall yang didapat, dimana visitor masih dapat merespons postingan tersebut.&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img title="" class="img" src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/185758_112632745481049_100002029714152_93948_1820496_n.jpg" style="width: 493px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Catatan :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Email Personal adalah Email Para Relawan&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Email  Akun Facebook adalah alamat tujuan pengiriman data  Facebook melalui  email personal para relawan (email ini jangan disebar  ke publik)&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Setting  Wall agar publik sementara tidak dapat melakukan posting  pada hari H  atau H-1 untuk melakukan Simulasi dapat dilihat digambar  berikut&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img title="" class="img" src="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/182030_112646112146379_100002029714152_94082_2233496_n.jpg" style="width: 493px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img title="" class="img" src="http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/183975_112646162146374_100002029714152_94084_898429_n.jpg" style="width: 493px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img title="" class="img" src="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/182477_112646182146372_100002029714152_94085_799443_n.jpg" style="width: 493px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Demikian   Saran dan Harapan yang dapat saya sampaikan kepada JPTS cs, semoga  anda  semua masih mampu bergerak dan mengambil Kans dari Tutorial  singkat  ini. Perihal pembagian kolekting data, tentunya JPTS dapat  mengukur  kondisi internal nya sendiri. Apakah data diinput per  Kecamatan, atau  per-Kelurahan disesuaikan saja dengan kemampuan yang  ada.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tiga  hari untuk koordinasi mengani hal ini rasanya cukup, bila JPTS  cs,  berkonsentrasi untuk menggalang semua relawannya, JPTS dapat pula   memanfaatkan kontak akun JPTS yang dapat dipercaya untuk menjadi bagian   dari input-er tersebut.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Salam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;:)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;cahPamulang, jelang dini hari&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(lagi nggak ditempat tapi tetep semangat menyambut Pilkada Ulang kelak)&lt;/i&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;24 Feb 2011&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/jptangsel#%21/note.php?note_id=112636215480702"&gt;Saran Buat JPTS : Real Count via Facebook, Manfaatkan Fasilitas Upload Via Email, Hasilnya Tertayang Langsung di Wall JPTS&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2011/02/saran-buat-jpts-real-count-via-facebook.html"&gt;cahPamulang: Saran Buat JPTS : Real Count via Facebook, Manfaatkan Fasilitas Upload Via Email, Hasilnya Tertayang Langsung di Wall JPTS&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-4261244302940104773?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://cahpamulang.blogspot.com/2011/02/saran-buat-jpts-real-count-via-facebook.html' title='Saran Buat JPTS : Real Count via Facebook, Manfaatkan Fasilitas Upload Via Email, Hasilnya Tertayang Langsung di Wall JPTS'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/4261244302940104773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/4261244302940104773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/02/saran-buat-jpts-real-count-via-facebook.html' title='Saran Buat JPTS : Real Count via Facebook, Manfaatkan Fasilitas Upload Via Email, Hasilnya Tertayang Langsung di Wall JPTS'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-2512304471098900176</id><published>2011-02-24T01:31:00.000+07:00</published><updated>2011-02-24T01:31:41.184+07:00</updated><title type='text'>Refleksi Peran Media Menjelang Pemilukada</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Oleh: Iwan Awaluddin Yusuf&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;  1]&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah tulisan di Majalah &lt;i&gt;Time&lt;/i&gt;, Henry Gunward pernah menulis jargon: &lt;i&gt;no democracy without free press&lt;/i&gt;.   Statemen ini senada dengan pidato Presiden Thomas Jefferson yang  sangat  populer: “Jika saya disuruh memilih antara pemerintah tanpa pers  yang  bebas dan pers bebas tanpa pemerintah, maka saya akan memilih  pers bebas  tanpa pemerintah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah semangat desentralisasi dan  kebebasan informasi, bangkitnya  industri pers lokal telah memberi  kontribusi dan warna baru dalam  tradisi bermedia dan kehidupan demokrasi  di Indonesia. Namun demikian,  lanskap kehidupan bermedia, terutama di  ranah lokal masih menunjukkan  karut marut persoalan yang berkelindan dan  pelik untuk diurai.  Netralitas pers lokal dalam pemilihan kepala daerah  (pilkada) misalnya,  atau eksistensinya yang lebih mengutamakan fungsi  ekonomi daripada  aspek informatif-edukatif bagi publik daerah adalah dua  isu utama yang  mengemuka, bahkan berpotensi mereduksi peran pers;  alih-alih menjadi  lembaga keempat &lt;i&gt;(fourth estate) &lt;/i&gt;yang mengawal  proses  demokratisasi, justru misfungsi menjadi kepanjangan tangan  “raja-raja”  daerah yang menyokong kepentingan kekuasaan jangka pendek,  nasionalisme  kesukuan, dan primordialisme lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini akan mengelaborasi tiga bahasan: &lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, tinjauan teoritik mengenai relasi media, demokrasi, dan proses menuju demokratisasi di ranah lokal. &lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;,&lt;i&gt; &lt;/i&gt;sebagai   respon dari penyelenggaraan otonomi daerah, media mau tidak mau   memegang peran vital sebagai mediator informasi antarpemimpin politik   pemerintahan lokal dengan konstituennya, maka diskusi tentang netralitas   media dalam pemilihan kepala daerah menjadi penting untuk dikemukakan.  &lt;i&gt;Ketiga,&lt;/i&gt; bagian terakhir&lt;i&gt; &lt;/i&gt;tulisan  ini berusaha merumuskan  pentingnya peran pers lokal dalam proses  demokratisasi di Indonesia,  sekaligus memberikan tawaran alternatif  bagaimana seharusnya format  pers lokal di masa mendatang, terutama  sebagai subsistem demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pers Lokal, Reformasi, dan Otonomi &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraknya  pers lokal atau media daerah sesungguhnya merupakan reaksi  simultan  dari reformasi politik tahun 1998. Gerakan reformasi sendiri  berhasil  mendorong setidaknya dua perubahan signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pertama,&lt;/i&gt;  era kebebasan pers yang menggantikan tirani-autoritatif  pemerintah  melalui rezim surat perizinan. Sejarah mencatat, penguasa  Orde Baru  meneguhkan kekuasaan dalam mengintervensi pers melalui  Undang-Undang No.  11 Tahun 1966 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pers  perihal Surat Izin  Terbit (SIT) dari Departemen Penerangan dan Surat  Izin Cetak (SIC) dari  Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban  (Kopkamtib). Tanpa kedua  surat izin tersebut, sebuah terbitan dianggap  ilegal. Pada kondisi  tertentu, jika izin dicabut (lagi-lagi oleh  pemerintah), terbitan itu  otomatis diberangus. Tradisi SIT dan SIC  berlaku lebih dari 15 tahun,  sampai tahun 1982 saat SIT yang  dikeluarkan oleh Departemen Penerangan  diganti dengan Surat Izin Usaha  Penerbitan Pers (SIUPP). Esensi SIUPP  sama persis dengan SIT, hanya  berubah dalam sebutan. Ketika SIUPP sebuah  terbitan dicabut oleh  Departemen Penerangan, terbitan itu langsung  ditutup oleh pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiruk pikuk reformasi berhasil  melenyapkan urusan perizinan ini.  Berawal dari kelonggaran pengurusan  SIUPP hingga pencabutan SIUPP dan  berpuncak pada pengesahan  Undang-undang Pers No. 42 Tahun 1999. Kini,  cukup dengan secarik kertas  bertajuk Surat Izin Usaha Perdagangan  (SIUP-dengan satu P) yang sangat  mudah diperoleh, siapapun yang  memiliki modal dan berbadan hukum, berhak  menerbitkan media cetak,  tanpa birokrasi berbelit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kedua,&lt;/i&gt;  perubahan mendasar dari reformasi adalah agenda otonomi  daerah yang  mengusung asas desentralisasi. Kebijakan yang dituangkan  dalam UU No 22  Tahun 1999 tentang Pemerinthan Daerah dan UU No. 25  Tahun 1999 tentang  Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah ini menjadi  titik balik  perkembangan sistem pemerintahan di Indonesia, terutama  pemerintahan di  daerah. Bagi mekanisme penyelenggaran negara, kebijakan  desentralisasi  yang sejatinya pernah dituangkan gradatif dalam  peratuan perundangan  mulai tahun 1945 dan seterusnya, yaitu tahun 1948,  1957, 1959, 1965,  1974, 1999 dan yang terakhir Undang-undang Nomor 32  Tahun 2004[2]  membawa dua tujuan yang tidak dapat dilepaskan dari peran  media (1)  tujuan politik dan (2) tujuan administratif Tujuan politik  memposisikan  pemerintah daerah sebagai medium pendidikan politik bagi  masyarakat  tingkat lokal yang secara agregat akan berkontribusi pada  pendidikan  poliltik tingkat nasional dalam rangka mempercepat  terwujudnya &lt;i&gt;civil society&lt;/i&gt;.  Sedangkan tujuan administratif  memposisikan pemerintah daerah sebagai  unit pemerintahan di tingkat  lokal yang berfungsi menyediakan pelayanan  masyarakat secara efektif,  efisien, dan memberi hasil yang lebih baik  dibanding pemerintahan  sebelum reformasi (Mawardi, 2002: 2). Di satu  sisi, otonomi daerah  mempunyai kecenderungan ideinetik dengan kebebasan  di daerah &lt;i&gt;(freedom of locality)&lt;/i&gt; untuk menentukan nasib sendiri &lt;i&gt;(self determination)&lt;/i&gt; atau demokrasi lokal (Akbar dan Khan, 1982, seperti dikutip Sarundajang, 2000: 57).&lt;br /&gt;Di  mata Hoessein (2002: 4), otonomi daerah membawa pergeseran sejumlah   model dan paradigma pemerintahan lokal yang telah ada sebelumnya&lt;i&gt;. Structural effiency model&lt;/i&gt; yang menekankan efisiensi dan keseragaman ditinggalkan dan diganti &lt;i&gt;local democracy model&lt;/i&gt;   yang menekankan nilai demokrasi dan keberagaman dalam penyelenggaraan   pemerintahan lokal. Seiring dengan pergeseran model tersebut, terjadi   pula gugatan dari pengutamaan dekonsentrasi ke pengutamaan   desentalisasi. Hubungan pemerintahan yang semula “dependent”&lt;i&gt; &lt;/i&gt;dan   “subordinate” kini menjadi “independent” dan “coordinate”. Pola   hubungan tersebut tercipta sebagai konsekuensi perubahan makro dari &lt;i&gt;integrated prefectoral system&lt;/i&gt; yang utuh ke &lt;i&gt;integrated prefectoral system&lt;/i&gt; yang parsial, dalam hal ini berlangsung di tataran provinsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua  perubahan elementer di atas mendorong media lokal mengartikulasikan   kebutuhan informasi masyarakat sekaligus mengisi ceruk pasar &lt;i&gt;(market niche).&lt;/i&gt;   Mengingat kondisi masyarakat yang beraneka ragam, media lokal lahir   dengan mengusung kebernekaragaman pula. Fungsi desentralisasi dan &lt;i&gt;local autonomy&lt;/i&gt;   bagi pers daerah ditunjukkan dengan kemampuan mengakomodasi  kemajemukan  aspirasi masyarakat lokal-komunitas. Desentalisasi media  pada tingakan  ini melahirkan kemajemukan politik &lt;i&gt;(political variety) &lt;/i&gt;yang sangat berguna untuk menyalurkan dan menampung &lt;i&gt;local voice &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;local choice.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan media dan &lt;i&gt;good local governance&lt;/i&gt;  dalam konteks otonomi  menjadi sangat penting karena pengambilan  keputusan pemerintah tidak  mungkin dilakukan tanpa partisipasi  masyarakat. Media menjadi wahana  informasi yang strategis dalam  menampung aspirasi &lt;i&gt;grassroot&lt;/i&gt; atas  berbagai keputusan yang akan  diambil pemerintah, sekaligus  menginformasikan keputusan itu sendiri  (Tim LSPP, 2005: x). Kondisi  partisipatif seperti ini digambarkan oleh  Page (1991):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;To be local implies some control over  decisions by the community.  The principles of representative democracy  suggest that this influence  is exercised at least in part through  democratically elected officials  who may be expected to representative  can also provide the focus for  form of participatory democracy through  direct citizen involvement or  interest group activity&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada  dengan Page, Riyanto (2005: 229) melihat bahwa inti dari poyek   desentralisasi dan otonomi daerah adalah bagaimana membangun demokrasi   di tingkat lokal dan secara simultan, pada waktu bersamaan membangun &lt;i&gt;civil society&lt;/i&gt; yang kuat. Kondisi seperti ini tentu tidak dapat terwujud tanpa partisipasi masyarakat yang terinformasi dengan baik &lt;i&gt;(well informed).&lt;/i&gt;   Dengan meningkatnya atmosfer keterlibatan dan partisipasi subsistem di   tingkat lokal dan institusi-institusi lain di luar pemerintahan,   terutama dalam pengambilan keputusan, maka pembangunan akan semakin   responsif terhadap kebutuhan-kebutuhan masyarakat (De Gusman dan   Referma, 1993: 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat yang sama diungkapkan  Masyarakat Transparansi Indonesia (2002:  17). Menurut MTI, salah satu  kunci keberhasilan otonomi daerah adalah  partisipasi aktif masyarakat  lokal, yang salah satunya dijembatani  saluran media massa lokal.  Partisipasi pers menjadi penentu kesuksesan  otonomi daerah karena di  dalamnya mengandung aspek pengawasan dan  aspirasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jack  Snyder (2003, sebagaiamana dikutip Tim LSPP, 2005: 8 ) juga  melihat  peran positif yang dapat dimainkan media lokal, seperti sebagai   pendidik, pengidentifikasi masalah, penyedia forum, dan penguat   (revitalitator) sosiokultural bagi komunitasnya. Robert Dahl (seperti   dirujuk Oetama, 2001: 76) menyebut peran pers yang bebas sebagai &lt;i&gt;“the availability of alternative and independent sources of information”.&lt;/i&gt; Peran utama ini bersinergi dengan prinsip-prinsip &lt;i&gt;good local governance&lt;/i&gt;   seperti partisipasi, transparansi, dan akuntabilitas di tingkat lokal.   Partisipasi berarti adanya peran aktif masyarakat dalam pengambilan   keputusan. Transparansi didasarkan pada adanya mekanisme penjaminan   akses umum bagi pengabilan keputusan. Sedangkan akuntabilitas menyatakan   seberapa besar efektifitas pengaruh dari pihak yang diperintah (objek)   terhadap pihak pemerintah (subjek). Sementara itu Keane (1991:116-117)   menggarisbawahi pentingnya media sebagai pelayan publik (&lt;i&gt;public servant) &lt;/i&gt;yang   memiliki andil besar dalam negara demokrasi. Andil ini terutama   menyangkut ketersediaan informasi yang berguna bagi kehidupan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain  kontribusi dalam menjamin proses demokratisasi, di satu sisi,  media  lokal juga membawa efek ambivalen karena kuatnya nilai  primordialisme  dan keterdekatan sosiokultural-ekonomi pemodal media  dengan &lt;i&gt;stakeholder&lt;/i&gt;  daerah yang menyebabkan media lokal juga  memiliki posisi dilematis,  misalnya dalam peliputan Pilkada (Kandyawan,  2005). Synder (2003) dengan  berbagai penelitiannya bahkan menyimpulkan  pers lokal bisa mengobarkan  kepentingan jangka pendek, terutama karena  pada masa awal  demokratisasi-bermedia terjadi, suasana berpendapat  bebas terjadi, pers  lebih mudah didirikan, dan semuanya bisa menjadi  alat bagi para maniak  kekuasaan untuk menaikkan posisinya (Haryanto,  2005; Tim LSPP, 2005: 8).&lt;br /&gt;Dengan  kata lain, pers daerah kadang-kadang gagal menjaga jarak dan  ikut larut  secara emosional dengan dinamika kompetisi sosial politik  dan konflik  di wilayahnya, akibatnya liputan menjadi kurang berimbang.  Di sisi lain,  tekanan pasar, baik yang berupa ketatnya persaingan  antarmedia maupun  kehausan publik bawah terhadap tuntutan  sensasionalitas berita, sering  memperkeruh proses dan wajah liputan  pers daerah (Kandyawan, 2005) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Netralitas Pers dalam Pemilihan Kepala Daerah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prasyarat  bagi terwujudnya proses demokratisasi adalah kebebasan  ekspresi dan  informasi, oleh karena itu diperlukan subsistem berupa  media massa yang  independen. Dimulai dengan memberikan informasi yang  benar, relevan, dan  objektif bagi masyarakat sampai pada fungsi  pengawas kekuasaan.  Pengertian kekuasaan dalam konteks masyarakat  demokratis tidak hanya  berorientasi pada kekuasaan pemerintah,  melainkan ada ruang lingkup yang  cukup luas yang meliputi kegiatan  politik, sosial, ekonomi, dan  kebudayaan. Ini sinkron dengan apa yang  dikemukakan Schieck (2003: 8 )  bahwa kehadiran media yang independen  dapat mengarah pada dua peran; &lt;i&gt;Pertama,&lt;/i&gt; menjadi “anjing penjaga” &lt;i&gt;(watchdog)&lt;/i&gt; bagi pemerintah. &lt;i&gt;Kedua, &lt;/i&gt;mengedukasi publik atas berbagai isu yang berpengaruh terhadap kehidupan mereka sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interaksi  ini terlihat di banyak sektor kehidupan. Dalam konteks yang  lebih  politis, pemilu misalnya, menurut survei The Asia Foundation yang   dikeluarkan pada 2004, lebih dari 90 persen masyarakat menggunakan  media  sebagai sumber informasi pemilihan umum (Tim LSPP, 2005: 2). Dari   besarnya angka ini tentu sangat membuka penyalahgunaan media sebagai   sarana “main mata” antara pemilik media dan elit politik daerah. Mulai   dari kesepakatan transaksioal untuk menyediakan &lt;i&gt;space&lt;/i&gt; iklan politik, meliput pelantikan pejabat daerah, hingga publikasi yang mem-&lt;i&gt;blow up&lt;/i&gt;   aktivitas kampanye pemilu. Kondisi ini lebih parah jika kebetulan   pemilik media atau orang kuat di struktur organisasi media adalah salah   satu kandidat peserta pilkada. Yang terjadi tidak lain pers menjadi   aparatus kepentingan sesaat guna menggalang konstituen di daerah   komunitasnya. Jelas dari bentuk-bentuk penyimpangan seperti ini, pers   tidak lagi dapat berfungsi sebagaimana konsepsi tradisional pers:   majelis keempat demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuasaan keempat &lt;i&gt;(the fourth estate&lt;/i&gt;),  tidak berarti pers harus  memposisikan diri “beroposisi” terhadap  pemerintah atau “melawan”  pemerintah. Kedudukan pers dalam konsep  majelis keempat sama dengan  parlemen, yang lebih ditekankan pada sifat  independensi atau kebebasan  menyebarkan informasi dan pendapat tanpa  rintangan dari pemerintah.  Pers hanya bertanggung jawab secara yuridis  kepada pengadilan, dan juga  bertanggungjawab etika kepada organisasi  wartawan (Muis (2000: 56-57).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarik-menarik kepentingan  antara pers dengan elite lokal dan  penyalahgunaan fungsi pers lokal  dalam proses pemilihan kepala daerah  dapat dimungkinkan terjadi karena  beberapa penyebab yang berpangkal  pada satu hal, minimnya  profesionalisme. Profesionalisme pers dapat  diindikasi dari tiga  tataran: &lt;i&gt;mikro, meso&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;makro.&lt;/i&gt;  Meski kadang di  antara tiga level ini tidak tegas pembedaanya karena  saling tumpang  tindih dan dipertautkan satu sama lain, namun secara  sederhana  pengkategorian di atas dapat mempermudah dalam pembahasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pertama,&lt;/i&gt; level &lt;i&gt;mikro,&lt;/i&gt;  yaitu produk akhir media berupa isi  atau teks, yang secara sederhana  terlihat dari berita yang disajikan.  Ketidakprofesionalan pers lokal  terutama sangat terlihat dari berbagai  pemberita tentang proses  penyelengaraan pemilihan kepala daerah yang  ditampilkan kurang  berimbang. Terbukti dari penelitian yang dirilis  LSPP tahun 2005 tentang  isu transparansi (korupsi) dan pelayanan publik  terhadap 8 media cetak  lokal di 4 wilayah (Lampung, Jawa Barat,  Kalimantan Barat, Nusa Tenggara  Barat) memperlihatkan ketergantungan  suratkabar lokal tersebut yang  masih tinggi dengan kekuasaan lokal.  Kondisi ini jelas mempersempit  ruang gerak media cetak sebagai  pengontrol kekuasaan (Tim LSPP, 2005:  x). Pada penelitian tahun  sebelumnya (2004), LSPP melakukan monitoring  terhadap 1.136 berita dari  10 suratkabar terkemuka Indonesia pada  periode 11-25 Maret 2004. Hasil  yang diperoleh adalah kesimpulan bahwa  media kurang memperhatikan asas  keberimbangan &lt;i&gt;(cover both &lt;/i&gt;sides)  dalam menyajikan berita. Isu  seputar KKN dan uapaya reformasi militer  misalnya, atau isu Dewan  Perwakilan Daerah yang kandidatnya mencapai  ribuan orang, hanya  memperoleh perhatian peliputan yang sangat minim  dibanding  peristiwa-peristiwa lain yang diberitakan (Luwarso. ed, 2004).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal  secara teoritik, profesionalisme dalam berita mensyaratkan  beberapa  kondisi, terutama objektivitas. Dalam konsepsi yang cenderung   positivistik ini, definisi objektivitas dirumuskan dalam dua prinsip,   yaitu kesesuaian dengan kenyataan &lt;i&gt;(factuality)&lt;/i&gt; dan tidak memihak &lt;i&gt;(impartiality).&lt;/i&gt; Prinsip &lt;i&gt;factuality&lt;/i&gt; terdiri dari dua unsur, yaitu benar &lt;i&gt;(truth)&lt;/i&gt; dan relevan &lt;i&gt;(relevance)&lt;/i&gt;. Unsur benar &lt;i&gt;(truth)&lt;/i&gt; ditentukan oleh ketepatan &lt;i&gt;(accuracy)&lt;/i&gt;   dalam mendeskripsikan fakta. Kebenaran akan kuat jika disertai akurasi   pada seluruh unsur berita (5W+1H). Keakuratan ini dalam praktiknya   memerlukan kelengkapan &lt;i&gt;(completeness)&lt;/i&gt; berbagai instrumen. Sementara itu, unsur-unsur yang digunakan untuk mengukur tingkat &lt;i&gt;relevance&lt;/i&gt; meliputi: (1) &lt;i&gt;proximity &lt;/i&gt;psikografis, (2) &lt;i&gt;proximity&lt;/i&gt; geografis, (3) &lt;i&gt;timeliness&lt;/i&gt;, (4) &lt;i&gt;significance&lt;/i&gt;, (5) &lt;i&gt;prominence&lt;/i&gt; dan (6) &lt;i&gt;magnitude&lt;/i&gt;. Item-item tersebut dikenal sebagai  &lt;i&gt;news values. &lt;/i&gt;Prisip tidak memihak &lt;i&gt;(impartiality)&lt;/i&gt; juga menentukan tingkat objektivitas. Ada dua unsur yang mendukung ketidakberpihakan, yaitu seimbang &lt;i&gt;(balance)&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;neutral&lt;/i&gt;. Seimbang adalah memberi tempat yang adil pada pandangan yang berbeda, sering disebut dengan istilah &lt;i&gt;cover both sides&lt;/i&gt;, sedangkan netral berarti harus ada pemisahan antara fakta dan opini pribadi wartawan (McQuail, 2000: 196 – 222)&lt;i&gt;.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengungkap  fakta dengan objektivitas sesuai unsur-unsur yang telah  disebutkan di  atas, maka dengan sendirinya media akan menjadi anjing  penjaga &lt;i&gt;(watchdog)&lt;/i&gt; terhadap berbagai penyelewengan, baik di level negara &lt;i&gt;(state) &lt;/i&gt;maupun masyarakat &lt;i&gt;(public), &lt;/i&gt;termasuk   perorangan. Dalam kondisi ini masyarakat akan berpikir serta  menentukan  sendiri, mana yang benar dan mana yang salah. Pers tidak  perlu mendikte  atau mengarahkan, cukup mengungkap fakta apa adanya, dan  masyarakatlah  yang memberi penilaian.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kedua,&lt;/i&gt; indikasi profesionalisme pers lokal dapat dilihat dari elemen &lt;i&gt;meso.&lt;/i&gt;   Aspek ini meliputi dinamika proses-proses memproduksi dan mengonsumsi   teks media. Hal mencolok dalam pembahasan ini adalah lemahnya manajemen   pers lokal dengan SDM yang kurang kompeten serta tidak profesional.   Selain itu, lemahnya manajemen media ini juga berujung pangkal pada   rendahnya kesejahteraan hidup jurnalis lokal, yang dalam banyak kasus   diberi gaji di bawah standar UMR. Bahkan, ada sebagian wartawan daerah   yang hanya memperoleh kartu pers tanpa gaji tetap dari medianya (lihat   misalnya Tim LSPP, 2005: 102). Pada kasus lain, pendirian pers merupakan   agenda politik elite lokal yang membawa misi menjadikan media sebagai   corong membela kepentingannya. Ini tampak dari nama-nama elite poltik   lokal yang tercantum dalam &lt;i&gt;masshead &lt;/i&gt;(struktur redaksional) suratkabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurangnya  profesionalisme pers lokal juga diperlihatkan dari kondisi  wartawan  yang tidak memiliki kompetensi dan idealisme sehingga hanya  menjadikan  institusi media lokal sebagai lahan mencari keuntungan.  Kolaborasi  mutualisme wartawan dengan pemerintah daerah mengarah pada   kesepakatan-kesepakatan yang menyimpang dari idealisme dan etika   jurnalistik dilegalkan dalam anggaran pemerintah daerah (ABPD), mulai   dari biaya perwatan gedung PWI, pembinaan ini itu, hingga mensponsori   sejumlah kegiatan fiktif bagi para wartawan. Inilah yang seharusnya   dihapuskan dalam anggaran pemerintah daerah sekaligus ditolak oleh   wartawan. Penghapusan pos tersebut dapat mendudukkan pers pada posisi   yang proporsional sebagai lembaga independen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ketiga,&lt;/i&gt; indikasi untuk melihat profesionalisme pers lokal adalah pada tataran &lt;i&gt;makro&lt;/i&gt;   yang merujuk pada dinamikan sosial budaya, ekonomi politik, konteks   sejarah, dan regulasi media. Isu yang mencolok dari aspek makro adalah   ketidakjelasan aturan main bagi pers lokal dalam mengartikulasikan   fungsinya. Penegakan etika yang kurang tegas, siapa yang memeberi sanksi   dan sanksi apa yang dilakukan jika terjadi pelanggaran tampaknya belum   sepenuhnya diakomodasi dengan baik oleh berbagai sistem hukum di  negara  kita, dalam pengertian lemah pada aspek penegakan, bukan pada  bunyi  pasal-pasal perundang-undangan. Di sisi lain, dari segi historis,   menjamurnya pers lokal juga tidak sepenuhnya berangkat dari basis   pemikiran kontemplatif bagi kemanfaatan publik, melainkan tak lebih   sebagai tren, bahkan euforia kebebasan yang pada titik tertentu ternyata   tidak dipahami maknanya oleh baik pengelola pers maupun publik media   itu sendiri. Inilah yang mendorong perlunya lembaga pengawas media &lt;i&gt;(media watch)&lt;/i&gt;   yang independen guna mengingatkan jika terjadi penyelewengan oleh  pers.  Selain itu bagi masyarakat diperlukan edukasi bermedia melalui   pendidikan literasi media sehingga mereka tidak hanya menjadi objek   pasif media, melainkan memiliki kesadaran peran sebagai stakeholder   aktif yang berhak terlibat dalam proses produksi dan distribusi   informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penutup&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi  mengandung makna independensi dan otonomi. Dengan kata lain,  kehidupan  politik disangga oleh berbagai institusi yang memiliki  tingkat kebebasan  dan otonomi, namun saling bersinergi satu sama lain.  Dalam kondisi  semacam ini kehadiran media pers merupakan keniscayaan &lt;i&gt;(conditio sine qua non).&lt;/i&gt;   Keberadaan pers lokal sebagai subsistem arena percaturan politik di   tingkat lokal mengharuskan adanya landasan profesionalisme dan idealisme   yang kuat. Tanpa profesionalisme, media pers tidak akan memperoleh   kepercayaan masyarakat. Berkembangnya pers lokal harus dimaknai secara   bijaksana oleh stakeholder media sehingga fungsi “memberdayakan” &lt;i&gt;(empowering)&lt;/i&gt; masyarakat lewat media tidak berubah makna menjadi “memperdayakan” &lt;i&gt;(disempowering)&lt;/i&gt; sebagaimana euforia kebebasan pers di awal era reformasi beberapa waktu lalu: “Yang penting terbit, urusan lain belakangan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di  sisi lain, sebagai sebuah institusi bisnis, pers lokal juga harus   meningkatkan mutu manajemen media yang pada gilirannya mampu menyehatkan   perusahaan dan meningkatkan kesejahteraan para pekerja media yang   bersangkutan. Gempuran persaingan dengan media-media lain juga akan   menguji sampai sejauh mana eksistensi pers daerah di masa-masa   mendatang. Dalam menyikapinya maka peningkatan kapasitas manajerial   harus dilakukan melalui berbagai pendidikan dan pelatihan yang intensif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, publik pembaca juga harus berupaya meningkatkan pemahaman tentang melek media &lt;i&gt;(media literacy)&lt;/i&gt; sehingga dapat meningkatkan apresiasi dan partisipasi bermedia secara sehat dan kritis guna mendorong terciptanya &lt;i&gt;good local government&lt;/i&gt;   dalam arti sesungguhnya, yaitu menjamin adanya partisipasi,   transparansi, dan akuntabilitas, termasuk pada pelaksanaan pilkada 2010   yang berlangsung di berbagai daerah di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------&lt;br /&gt;[1] Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia, peneliti di Pusat Kajian Media dan Budaya Populer (PKMBP) Yogyakarta.&lt;br /&gt;[2]  Undang-udang Nomor 32 Tahun 2004 merupakan revisi atas UU No. 22  Tahun  1999. Revisi lewat produk undang-undang yang baru ini oleh  sebagian  kalangan cenderung dipandang sebagai bentuk ”re-sentralisasi”  (Lihat  misanya Haris., dkk, &lt;i&gt;Membangun Format Baru Otonomi Daerah,&lt;/i&gt; 2006).&lt;br /&gt;---------&lt;br /&gt;sumber, digotong dari&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bincangmedia.wordpress.com/2010/03/30/refleksi-peran-media-menjelang-pilkada-2010/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://bincangmedia.wordpress.com/2010/03/30/refleksi-peran-media-menjelang-pilkada-2010/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img class="img" src="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/163262_126736297391470_100001653021236_153153_2723105_n.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption"&gt;Ketika media menyuarakan kepentingan dan menjadi tunggangan yang dikangkangi kandidat&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=185081294845167"&gt;Refleksi Peran Media Menjelang Pemilukada&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2011/02/refleksi-peran-media-menjelang.html"&gt;cahPamulang: Refleksi Peran Media Menjelang Pemilukada&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-2512304471098900176?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://cahpamulang.blogspot.com/2011/02/refleksi-peran-media-menjelang.html' title='Refleksi Peran Media Menjelang Pemilukada'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/2512304471098900176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/2512304471098900176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/02/refleksi-peran-media-menjelang.html' title='Refleksi Peran Media Menjelang Pemilukada'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-7406930795527910783</id><published>2011-02-24T01:30:00.000+07:00</published><updated>2011-02-24T01:30:53.433+07:00</updated><title type='text'>Menyoal Peran Pers dalam Pilkada</title><content type='html'>&lt;b&gt;Oleh: &lt;i&gt;Iwan Awaluddin Yusuf&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Prasyarat  bagi terwujudnya proses demokratisasi adalah kebebasan  ekspresi dan  informasi, oleh karena itu diperlukan subsistem berupa  media massa yang  independen.  Independensi dapat dilihat dari sejauh  mana media  memberikan informasi yang benar, relevan, dan objektif bagi  masyarakat,  sampai pada berjalannya fungsi media sebagai pengawas  kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian  kekuasaan dalam konteks masyarakat demokratis tidak hanya  berorientasi  pada kekuasaan pemerintah, melainkan ruang lingkup yang  luas meliputi  kegiatan politik, sosial, dan ekonomi. Ini sinkron dengan  dua peran  pokok pers yang independen: &lt;i&gt;pertama,&lt;/i&gt; menjadi “anjing penjaga” &lt;i&gt;(watchdog)&lt;/i&gt; bagi pemerintah&lt;i&gt;; kedua, &lt;/i&gt;mengedukasi   publik atas berbagai isu yang berpengaruh terhadap kehidupan mereka   sehari-hari. Contoh yang paling aktual dapat dikaji dari peran pers   daerah dalam meliput penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut  survei The Asia Foundation yang dikeluarkan pada 2004, lebih  dari 90  persen masyarakat menggunakan media sebagai sumber informasi  pemilihan  umum (Tim LSPP, 2005). Dari besarnya angka ini tentu sangat  membuka  penyalahgunaan media sebagai sarana “main mata” antara pemilik  media dan  elit politik daerah. Mulai dari kesepakatan transaksional  untuk  menyediakan &lt;i&gt;space&lt;/i&gt; iklan politik, meliput pelantikan pejabat daerah, hingga publikasi yang mem-&lt;i&gt;blow up&lt;/i&gt;   aktivitas kampanye pemilu. Kondisi ini menajdi lebih buruk jika   kebetulan pemilik media atau orang kuat di struktur organisasi media   adalah salah satu kandidat peserta pilkada. Yang terjadi tidak lain pers   lokal menjadi aparatus kepentingan sesaat guna menggalang konstituen  di  daerah pemilihan. Jelas dari bentuk-bentuk penyimpangan seperti ini,   pers tidak lagi dapat berfungsi sebagaimana konsepsi tradisional pers:   majelis keempat demokrasi yang artinya pers sebagai pilar pengawas   kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarik-menarik kepentingan antara pers dengan  elite lokal dan  penyalahgunaan fungsi pers lokal dalam proses pemilihan  kepala daerah  dapat dimungkinkan terjadi karena beberapa penyebab yang  berpangkal  pada satu hal, yaitu minimnya profesionalisme.  Profesionalisme pers  dapat diindikasi dari tiga tataran: &lt;i&gt;mikro, meso&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;makro.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pertama,&lt;/i&gt; level &lt;i&gt;mikro,&lt;/i&gt;  yaitu produk akhir media berupa isi  atau teks, yang secara sederhana  terlihat dari berita yang disajikan.  Ketidakprofesionalan pers lokal  terutama sangat terlihat dari berbagai  pemberita tentang proses  penyelengaraan pemilihan kepala daerah yang  ditampilkan kurang  berimbang. Dari penelitian yang dirilis Lembaga  Studi Pers Pembangunan  (LSPP) tahun 2005 tentang isu transparansi dan  pelayanan publik terhadap  8 media cetak lokal di 4 wilayah (Lampung,  Jawa Barat, Kalimantan  Barat, Nusa Tenggara Barat) memperlihatkan  ketergantungan suratkabar  lokal tersebut yang masih tinggi dengan  kekuasaan lokal. Kondisi ini  jelas mempersempit ruang gerak media cetak  sebagai pengontrol kekuasaan  (Tim LSPP, 2005). Pada penelitian tahun  sebelumnya (2004), LSPP  melakukan monitoring terhadap 1.136 berita dari  10 suratkabar terkemuka  Indonesia pada periode 11-25 Maret 2004. Hasil  yang diperoleh adalah  kesimpulan bahwa media kurang memperhatikan asas  keberimbangan &lt;i&gt;(cover both &lt;/i&gt;sides)  dalam menyajikan berita. Isu  seputar KKN dan uapaya reformasi militer  misalnya, atau isu Dewan  Perwakilan Daerah yang kandidatnya mencapai  ribuan orang, hanya  memperoleh perhatian peliputan yang sangat minim  dibanding  peristiwa-peristiwa lain yang diberitakan (Luwarso. ed, 2004).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitan ini, terdapat dua unsur yang mendukung ketidakberpihakan, yaitu seimbang &lt;i&gt;(balance)&lt;/i&gt; dan netral (&lt;i&gt;neutral)&lt;/i&gt;. Seimbang adalah memberi tempat yang adil pada pandangan yang berbeda, sering disebut dengan istilah &lt;i&gt;cover both sides&lt;/i&gt;, sedangkan netral berarti harus ada pemisahan antara fakta dan opini pribadi wartawan&lt;i&gt;.&lt;/i&gt; Mengungkap fakta dengan objektif dengan sendirinya menjadikan media akan menjadi anjing penjaga &lt;i&gt;(watchdog)&lt;/i&gt; terhadap berbagai penyelewengan, baik di level negara &lt;i&gt;(state), &lt;/i&gt;masyarakat &lt;i&gt;(public), &lt;/i&gt;termasuk   perorangan. Dengan memenuhi kaidah ini, masyarakat akan berpikir serta   menentukan sendiri, mana yang benear dan mana yang salah. Pers tidak   perlu mendikte atau mengarahkan, cukup mengungkap fakta apa adanya, dan   masyarakatlah yang memberi penilaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kedua,&lt;/i&gt; indikasi profesionalisme pers lokal dapat dilihat dari elemen &lt;i&gt;meso.&lt;/i&gt;   Aspek ini meliputi dinamika manajerial perusahaan pers. Sorotan tajam   dalam persoalan ini adalah lemahnya manajemen pers lokal dengan SDM  yang  tidak kompeten. Selain itu, lemahnya manajemen media ini juga  berujung  pangkal pada rendahnya kesejahteraan hidup jurnalis lokal,  yang dalam  banyak kasus diberi gaji di bawah standar UMR. Pada aspek  lain,  pendirian pers merupakan agenda politik elite lokal yang membawa  misi  menjadikan media sebagai corong membela kepentingannya. Ini tampak  dari  nama-nama elite poltik lokal yang tercantum dalam &lt;i&gt;masshead &lt;/i&gt;(struktur redaksional) suratkabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurangnya  profesionalisme pers lokal juga diperlihatkan dari kondisi  wartawan  yang tidak memiliki kompetensi dan idealisme sehingga hanya  menjadikan  institusi media lokal sebagai lahan mencari keuntungan.  Kolaborasi  mutualisme wartawan dengan kandidat pejabat daerah mengarah  pada  kesepakatan-kesepakatan yang menyimpang dari idealisme dan etika   jurnalistik. Misanya pembinaan ini-itu, hingga mensponsori sejumlah   kegiatan fiktif bagi para wartawan. Inilah yang seharusnya dihapuskan   dalam anggaran pengeluaran kampanye pilkada sekaligus ditolak oleh   wartawan. Penghapusan pos tersebut dapat mendudukkan pers pada posisi   yang proporsional sebagai lembaga independen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ketiga,&lt;/i&gt; indikasi untuk melihat profesionalisme pers lokal adalah pada tataran &lt;i&gt;makro&lt;/i&gt;   yang merujuk pada dinamika sosial budaya, ekonomi politik, konteks   sejarah, dan regulasi media. Isu yang mencolok dari aspek makro adalah   ketidakjelasan aturan main bagi pers lokal dalam mengartikulasikan   fungsinya. Penegakan etika yang kurang tegas, siapa yang memberi sanksi   dan sanksi apa yang diberlakukan jika terjadi pelanggaran tampaknya   belum sepenuhnya diakomodasi dengan baik oleh berbagai sistem hukum di   negara kita, dalam pengertian lemah pada aspek penegakan, bukan pada   bunyi pasal-pasal aturan mainnya. Di sisi lain, dari segi historis,   menjamurnya pers lokal juga tidak sepenuhnya berangkat dari basis   pemikiran kontemplatif bagi kemanfaatan publik, melainkan tak lebih   sebagai tren, bahkan euforia kebebasan yang pada titik tertentu ternyata   tidak dipahami maknanya oleh baik pengelola pers maupun publik media   itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga kondisi di atas mendorong perlunya lembaga pengawas media &lt;i&gt;(media watch)&lt;/i&gt;   yang independen guna mengingatkan jika terjadi penyelewengan oleh pers   selama proses pilkada. Selain itu, bagi masyarakat diperlukan edukasi   bermedia melalui pendidikan literasi media sehingga masyarakat tidak   hanya menjadi objek pasif media, melainkan memiliki kesadaran peran   sebagai stakeholder aktif yang berhak terlibat dalam proses produksi dan   distribusi informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwan adalah dosen ilmu komunikasi, Universitas Islam Indonesia&lt;br /&gt;Tulisan ini dimuat di Harian&lt;i&gt; Bernas Jogja&lt;/i&gt;,12 Desember 2006.&lt;br /&gt;-----------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber, diboyong dari:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bincangmedia.wordpress.com/2009/06/14/menyoal-peran-pers-dalam-pilkada/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://bincangmedia.wordpress.com/2009/06/14/menyoal-peran-pers-dalam-pilkada/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/164146_126731257391974_100001653021236_153130_6510628_a.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption"&gt;Press   yang sejatinya menyuarakan kebenaran, independen dan objektif dalam   menyajikan berita, jika menjadi media alat kampanye suatu kandidat   adalah kejahatan moral dan pembohongan publik yang merusak  demokrasi.   Kandidat pelaku press untuk melacurkan diri dengan membelinya jelas dan   nyata adalah kandidat berjiwa kadal.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=185077498178880"&gt;Menyoal Peran Pers dalam Pilkada&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2011/02/menyoal-peran-pers-dalam-pilkada.html"&gt;cahPamulang: Menyoal Peran Pers dalam Pilkada&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-7406930795527910783?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://cahpamulang.blogspot.com/2011/02/menyoal-peran-pers-dalam-pilkada.html' title='Menyoal Peran Pers dalam Pilkada'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/7406930795527910783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/7406930795527910783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/02/menyoal-peran-pers-dalam-pilkada.html' title='Menyoal Peran Pers dalam Pilkada'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-952309600009552052</id><published>2011-02-24T01:29:00.000+07:00</published><updated>2011-02-24T01:29:52.487+07:00</updated><title type='text'>Intelektual Pengkhianat</title><content type='html'>Tentunya tidak haram jika kaum intelektual/cendekiawan  memasuki  dunia  politik seperti  menjadi aktitifis atau kader partai. Bahkan   kehadiran  kaum intelektual diharapkan bisa membangun dan memperkuat  fungsi serta  peran partai politik yang tengah dilanda krisis kepercayaan  karena  diguncang berbagai skandal korupsi dan prilaku menyimpang secara    bertubi tubi.  Politik bisa menjadi sarana bagi seorang intelektual   untuk menyuarakan dan mewujudkan idealismenya dalam menegakkan nilai   nilai kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya seringkali terjadi  penyimpangan pada kalangan intelektual  yang terjun ke dunia politik atau  menjadi birokrat.  Mereka bukannya  memperbaiki keadaan yang bobrok  dalam dunia politk dan birokrasi, malah  seorang intelektual seringkali   berfungsi menjadi legitimator untuk  membenarkan dan memoles prilaku  korup.  Alih alih memperbaiki keadaan  yang bobrok, malah dirinya larut  dan ikut menjadi bobrok.  Lebih parah  lagi, sang inteletektual gadungan  ini  acapkali menyerang kalangan  intelektual  kritis dan gerakan aktifis  idealis yang dulu teman seiring  sejalan dengan dirinya dalam  meneriakkan kebenaran, melawan kezaliman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kita  dikejutkan, dibuat terheran heran, oleh “manuver”  mantan aktifis yang  semasa mahasiswa sangat idealis. Mereka  yang  lantang dan gagah berani  melawan korupsi. Tapi begitu jadi pejabat,  ternyata  menjadi koruptor  jua.  Penyimpangan  semacam ini  bukan hal  baru memang. Sudah  `berlangsung sejak lama. Bahkan mungkin sejak  peradaban manusia ada.  Seperti wabah pelacuran yang tidak pernah bisa  punah.&lt;br /&gt;Muchtar  Lubis pernah berrtutur. Dia ditanya oleh wartawan asing,  “Apakah Anda  yakin mereka tidak akan korup kalau menjabat?” Dengan  tegas Muchtar  Lubis menyatakan yakin. Tapi ternyata dia kecele. Para  pejuang  yang  semula dia kagumi itu berlaku korup. Tahun  1927, Julian  Benda telah  menyuarakan menggejalanya intelektual yang melacurkan diri  dengan  menjual idelismenya semacam ini di Prancis. Benda menyebutnya   sebagai   Intelektual Pengkhianat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=184326604920636"&gt;Intelektual Pengkhianat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2011/02/intelektual-pengkhianat.html"&gt;cahPamulang: Intelektual Pengkhianat&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-952309600009552052?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://cahpamulang.blogspot.com/2011/02/intelektual-pengkhianat.html' title='Intelektual Pengkhianat'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/952309600009552052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/952309600009552052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/02/intelektual-pengkhianat.html' title='Intelektual Pengkhianat'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-4796551781244881305</id><published>2011-02-23T08:15:00.000+07:00</published><updated>2011-02-23T08:15:52.530+07:00</updated><title type='text'>CATATAN UNTUK ARSID (7)</title><content type='html'>SYAHDAN di Italia Utara, tahun 1176, satu pasukan para kesatria  Jerman  yang hidup sebagai rampok datang menyerbu untuk menjarah isi kota   Legnano. Tapi, berbeda dengan di tempat lain, di Legnano ternyata para   penyerbu mendapatkan perlawanan sengit, lalu dikalahkan, oleh warga yang   mempersenjatai diri dan bersiap-siaga tanpa rasa gentar. Sebuah tindak   sukarela dengan mengandalkan pertalian yang tumbuh dari rasa ikut   memiliki. Tapi zaman telah berubah: kekuatan semacam itu sulit   ditemukan, meski tak hilang sepenuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota-kota makin  rentan oleh konflik di dalam kancahnya sendiri. Bahkan  bila ia  segemerlap Paris atau Madrid, sebuah kota bukan lagi tempat  yang  selama-lamanya longgar, dan enak untuk bernafas. Ketika tiap  jengkal  yang kita miliki berarti tiap jengkal yang tak dimiliki orang  lain—juga  sebaliknya. Tak ada bagian kota yang dapat bebas dari  kelangkaan dan  kekurangan: itulah sebabnya ada ekonomi, orang  berproduksi, dan  tukar-menukar tak henti-henti dilakukan. Saya kira  itulah yang traumatis  dalam sebuah masyarakat kota saat ini—termasuk di  Tangerang Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di  sini, orang membeli satu-dua unit apartemen di Singapura, menikahkan   anak di Convention Hall Jakarta, memberi kado calon istri dengan  berlian  300 juta, bukanlah hal aneh. Bahkan ada yang tak risau meski  setelah  kalah judi 5.000 poundsterling di London atau ludes 50.000  ringgit di  Genting, Malaysia. Juga hal biasa ketika kamar rumah sakit  internasional  seharga 1,5 juta per hari dipenuhi pasien yang  (sebenarnya) hanya  menderita masuk angin, atau radang tenggorokan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kita  juga tahu, puskesmas, meski dengan pelayanan ala  kadarnya—bahkan  cenderung buruk—tiap hari selalu penuh oleh warga  ber-KTP Tangerang  Selatan, lengkap dengan rasa putus asanya  masing-masing. Belum lagi  saudara-saudara kita yang terlalu lama  menganggur hingga akhirnya  berubah menjadi perusuh kecil di jalanan,  atau di pasar. Maka kita tahu  apa artinya: apa yang ada di balik kota  ini, yakni kekayaan yang begitu  timpang dan kesempatan yang selisih  jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita segera  tahu: persoalan ini tak mungkin selesai hanya dengan  memberi sumbangan  kepada si fakir. Kota ini butuh pemimpin, bukan  penyumbang—itu pun kalau  sungguh-sungguh menyumbang untuk kemanusiaan.  Mungkinkah ada warga yang  ingin selamanya menjadi fakir meski disantuni  saban hari?. Saya tak  yakin ada yang mau.  Di sini Arsid sesungguhnya  telah mengajari kita  kearifan: betapa mustahilnya kita untuk tak  menjadi ”manusia kecil”,  tapi pada saat yang sama, kita toh dapat—bila  mau—mengubah diri sendiri  agar tak senantiasa ”lintang pukang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arsid tahu persoalan  kesenjangan sosial harus dapat diatasi, sebab itu  ia tak bisa memilih  sikap acuh tak acuh, yang sama artinya telah  bersekongkol dengan  ketimpangan. Ia paham, seperti kata James C Scott  (1981), kemiskinan  telah menyebabkan masyarakat rela mengorbankan apa  saja demi keselamatan  hidup, &lt;i&gt;safety life&lt;/i&gt;, mempertaruhkan tenaga  fisik dan menerima  upah yang tidak sepadan dengan biaya tenaga yang  dikeluarkannya. Ini  tentu menyedihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tepat sekali bila Arsid mengawali pembenahan Tangerang Selatan dengan menegakkan &lt;i&gt;good government governance; &lt;/i&gt;sebagai &lt;i&gt;good exercise of power&lt;/i&gt;—yang juga erat kaitannya dengan program pengentasan kemiskinan (&lt;i&gt;social safety net&lt;/i&gt;),   tingkat keamanan finansial, serta potensi pertumbuhan daerah. Konsep   ini akan terbangun ketika kita memulainya dengan pendekatan holistik   serta melibatkan banyak lembaga dan cara pandang: melibatkan berbagai   unsur di dalamnya, seperti; sistem yang dibangun, kultur, publik,   industri, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bermakna bahwa program  pengembangan daerah diharapkan memenuhi  kaidah penyusunan rencana yang  sistematis, terpadu, transparan, dan  akuntabel--konsisten dengan rencana  lainnya yang relevan--serta  bermuatan adanya kepemilikan rencana (&lt;i&gt;sense of ownership&lt;/i&gt;)   bersama. Kita tahu, Arsid sangat memahami bahwa pengembangan daerah   adalah sebuah proses kemitraan antara pemerintah daerah dengan &lt;i&gt;stakeholders&lt;/i&gt; dalam mengelola berbagai sumber daya setempat secara lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan  kemitraan itu program yang disusun akan mendapat dukungan  optimal bagi  implementasinya—tentu selama mempertimbangkan  karakteristik daerah  (ekonomi, social, budaya, dan politik) serta  memiliki keterkaitan ke  depan dan ke belakang (&lt;i&gt;forward and backward linkage&lt;/i&gt;)  secara  kuat. Sebab menurut Blakely, ciri utama pengembangan ekonomi  lokal  adalah bagaimana pemerintah menitikberatkan pada kebijakan &lt;i&gt;“endogenous development"&lt;/i&gt; mendayagunakan potensi sumber daya manusia, institutional, dan fisik setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orientasi  ini mengarahkan perencana daerah untuk fokus pada proses  pembangunan  dalam menciptakan lapangan kerja baru dan merangsang  pertumbuhan  kegiatan ekonomi (Blakely, 1989). Pada tataran ini, Arsid  tak akan  menemui kendala. Ia begitu mengenali kekuatan dan kelemahan  Tangerang  Selatan--di samping ia juga sosok yang inovatif dan  visioner--hingga  memudahkan proses transformasi gagasan dan pengetahuan  baru dalam  kaitannya dengan pengembangan daerah ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski bagi  saya, salah satu yang (selalu) menarik dari sosok Arsid  adalah: di dalam  hatinya selalu ada kehendak untuk mengubah keadaan, ke  arah emansipasi  sosial dan memusnahkan ketidakadilan. Arsid muncul  ketika (nyaris) tak  ada yang melihat bahwa ada jalan yang bisa ditempuh  untuk menyelamatkan  daerah ini. Saya menyebutnya sebagai sebuah upaya  untuk menghentikan  persekutuan jahat yang bisa kapan saja menguasai  kota ini, yang dapat  menambah kerumitan persoalan di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tahu,  untuk menghentikan persekutuan jahat itu pada akhirnya harus  melalui  sebuah alat: kekuasaan. Maka saya hanya ingin mengatakan: jika  kita  pura-pura tidak tahu (akan) ada persekutuan jahat, jika kita  tidak  merasa bersalah bila nanti daerah ini runtuh akibat kita merasa  tak  perlu berurusan dengan apa yang akan terjadi hari ini atau nanti,  itu  berarti kita tak lagi punya hati. Sebab pada dasarnya kita semua  bisa  memilih saat ini: untuk merasa gentar, terpesona, terhina, atau  tidak  sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin, Arsid tak pernah berjanji bakal  membuat kota ini segemerlap  Singapura atau Milan—dalam lima tahun ke  depan, atau serupa Baghdad  pada abad ke-10; ketika Khalifah Harun  Al-Rasyid memimpin negeri Aladin  itu. Ia juga tak berjanji akan menyulap  Tangerang Selatan menjadi  Madinat al-Munawarah (kota yang bersinar  kebenaran)—seperti sebutan  Rasulullah Muhammad atas kota Yastrib. Tapi  kita tahu, meski tak  dikatakan, Arsid—seperti kita semua—hanya ingin  memulai pembenahan kota  ini sebagai Madinat al-Salam; Kota Perdamaian.  Bukan Madinat al-Harb;  Kota Peperangan, kekacauan, dan pada akhirnya  kehancuran.&lt;br /&gt;Agaknya, ini waktu yang tepat bila ingin membangun sikap ethis kita: mencegah hadirnya persekutuan jahat di Tangerang Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ARU WIJAYANTO&lt;/b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tangerang Selatan, 23 Februari 2011&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/jptangsel#%21/notes/aru-wijayanto/catatan-untuk-arsid-7/201260789885546"&gt;CATATAN UNTUK ARSID (7)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2011/02/catatan-untuk-arsid-7.html"&gt;cahPamulang: CATATAN UNTUK ARSID (7)&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-4796551781244881305?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://cahpamulang.blogspot.com/2011/02/catatan-untuk-arsid-7.html' title='CATATAN UNTUK ARSID (7)'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/4796551781244881305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/4796551781244881305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/02/catatan-untuk-arsid-7.html' title='CATATAN UNTUK ARSID (7)'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-4408623446202581515</id><published>2011-02-22T15:28:00.000+07:00</published><updated>2011-02-22T15:28:24.637+07:00</updated><title type='text'>Sekilas Drs. H. Arsid MSi</title><content type='html'>SEJAK awal Arsid mendapatkan perhatian orang bukan karena kemewahan,   melainkan karena kesederhanaannya: bersepeda ontel, berpakaian adat   Betawi, dan selalu ramah pada orang ramai. Toh, ia bukannya tak punya   jas dan pantalon, tapi ia memang rendah hati dan tak jumawa, di samping   memiliki sikap tenggang rasa yang tinggi. Untuk ukuran calon kepala   daerah, ia termasuk orang yang enak ditemui dan tak banyak sesumbar. &lt;b&gt;Baginya, yang penting adalah bekerja seraya mencapai hasil maksimal.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arsid  tak mahir melakukan akrobat panggung politik, seperti umumnya  politisi  atau calon kepala daerah lainnya di Indonesia. Tapi, Arsid  punya  komitmen: tak mungkin ia mengabaikan nilai-nilai serta tak  mengacuhkan  apa yang baik dan yang benar. Ia juga paham, tak mungkin  dirinya  menampik persoalan ketakadilan, toh, seperti kita semua, ia  juga punya  daftar panjang tentang hal-hal yang tak mungkin diabaikan: &lt;b&gt;korupsi, kecurangan, &lt;/b&gt;juga&lt;b&gt; ketimpangan sosial.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalamannya  sebagai camat di beberapa wilayah Tangerang Selatan telah  meningkatkan  pemahamannya tentang karakter daerah ini sebagai sebuah  tatanan  masyarakat yang tersusun dari berbagai macam bentuk kehidupan  dan  orientasi nilai: masyarakat kota multikultural. &lt;b&gt;Maka tak heran   bila Arsid berhasil membangun politik populis yang bersifat lintas   agama, lintas etnis-kultural, dan berlaku umum (universal)&lt;/b&gt;—seraya tak melupakan kultur sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia  juga memahami demokrasi lebih dari sekadar perangkat aturan dan   prosedur konstitusional yang menentukan bagaimana suatu pemerintahan   berfungsi. Arsid pernah mengatakan, “Dalam sistem demokrasi, pemerintah   adalah salah satu unsur yang hidup berdampingan dalam suatu struktur   sosial dari lembaga-lembaga yang variatif, partai politik, juga   asosiasi”. Artinya, tata yang diupayakan di Tangerang Selatan adalah   sebuah &lt;b&gt;tata yang selalu terbuka &lt;/b&gt;untuk langkah alternatif, selalu bersedia mencoba cara yang berbeda dengan sumber kreatif yang beraneka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tahu, untuk menuju ke sana, kita perlu menegakkan &lt;i&gt;good government governance, &lt;/i&gt;yang&lt;i&gt; &lt;/i&gt;dapat dipahami sebagai &lt;i&gt;good exercise of power&lt;/i&gt;--yang erat kaitannya dengan program pengentasan kemiskinan (&lt;i&gt;social safety net&lt;/i&gt;),   tingkat keamanan finansial, serta potensi pertumbuhan daerah.   Setidaknya ada sejumlah prinsip yang harus dipenuhi dalam GGG di   antaranya; &lt;b&gt;Sustainability, Subsidiarity, Equity, Efficiency,   Transparency dan Accountability, Civil Engagement and Citizenship, dan   Security.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang  birokrat, Arsid memahami bahwa dirinya tak bisa abai  dengan konsep Max  Weber, yang mempertautkan birokrasi dengan  keniscayaan dunia modern:  lembaga yang memiliki arah atau sasaran yang  terfokus, dan dengan  demikian bersifat impersonal. Karena itu mencoba  lebih fokus pada &lt;b&gt;kualitas tingkat pelayanan yang diberikan kepada publik:&lt;/b&gt;   bagaimana menata ulang prosedur pelayanan, penataan organisasi lembaga   pengelolanya agar lebih efisien dan efektif, peningkatan kompetensi   personil yang bekerja, dan kajian kebijakan yang mendukung peningkatan   kinerja pelayanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski ia menyadari, sebuah kota—bahkan  bila segemerlap Paris atau  Madrid—bukanlah tempat yang selama-lamanya  longgar. Tak ada bagian kota  yang dapat bebas dari kelangkaan dan  kekurangan. &lt;b&gt;Tapi, percayalah, bahwa tiap keadaan, sebenarnya bisa diubah&lt;/b&gt;,   toh, kita sebenarnya bisa memilih apa yang baik untuk diri sendiri dan   orang lain. Apa yang akan terjadi nanti, Anda juga yang menentukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;COBLOS ULANG, 27 Februari 2011&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img class="img" src="http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/184757_204417522908935_100000220666235_884511_4883362_n.jpg" title="" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption"&gt;Beranikah kita kehilangan pemimpin yang dapat memahami segala keterbatasan manusia: dirinya, juga orang lain?.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=200807499930875"&gt;SEKILAS DRS. H. ARSID, M.S &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2011/02/sekilas-drs-h-arsid-msi.html"&gt;cahPamulang: SEKILAS DRS. H. ARSID, M.SI&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-4408623446202581515?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/4408623446202581515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/4408623446202581515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/02/sekilas-drs-h-arsid-msi.html' title='Sekilas Drs. H. Arsid MSi'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-722933600360622550</id><published>2011-02-22T15:26:00.001+07:00</published><updated>2011-02-22T15:36:08.099+07:00</updated><title type='text'>Politik Dinasti. Feodalisme di Lorong Demokrasi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://hphotos-snc6.fbcdn.net/173006_112186725525651_100002029714152_90897_2229678_o.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="305" src="http://hphotos-snc6.fbcdn.net/173006_112186725525651_100002029714152_90897_2229678_o.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Oleh &lt;b&gt;SUBHAN SD&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada   zaman feodal di China kuno, kekuasaan politik dibagikan di antara    keluarga dan sanak saudara. Ketika feodalisme hancur sekitar kurun  200   sebelum Masehi, takhta kekuasaan menjadi obyek yang diperebutkan  pemburu   kekuasaan. Di Indonesia hari ini, ketika pemilu kepala daerah  menjadi   bagian penting sistem demokrasi, rezim keluarga menjadi  pemburu   kekuasaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena pasca-kehancuran  feodalisme pada  akhir Dinasti Chou itu  sepertinya menggambarkan fenomena  kekinian  Indonesia. Pascafeodalisme  di China, betapa kaum nonbangsawan   terjangkiti syahwat berkuasa. Kisah  yang dituturkan ahli sejarah, Chien   Ssu-ma, yang hidup pada zaman  Dinasti Chin (255-207 SM), menjadi  catatan  menarik. Sewaktu  menyaksikan arak-arakan raja di jalan umum,  kepada  temannya, ia  mengatakan, ”Ini (kekuasaan) bisa kurebut.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasrat   berkuasa seperti itu mirip dengan semangat berkuasa di alam  demokrasi   karena setiap orang punya hak sama. Namun, runyamnya, jalur  pertalian   darah atau keluarga yang merupakan ciri masyarakat  tradisional justru   tersemai subur di lorong-lorong demokrasi yang  terus dibangun di negeri   ini.&lt;br /&gt;Tak mengherankan, sejak pemilu kepala daerah  (pilkada)  menjadi proses  demokrasi di tingkat lokal pascaera otonomi  daerah 10  tahun silam,  politik dinasti atau rezim keluarga justru makin  fenomenal.  Pilkada  yang melahirkan elite daerah (oligarki) kian  disesaki dengan  lakon  suami-istri, orangtua-anak, atau kakak-adik.&lt;br /&gt;Saat  bupati  petahana (incumbent) tidak bisa lagi ”naik ring” karena  sudah  dua  periode, seperti diatur Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004  tentang   Pemerintahan Daerah, para istri yang naik pentas. Itulah yang  dilakukan   Sri Suryawidati (Ida), istri Bupati Bantul, DI Yogyakarta,  Idham  Samawi;  Titik, istri Bupati Sukoharjo, Jawa Tengah, Bambang  Riyanto;  dan Widya  Kandi Susanti, istri Hendy Boedoro, Bupati Kendal,  Jateng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan,   kasus di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mirip gaya total  football   Belanda. Bupati Irianto MS Syaifuddin memberikan restu kepada  istrinya,   Anna Sophana, dan anaknya, Daniel Mutaqien, untuk  mencalonkan diri   bersama. Mereka berebut tiket dari Partai Golkar.  Kasus rezim keluarga   terlihat pula pada pilkada di Kabupaten Kediri,  Jawa Timur, atau Kutai   Kartanegara, Kalimantan Timur. Sebagai bagian  dari lingkaran dalam   penguasa petahana, pasti mereka memiliki modal  kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafsu  kuasa  tampaknya tak mudah dibatasi. Sepenggal ungkapan klasik  Lord  Acton  (1834-1902), ”kekuasaan cenderung korup”, pun tak mampu  menjadi   pengingat. Tak heran, aturan UU No 32/2004 pun bisa ”diakali”.  Salah   satu modusnya adalah bertukar jabatan. Kepala daerah petahana  memilih   ”turun takhta” ke posisi wakil agar bisa ”bertarung” lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wali   Kota Surabaya Bambang DH turun menjadi wakil wali kota.  Sebetulnya   Bambang ingin mencalonkan lagi sebab merasa pada periode  pertama, ia   menggantikan Wali Kota Sunarto Sumoprawiro yang meninggal.  Namun, uji   materi terhadap UU itu yang diajukannya kandas di Mahkamah  Konstitusi.&lt;br /&gt;Di   Jembrana, Bali, Bupati Gede Winasa yang sudah menjabat dua periode    dikabarkan akan menduduki wakil bupati mendampingi anaknya, Patriana    Krisna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karut-marut politik rezim keluarga di pilkada kian  ruwet.  Contoh  mutakhir adalah kasus di Bone Bolango, Gorontalo. Bupati  Ismet  Mile  (petahana) yang bertarung kembali untuk periode kedua  justru  ditantang  istri pertamanya, Ruwaida Mile. Pertarungan ini  terpicu  persoalan  dalam rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena rezim  keluarga itu, menurut  pengajar Ilmu Politik Universitas  Indonesia,  Andrinof Chaniago, tak  beda dengan feodalisme pada masa  silam. Hal itu  membuat penyaluran  aspirasi masyarakat menjadi semu.  Fenomena itu,  ungkap Guru Besar  Kebijakan Publik Universitas  Brawijaya, Malang,  Solichin Abdul Wahab,  memperlihatkan demokrasi  belum selesai  sepeninggal Orde Baru yang  otoritarian. ”Pada masa Orde  Baru, dinasti  (rezim) keluarga  menguasai sektor ekonomi. Tetapi,  sekarang masuk di  bidang politik,” kata Solichin. Dalam konteks rezim  keluarga itu  menunjukkan banyaknya  penunggang gelap yang akhirnya  membuat kualitas  demokrasi menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila  kondisi ini terus terjadi,  kata Andrinof, tak pelak akan  merusak sistem  demokrasi. Padahal, tahun  ini akan digelar pilkada di  244 daerah, yaitu  7 provinsi, 202  kabupaten, dan 35 kota.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fungsi parpol&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi   menjamin hak setiap orang untuk maju di pilkada, termasuk  artis.  Namun,  sebagai bagian penahapan peradaban yang menjunjung nilai   kemanusiaan,  demokrasi tak melulu menjamin hak individu, tetapi juga   tidak boleh  melanggar hak publik dalam mencari figur pemimpin yang   ideal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persamaan  hak dalam demokrasi semestinya diikuti  persyaratan bagi  seorang  pemimpin publik, antara lain, kualitas,  kapasitas,  kapabilitas,  integritas, dan tentu moralitas. Dalam beberapa  kasus,  justru banyak  parpol mencalonkan sosok populer yang sama sekali  tak  mengenal suatu  daerah. Ini memperlihatkan, parpol lebih serius  dalam  urusan merebut  kekuasaan ketimbang tujuan akhir pesta demokrasi,  yaitu  mewujudkan  kesejahteraan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Runyamnya  lagi, rezim keluarga juga  menimbulkan pertarungan tidak  fair. Rezim  keluarga justru lebih  diuntungkan, antara lain modal kuat,  atribusi  kedekatan incumbent,  hingga kemungkinan pemanfaatan  instrumen politik.  Tak sedikit orang  potensial yang kalah sebelum  bertanding. Bayangkan  saja, betapa muramnya  demokrasi ketika muncul  ”calon boneka”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita  tidak boleh lupa  unsur demokrasi yang diintroduksi Montesquieu   (1689-1755), trias  politika (eksekutif, legislatif, dan yudikatif),   tentu agar tak terjadi  pemusatan kekuasaan di satu pihak. Bahkan,   Deklarasi Hak Manusia dan  Warga Negara di Perancis pada 1789   menyebutkan, ”kedaulatan ada di  tangan bangsa”, bukan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika  kondisi sekarang yang  terjadi, bukan saja pembenaran kritikan  Immanuel  Kant (1724-1804),  sesungguhnya demokrasi di negeri ini tengah  menukik  tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----&lt;br /&gt;sumber: &lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/2010/05/11/02513565/feodalisme.di.lorong.demokrasi" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://cetak.kompas.com/read/2010/05/11/02513565/feodalisme.di.lorong.demokrasi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2011/02/politik-dinasti-feodalisme-di-lorong.html"&gt;cahPamulang: Politik Dinasti. Feodalisme di Lorong Demokrasi&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-722933600360622550?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/722933600360622550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/722933600360622550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/02/politik-dinasti-feodalisme-di-lorong.html' title='Politik Dinasti. Feodalisme di Lorong Demokrasi'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-120240324005541122</id><published>2011-02-22T15:25:00.001+07:00</published><updated>2011-02-22T15:25:41.842+07:00</updated><title type='text'>Catatan Untuk Arsid (6)</title><content type='html'>KAU BENAR ARSID, bahwa fitnah tak perlu dilawan dengan fitnah:  keadilan  tak dengan sendirinya lahir ketika kekejaman diselesaikan  dengan  kebengisan serupa. Bahkan riwayat Keris Empu Gandring dari Jawa  abad  ke-11 pada akhirnya adalah kisah tentang kepedihan, ketika Ken Arok   membunuh Tunggul Ametung, lalu—atas nama “keadilan”—Ken Arok dibunuh   Anusapati, dan selanjutnya Anusapati dibunuh Tohjaya. Kita tahu,   keadilan bukan dendam: “mata bayar mata”. Kesabaran, pada gilirannya   juga bisa menyentuh banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa, banyak mata  saat ini sedang menyaksikan dengan decak kagum  ketika ratusan ribu  penduduk Tangerang Selatan memenuhi lokasi  pemungutan suara untuk  memilihmu. Ketika mereka merogoh kocek sendiri  untuk membuat selembar  bendera bergambar fotomu, menyetak selebaran  sederhana, serta membeli  kopi-gula-rokok untuk menerima tamu yang bakal  mendukungmu. Ketika  dengan kesadaran penuh warga menghalau yang selama  ini mengganggu  kehidupan kota di mana pun: saat orang hanya memikirkan  diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang,  yang merisaukan dari sebuah fitnah bukanlah karena kebohongan  itu  dikhawatirkan dapat menyesatkan. Ia dirisaukan karena lahir dari   ketidakadilan dan kebencian, serta berpotensi memicu gagalnya banyak   pihak—yang memfitnah maupun yang difitnah, yang marah atau yang   dimarahi—untuk tak tertular borok itu. Toh, fitnah—yang dirangkai dalam   berbagai tulisan atau pemberitaan dengan ungkapan yang buruk--merupakan   sesuatu yang diringkas dari prasangka, antusiasme, kepanikan, kepada   pihak lain yang berbeda, dengan tujuan mempermalukan dan merendahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi  kita juga paham, siapa pun yang melakukan itu pada akhirnya akan   berhadapan dengan kenyataan bahwa “moralitas” yang ingin ditegakkannya   justru menjadi absurd. Karena “moralitas” tersebut dibangun dengan   mengedepankan hasrat untuk menguasai secara brutal dan takabur. Maka   satu pertanyaan yang terganjal: beranikah warga Tangerang Selatan   menyerahkan kepemimpinan kota ini kepada orang-orang yang isi kepalanya   selalu dipanasi rasa asyik terhadap syak wasangka kepada tiap hal yang   berbeda dengan dirinya?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau pasti tahu Arsid, dengan  pemahamanmu tentang kota ini, sikap  purbasangka itu merupakan bentuk  pengingkaran dari nilai-nilai  multikultural, keragaman, yang telah lama  mendasari kota ini. Penebar  fitnah—seperti kelompok ekstrem kanan  lainnya di mana pun--cenderung  mengedepankan kebencian yang  dilebih-lebihkan ketimbang kerukunan,  dengan menegakkan apa yang “baik”  dan “tak baik” dalam masyarakat hanya  berdasarkan keyakinannya sendiri:  dominasi total.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hannah Arendt pernah menulis dalam bukunya &lt;i&gt;The Human Condition&lt;/i&gt;   (1958): “Dalam konteks upaya penguasaan secara total, proses   penghancuran kekuatan pesaing tidak perlu lagi dilakukan dengan   menyerang berdasarkan kejahatan yang secara obyektif dilakukan, tetapi   cukup merekayasa kesalahan untuk (kemudian) dituduhkan”. Mengerikan,   memang. Ada yang lupa bahwa hidup tak melulu soal penghancuran dan   penguasaan, seraya memaksakan satu-dua azas saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini  mengingatkan saya pada zaman kelam ketika Cesare, putra Kardinal  Borgia  yang terkenal rupawan dan gagah, membantu sang ayah untuk  memperluas  wilayah kekuasaannya. Nafsu lelaki yang dikagumi kaum  perempuan karena  ketampanannya ini hanya satu: kekuasaan. Maka bisa  ditebak bagaimana  perilakunya. Ia menjadi sosok kontroversial: keji,  brutal, cerdik,  culas, sekaligus dapat “menenangkan” rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cesare adalah  tipe penguasa yang tegas dan efektif dalam menipu,  menjebak, dan  membinasakan siapa pun yang menghambat jalannya menuju  penguasaan. Namun  dalam memerintah, Cesare—yang hidup menyendiri,  setengah sembunyi, di  Roma—dapat begitu pintar mengambil hati rakyat di  bawahnya. Sebab itu  sejarah kekuasaannya, seperti kekuasaan ayahnya,  menjadi sejarah  perdebatan yang tak berkesudahan—bahkan bukan hanya di  Italia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski  banyak orang mengakui, dorongan utama Cesare dalam hidup hanyalah   dorongan politik semata: kekuasaan dan ketertiban, sebab itu tak heran   bila Machiavelli sangat mengaguminya. Sebuah tindakan yang  sesungguhnya  merendahkan proses politik itu sendiri, ketika politik  (hanya) dianggap  sebagai sesuatu yang dipandangi secara was-was  terus-menerus:  pertempuran yang tak pernah selesai dan dengan  menghalalkan segala cara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agaknya  kita lupa, cepat atau lambat--kata Weber--penilaian lain (akan)   menonjol: penilaian berdasarkan rasa tanggung jawab atas keselamatan   masyarakat umum dengan segala beda keyakinan tentang apa yang “baik” dan   “tak baik” yang diterima keramaian itu. Artinya, ini adalah soal   “pengakuan” bagaimana memahami kehadiran orang lain dalam perkara “ada”   dan “tiada”, yang pada gilirannya akan menggiring kita untuk lebih peka   terhadap “batas”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakui atau tidak, kita akan segera  menyadari bahwa tiap kekuatan, juga  kekuasaan—sebesar  apapun--sesungguhnya memiliki batas. Benar, manusia  dapat mengakali  dunia, namun sifatnya tak abadi. Manusia menyusun  proyeksi, langkah dan  skala prioritas, seraya menyadari bahwa ia  (sesungguhnya) tak pernah  tahu apa-apa saja yang akan berubah bersama  waktu serta bagaimana proses  perubahan itu sendiri. Di sini kita tahu,  akan selalu ada hal-hal yang  tak bisa hadir lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Maka teror bahasa  yang belakangan ini dialami Arsid—seperti di Burma,  atau Mesir sebelum  Mubarak lengser, dengan koran lokalnya yang muram  dan tak  mencerahkan--sesungguhnya telah mengambil alih posisi hukum dan   menghancurkan hal terbaik dari apa yang kita punya: martabat manusia.   Sebagai korban, tentunya Arsid tahu benar, betapa bedanya  “dipermalukan”  dengan bentuk “kekerasan” lain. Dipermalukan dapat  membangkitkan rasa  sakit yang bisu. Bahkan untuk berapa waktu, kita  bisa saja tak sanggup  membicarakannya dengan keluarga, atau juga teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi  bisakah kita hapuskan apa yang lebih berarti dalam diri Arsid,  yakni  sikap rendah diri seorang korban? Seorang yang tak kunjung  selesai  “dihabisi” dengan bahasa-bahasa yang muram, namun menyikapinya  dengan  ketenangan?. Bukankah di saat seperti itu, Arsid—“sang  korban”—justru  bisa mendapatkan auranya sendiri?. Kelirukah saya bila  menerka bahwa  akibat dari semua ini, maka saya katakan: “Saudara Arsid,  besok akan  lebih banyak lagi yang ikut serta denganmu”. Maka tak perlu  cemas pada  27 Februari nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, saya juga ingin bertanya kepada  para pembuat teror bahasa: Apakah  Anda sangat yakin—dengan memfitnah  secara bertubi-tubi—maka jadi  dekatkah Anda dengan pemilih? atau justru  jadi tambah kacau?. &lt;b&gt;(*)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ARU WIJAYANTO&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bogor, 20 Februari 2011&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=200511386627153"&gt;CATATAN UNTUK ARSID (6) (1)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2011/02/catatan-untuk-arsid-6.html"&gt;cahPamulang: CATATAN UNTUK ARSID (6)&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-120240324005541122?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/120240324005541122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/120240324005541122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/02/catatan-untuk-arsid-6.html' title='Catatan Untuk Arsid (6)'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-8722072579408513069</id><published>2011-02-22T15:25:00.000+07:00</published><updated>2011-02-22T15:25:08.106+07:00</updated><title type='text'>Catatan Untuk Arsid (5)</title><content type='html'>SUKA tidak suka, mesti kita akui bahwa Tangerang Selatan nyaris berada di titik rawan situasi &lt;i&gt;urban sprawling&lt;/i&gt;,   yakni pembangunan yang tidak terpola dengan baik, hingga berakibat   munculnya sejumlah persoalan tata ruang yang kompleks, di mana   permasalahan di satu subsistem akan mempengaruhi subsistem lainnya.   Seperti kota-kota besar lainnya di Indonesia, Tangerang Selatan kian   dirundung macetnya lalu lintas: sebuah indikasi bahwa ruas jalan tak   (pernah) cukup. Maka kita seringkali begitu lebih lama di jalanan   ketimbang di kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melihat, permasalahan tata ruang  bukan sekadar soal bagaimana  melakukan tahapan pengembangan wilayah yang  terdiri dari perencanaan,  pemanfaatan, dan pengendalian ruang, tetapi  juga tentang itikad baik  dan komitmen dalam mengedepankan kepentingan  publik. Sebab itu saya,  juga ratusan ribu orang di kota ini, memercayai  Arsid—dengan  bermodalkan itikad baiknya--dapat mengatasi sejumlah  program  pengembangan selama lima tahun pertama kota ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh,  bukankah selama ini kita sudah belajar dari Arsid bahwa politik  juga  berarti sebuah sikap gotong-royong, kebersamaan yang tulus?. Maka,   sesibuk apa pun sebuah kota, pada akhirnya kita akan membutuhkan  ruang,  sebagiannya tersembunyi dalam hati, yang tak hendak dan tak bisa   diperjual-belikan: sebuah pojok di taman, sebuah sudut kota yang   menyimpan kenangan, sebuah pasar yang menambat hati, sebuah kedai,   sebuah stasiun bis, juga sebuah tempat pertemuan yang ramah. Karena kota   ini juga bukanlah sebuah ruang transit—bahkan bila ia sungguh-sungguh   mampu menjadi “Singapura” di Banten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri Singa itu juga  mengawali pembangunannya dengan itikad baik,  ketika tiap hal  dilaksanakan secara transparan dan terbuka untuk  publik. Tiap warga  dapat dengan mudah mengakses masterplan pembangunan  Singapura, baik di  kantor The Urban Redevelopment Authority (URA)  maupun lewat internet.  Pemerintah Singapura pun cukup disiplin saat  menjaga konsep dasar  pembangunannya yang telah disusun sejak tahun  1971, dengan beberapa  bagian direvisi untuk menyesuaikan perkembangan  zaman. Kereta api cepat  atau MRT yang dibangun pada era 1990-an,  misalnya, telah tercantum di  rencana tata ruang kota Singapura sejak  1971.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dokumen  rencana tata ruang wilayah (RTRW) sebagai landasan  pembangunan sektoral  yang berbasis ruang agar terjadi sinergi dan  efisiensi pembangunan,  jangan sampai menjadi macan kertas. Sebab  kedisiplinan terhadap RTRW  sangat penting untuk menghindari kemungkinan  terjadinya konflik  pemanfaatan ruang antarsektor yang berkepentingan  dan menciptakan &lt;i&gt;urban sprawling&lt;/i&gt;—yang  dapat mendorong Tangerang  Selatan menjadi sebuah “kampung besar” yang  sumpek, dengan tingkat  kemerosotan daya dukung lingkungan yang  signifikan dan rentan dengan  penyakit sosial yang makin beragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;                                                                                    *****&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAYA  rasa Arsid paham sekali bahwa rendahnya daya tawar pemerintah  daerah  terhadap pengembang swasta bakal menimbulkan resiko munculnya &lt;i&gt;opportunity cost&lt;/i&gt;—baik nilai ekonomi langsung maupun tidak langsung. &lt;i&gt;Opportuniy cost&lt;/i&gt;   adalah peluang ekonomi yang hilang akibat kekeliruan dalam pengambilan   keputusan terhadap alokasi pemanfaatan ruang suatu kawasan. Akibatnya,   ekstraksi terhadap suatu kawasan sering diikuti dengan timbulnya   anggaran eksternalitas yang bukan tidak mungkin nilainya bisa melampaui   angka keuntungan jangka pendek dari praktik ekstraksi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal  ini dapat dilihat ketika pemerintah daerah harus mengeluarkan  anggaran  penanganan banjir atau bencana alam lainnya—seperti peristiwa  Situ  Gintung, misalnya--sebagai akibat dari kekeliruan pengambilan  kebijakan  dalam penetapan tata guna lahan. Artinya, dibutuhkan kejelian  dan  kecermatan para perencana daerah maupun pengambil kebijakan dalam   melakukan pengembangan dan pemanfaatan ruang ke depan. Kita harus   sungguh-sungguh pandai berhitung, yang mengacu pada studi dan   penelitian, mengenai nilai ekonomi bersih dari setiap alokasi   pemanfaatan ruang sebelum mengambil keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memikirkan  kembali konsekuensi dari apa yang diputuskan, sebagai dampak   positif-negatif sebuah penataan ruang, termasuk bagaimana mengelola   dampak terburuk yang diperkirakan bakal muncul. Karena pada dasarnya,   apa yang akan terjadi dalam sebuah perencanaan tata ruang, pokok   pertimbangannya bukan sekadar perbandingan antara “nilai manfaat” (nilai   ekonomi peranan ekologis dalam mendukung perekonomian lokal jika dapat   mempertahankan keutuhan ekosistem) dengan “nilai biaya” (nilai  finansial  dari praktik ekstraksi sumber daya lokal yang dilakukan  swasta).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka  yang terbaik dari apa yang kita punya adalah, perencana daerah  harus  mempertimbangkan konsep pembangunan partisipatif--dengan  melibatkan  seluruh pemangku kepentingan (&lt;i&gt;stakeholders&lt;/i&gt;)--serta  tidak  mengabaikan pendekatan ekologis. Pada tataran ini, dengan  penguasaannya  yang tinggi terhadap karakter Tangerang Selatan, Arsid  akan jauh lebih  mudah merealisasikannya, ketika ia mengawali program  pembangunan daerah  dengan sebuah perencanaan tata ruang yang  memperhitungkan pola  pembangunan berkelanjutan dengan dimensi ekonomi,  sosial, dan ekologi,  serta kebijakan transportasi baru yang bersifat  efektif dan  komprehensif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya ada beberapa prinsip yang harus menjadi pertimbangan dalam konteks pembangunan kota berkelanjutan, di antaranya; &lt;i&gt;environment&lt;/i&gt; (lingkungan), &lt;i&gt;enforcement&lt;/i&gt; (penegakan hukum), &lt;i&gt;employment&lt;/i&gt; (lapangan kerja), &lt;i&gt;engagement &lt;/i&gt;(partisipasi masyarakat), &lt;i&gt;enjoyment&lt;/i&gt; (warga menikmati suasana kota), &lt;i&gt;energy concervation&lt;/i&gt; (bangunan dan transportasi yang hemat energi atau ramah lingkungan), &lt;i&gt;ethic&lt;/i&gt; (etika dalam membangun), dan &lt;i&gt;equity&lt;/i&gt; (hak yang sama terhadap sesama warga kota).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;                                                                                     *****&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERKAIT dengan era globalisasi saat ini, banyak kota dan wilayah--mau tidak mau—akan terintegrasi dalam suatu jejaring (&lt;i&gt;networks&lt;/i&gt;)   di mana satu wilayah dengan wilayah lainnya akan saling terkait erat.   Maka, kebijakan tata ruang menjadi sangat berkaitan dengan kebijakan   sistem prasarana transportasi yang diterapkan. Prasarana transportasi   merupakan sebuah sistem jaringan yang secara fisik menghubungkan satu   ruang kegiatan dengan ruang kegiatan lainnya. Antara ruang kegiatan dan   transportasi terjadi hubungan yang disebut siklus penggunaan ruang   transportasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, perencanaan transportasi  dan rencana tata ruang—dalam  konteks hubungan timbal balik—harus dapat  dihubungkan secara terpadu  (integral) sehingga interaksi transportasi di  dalam jaringan mampu  mendukung roda perekonomian masyarakat,  meningkatkan produktifitas,  mengurangi waktu tempuh perjalanan,  melancarkan arus lalu lintas,  mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas,  meningkatkan harga properti,  dan menciptakan lingkungan yang sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini yang disebut perencanaan tata ruang dengan konsep jejaring kota (&lt;i&gt;network of city&lt;/i&gt;),   di mana kota dirancang secara bersama-sama yang akan menghubungkan   dengan kota-kota lain di sekitarnya melalui jaringan transportasi umum.   Di sini, perencana daerah harus mampu mengembangkan kebijakan tata  ruang  secara terpadu yang mampu mengatur hubungan antarwilayah. Meski  kita  tahu, kota dan wilayah yang terimbas serta terintegrasi ke dalam   jejaring itu sebenarnya bersifat selektif. Artinya, hanya kota dan   wilayah yang memiliki keunggulan (&lt;i&gt;competitiveness&lt;/i&gt;) saja yang dapat masuk ke dalam sistem tersebut—setelah terjadi kompetisi dalam menarik minat investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita  sama-sama tahu, ini prasyarat yang tidak mudah, dan sebab  itu--sekali  lagi--kita memilih Arsid untuk memimpin kota ini.  Karena  kita tak ingin  kota ini dipenuhi dengan  masyarakat yang bukan  masyarakat, sehimpun  orang ramai yang berhubungan satu sama lain tapi  saling tak mempercayai.  Karena kita tak ingin Tangerang Selatan menjadi  sebuah kota yang dibuat  tak berdaya oleh korupsi yang bukan sekadar  mencuri. Ketika korupsi  bukan sekadar perbuatan jahat yang “membangun”  wilayah dengan menyulap  biaya sampai melambung maupun pembuatan proyek  fiktif atau tanpa guna  untuk mendapatkan anggaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korupsi pada sebuah kota  adalah jumlah dari semua itu ditambah dengan  efek sampingnya yang tak  terelakkan: kelumpuhan di tengah krisis. Pada  saat itulah, kota ini akan  runtuh, pelan-pelan. Saya rasa soal ini bisa  diselesaikan dengan  memilih pemimpin yang sungguh-sungguh mencintai  Kota Tangerang Selatan. &lt;b&gt;(*)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ARU WIJAYANTO&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tangerang Selatan, 18 Februari 2011&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2011/02/catatan-untuk-arsid-5.html"&gt;cahPamulang: CATATAN UNTUK ARSID (5)&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-8722072579408513069?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/8722072579408513069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/8722072579408513069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/02/catatan-untuk-arsid-5.html' title='Catatan Untuk Arsid (5)'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-4363928373230099205</id><published>2011-02-22T15:22:00.000+07:00</published><updated>2011-02-22T15:22:21.654+07:00</updated><title type='text'>Catatan Untuk Arsid (4)</title><content type='html'>Saya tak tahu lagi apa peran sebuah berita. Saya juga tidak tahu apa   peran dusta. Bahkan saya tidak mengerti untuk apa fitnah dilakukan. Yang   terasa bagi saya, dalam persaingan politik, berita bisa menjadi sebuah   onggokan sampah; kata lain dari kebencian. Salah satu ciri zaman ini:   ketika kebencian—dengan baunya yang busuk—kerap dijadikan sebuah mantra   politik untuk membangun kekuatan demi melenyapkan apa yang berharga   dalam hidup; kebersamaan. Ketika kata-kata diubah menjadi teror, hingga   mendesakkan hal-hal yang tidak lumrah serta memberitakan yang tak  lazim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini  persis seperti yang kita lihat hari-hari belakangan di Tangerang   Selatan, di mana Arsid--juga Andre Taulany—sering menjadi “sasaran   tembak” teror; berita yang tak lumrah itu, dari yang paling ringan   hingga yang tidak rasional. Dari yang tidak lucu sampai yang tidak   mengandung selera humor sama sekali. Saya kira pertarungan politik boleh   saja sengit, tapi bukankah hal itu mestinya tetap dilakukan dengan   sopan—meski tak sehalus sikap Pangeran Siddhar­ta yang selalu tertegun   melihat bahwa dunia ternyata sebuah sengsara yang layak direnungkan   terus-menerus?.&lt;br /&gt;Kita tahu bahwa “program” teror ini  merupakan satu bentuk kekhawatiran  akan melambungnya (kembali) suara  pasangan Arsid-Andre pada pemungutan  suara ulang pada 27 Februari  mendatang, meski saya kira akan percuma.  Buat saya, kebencian yang  mengerahkan fitnah adalah tanda putus asa,  namun sekalipun tanpa putus  asa, ia juga tidak akan menyebabkan  keyakinan atas sesuatu menjadi mudah  berubah. Sebab keyakinan itu lahir  setelah melalui proses merasakan,  dari ulu hati sampai ujung kaki,  betapa palsunya sikap murah hati  tersebut. Karenanya akan ada yang  selalu berontak, melawan. Toh, tak ada  diskriminasi tanpa represi, dan  tak ada represi yang tanpa  diskriminasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sebagai parodi politik, saya melihat  rangkaian teror ini pada  akhirnya hanya akan menemui situasi  antiklimaks. Sebab teror itu  (sesungguhnya) telah memusuhi sesuatu yang  jauh lebih berarti ketimbang  apa yang semula dimusuhinya—jika yang  dimusuhi adalah seorang “Arsid”  atau “demokrasi” atau “kebebasan”. Teror  itu telah memusuhi cita-cita  satu juta penduduk yang merdeka. Mereka  (sebenarnya) sedang memusuhi  Tangerang Selatan; memusuhi orang-orang  yang selama ini menghargai  perbedaan pandangan dan kultur sebagai sebuah  kekuatan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada momen itu sebenarnya kita bisa  berkata: bohong, bila mereka bilang  mencintai kota ini, sebab pada saat  bersamaan mereka juga menabur rasa  permusuhan. Meski kita tahu, teror  tak akan pernah menang. Sebesar apa  pun, teror tak akan bisa mendapatkan  lebih dari rasa gugup yang  sebentar. Selebihnya nihil, toh, manusia  juga bisa rasional:  menimbang-nimbang apa yang berlebihan dan tidak  berlebihan.&lt;br /&gt;Bagi saya, politik teror serupa dengan sikap  fundamentalis, dari  kelompok apa pun, yang selalu didasari atas rasa  permusuhan pada banyak  hal yang berbeda dengan dirinya. Ketika kebebasan  dianggap sebagai  sejenis najis, karena fana dan diubah waktu. Bagi  mereka, perubahan  adalah jalan menuju kemerosotan. Mereka lupa, kita  hidup di sebuah masa  ketika kita dihadapkan pada kesadaran yang meluas  bahwa manusia adalah  bermacam-macam kemungkinan. Pengalaman sejarah tak  pernah menghadirkan  sebuah masyarakat yang utuh penuh; satu suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah kata kuncinya: ada yang menginginkan terbentuknya satu suara untuk Tangerang Selatan, menguasai secara penuh; total.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;                                                                                * * * * *&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya  merasa Arsid, juga Andre Taulany, cukup berhasil dalam menghadapi   berbagai tekanan yang terus-menerus diarahkan ke dirinya. Berbagai   tekanan yang diterimanya—dan yang paling ringan adalah laporan demi   laporan oleh kelompok tertentu—tak memicu keduanya untuk berbuat hal   serupa. Padahal kita sama-sama tahu, membuat laporan ke panitia pengawas   pemilu mudah saja, asal mau. Namun bukan itu inti pertarungan pilkada.   Toh, berharap meraih kemenangan dengan berbekal hasil laporan ke   Panwaslu seperti mimpi di siang bolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap ini  membuktikan bahwa Arsid melihat ajang politik bukan  semata-mata sebagai  medan tempur. Politik, bagi Arsid, adalah ruang  kemerdekaan dan  partisipasi publik: di sana orang ramai membahas,  menimbang, dan  memutuskan nasib bersama. Politik juga bukan bagaimana  memecah-belah,  melainkan bagaimana mempersatukan, menggugah. Ini sama  artinya dengan  bagaimana kita harus bersikap tabah dan juga berendah  hati untuk  membangun sebuah masyarakat yang dicita-citakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini,  Arsid terbukti sangat jeli membaca situasi: bahwa banyak orang   sebenarnya menginginkan apa yang ”sosial” dalam hidup manusia tak  boleh  begitu saja dihabisi oleh ”politik”—juga sebaliknya. Meski kita  sadar,  seorang Arsid pasti tak luput dari rasa cemas, ia juga punya  rasa  gentar—toh, pertarungan ini bukannya ringan, bahkan cenderung tak   seimbang. Tapi ia (tetap) melawan: bukan untuk dirinya sendiri,   melainkan juga untuk banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tak ingin melihat  kota ini sebagai gelap yang mutlak, gelap yang  jera, gelap yang getir,  dan akhirnya menyerah. Dengan tenaganya yang  serba tanggung, Arsid tak  hendak membiarkan kelam itu berkuasa. Kita  toh sadar, di sini, tak semua  orang (bersedia) melawan, bahkan sebagian  memilih menggadaikan dirinya  untuk bersekutu dengan kelam. Maka ketika  ada yang memimpin untuk  menghalau dan menerjang gelap, saat itu juga  kita paham, kota ini telah  memiliki seorang tauladan: Arsid. Ia seperti  telah mewakili perasaan  banyak orang yang diam-diam berseru: “Jangan  sampai kita tergelincir ke  dalam gelap”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini mengingatkan saya pada Renee Epelbaum,  salah satu penggerak utama  peristiwa Plaza de Mayo, Argentina—sebuah  bentuk perlawanan yang tak  disangka-sangka. Me­reka yang ”gila” karena  di negeri yang ketakutan  itu, mereka berani menggugat. Mula-mula, akhir  April 1977, hanya 14  perempuan yang berani melawan larangan berkumpul,  hingga akhirnya  semakin besar dan menjadi gerakan universal yang  berhasil menumbangkan  rezim militer pada 1983.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah  bukti bahwa keberanian tak hanya mampu membangun sesuatu ke  dalam diri  banyak orang untuk mengusir sinisme: ketidakpercayaan pada  hal-hal yang  baik dalam diri sesama, tapi juga menjelma hasrat yang  kuat di dalam  dada orang ramai hingga pembebasan jadi pekik yang  (sangat) keras. Ini  saya kira yang sedang terjadi di Tangerang Selatan.  Maka cocoklah bila  Arsid--seperti Chairil Anwar saat berpidato di  tahun 1943, yang  mengawalinya dengan penggalan puisi--berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;      Mari berdiri merentak&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;      Diri-sekeliling kita bentak&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kehendak menggugah yang begitu dalam di sana, tanpa fitnah, juga tanpa pamrih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ARU WIJAYANTO&lt;/b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tangerang Selatan, 16 Februari 2011&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=199657510045874"&gt;CATATAN UNTUK ARSID (4)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2011/02/catatan-untuk-arsid-4.html"&gt;cahPamulang: CATATAN UNTUK ARSID (4)&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-4363928373230099205?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/4363928373230099205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/4363928373230099205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/02/catatan-untuk-arsid-4.html' title='Catatan Untuk Arsid (4)'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-2190149503400407125</id><published>2011-02-05T23:49:00.000+07:00</published><updated>2011-02-05T23:49:23.632+07:00</updated><title type='text'>Catatan Untuk Arsid (3) - Aru Wijayanto</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;p&gt;SEJAK awal Arsid   mendapatkan perhatian orang bukan karena kemewahan, melainkan karena   kesederhanaannya: bersepeda ontel, berpakaian adat Betawi, dan selalu   ramah pada orang ramai. Toh, ia bukannya tak punya jas dan pantalon,   tapi ia memang rendah hati dan tak jumawa. Untuk ukuran calon kepala   daerah, ia termasuk orang yang enak ditemui dan tak banyak sesumbar.   Baginya, yang penting adalah bekerja seraya mencapai hasil maksimal. Ia   memang tak pernah mengelakkan tugas dan cenderung pragmatis, sebab itu   Arsid tak mahir melakukan akrobat panggung politik—seperti umumnya   politisi atau calon kepala daerah lainnya di Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sikap   pragmatik itu, sebagai sebuah keniscayaan, tak berarti sikap yang hanya   mengutamakan hasil dan tak mempedulikan nilai-nilai, tak mengacuhkan   apa yang baik dan yang benar. Arsid paham, tak mungkin ia mengabaikan   persoalan ketakadilan dalam aturan main, toh, seperti kita semua, ia   juga punya daftar panjang tentang hal-hal yang tak mungkin diabaikan. Ia   tahu, di tengah gegap-gempitanya Tangerang Selatan, ada juga  warga   yang mengaduh,  Mereka yang terkungkung dalam ketiadaan. Mereka yang ada   dari protes, kemudian jadi subyek. Mereka lemah, mungkin, tapi tekad   mereka sebenarnya tak mengherankan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Arsid tahu betul, bila  ia tak  maju menjadi kandidat, siapapun bisa mengabaikan apa yang  berarti di  hari ini. Ia memahami daerah ini sebagaimana ia memahami  dirinya dan  orang lain. Kesadaran akan diri sendiri sekaligus kesadaran  untuk orang  lain. Sebab itu percayakah Anda bila dikatakan seorang  Arsid, yang  sangat memahami karakter wilayah ini--bahkan sebelum dinamai  Tangerang  Selatan—sebagai daerah yang tidak pernah homogen, tidak  tunggal,  disebut-sebut hanya (akan) memperjuangkan kelompok etnis  tertentu,  namun ternyata berhasil mendulang angka 187.778 suara pada  pilkada  lalu? Sungguhkah suara sebanyak itu hanya dari satu etnis?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sungguh   mati saya tak percaya. Yang lebih masuk akal adalah, Arsid berhasil   mendulang suara sebab ia mampu membangun politik populis yang bersifat   lintas agama, lintas etnis-kultural, dan berlaku umum (universal)—sesuai   dengan karakter kota ini—seraya tak melupakan kultur sendiri. Toh   kultur, juga pengalamannya sebagai camat di Pamulang, Serpong, dan   Cisauk—serta sekretaris camat di Pondok Aren—telah menggemblengnya untuk   memahami wilayah Tangerang Selatan sebagai sebuah tatanan masyarakat   yang tersusun dari berbagai macam bentuk kehidupan dan orientasi nilai;   masyarakat kota multikultural.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan demikian, upaya   pembangunan Tangerang Selatan sebagai manifestasi praksis ide politik   memang harus bersifat menyeluruh dan sistematik dalam kerangka pikir   holistik. Arsid berhasil, setidaknya bila kita melihatnya dari hasil   perolehan suara. Semangat universal ini yang membuat Arsid menjadi   sosok  perjuangan, jadi panggilan yang menggugah. Sebab bukan ”aku   berontak, maka aku ada”, melainkan, seperti tulis Albert Camus dalam &lt;em&gt;l’Homme Révolté,&lt;/em&gt; ”aku berontak, maka kita ada”. Dari sini pula solidaritas lahir dan Arsid—selamanya sebuah gerak bersama—bangkit.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seperti kata Bung Karno: ”…cacing pun tentu bergerak berkeluget-keluget kalau merasakan sakit!”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;                                                                    * * * * *&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;BAGI   saya, wacana etnisitas yang sering dikaitkan dengan Arsid merupakan   sebuah pengertian yang gegabah terhadap pemahaman konsep optimalisasi   peran lokal di era otonomi daerah, yang juga dilakukan di berbagai   daerah di Indonesia. Saya yakin, jauh-jauh hari Arsid pasti sudah hancur   sebagai birokrat bila ia tidak berhasil memahami bahwa Tangerang   Selatan lahir dan kokoh karena faktor kemajemukan (&lt;em&gt;pluralism)&lt;/em&gt; dan keanekaragaman (&lt;em&gt;diversity&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun   kenyataannya, ia mampu bertahan dan berkembang; karena tidak terjebak   pada perasaan yang berorientasi pada kebesaran masa lampau yang   cenderung bersifat feodal-diskriminatif. Bila kita masih ingat, dalam   acara debat terbuka di Metro TV saat masa kampanye lalu, Arsid sempat   menyinggung mengenai bagaimana ia nanti bakal menyoroti pola pertumbuhan   sektoral yang diupayakan tidak terjadi kesenjangan, khususnya antara   sektor &lt;em&gt;tradable&lt;/em&gt; (industri manufaktur) dengan sektor &lt;em&gt;nontradable&lt;/em&gt; (properti, telekomunikasi, dan jasa-jasa lainnya).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat   itu ia bicara mengenai program pengembangan ekonomi daerah, yang   berkaitan langsung dengan program peningkatan lapangan kerja, mengurangi   angka kemiskinan, dan memperbaiki ketimpangan pendapatan penduduk.   Artinya, konsep “inisiatif lokal” ini sesungguhnya telah sejalan dengan   semangat UU tentang Pemerintahan Daerah yang secara tegas mencantumkan   bahwa penyelenggaraan otonomi daerah diarahkan untuk: &lt;em&gt;“mempercepat   terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan,   pemberdayaan, dan peran serta masyarakat, serta peningkatan daya saing   daerah dengan memperhatikan prinsip-prinsip demokrasi, pemerataan,   keadilan, keistimewaan, dan kekhususan suatu daerah dalam sistem Negara   Kesatuan Republik Indonesia”.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bukankah kita semua juga berharap para &lt;em&gt;entrepreneur&lt;/em&gt;   lokal di Kota Tangerang Selatan dapat memberikan peran yang signifikan   terhadap produktivitas daerah sekaligus menjadi inovator dalam  berbagai  aspek pembangunan sosial-ekonomi, di samping menjadi pelopor  demokrasi?.  Bagi saya hal ini menjadi sangat penting dilakukan untuk  mencegah  terjadinya penyingkiran atas &lt;em&gt;entrepreneur &lt;/em&gt;lokal oleh  kekuatan  ekonomi besar yang dominan, baik dalam konteks daerah maupun  negara.  Inilah salah satu alasan mengapa desentralisasi perlu  dilakukan, agar  nilai-nilai individu dan kesejahteraan kolektif  masyarakat setempat  dapat lebih mudah diwujudkan.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski kita tahu upaya ini tidaklah mudah karena berkaitan dengan penegakan konsep &lt;em&gt;good governance&lt;/em&gt; &lt;em&gt;government&lt;/em&gt;   secara utuh, terutama dalam hal birokrasi pemerintahan, lembaga hukum,   dan pelayanan umum lainnya. Sebab itu saya—juga Anda—sepakat ketika   Arsid berjanji akan melakukan reformasi birokrasi. Menurut Max Weber,   birokrasi merupakan bentuk organisasi, kepemimpinan dan kewenangan yang   bersumber dari kerangka yang lebih rasional ketimbang kharisma dan   tradisi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tindakan birokrasi dilakukan untuk pemecahan  masalah dan  ditujukan untuk efisiensi yang dapat dihitung  atau  diprediksi. Maka  reformasi birokrasi memang perlu dilakukan bila kita  menginginkan Kota  Tangerang Selatan ke depan menjadi sebuah daerah yang  kuat dan  berkembang, lengkap dengan birokratnya yang akuntabel,  transparan,  efisien, dan efektif—demi menunjang optimalisasi pelayanan  publik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi,  alangkah naifnya bila hanya karena  kegemarannya mengenakan pakaian  adat, lantas Arsid dituding sebagai  sosok yang tidak plural. Tapi  sudahlah, perolehan suara pilkada lalu  telah membuktikan bahwa Arsid  bisa diterima di seluruh elemen  masyarakat. Sebuah bukti bahwa  ia—semoga istilah ini tidak terlalu  berlebihan—memiliki &lt;em&gt;nafsul mutmainnah&lt;/em&gt;; jiwa yang tenang dan bersih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada   yang percaya, manusia membuat sejarah karena dilecut hal-hal yang   mustahil: hal yang dicita-citakan sebagai alternatif bagi hidup yang tak   pernah penuh. Dan, Arsid sudah di dalam sejarah itu, agar kita  berhenti  cemas. Ayo, Bung, kita ucapkan: &lt;em&gt;La Laisa, No Way,&lt;/em&gt; untuk yang lain. Seperti kata Rendra dalam sajaknya:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;.....&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Kita menyandang tugas&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;kerna tugas adalah tugas&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Bukannya demi sorga atau neraka&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Tetapi demi kehormatan seorang manusia&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;.....&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;ARU WIJAYANTO&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Tangerang Selatan, 5 Februari 2011&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2011/02/catatan-untuk-arsid-3-aru-wijayanto.html"&gt;cahPamulang: Catatan Untuk Arsid (3) - Aru Wijayanto&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-2190149503400407125?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://cahpamulang.blogspot.com/2011/02/catatan-untuk-arsid-3-aru-wijayanto.html' title='Catatan Untuk Arsid (3) - Aru Wijayanto'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/2190149503400407125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/2190149503400407125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/02/catatan-untuk-arsid-3-aru-wijayanto.html' title='Catatan Untuk Arsid (3) - Aru Wijayanto'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-8048620500191651338</id><published>2011-02-05T08:06:00.002+07:00</published><updated>2011-02-05T08:07:44.663+07:00</updated><title type='text'>Catatan Untuk Arsid (2) - Aru Wijayanto</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;p&gt;IBARAT tim sepak bola, Arsid—bersama Andre Taulany--cukup patuh dalam menerapkan strategi fenomenal &lt;em&gt;catenaccio&lt;/em&gt;, sebuah sistem pertahanan total. Ia tak melakukan serangan-serangan yang percuma. Dalam &lt;em&gt;catenaccio&lt;/em&gt;,   yang penting bukanlah kemenangan, tapi bagaimana menjadi tak   terkalahkan. Kuncinya hanya satu; “merapatkan barisan” agar pihak lawan   tidak bisa masuk daerah pertahanan. Sebuah strategi yang diterapkan   pelatih Italia Enzo Bearzot dalam Piala Dunia Spanyol 1982 hingga   mengantarkan tim Paulo Rossi dan kawan-kawan itu menjadi juara dunia   untuk ketiga kalinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Siapa pun tahu, sejak awal persiapan   pilkada Kota Tangerang Selatan, Arsid, bersama dua pasangan lainnya,   tidaklah diunggulkan. Komposisi latar belakang “lapisan pendukung”   maupun hasil beraneka macam survei—yang menjadi dasar perhitungan--   memang dapat membuat pendukung Arsid jadi patah arang. Meski diam-diam   kita tahu, survei, yang kadang dilengkapi “kata” tertentu, sesungguhnya   telah menjadi hal biasa saat kampanye untuk menjepit, atau menjerat,   posisi lawan—namun tak selamanya berhasil. Toh terbukti, perhitungan   politik—seperti juga saat memprediksi hasil pertandingan sepak bola—bisa   jauh panggang dari api.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jauh-jauh hari, serangan “kata”   atau “stigma” memang telah diterima Arsid, dan saya rasa tak perlu   (kembali) dituliskan di sini. Pada zaman Yunani Kuno, stigma digunakan   sebagai  tanda yang diterakan dengan luka bakar atau tato ke kulit   seorang hukuman, pelaku kriminal, budak, atau pengkhianat. Dengan cap   yang melekat itu, stigma akan menandai orang yang tak diinginkan.   Stigmatisasi terjadi bersama penyingkiran. Pada zaman ini, stigma hanya   jadi metaphor: berbentuk bunyi, penanda yang dikumandangkan melalui   bahasa. Sebagai bagian dari bahasa, ia masuk ke kepala dan hati orang   ramai, membentuk persepsi dan bahkan sikap dan laku mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Pierre Bourdie, dalam &lt;em&gt;Language and Simbolic Power&lt;/em&gt;   (1990), bahasa dan simbol memang tidak dapat dilepaskan dari relasi   kekuasaan. Artinya, ia dapat digunakan sedemikian rupa sebagai alat   untuk “mempertahankan kekuasaan” serta untuk “melakukan kekuasaan”.   Simbol dapat menjadi alat ofensif sekaligus defensif. Ketika bahasa dan   simbol dijadikan sebagai alat defensif pelanggengan kekuasaan, dengan   memanipulasi tanda dan simbol sehingga menimbulkan distorsi makna, maka   bahasa pun kemudian menjadi alat “kekuasaan simbol”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bahasa  akan  memuat semua tanda, istilah, konsep, maupun  label-label yang  pantas  atau tak pantas terhadap subyek yang dituju. Bahasa, dengan  demikian,  di dalamnya akan mengandung prasangka-prasangka, dan kemudian   pembedaan, yang umumnya cenderung melibatkan gagasan bahwa salah satu   pihak mempunyai kedudukan yang lebih dan berhak menguasai yang lainnya.   Sebab itu kata sebagai stigma dapat berkembang dalam pusaran kesadaran   kita bagai racun, yang bisa begitu mudahnya melahirkan paranoia:  politik  sebagai ajang kebencian dan intoleransi, dengan bahasa sebagai  arus  yang tak henti-hentinya memelesetkan makna.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun seperti yang saya katakan di awal, untung saja Arsyid menerapkan strategi &lt;em&gt;catenaccio&lt;/em&gt;:   bertahan, dan terus “merapatkan barisan” agar pihak lawan tidak bisa   masuk daerah pertahanan. Pada akhirnya ia berhasil; setidaknya untuk   mengimbangi kekuatan yang dinilai orang (sangat) tidak seimbang. Namun   bagi saya, yang menarik adalah substansi yang telah dicapai Arsid dan   timnya setelah penghitungan suara, khususnya pada keputusan ketika hasil   pilkada terpaksa harus dibawa ke ruang sidang Mahkamah Konstitusi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan melakukan hal itu, menurut saya, setidaknya ada dua hal yang secara substansial telah dicapai Arsid. &lt;em&gt;Pertama;&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Norma Berdemokrasi&lt;/em&gt;.   Dengan memilih berjuang melalui jalur MK, maka Arsid (sesungguhnya)   telah menunjukkan--juga mengajarkan—mekanisme penyelesaian perbedaan   pandangan yang elegan, juga patut, dalam tataran demokrasi. Saya rasa   Arsid dan tim layak dihormati atas sikapnya yang sedikit pun tidak   tergoda menggunakan falsafah &lt;em&gt;“rawe-rawe rantas malang-malang putung”&lt;/em&gt;—yang seringkali dipakai secara ekstrem oleh elite politik yang tidak siap kalah dalam ajang pilkada di Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di situlah Arsid telah mencapai titik tersulit dalam pemahaman demokrasi; yakni berdemokrasi dengan keikhlasan. &lt;em&gt;Kedua;&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Norma Intelektual.&lt;/em&gt;   Substansi gugatan ke MK—terlepas dari hasil siapa yang menang dan  siapa  yang kalah--selain untuk mengkritisi pemerintah, juga  mengingatkan kita  tentang pentingnya membangun ruang-ruang demokrasi  bagi tiap  manusia—secara pribadi-individual atau pun kelompok—untuk  “memberadakan  diri” dalam menghadapi hidup yang wajar dan adil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya,   apa yang dilakukan Arsid bersama tim sebenarnya telah masuk pada area,   atau setidaknya menjadi tugas, kalangan intelektual. Seperti  dikemukakan  Naom Chomsky dalam &lt;em&gt;Languange and Politics&lt;/em&gt; (1988),  kaum  intelektual seharusnya berperan sebagai benteng akal sehat yang  kritis  terhadap kekuasaan. Intelektual tidak boleh netral atau bebas  nilai;  mereka harus berpihak kepada kelompok lemah yang tidak  terwakili.  Intelektual, kata Chomsky, harus peka terhadap nasib mereka  yang  tertindas serta menempatkan diri sejajar dengan kaum yang  tersisihkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jangan  lupa, demokrasi adalah sebuah tata kekuasaan  yang terbuka untuk  mengakui kekhilafannya—dan itu sering sama artinya  dengan kesabaran.  Arsid tampaknya cukup memahami semangat &lt;em&gt;watawa shaubil haqqi;&lt;/em&gt; saling menasihati dalam kebenaran, juga  &lt;em&gt;watawa shaubis-sabr&lt;/em&gt;; saling menasihati dalam kesabaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan   saya hanya bisa mengatakan, Saudara Arsid, banyak warga kota ini   mengandalkan Anda, tapi, ingatlah sepotong sajak Rendra ini:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;…..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;kita adalah kepribadian&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;dan harga kita adalah kehormatan kita&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;…..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;ARU WIJAYANTO&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Tangerang Selatan, 4 Februari 2011&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Source :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/?sk=messages&amp;amp;tid=1265800740628#%21/note.php?note_id=196347190376906"&gt;CATATAN UNTUK ARSID (2)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Download :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://docs.com/AFUK"&gt;http://docs.com/AFUK&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2011/02/catatan-untuk-arsid-2.html"&gt;cahPamulang: CATATAN UNTUK ARSID (2)&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-8048620500191651338?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/8048620500191651338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/8048620500191651338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/02/catatan-untuk-arsid-2.html' title='Catatan Untuk Arsid (2) - Aru Wijayanto'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-5057412030814560614</id><published>2011-02-05T08:02:00.001+07:00</published><updated>2011-02-05T08:08:14.805+07:00</updated><title type='text'>Catatan Untuk Arsid (1) - Aru Wijayanto</title><content type='html'>&lt;p&gt;BERAWAL dari sebuah tempat pemancingan yang tak ramai, konon—kata   seorang teman--Arsid memantapkan langkahnya untuk maju sebagai calon   wali kota Tangerang Selatan, setelah sempat ditimbang-timbang kembali.   Entah kalimat apa yang mampu menepis cemas seorang Arsid hingga berubah   menjadi yakin—campur nekat, tentunya—untuk tetap maju menjadi salah  satu  kandidat sebuah perhelatan besar yang tegang hingga ke saraf kaki  itu.  Pada awalnya, banyak orang--termasuk saya--menganggap Arsid hanya   main-main saja. Toh, Arsid bukan tokoh partai dan bukan anggota dinasti   pemimpin partai. Sebagai birokrat, ia juga tak terlampau tersohor  dalam  pasaran media. Mampukah ia menandingi popularitas pesaingnya?.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Situasi   ini sempat mengingatkan saya akan legenda pertarungan antara  Sutawijaya  dengan Aryo Penangsang dalam perebutan takhta Kesultanan  Demak abad  ke-16. Sutawijaya, anak muda yang hanya bermodal nyali cukup  itu datang  menghadapi Aryo Penangsang yang jauh lebih ulung dalam  perang tanding.  Tapi, agaknya pendekar muda ini punya sisi hidup yang  lain: ia selalu  tampak diberkahi. Setelah menang melawan Aryo  Penangsang tanpa perlu  membunuhnya, Sutawijaya kembali sukses  menyingkirkan Sultan Pajang--yang  semula disembahnya—pada tahun 1584,  hingga ia berhasil mendirikan  Kerajaan Mataram Baru dua tahun kemudian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nasib  memang  bisa tak terduga-duga, tapi layakkah bila kita hanya  mengandalkan hal  “yang-tak-terduga” dalam sebuah ajang pilkada?. Kita  sadar, seorang  birokrat sangat akrab dengan &lt;em&gt;image&lt;/em&gt; kekurangan  dan kelemahan,  seorang yang selalu bertemu dengan segala macam bentuk  kerumitan.  Apalagi Arsid tak mengawali perjalanannya dengan “kami” yang  pasti, juga  tanpa bendera partai politik besar. Namun, keyakinan dan  kemampuannya  memposisikan diri senasib sepenanggungan dengan arus  bawah, bicara  langsung dengan orang ramai itu, ternyata membuat Arsid  langsung memukau  dan didukung mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari sini politik populis  Arsid kian  terang benderang. Arsid sadar: manusia ada dan tak bisa  bebas dari  kekurangan, bahkan keburukan. &lt;em&gt;Nobody’s perfect&lt;/em&gt;.  Sebab itu ia  berbincang kepada masyarakat bahwa tiap keadaan, tiap  keburukan,  sebenarnya bisa diubah, toh, manusia sebenarnya bisa memilih  apa yang  baik untuk diri sendiri. Maka yang tak disangka-sangka  menjadi  kenyataan: di jalanan, di tanah lapang, di kawasan permukiman  padat  penduduk, bendera Arsid dikibarkan dengan rasa bangga. Ia  langsung jadi  tokoh yang diharapkan memimpin Kota Tangerang Selatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perlahan   tapi pasti, masyarakat mulai membuat dan memasang sendiri bendera  Arsid  dengan ikhlas, lembar demi lembar. Apakah arti sebuah bendera?  Selembar  bendera adalah soal harga untuk menandai ”kami” yang  ”bukan-mereka” dan  ”mereka” yang ”bukan-kami”. Bendera adalah saksi  sejarah bahwa  identitasku punya arti karena ada perbatasan dengan ”dia”  yang di luar  diriku. Dalam arti itu, ”aku”—juga yang lain--jadi sebuah  totalitas yang  seakan-akan utuh, meski identitas bisa menjadi genting.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang   menarik di sini ialah bahwa Arsid—yang tak dipacak oleh konsep  kampanye  yang lengkap—tiba-tiba dapat menjadi dahsyat dalam sebuah  proses  pilkada di mana seakan-akan kegelisahan akan kebenaran dan rasa   keadilan, telah menggugah tiap-tiap hati warga. Hari itu, 13 November   2010, Tangerang Selatan seolah-olah mengalami sebuah kejadian yang   transformatif: ada subyek yang bangkit. Saya mencoba membayangkan: pagi   hari, di sekitar lokasi pemungutan suara, semua yang hadir telah paham;   mereka akan melakukan sesuatu yang luar biasa. Hari itu memang bakal  ada  yang bangkit dan ada yang runtuh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun yang runtuh  bukanlah  sebuah kekuasaan politik, toh, ini kali pertama pilkada  digelar.  Otoritas yang ada hanya bersifat sementara. Bagi saya, yang  ambruk saat  itu adalah sebuah wacana: bangunan perumusan. Sebuah wacana  yang  dibangun dan ditopang kekuasaan, dan sebaliknya membangun serta   menopang kekuasaan itu, dengan mencengkeram. Pada kertas selembar yang   dimasukkan ke kotak berbahan alumunium itu, warga menyatakan   kegundahannya dan menegaskan diri. Kita tahu, dalam keadaan diabaikan,   dipinggirkan, orang memang tak akan hanyut dalam keheningan. Ia akan   meletakkan diri sebagai subyek dan bertindak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu Arsid dipilih dengan dukungan yang antusias dan disambut dengan perasaan &lt;em&gt;ahlan wa sahlan wa marhaban&lt;/em&gt;;   penuh suka cita dan bahagia. Disadari atau tidak, diakui atau tidak,   Arsid—bersama Andre Taulany--telah menjadi simbol kebangkitan Tangerang   Selatan, terutama ketika dusta menguasai percakapan sehari-hari. Meski   kita tahu, kebangkitan itu bukanlah suatu mukjizat: tak datang dari   langit. Toh, kota ini muncul bukan dari ketiadaan total. Ada masa lalu   yang tetap membayang—sebuah masa silam yang traumatik. Tangerang Selatan   saat ini adalah sebuah kota yang belum lengkap, belum utuh, sebab   memang begitulah ia dibentuk: dari pemotongan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka  Tangerang  Selatan pun belum berhenti mendamba, berhasrat, agar dirinya  utuh. Kota  ini belum selesai, belum apa-apa, tapi tiap kali kita bisa  memberinya  arti: mengukir sejarah. Dan, Arsid telah ikut membuat sejarah  itu;  sebuah sejarah dengan demokrasi yang ternyata bisa mengembangkan  diri.  Sebuah proses demokrasi yang sedang menunjukkan bahwa kelompok  yang tak  diunggulkan—karena tidak berasal dari partai politik  besar—ternyata  bisa bergerak, mendesak, hingga nyaris mencapai puncak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Arsid,   terutama jika ia menang dalam pemungutan suara ulang 27 Februari   mendatang, akan menjadi indikator bahwa demokrasi Tangerang Selatan   telah  membuat antagonisme dalam politik tak memutlakkan dasar   antagonisme itu sendiri. Toh, demokrasi adalah satu proses perubahan   yang bisa memberikan inspirasi bagi siapa saja, selama politik dipahami   sebagai sebuah proses pencarian dan artikulasi tentang apa yang   universal: suatu pergulatan antar kelompok yang mau tak mau terdorong    membentuk “kita”, juga tak mengacuhkan persoalan ketidakadilan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saudara   Arsid, Anda telah memulihkan kembali harapan warga kota ini; mengukir   perubahan wacana. Kami percaya—sungguh hanya kepada Anda--bila menang   nanti, Anda tak akan menyia-nyiakan amanat itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;ARU WIJAYANTO&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Tangerang Selatan, 4 Februari 2011&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Source :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/?sk=messages&amp;amp;tid=1265800740628#%21/note.php?note_id=196277217050570"&gt;CATATAN UNTUK ARSID&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Download :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://docs.com/AFGI"&gt;http://docs.com/AFGI&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2011/02/catatan-untuk-arsid-1.html"&gt;cahPamulang: CATATAN UNTUK ARSID (1)&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-5057412030814560614?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/5057412030814560614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/5057412030814560614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/02/catatan-untuk-arsid-1.html' title='Catatan Untuk Arsid (1) - Aru Wijayanto'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-8323760454404107233</id><published>2011-02-05T07:56:00.002+07:00</published><updated>2011-02-05T08:09:29.353+07:00</updated><title type='text'>Berdemokrasi Tanpa Kecurangan (Lagi) - Aru Wijayanto</title><content type='html'>&lt;p&gt;KITA tak akan pernah dapat kembali lagi ke keadaan sebelum tindakan   dilakukan, sebab, tindakan, sekali dilaksanakan maka tidak akan pernah   dapat dibalikkan lagi. Begitu kata Hannah Arendt dalam bukunya &lt;em&gt;The Human Condition&lt;/em&gt;   (1958). “Manusia bukan hanya tak selalu mampu mengetahui dan  mengontrol  efek dari tindakannya,” tulis Arendt, “tapi ia juga  seringkali tak bisa  menghentikan rangkaian tindakan yang muncul, begitu  ia memulainya”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Agaknya  ini yang dilupakan sejumlah  birokrat Pemerintah Kota Tangerang Selatan  saat “bertindak” dalam  pilkada lalu: berpihak pada salah satu kandidat.  Akibatnya, Mahkamah  Konstitusi memutuskan pilkada harus diulang karena  terjadi kecurangan  secara sistematis dan terstruktur. Maka yang tak  terhindarkan,  pemungutan suara ulang diawali dari suasana gerah,  kemarahan yang  setengah ditelan, juga hancurnya sikap saling  percaya-mempercayai;  bukan hanya kepada pemerintah daerah, tapi juga  terhadap lembaga  penyelenggara dan pengawas pemilihan yang kenyataannya  (memang) tak  mampu mencegah tindakan melenceng itu agar tak terjadi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akibat   selanjutnya mudah ditebak: sebagian orang “tergiring” situasi bahwa   manusia hanya patut berpolitik bila tampil dengan wajah sengit, kalap,   dan marah yang tak reda-reda. Bentrok dalam pendapat menjadi bagian dari   ketegangan sehari-hari yang (seakan-akan) tak pernah dapat  diselesaikan  dalam hidup. Permusuhan “ideologis”—seperti rasa benci  yang melembaga  dan memiliki organisasi--diletakkan di wilayah terbuka  dengan “korban”  yang ditentukan: sebuah gerak rasa dan sifat bengis  yang menjadi  impersonal, seolah telah tertanam kesumat berabad-abad  lamanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita  tak tahu lagi apa peran politik ketika  orang bicara tentang manusia  bukan lagi sebagai “sesama”, tapi sebagai  “lawan”. Dalam situasi begini,  komunikasi kritis tentu tidak laku. Toh,  menurut Mikhail Bakhtin, debat  terbuka yang kritis tidak dengan  sendirinya mampu membuka pintu ke  sebuah ruang di mana orang bisa  bertemu dan bersepakat. Tak jarang, yang  terjadi justru sebaliknya:  makin beragamnya pendapat dan pandangan.  Bagi Bakhtin, orang yang  berbeda, punya pandangan dunia yang berbeda  pula, dan ketika mereka  sadar bahwa intuisi mereka tentang realitas  berbeda, maka mereka akan  semakin ketat dalam pilihan posisi mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang  menarik  di situ adalah kenyataan bahwa manusia—saat berpolitik--justru  sering  menggunakan “kemampuannya” untuk bertindak tak menggunakan nalar.   Politik diasumsikan hanya sebagai urusan perasaan optimis atau pesimis   yang tak logis, termasuk ketika tak ada dasar yang kuat untuk sebuah   perhitungan yang masuk akal—meski sah. Seperti saat kita nekat membuat   prediksi politik—dalam jajak pendapat, misalnya—yang tak ubahnya kisah   Ramayana dengan akhir bahagia: Shinta kembali mendampingi suaminya   setelah Dasamuka yang jahat itu mati.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita lupa, manusia   adalah makhluk yang bisa meleset dalam memprediksi. Kita menyamarkan   ketidakpastian dari diri kita sendiri dengan berasumsi bahwa apa yang   kita raih nanti, masa depan, serupa dengan masa lalu. Kita lupa bahwa   manusia (sesungguhnya) sulit menjadi subyek­ yang seutuhnya dapat   diterjemahkan oleh bahasa: ia bisa berganti-ganti maknanya, sosoknya,   suaranya, juga lakunya—kapan saja ia berkehendak. Toh, tak selamanya   perjalanan hidup manusia merupakan buah dari “sebab-dan-akibat”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Barangkali,   ini sama artinya dengan tiap manusia memiliki saat-saat kritis untuk   memilih apa yang “benar” atau “tak benar”, memilih untuk berbuat   “curang” atau “tak curang”. Pertanyaannya, dalam konteks kecurangan yang   terjadi pada pilkada Tangerang Selatan, dapatkah kata “maaf”  memulihkan  hubungan? Dapatkah kita (kembali) percaya--katakanlah kepada  Pemerintah  Kota Tangerang Selatan--setelah apa yang telah dilakukan  sebelumnya?.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut  Arendt, “maaf” adalah sebuah  “tindakan baru” yang tidak lagi diikat  oleh tindakan sebelumnya,  sehingga maaf membebaskan kedua belah pihak  (yang dimaafkan maupun yang  memaafkan) dari konsekuensi tindakan  sebelumnya. Tapi jangan lupa,  “pemaafan” selalu terkait dengan “janji”.  Artinya, pemaafan mungkin  bisa melahirkan pengharapan, tapi tak  serta-merta menyembuhkan  “kerusakan” yang sudah ditimbulkan oleh  perbuatan masa lalunya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Filsuf  politik ini juga  mengingatkan, orang tidak mungkin memaafkan apa yang  tidak bisa mereka  hukum; sebaliknya, orang juga tidak bisa menghukum  orang yang terlibat  dalam tindakan yang ternyata tak bisa dimaafkan.  Inilah yang sudah sejak  zaman Immanuel Kant dikenal sebagai kedurjanaan  radikal (&lt;em&gt;radical evil&lt;/em&gt;);  suatu tindak kejahatan yang pada  hakikatnya tetap saja sukar untuk  dimengerti, sulit dilumrahkan.  Lucunya, tak ada satu pihak pun yang  mengungkapkan rasa maaf, rasa  sesalnya, setelah Hakim Konstitusi  menyatakan pilkada Kota Tangerang  Selatan bermasalah hingga harus  diulang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi sudahlah,  di sini kedewasaan kita sebagai  warga diuji. Meski setelah dibohongi,  kita  masih harus (mampu)  menumbuhkan rasa percaya. Sulit, tapi sungguh  mati memang hanya seperti  itu caranya: percaya, sekali lagi, kepada  pengelola kota ini. Dengan  modal itu kita bisa datang ke lokasi  pemungutan suara ulang: membangun  jaminan atas Tangerang Selatan dengan  harapan--“yakin-tak-yakin”--bahwa  besok apa yang dibangun ini tak akan  dikhianati (lagi).&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya  rasa begitulah rasa  percaya-mempercayai selalu diuji; benarkah begitu  kuat usaha kita untuk  menjaganya, ataukah rasa itu terlalu mudah  menyerah karena berbagai  macam halangan yang sebenarnya bisa saja  diatasi. Toh, rasa percaya  memang sesuatu yang selalu &lt;strong&gt;diperjuangkan terus-menerus agar tetap bertahan.&lt;/strong&gt; Jangan lupa, Tangerang Selatan sudah berada di posisi &lt;em&gt;injury time&lt;/em&gt;,   juga nyaris kehabisan waktu dan tenaga. Hingga saya hanya bisa   mengatakan alangkah memilukannya, bila kecurangan--kejahatan sistematis   dan terstruktur itu--kembali dilakukan dalam pemungutan suara ulang 27   Februari mendatang, persis seperti pilkada yang lalu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sungguh, alangkah nistanya, bila kita bergegas menuju takhta kekuasaan—meminjam istilah Nietzsche; “&lt;em&gt;will to power&lt;/em&gt;”—dengan menghalalkan segala cara. Saya rasa, hidup terlalu berharga bila hanya diisi dengan sikap curang, culas, dan korup. &lt;strong&gt;(*)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;ARU WIJAYANTO&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tangerang Selatan, 1 Februari 2011&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Source :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/?sk=messages&amp;amp;tid=1265800740628#%21/note.php?note_id=195504503794508"&gt;BERDEMOKRASI TANPA KECURANGAN (LAGI)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Download :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://docs.com/AG22"&gt;http://docs.com/AG22&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2011/02/berdemokrasi-tanpa-kecurangan-lagi.html"&gt;cahPamulang: BERDEMOKRASI TANPA KECURANGAN (LAGI)&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-8323760454404107233?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/8323760454404107233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/8323760454404107233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/02/berdemokrasi-tanpa-kecurangan-lagi.html' title='Berdemokrasi Tanpa Kecurangan (Lagi) - Aru Wijayanto'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-2683139457857464960</id><published>2011-01-27T20:52:00.001+07:00</published><updated>2011-01-27T20:54:19.098+07:00</updated><title type='text'>Real Count Adalah Tool Penting Di Pilkada Tangsel (3)</title><content type='html'>&lt;p&gt;Melanjutkan tulisan sebelumnya tentang Real Count yang saya tulis di sini :&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Real Count Adalah Tool Penting Di Pilkada Tangsel Yang Mestinya Disajikan Secara Terbuka Oleh Para Petarung Dan Pemantau (1)&lt;/strong&gt;&lt;em&gt; &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=493121547342" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=493121547342&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Real Count Adalah Tool Penting Di Pilkada Tangsel (2)&lt;/strong&gt;&lt;em&gt; &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=493121547342" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=493121547342&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Sekarang masuk keurusan teknis yaitu pilihan &lt;strong&gt;Metode pengiriman SMS untuk Real Count&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;SMS Oleh Saksi TPS&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;SMS Oleh KorDes dan Data per TPS&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;SMS Oleh KorDes dan Data per Kelurahan/Desa&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;SMS Oleh KorCam dan Data per Kelurahan/Desa&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class=" fbUnderline"&gt;&lt;strong&gt;1. SMS Oleh saksi TPS&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada cara ini harus ada saksi di setiap TPS, begitu perhitungan selesai maka saksi TPS segera mengirimkan SMS&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Keuntungan:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Data   dikirim lebih cepat, misalnya perhitungan suara di TPS dimulai jam 1   dan selesai jam 1.30, selesai perhitungan saksi TPS segera mengirim sms,   maka pada jam 1.31 sudah didapatkan data suara dari beberapa TPS.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Data dapat diketahui detail per TPS.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kerugian&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pekerjaan untuk melatih saksi akan memakan waktu, tenaga dan biaya yang besar karena banyaknya yang harus dilatih.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak semua saksi TPS mempunyai HP, atau bisa kirim SMS, atau bisa kirim SMS dengan format yang benar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemampuan   penerimaan SMS oleh operator seluler sangat terbatas, bila pengirim   terlalu banyak maka akan ada banyak SMS yang pending.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cara ini tidak pernah mencapai 100% karena ada banyak saksi yang tidak mengirim SMS.    &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class=" fbUnderline"&gt;&lt;strong&gt;2. SMS Oleh kordes dan data per TPS&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cara ini SMS hanya dikirimkan oleh kordes, kordes mengumpulkan data dari tiap TPS dan mengirim SMS untuk setiap TPS.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; Keuntungan :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dibandingkan   dengan cara 1 diatas, cara ini lebih sedikit pengirim SMS-nya yang   artinya training akan lebih mudah, hemat, dan cepat. (pengirim SMS   adalah kordes)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Data dapat diketahui detail per TPS.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kerugian&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kemampuan   penerimaan SMS oleh operator seluler sangat terbatas, bila pengirim   terlalu banyak maka akan ada banyak SMS yang pending.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Data dikirim akan lebih lambat dari cara 1 diatas, karena kordes harus menunggu data dari TPS-TPS didesanya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class=" fbUnderline"&gt;&lt;strong&gt;3. SMS Oleh KorDes dan Data per Desa&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cara   ini SMS hanya dikirimkan oleh Kordes dan data yang dikirim adalah   jumlah suara seluruh TPS didesanya, jadi setiap kordes hanya mengirim 1   kali SMS.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Keuntungan :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dibandingkan   dengan cara 1 diatas, cara ini lebih sedikit pengirim SMS-nya yang   artinya training akan lebih mudah, hemat, dan cepat.  (pengirim SMS   adalah kordes)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lalu lintas SMS jadi semakin sedikit, jadi masalah SMS pending dapat dihindari.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kerugian&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Data dikirim akan lebih lambat dari cara 1 diatas, karena kordes harus menunggu data dari TPS-TPS didesanya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Data tidak dapat diketahui detail per TPS&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class=" fbUnderline"&gt;&lt;strong&gt;4. SMS Oleh Korcam dan data per desa&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cara   ini, SMS dikirim oleh korcam (koordinator kecamatan) yang standby di   posko pemenangan di tiap kecamatan, korcam hanya menunggu apabila ada   kordes membawa berkas C1-KWK dari desanya untuk dikumpulkan di posko   kecamatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Keuntungan :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dibandingkan   dengan ketiga cara diatas, cara ini lebih sedikit pengirim SMS-nya   (hanya korcam) jadi sebih mudah mengkoordinir pengirim SMS.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lalu lintas SMS jadi semakin sedikit, jadi masalah SMS pending dapat dihindari.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kerugian&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Data   dikirim akan lebih lambat dari ketiga cara diatas, karena korcam harus   menunggu data dari desa (dan desa jg menunggu data dari TPS).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Data tidak dapat diketahui detail per TPS&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk   timses yang mempunyai tim saksi TPS yang sudah biasa mengirim   SMS   maka  cara 1 boleh saja dipakai, bila tidak gunakan cara 3 untuk   anda   yang mempunyai  kepercayaan kepada kordes, atau bila kordes dapat     mengumpulkan C1-KWK pada hari  itu juga di Posko Kecamatan maka   disarankan menggunakan cara ke-4.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Demikian tulisan ini   saya akhiri, semoga dapat dimanfaakan untuk lebih menjamin akuntabilitas   hasil PSU kelak. Namun sekiranya masih ada waktu saya akan lanjutkan   satu kali lagi tulisan terkait hal ini segera, bukan mengenai detail   teknis namun lebih kearah Strategi Taktis pemanfaaan Real Count dengan   menggunakan SDM yang ada.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salam dari jauh&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;:)&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jogja, ba'da Isya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;(pantang menyerah sebelum hari H, dan buktikan bahwa kalian mampu untuk itu)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;27 Januari 2011&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=493217577342#%21/note.php?note_id=493217577342"&gt;Real Count Adalah Tool Penting Di Pilkada Tangsel (3)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2011/01/real-count-adalah-tool-penting-di_31.html"&gt;cahPamulang: Real Count Adalah Tool Penting Di Pilkada Tangsel (3)&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-2683139457857464960?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/2683139457857464960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/2683139457857464960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/01/real-count-adalah-tool-penting-di_9473.html' title='Real Count Adalah Tool Penting Di Pilkada Tangsel (3)'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-4996559346720611376</id><published>2011-01-27T20:51:00.001+07:00</published><updated>2011-01-27T20:53:40.429+07:00</updated><title type='text'>Real Count Adalah Tool Penting Di Pilkada Tangsel (2)</title><content type='html'>&lt;p&gt;Lanjutan dari tulisan sebelumnya :&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Real Count Adalah Tool Penting Di Pilkada Tangsel Yang Mestinya Disajikan Secara Terbuka Oleh Para Petarung Dan Pemantau (1)&lt;/strong&gt;&lt;em&gt; &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=493121547342" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=493121547342&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tulisan   berikut akan lebih mengarah ke sisi teknis mengenai seluk beluk Real   Count yang lazimnya menggunakan media SMS utuk pengiriman data dari   TPS-TPS. Ada software khusus untuk itu dimana selain data di-input   melalui SMS juga dapat di-input langsung ke komputer.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Data   pun dapat ditampilkan dalam bentuk grafik untuk dipublikasikan   kemasyarakat, dan dicetak per kelurahan/kecamatan untuk cek dan ricek   dengan data di PPK, dengan tujuan jangan ada selisih suara dengan data   di KPU.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk itu ada beberapa fitur penting yang harus ada dalam Software tersebut agar fungsinya dapat benar-benar maksimal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Fitur Software :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Manajemen Data Saksi menjadi lebih rapi, serta  dapat diketahui TPS  mana yang masih kosong.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dapat   sebagai media koordinasi dengan Saksi, Ssoftware dapat   mengirim SMS   massal kepada Saksi pada lokasi tertentu, misal  Saksi per   Kelurahan,   per Kecamatan dan seluruh saksi per Kabupaten/kota.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;SMS dari   Saksi dapat segera dikenali karena  akan ditampilkan Nama   Saksi, Nomor   hp, Lokasi TPS, Kelurahan, Kecamatan dan  Kabupaten/Kota Asal   Saksi   Pengirim SMS.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bila diperlukan Software dapat di Publish ke  internet, sehingga  dapat diakses dari internet data terkini.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terdapat fitur utuk input data suara secara  Manual, bila saksi  mengalami masalah pengiriman SMS.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Cara Kerja :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Saksi TPS mengirimkan data hasil  perhitungan via SMS  dengan format yang telah ditentukan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Software   menerima SMS dan memeriksa kode atau  nomor HP pengirim dan   format   SMS, bila benar data secara otomatis masuk ke  database&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Grafik data secara Real Time dapat ditampilkan  dilayar infocus. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Data juga ditampilkan di website dan dapat  diakses internet&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Identifikasi Saksi :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Identifikasi   Saksi adalah dengan Cara Registrasi Data Nomor hp Saksi   Pada  Database  Software, dengan cara ini Saksi cukup mengirim Data Suara    saja, tidak  perlu mengirim SMS berupa Data Kelurahan dan TPS karena    sistem sudah  dapat mengenali dari nomor HP-nya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;SMS Real  Count juga  bisa identifikasi saksi berdasarkan Kkode, jadi   bila kode  benar maka  data akan dimasukkan pada desa/Kelurahan dan TPS  sesuai    dengan kode  Desa/Kelurahan. Pada sistem ini tidak diperlukan input data   nomor hp   saksi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beberapa fitur pada software ini adalah :&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Terdapat   fitur untuk mengetahui apakah Saksi sudah siap, yaitu   dengan cara   Saksi mengirim SMS dengan format KodeDesa (spasi) TPS   (spasi) SIAP.   Software yang menerima SMS ini akan segera memasukkan data   nomor   pengirim ke data dan TPS yang dimaksud, fitur ini juga bisa   berguna   untuk mengumpulkan data nomor hp saksi sehingga Timses bisa   mengirim   SMS massal kepada saksi-saksi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terdapat untuk print Panduan   Saksi, bahkan Panduan berbeda-beda setiap  lembarnya karena berisi kode   desa/kelurahan yang berbeda.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;SMS yang diterima akan dicek dulu, yaitu : &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Bila Kode Desa/Kelurahan tidak benar maka tidak akan diproses&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bila   Nomor TPS lebih besar dari data jumlah TPS di Desa/Kelurahan yang   dimaksud  maka software akan mengirim SMS Informasi bahwa SMS Salah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bila jumlah kata yang dikirim kurang dari yang ditentukan maka  Software akan mengirim SMS bahwa Jumlah Kata Kurang.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Panduan Real Count Cara Kirim SMS&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class=" fbUnderline"&gt;Pengandaian &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kecamatan : Pamulang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kelurahan : Pd. Benda&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jml TPS : 15 (TPS 1 - 15)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kode : XYZ&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class=" fbUnderline"&gt;Format SMS&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kode&lt;/strong&gt; (spasi) &lt;strong&gt;NoTPS&lt;/strong&gt; (spasi) &lt;strong&gt;Suara1&lt;/strong&gt; (spasi) &lt;strong&gt;Suara2&lt;/strong&gt; (spasi) &lt;strong&gt;Suara3&lt;/strong&gt; (spasi) &lt;strong&gt;Suara4&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Misal : no Hape Data senter 0855007005Kelurahan : Pd Benda&lt;/p&gt;&lt;p&gt;No TPS : 7&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suara 1 : 25&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suara 2 : 7&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suara 3 : 75&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suara 4 : 80&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menulsikan SMS-nya adalah : &lt;strong&gt;XYS 7 25 7 75 80&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kirim ke : &lt;strong&gt;0855007005&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ini   metode kirim SMS melalui sembarang nomer hape, SMS akan diterima bila   kode Kelurahan (XYZ) benar. Dan tentunya nomer data center dan  kode-kode  yang ada harus dirahasiakan karena rawan dimanipulasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Untuk system yang demikian perangkatnya hanya sederhana saja diluar Sofware, yaitu :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;2 unit laptop/PC &lt;/li&gt;&lt;li&gt;2 Unit HP SonyEricsson K550i atau yang sejenis  yg kompatibel.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;2 Kartu Perdana dan Pulsa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1 Orang Relawan yang bertugas sebagai Operator  Utama &lt;/li&gt;&lt;li&gt;3 Unit Laptop atau PC untuk operator&lt;/li&gt;&lt;li&gt;4 Orang Relawan untuk operator tambahan pada  saat hari - H.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Apakah nampak njlimet? &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Iya   kalau ditulis namun pada prakteknya hanya perlu waktu satu jam latihan   maka semua dapat cepat memahami dan selamatlah data suara yang   kemungkinan dpat berubah diterpa semilir angin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berlanjut ke tulisan yang lebih Teknis lagi yaitu mengenai &lt;strong&gt;Metode Pengiriman Data/SMS &lt;/strong&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=493217577342" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=493217577342&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jogja, ba'da Ashar&lt;/p&gt;&lt;p&gt;27 Januari 2011&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tulisan Terkait :&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Real Count Adalah Tool Penting Di Pilkada Tangsel (1) &lt;/strong&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=493121547342" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=493121547342&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Real Count Adalah Tool Penting Di Pilkada Tangsel (3) &lt;/strong&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=493217577342" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=493217577342&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=493181042342"&gt;Real Count Adalah Tool Penting Di Pilkada Tangsel (2)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2011/01/real-count-adalah-tool-penting-di_27.html"&gt;cahPamulang: Real Count Adalah Tool Penting Di Pilkada Tangsel (2)&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-4996559346720611376?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/4996559346720611376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/4996559346720611376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/01/real-count-adalah-tool-penting-di_27.html' title='Real Count Adalah Tool Penting Di Pilkada Tangsel (2)'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-3876488841629339873</id><published>2011-01-27T20:50:00.001+07:00</published><updated>2011-01-27T20:53:02.492+07:00</updated><title type='text'>Real Count Adalah Tool Penting Di Pilkada Tangsel Yang Mestinya Disajikan Secara Terbuka Oleh Para Petarung Dan Pemantau (1)</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;p&gt;Saya khususkan tulisan   ini untuk para operator JPTS dan  Tim Arsid - Andre, untuk Tim Airin -   Ben dan yang lain silahkan simak dan jadikan tulisan ini bagian dari   ajakan masyarakat agar Anda semua memiliki keberanian untuk terbuka   dengan hasil Pemungutan Suara Ulang Tangerang Selatan di Minggu 27   Februari 2011.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sebagai Prolog berikut saya tuliskan singkat pengertian Quick Count dan Real Count    &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Quick Count : &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;TIdak semua TPS dihitung, hanya sebagian aja sebagai sampel data, misal dari 2000 TPS yang diambil hanya dari 200 TPS&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyenggara biasanya lengkap dengan tim yang disebarkan ke semua sample TPS&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Harga sangat mahal berkisar ratusan juta sampai miliaran, karena sudah termasuk jasa honor utk SDM.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hasil cepat diketahui sekitar jam 2 siang, karena hanya sedikit data&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hasil tentu tidak akurat 100% bahkan dibeberapa tempat bisa berbeda 180 derajat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyelenggara hanya melaporkan data total, tidak bisa data detail per TPS.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Real Count &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Target semua TPS dihitung, artinya data adalah 100% dari semua TPS, bukan sample&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyelenggara   quick count hanya menyediakan software dan tim untuk jaga sistem,   sedangkan tim untuk pengiriman data dikirim oleh saksi yang telah ada&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Harga jauh lebih murah karena penyelenggara tdk perlu menyiapkan dan membayar relawan di TPS-TPS&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hasil   100% biasanya selesai malam hari, ini karena tidak semua saksi bisa   kirim sms, ada yang telepon atau masalah sinyal hp di bberapa tempat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hasil lebih akurat karena data dari semua TPS.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bisa dicetak data per TPS, per kelurahan dan per kecamatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cocok utk peserta pilkada atau KPU atau Help Desk Pemerintah Kabupaten/Kota atau bisa juga dari Kepolisian.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam   hal ini Quick Count sesuai untuk JPTS sedangkan Real Count untuk Tim   Arsid - Andre, yang terpenting adalah kesiapan SDM masing-masing dari   Titik Mana Data akan dikirimkan, baik secara Manual maupun via SMS.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jumlah   TPS di Pilkada Tangerang Selatan ada 1890 TPS, tersebar di 54  Kelurahan  dari 7 Kecamatan, sehingga bila JPTS berkeinginan mengadakan  Quick  Count setidaknya harus memiliki relawan sejumlah 200 orang yang  disebar,  sedangkan bila Tim Arsid - Andre ingin mengadakan Real Count  harus  menyiapkan relawan sejumlah 1890 orang yang kredible.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pekerjaan   yang yang cukup menyita waktu, pikiran dan dana, namun bukan berarti   tidak dapat dilakukan bila semangat itu masih dan makin membara untuk   mengawal PSU kelak dari kemungkinan terjadinya selisih perhitungan   suara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Mengapa tim Arsid - Andre harus memilih metode Real Count?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Agar   bila terjadi selisih perhiungan suara yang merugikan pihaknya hasil   Real Count tersebut dapat sebagai bahan untuk melakukan gugatan ke MK,   untuk itu bila akan mengunakan Real Count daftarkan secara resmi ke KPUD   dan Panwaslu jauh hari sebelumnya. Dan siapkan semuanya dengan   sesempurna mungkin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berlanjut ditulisan berikutnya tentang S&lt;strong&gt;oftware dan Identifikasi Saksi  &lt;/strong&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=493181042342" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=493181042342&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;:)&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jogja, ba'da dhuhur&lt;/p&gt;&lt;p&gt;27 Januari 2011&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Notes   : Tulisan ini diramu dari  sumber yang cukup kredible dibidang ini dan   akan saya tampillkan sourcenya bila PSU Tangsel sudah selesai.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tulisan Terkait :&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Real Count Adalah Tool Penting Di Pilkada Tangsel (2)&lt;/strong&gt; &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=493181042342" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=493181042342&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Real Count Adalah Tool Penting Di Pilkada Tangsel (3) &lt;/strong&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=493217577342" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=493217577342&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=493121547342"&gt;Real Count Adalah Tool Penting Di Pilkada Tangsel Yang Mestinya Disajikan Secara Terbuka Oleh Para Petarung Dan Pemantau (1)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2011/01/real-count-adalah-tool-penting-di.html"&gt;cahPamulang: Real Count Adalah Tool Penting Di Pilkada Tangsel Yang Mestinya Disajikan Secara Terbuka Oleh Para Petarung Dan Pemantau (1)&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-3876488841629339873?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/3876488841629339873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/3876488841629339873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/01/real-count-adalah-tool-penting-di.html' title='Real Count Adalah Tool Penting Di Pilkada Tangsel Yang Mestinya Disajikan Secara Terbuka Oleh Para Petarung Dan Pemantau (1)'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-5556717671535230766</id><published>2011-01-25T02:01:00.001+07:00</published><updated>2011-01-25T02:01:52.917+07:00</updated><title type='text'>Ironi Bila Prestasi Arsid Selalu Dipermasalahkan Lawan Politiknya (4)</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;p&gt;Tulisan berseri ini sebenarnya hendak saya hentikan hanya sampai di tulisan ke 3 saja, namun rupanya sang &lt;strong&gt;Prabu Siliwangi &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;(&lt;a href="http://tinyurl.com/Prabu-Siliwangi" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://tinyurl.com/Prabu-Siliwangi&lt;/a&gt;)&lt;/em&gt;   menimpakan wangsit baru yang memaksa saya tak boleh tidak harus  membuat  seri yang ke 4. (Tulisan-tulisan sebelumnya dapat dibaca di  link-link  berikut bila memang ada ketertarikan untuk mengikutinya dari  awal)&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Ironi Bila Prestasi Arsid Selalu Dipermasalahkan Lawan Politiknya Di Ranah Grass Root Sementara Boss Mereka Mengakui (1)&lt;/strong&gt; &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=491523687342" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=491523687342&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Ironi Bila Prestasi Arsid Selalu Dipermasalahkan Lawan Politiknya (2)&lt;/strong&gt; &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=491591937342" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=491591937342&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Ironi Bila Prestasi Arsid Selalu Dipermasalahkan Lawan Politiknya (3) &lt;/strong&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=491721817342" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=491721817342&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berikut tutur sang&lt;strong&gt; Prabu Siliwangi&lt;/strong&gt;   yang wangsitnya mampir di tulisan tentang Arsid yang kedua yang  merujuk  pada  poin 2,3 dan 4 ditulisan tersebut, walau tidak spesifik  membahas  tentang Arsid namun masih ada kaitan dengan tampilnya Arsid di  Bursa  Calon Walikota saat itu :&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;2. Benarkah   Partai-partai besar pernah melamarkan kadernya untuk  menjadi orang   nomer dua mendampingi Arsid dengan syarat Arsid harus  mengeluarkan dana   sekian M untuk itu? Urut kecil PKS sekian M, Golkar  sekian M dan   Demokrat sekian M?&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;3. Benarkah salah satu PNS   yang  masuk pooling ditulisan sebelum ini, mencoba untuk menggeser   posisi  Andre Taulany jelang Deklarasi Arsid - Andre setelah dia tidak   memiliki  kendaraan menuju Calon Walikota Tangsel?&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;4.   Benarkah karena PNS  tersebut kecewa tidak mampu menggoyahkan komitmen   Arsid kepada Andre  Taulany maka terjadilah penggembosan suara di  wilyah  yang bisa dia  kuasai? Padahal sebelumnya dia berjanji akan  menjaga  wilayahnya dari  intrik politik yang culas dan super tega?  Siapakah  diantara Arsid dan  Oknum tersebut yang berkhianat terhadap  komitmen  sebelumnya dan ujungnya  berkhianat terhadap masyarakat  pemilih?&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;6.  Benarkah langkah gugatan ke MK  pernah dihentikan oleh orang kedua ARD   dengan ditukar dengan sejumlah  rupiah yang kemudian ditolak oleh Arsid   karena suaranya bukanlah suara  rekayasa, murni suara masyarakat yang   menginginkanya menjadi Pemimpin  Pertama di Negeri Tangsel ini?&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;8. Yang terakhir, benarkah B1 pun pernah berupaya meloby Arsid untuk tidak maju di Pilkada Tangsel dengan imbalan tertentu?&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pelengkap Poin 2&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Adanya   Koalisi Tangerang  Bersatu (KTB) yang terdiri dari GERINDRA,  HANURA,   PPP, PKPI, PBB dan PKB (mohon koreksi jika salah) bertujuan untuk   mengimbangi koalisi Partai Besar yang menjadi  Pengusung ARD.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Entah   mengapa KTB tersebut pecah, hanya tinggal GERINDRA, HANURA,  PPP dan   PBB, sedangkan PKPI dan PKB  akhirnya mengusung ARD karena konon   mendapat bayaran yang lebih tinggi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada awalnya PAN tidak  masuk   daftar Partai Pengusung ARD, karena PAN  ingin berkoalisi dengan KTB   untuk mengusung Iskandar, Muhammad, Arsid  dan Herman. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Namun   karena terjadi perbedaan pandangan dari ke empat balon terseut diatas   yang  susah untuk dipasangkan, akhirnya koalisi ini pecah, yang   mengakibatkan PAN tidak memiliki balon yang akan diusung. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Akhirnya   PAN menawarkan diri untuk mengusung ARD entah berapa imbalannya, yang   pasti hengkangnya PAN dari mendukung Arsid karena dana dikantong hanya   cukup untuk 4 Partai dengan 7  kursi di DPRD.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pelengkap Poin 3 &amp;amp; 4&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Rupanya   yang dimaksud oknum PNS tersebut adalah Muhammad yang hubungannya  tidak  harmonis dengan Arsid gara-gara dia merasa lebih  senior sehingga  tidak  mau menjadi orang kedua, padahal jelas-jelas pooling menunjukkan  Arsid  lebih unggul darinya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pelengkap Poin 6&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Memang   benar waktu Arsid mau mengajukan gugatan ke MK,  ada utusan AD yang   bertemu dengan Arsid, agar Arsid tidak melakukan  gugatan ke MK dan ARD   akan mengganti semua uang yang dikeluarkan untuk  pencalonannya dan 1 M   untuk pribadi Arsid. Kala itu Arsid akan menerima jika semua    pendukungnya juga diberi masing-masing 1 M x jumlah pendukungnya.   Sementara dari versi wangsit saya, kala itu BD yang malakukan kontak   lanasung dengan Arsid via telephone. Dan BD pun tertampar oleh penolakan   diplomatis Arsid &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pelengkap Poin 8 &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Arsid   pernah di panggil ke Serang yang bisa jadi B1 yang memanggil, disana   dia ditawari mobil mewah, uang mewah dana uang berapapun asal dia tidak   ikut mencalonkan diri pada Pilkada Tangsel.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Namun Arsid tidak   mau mernima itu semua karena dia tidak ingin mengecewakan orang-orang   yang telah mendukung dan telah  memberi kepercayaan padana&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Demikian   rangkuman wangsit dari Prabu Siliwangi yang dapat saya torehkan, dan   mari kita kembali renungkan pantaskah Arsid menjadi Pemimpin Pertama   Negeri Tangsel ini atau dianggap tak layak untuk itu?&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebuah pertanyaan yang akan kita jawab kelak di bilik pilihan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pamulang, dini hari&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;(benar-benar lelah dan payah, hingga kata-kata pun tak dapat lugas tertata)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selasa, 25 januari 2011&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=491835172342"&gt;Ironi Bila Prestasi Arsid Selalu Dipermasalahkan Lawan Politiknya (4)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2011/01/ironi-bila-prestasi-arsid-selalu_543.html"&gt;cahPamulang: Ironi Bila Prestasi Arsid Selalu Dipermasalahkan Lawan Politiknya (4)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-5556717671535230766?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/5556717671535230766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/5556717671535230766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/01/ironi-bila-prestasi-arsid-selalu_1874.html' title='Ironi Bila Prestasi Arsid Selalu Dipermasalahkan Lawan Politiknya (4)'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-406204230293402827</id><published>2011-01-25T02:00:00.001+07:00</published><updated>2011-01-25T02:01:32.254+07:00</updated><title type='text'>Ironi Bila Prestasi Arsid Selalu Dipermasalahkan Lawan Politiknya (3)</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;p&gt;Tulisan ini menyambung 2 (dua) tulisan sebelumnya tentang Arsid :&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Ironi Bila Prestasi Arsid Selalu Dipermasalahkan Lawan Politiknya Di Ranah Grass Root Sementara Boss Mereka Mengakui (1)&lt;/strong&gt; &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=491523687342" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=491523687342&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Ironi Bila Prestasi Arsid Selalu Dipermasalahkan Lawan Politiknya (2)&lt;/strong&gt; &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=491591937342" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=491591937342&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Sumber tulisan ini dari reply &lt;strong&gt;Kerikil Jalma Banten&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;&lt;a href="http://tinyurl.com/KJB-KerikilJalmaBanten" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://tinyurl.com/KJB-KerikilJalmaBanten&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;)   di tulisan pertama saya tentang Arsid, yang kemudian saya re-format  dan  saya lengkapi berdasar wisik yang saya dapat  kemudian saya tuang  dalam  gaya tulis yang biasa saya pakai. Trims buat KJB :)&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mari   kita cermati bagaimana seorang Arsid mengambil sikap pada saat dia  harus  memutuskan hal penting dalam kehidupannya. (Merujuk pada poin 2  tulisan  pertama) :&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;2. Arsid tidak  berambisi  menjadi Calon Walikota, karena dia tak ingin  pertaruhkan  karirnya yang  cemerlang hanya untuk kendaraan orang-orang  yang Haus  Kekuasaan dan  Lapar Ketenaran.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada 3  (tiga) hal  penting yang dipakai Arsid dalam memutuskan mau tidaknya  dia masuk bursa  Pencalonan Walikota Tangsel. Dua yang Utama adalah Ijin  Atasan dan Ijin  Orang Tua (dalam hal ini adalah ibu), bila salah satu  mengatakan tidak  maka Arsid tidak akan pernah mau masuk bursa dan  Ketiga adalah Dukungan  Masyarakat, diwakili para tokoh Masyarakat  Tangsel yang menginginkan  Tangsel berlepas diri dari cengkeraman B1  (inilah realita yg diinginkan  para tokoh-tokoh tersebut).&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Ijin  dari Pimpinan dalam hal ini  adalah Bupati Tangerang Ismet Iskandar  sudah saya papar pada tulisan 1,  dimana ada beberapa proses demokratis  yang sudah dilalui Arsid. Namun  tidak untuk menjadi orang nomer 2, maka  dari itu saat ARD berniat  menjadikan Arsid sebagai orang keduanya, BT1  tidak memberikan restu,  karena kapasitas dan kemampuan Arsid yang  mempuni bakal terkekang saat  menjadi orang kedua. Sehingga ijin  tersebut hanya berlaku bila Arsid  menjadi orang pertama.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada  Pertemuan Pertama dengan Tokoh  Masyarakat Tangsel  saat melamar Arsid  menjadi Calon Wali Kota, Arsid  berucap kira-kira seperti ini intinya :  "Sekiranya yang saya punya  sekarang dibelanjakan  untuk beli kopi  kemudian dibagi-bagikan se Kota  Tangsel karena saya  nyalon Wali Kota  saja tidak cukup, bagaimana mau  nyalon? Ini adalah penolakan secara  halus yang dilakukan oleh Arsid  dihadapan para tokoh Masyarakat yang  datang padanya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada  Pertemuan Kedua dengan para Tokoh  Masyarakat Tangsel untuk melamar ulang  dan menanyakan kesiapannya, maka  Para Tokoh  Masyarakat menyatakan siap  membantu dalam 3 (tiga) hal :  Dana, Partai dan Relawan. Arsid tinggal  menjawab "Iya"  namun harus  dengan tanggung jawab. Pada kesempatan itu  pun kembali Arsid mengelak  dengan ucapan : "Saya minta ijin ibu saya  dulu." &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saat Arsid  meminta ijin ibunya, ibunya berkata : "Emang  kamu mau jadi  Wali Kota?  Arsid menjawab : "Saya bagaimana Ibu, kalau  nggak boleh, saya tidak   bakal nyalon. Kalau boleh, itu orang-orang  sudah pada nunggu jawaban   saya." Sang Ibu belum memberi jawaban juga  saat itu. Perwakilan Tokoh  Masyarakat pun kemudian menghadap Ibu Arsid,  minta diijinkan, sang ibu  tetap tidak bergeming. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Baru seminggu   kemudian ibunya  memperbolehkan, setelah BT1 hanya mengijinkan Arsid  menjadi orang  pertama bukan menjadi orang kedua yang mendampingi ARD.  Rupanya sang  ibu khawatir bila Arsid berendengan dengan ARD yang muda  dan cantik  bisa berakibat yang kurang baik dikemudian hari, sebuah  kekhawatiran  wajar seorang ibu kepada anaknya. :) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah  mendapat ijin  dari BT1 dan ibunya, maka Arsid baru menjawab : "Oke saya  nyalon, tapi  yang pertemuan kemarin diomongkan  dan dijanjikan kepada  saya harus  dipenuhi."&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Dari poin-poin tersebut kita dapat  melihat siapa  Arsid yang sesungguhnya, yaitu seorang yang Hormat pada  Atasan, Hormat  pada Ibu dan Hormat pada Tokoh Masyarakat Tangsel.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain dari itu adapula dukungan dari luar yang layak dipertimbangkan, yaitu dari seorang bernama &lt;strong&gt;Benyamin Davnie &lt;/strong&gt;yang kini menjadi orang kedua ARD. Saya mendapat tambahan informasi ini dari &lt;strong&gt;Edo Santiago&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;&lt;a href="http://tinyurl.com/Edo-Santiago" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://tinyurl.com/Edo-Santiago&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;)  yang menuliskannya pada reply tulisan Arsid 1.&lt;em&gt; (tulsan saya re-format dan kata sandang saya hilangkan) &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Benyamin   Davni  dan Arsid adalah dua tokoh yang bersahabat. Sebelum Benyamin   dilamar ARD menjadi orang keduanya, dia meminta orang-orang dekatnya   untuk membantu  perjuangan Arsid. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menurut Benyamin, dari sekian  Kandidat yang ada pada saat itu, hanya Arsid lah yang paling pas  memimpin Tangerang Selatan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apa   yang disampaikan Benyamin bukanlah tanpa  alasan, Track Record Karir   Arsid di wilayah  Tangerang Selatan mulai dari Sekcam sampai dengan   menjadi Camat  dibeberapa tempat di Tangsel ini menjadi tolok ukurnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Disamping   itu Arsid lahir dan  dibesarkan di wilayah Tangerang Selatan, sehingga   pengenalan teritorial dan  keakraban terhadap budaya setempat sangat   kental, sehingga kansnya untuk naik kepermukaan sangat besar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dan   tentunya Benyamin juga sadar dengan adanya pooling yang pernah dibuat   sebelum BT1 menentukan siapa yang lolos juga merupakan bukti nyata  bahwa  Arsid memang pantas untuk itu. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Demikian yang bisa saya tuliskan kembali tutur&lt;strong&gt; Kerikil Jalma Banten &lt;/strong&gt;dan &lt;strong&gt;Edo Santiago &lt;/strong&gt;di   reply tulisan tentang Arsid yang pertama, yang pasti mereka berdua   lebih akurat paparannya dibading saya yang hanya mampu menggali tulisan   berdasar wangsit dan wisik semata.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun ternyata sewaktu saya akan akhiri tulisan berseri ini cukup sampai seri 3, tak dinyana ada lagi seorang berjuluk &lt;strong&gt;Prabu Siliwangi&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;&lt;a href="http://tinyurl.com/Prabu-Siliwangi" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://tinyurl.com/Prabu-Siliwangi&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;)   yang sekonyong-konyong menambahkan beberapa informasi yang tak kalah   menarik untuk dibukukan tentang kiprah Arsid saat dia diuji oleh   keadaan, yang mungkin menguntungkan diri pribadi Arsid namun dia   menolaknya. Serta intrik-intrik politik yang terjadi sebelumnya, yang   juga ditambahkan lagi oleh&lt;strong&gt; Kerikil Jalma Banten&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yups, saya akan tulis di seri ke 4, selekas mungkin &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;:)&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pamulang, jelang malam&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;(edan, urusan kerjaan belum kelar malah ribut nulis cerita fiksi, dasar internet addict)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Senin, 24 Januari 2011&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tulisan Terkait :&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Ironi Bila Prestasi Arsid Selalu Dipermasalahkan Lawan Politiknya (4) &lt;/strong&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=491835172342" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=491835172342&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=491721817342"&gt;Ironi Bila Prestasi Arsid Selalu Dipermasalahkan Lawan Politiknya (3)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2011/01/ironi-bila-prestasi-arsid-selalu_25.html"&gt;cahPamulang: Ironi Bila Prestasi Arsid Selalu Dipermasalahkan Lawan Politiknya (3)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-406204230293402827?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/406204230293402827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/406204230293402827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/01/ironi-bila-prestasi-arsid-selalu_25.html' title='Ironi Bila Prestasi Arsid Selalu Dipermasalahkan Lawan Politiknya (3)'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-6220775874894338580</id><published>2011-01-24T12:09:00.001+07:00</published><updated>2011-01-24T12:11:59.898+07:00</updated><title type='text'>Ironi Bila Prestasi Arsid Selalu Dipermasalahkan Lawan Politiknya (2)</title><content type='html'>&lt;p&gt;Lanjutan dari tulisan sebelumnya :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ironi Bila Prestasi Arsid Selalu Dipermasalahkan Lawan Politiknya Di Ranah Grass Root Sementara Boss Mereka Mengakui (1)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=491523687342" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=491523687342&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Siapa   saja yang  pernah melakukan negosiasi Politik terhadap Arsid, baik   karena  prestasinya yang tidak perlu diragukan sama sekali atau karena   basis  massanya yang begitu kuat, saya akan tulis disini. Namun karena   sifatnya sudah menunjuk ke pribadi-pribadi, maka tulisan ini saya   sajikan berupa kalimat pertanyaan yang kemudian akan saya beri urain   sedikit untuk memperjelas, agar saya tidak dianggap melakukan fitnah   atas semua yang akan saya tulis :&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Benarkah ARD pernah melamar   Arsid untuk menjadi orang kedua, yang kemudian ditolak karena menjadi   orang kedua adalah bak boneka pajangan yang tidak bisa membuat  kebijakan  apapun, oleh karenanya BT1 tidak merestui Arsid menjadi orang  Kedua  mendampingi ARD?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Benarkah Partai-partai besar pernah  melamarkan  kadernya untuk menjadi orang nomer dua mendampingi Arsid  dengan syarat  Arsid harus mengeluarkan dana sekian M untuk itu? Urut  kecil PKS sekian  M, Golkar sekian M dan Demokrat sekian M?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Benarkah  salah satu  PNS yang masuk pooling ditulisan sebelum ini, mencoba untuk  menggeser  posisi Andre Taulany jelang Deklarasi Arsid - Andre setelah  dia tidak  memiliki kendaraan menuju Calon Walikota Tangsel?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Benarkah   karena PNS tersebut kecewa tidak mampu menggoyahkan komitmen Arsid   kepada Andre Taulany maka terjadilah penggembosan suara di wilyah yang   bisa dia kuasai? Padahal sebelumnya dia berjanji akan menjaga wilayahnya   dari intrik politik yang culas dan super tega? Siapakah diantara Arsid   dan Oknum tersebut yang berkhianat terhadap komitmen sebelumnya dan   ujungnya berkhianat terhadap masyarakat pemilih?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Benarkah ada   petualang politik yang merasa masih laku mencoba masuk menjadi jurkam   Arsid - Andre dengan ongkos sekian juta sekali tampil dengan syarat   lokasi tampilnya dia yang menentukan? Benarkah politisi itu setenar,   sepiawai seperti yang dia rasa? Apakah bukan hanya sekedar ingin tampil   kembali dengan menunggangi popularitas pasangan Arsid - Andre?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Benarkah   langkah gugatan ke MK pernah dihentikan oleh orang kedua ARD dengan   ditukar dengan sejumlah rupiah yang kemudian ditolak oleh Arsid karena   suaranya bukanlah suara rekayasa, murni suara masyarakat yang   menginginkanya menjadi Pemimpin Pertama di Negeri Tangsel ini?&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara saya cukupkan sekian saja dulu, bila ada waktu dan wangsit baru pastilah saya akan lanjutkan lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akhir kata, kalau masih saja Arsid dianggap pecundang, tolok ukurnya apa?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kalau   sekedar kalap dan kalut rasanya tak pantaslah itu diungkap keluar,   mempermalukan diri sendiri dan tentunya para boss yang sedang menikmati   percaturan Politik di Pilkada Tangsel&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;:)&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pamulang, jelang siang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;(seandainya waktuku cukup, tak kulepas moment-momen penting Pilkada Tangsel yang fenomenal ini) &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Senin, 24 Januari 2011&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Link Terkait :&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Ironi Bila Prestasi Arsid Selalu Dipermasalahkan Lawan Politiknya Di Ranah Grass Root Sementara Boss Mereka Mengakui (1)&lt;/strong&gt;&lt;em&gt; &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=491523687342" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=491523687342&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=491591937342"&gt;Ironi Bila Prestasi Arsid Selalu Dipermasalahkan Lawan Politiknya (2)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2011/01/ironi-bila-prestasi-arsid-selalu_24.html"&gt;cahPamulang: Ironi Bila Prestasi Arsid Selalu Dipermasalahkan Lawan Politiknya (2)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-6220775874894338580?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/6220775874894338580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/6220775874894338580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/01/ironi-bila-prestasi-arsid-selalu_24.html' title='Ironi Bila Prestasi Arsid Selalu Dipermasalahkan Lawan Politiknya (2)'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-633255698628983318</id><published>2011-01-24T12:07:00.001+07:00</published><updated>2011-01-24T12:11:38.516+07:00</updated><title type='text'>Ironi Bila Prestasi Arsid Selalu Dipermasalahkan Lawan Politiknya Di Ranah Grass Root Sementara Boss Mereka Mengakui (1)</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;p&gt;Semua orang Tangsel   pasti paham siapa Airin RD, tokoh muda, cantik, ayu mengepalai banyak   oraganisasi sosial, mensponsori banyak kegiatan di masyarakat, apalagi   Balihonya sudah bertengger disemua jalan Protokol di Tangsel sejak   setahun yang lalu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Strategi piawai oleh tim ARD waktu itu   untuk mengenalkan sosok ARD ke Masyarakat Tangsel, untuk membidik   Pilkada Tangsel yang hebat dan fenomenal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebaliknya,   seorang Arsid dianggap tidak berprestasi oleh mereka yang pro kepada ARD   karena Arsid memang bukanlah seorang public figure bermodal segrobak   yang bebas pasang Spanduk dan Baliho dimanapun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun bila   ditilik prestasinya sebagai seorang PNS, siapapun pejabat di Wilayah   Tangerang Raya sampai Banten sekalipun akan mengakui kemampuannya   menjadi seorang Pemimpin, 4 (empat) kali menjadi &lt;strong&gt;Pejabat Camat &lt;/strong&gt;bukanlah sekedar Prestasi abal-abal, &lt;strong&gt;Pondok Aren &lt;/strong&gt;(SekCam), &lt;strong&gt;Pamulang&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Serpong &lt;/strong&gt;dan &lt;strong&gt;Cisauk &lt;/strong&gt;(luar Tangsel) adalah wilayah yang pernah dia Pimpin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Simak   sejumput cerita dibalik berita yang tak pernah muncul dipermukaan,  yang  hanya beredar dikalangan Ring 1 para Petarung di Pilkada Tangsel  ini  yang bersumber dari wangsit-wangsit yang mulai gerah dan geram  melihat  Tangsel diobrak-abrik oleh system yang Lapar Kekuasaan Haus  Ketenaran :&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Dari  PNS di Kab. Tangerang yang  berambisi jadi Calon Walikota Tangerang  Selatan adalah : Benyamin,  Yayat, Suwandi dan Muhammad tambah non PNS  Norodom ex Wakil Bupati  tangerang &lt;em&gt;(maaf saya hanya sebut nama tanpa kata sandang)&lt;/em&gt;, tidak ada nama Arsid diantara mereka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Arsid   tidak berambisi menjadi Calon Walikota, karena dia tak ingin   pertaruhkan karirnya yang cemerlang hanya untuk kendaraan orang-orang   yang haus kekuasaan dan lapar ketenaran.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bupati Ismet puyeng melihat anak buahnya pada berebut ingin tampil , periksa poin 1. &lt;em&gt;(saya abaikan dulu conspirasi antara B1 dan BT1)&lt;/em&gt;. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk   itu dibuatlah pooling internal dengan statement siapapun yang   poolingnya paling unggul maka dialah yang bakal diloloskan menjadi Balon   Walikota Tangsel.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Namun entah siapa yang berinisiatif dalam   pooling tersebut nama Arsid dimasukkan, dan diluar dugaan Arsid yang tak   punya ambisi justru suaranya mengalahkan 4 (empat) orang tersebut. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beberapa kali pooling tersebut diujikan namun hasilnya tetap menempatkan Arsid pada posisi favorite.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tentunya   Arsid yang Muda Tanpa Ambisi dan Underdog kini menjadi kerikil   sandungan bagi 4 (empat) orang rekan kerjanya diatas, sehingga tak heran   bila mereka kelak termasuk gerombolan yang sistemik melawan Arsid.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dari   hasil pooling tersebut maka tak bisa tidak BT1, memberikan ijin kepada   Arsid untuk melenggang masuk ke Balon Walikota Tangsel, dan mulailah   negosiasi tingkat tinggi berlangsung di Pilkada Tangsel.&lt;em&gt; (periksa tulisan saya tentang makelar politik di pilkada tangsel dan yang terkait dengannya)&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Saya   cukupkan sejarah masuknya Arsid ke ranah percaturan Pilkada Tangsel,   simak dengan bijak dan sadarilah bahwa Arsid bukanlah seorang PNS yang   ala kadarnya dan biasa-biasa saja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selanjutnya saya akan   lanjut pada tulisan sambungannya, siapa saja yang pernah melakukan   negosiasi Politik terhadap Arsid, baik karena prestasinya yang tidak   perlu diragukan sama sekali atau karena basis massanya yang begitu kuat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;:)&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pamulang, setengah sepuluh pagi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Senin, 24 Januari 2011&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Link terkait :&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Ironi Bila Prestasi Arsid Selalu Dipermasalahkan Lawan Politiknya (2)&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=491591937342" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=491591937342&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Catatan :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Cerita   fiktif ini banyak kesamaannya dengan gerak  para tokoh yang terlibat  di  Tangerang Selatan bukanlah tanpa  kesengajaan. Bahwa ada sejarah  yang  tidak bisa dilupakan begitu saja,  bahwa ada suara bawah tanah  yang  mampu mengungkap sebuah berita dibalik  cerita. Hanya si Pelaku  dan Ring  1 yang akan mampu mengunyah cerita ini  menjadi informasi yang  berguna  bagi gerak langkah mereka kedepan.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=491523687342"&gt;Ironi Bila Prestasi Arsid Selalu Dipermasalahkan Lawan Politiknya Di Ranah Grass Root Sementara Boss Mereka Mengakui (1)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2011/01/ironi-bila-prestasi-arsid-selalu.html"&gt;cahPamulang: Ironi Bila Prestasi Arsid Selalu Dipermasalahkan Lawan Politiknya Di Ranah Grass Root Sementara Boss Mereka Mengakui (1)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-633255698628983318?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/633255698628983318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/633255698628983318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/01/ironi-bila-prestasi-arsid-selalu.html' title='Ironi Bila Prestasi Arsid Selalu Dipermasalahkan Lawan Politiknya Di Ranah Grass Root Sementara Boss Mereka Mengakui (1)'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-878612327066532080</id><published>2011-01-24T12:06:00.001+07:00</published><updated>2011-01-24T12:11:15.858+07:00</updated><title type='text'>PSU Adalah Istilah KPUD Tangsel Untuk Pilkada Ulang Kelak Padahal Intrik Dan Carut Marutnya Kini Lebih Heboh Menghunjam</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;p&gt;Pagi ini saya membaca tulisan Gempur Dinasti yang berjudul  "&lt;strong&gt;Kepada Para Pelanggar Hukum di Tangsel" &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=118746924862475" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=118746924862475&lt;/a&gt; &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Disitu secara berulang ditulis &lt;strong&gt;Pilkada Ulang&lt;/strong&gt;   terus menerus, begitu saya ikutin, cermatin dan resapi, memang pada   kenyataaannya PSU kelak adalah memang benar-benar Pilkada Ulang, bukan   sekedar nugmpulin orang buat nyoblosin kertas dibilik kosong.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Coba tengok sebentar kutipan dari Gamour Dinasti tersebut :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Pilkada Ulang&lt;/strong&gt; telah membuang puluhan milyar uang rakyat untuk dana pilkada yang telah digelar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Pilkada Ulang&lt;/strong&gt; akan menyedot puluhan milyar uang rakyat lagi untuk menggelar pilkada ulang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Pilkada Ulang&lt;/strong&gt; menyebabkan kerja sosial sekian banyak orang penyelanggara pilkada menjadi sia sia&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Pilkada Ulang&lt;/strong&gt; telah menampakkan para pendusta pelaku saksi palsu di persidangan mk&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Pilkada Ulang&lt;/strong&gt; telah menandai para pencoreng nilai keadilan, kejujuran dan   demokrasi di tangsel hingga pilkada di tangsel tidak bernilai&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Pilkada Ulang&lt;/strong&gt; menuntut pedang-keadilan untuk menyeret para pelaku penyebab gagalnya pilkada ke meja hijau. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rasanya istilah &lt;strong&gt;Pemungutan Suara Ulang (PSU) &lt;/strong&gt;adalah hanya rekayasa KPUD Tangsel untuk mengerdilkan kesalahan mereka atas kegagalan mereka di Pilkada Kemarin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada   kenyatannya, dana tetap diglontor, masyarakat tetap harus ngusung   tenda, perang urat syaraf justru lebih menggila dan sudah tak ada lagi   rasa malu didada.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pelanggaran dibalik kata sosialisasi begitu menggoda&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bagi saya men-sosialiasikan istilah PSU sama juga dengan membela bodongnya KPUD Tangsel yang gagal fatal di Pilkada kemarin.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;So,... saya tetap akan memakai istilah Pilkada Ulang, bukan Pemungutan Suara Ulang di 27 Feb 2011 kelak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pamulang, ba'da Dhuhur&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Minggu, 23 Januari 2011&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=491135027342"&gt;PSU Adalah Istilah KPUD Tangsel Untuk Pilkada Ulang Kelak Padahal Intrik Dan Carut Marutnya Kini Lebih Heboh Menghunjam&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2011/01/psu-adalah-istilah-kpud-tangsel-untuk.html"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_0"&gt;cahPamulang&lt;/span&gt;: &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1"&gt;PSU&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2"&gt;Adalah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_3"&gt;Istilah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_4"&gt;KPUD&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_5"&gt;Tangsel&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_6"&gt;Untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_7"&gt;Pilkada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_8"&gt;Ulang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_9"&gt;Kelak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_10"&gt;Padahal&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_11"&gt;Intrik&lt;/span&gt; Dan &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_12"&gt;Carut&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_13"&gt;Marutnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_14"&gt;Kini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_15"&gt;Lebih&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_16"&gt;Heboh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_17"&gt;Menghunjam&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-878612327066532080?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/878612327066532080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/878612327066532080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/01/psu-adalah-istilah-kpud-tangsel-untuk.html' title='PSU Adalah Istilah KPUD Tangsel Untuk Pilkada Ulang Kelak Padahal Intrik Dan Carut Marutnya Kini Lebih Heboh Menghunjam'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-8982630742845612400</id><published>2011-01-24T12:05:00.001+07:00</published><updated>2011-01-24T12:10:56.183+07:00</updated><title type='text'>Mari Berjibaku Di Jelang Pilkada Ulang 27 Feb 2011 - Karena Berapapun Bakal Dibeli Untuk Negeri Tangsel</title><content type='html'>&lt;p&gt;Entah makan apa saya semalam, pagi ini jelang subuh tahu-tahu ada   wangsit mampir, gledug, jatuh di depan monitor, dan tanpa basa-basi   langsung si wangsit pun berkata demikian :&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;wahai manusia setengah kalong,... &lt;em&gt;(edan, saya dianggap codot :(&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;ada gosip anget mau denger nggak? saya bilang enggak, sambil ngantuk-ngantuk menahan lapar!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;rupanya   saya jawab begitu si wangsit murka besar, dia gertak lagi, mau nggak   !!!, kalau nggak mau awas lu guwe beli baru nyaho !!!&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cilaka,   begitu kena gertak seperti itu, langsung saja, nyali keder, badan   gemeter apalagi perut pas laper, waduh, ampun deh, ampun banget.   Bayangkan, dia mau beli saya, bayangkan dibeli, iya dibeli, bukan disewa   atau dikontrak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pasti pada heran gitu saja kok repot,... gitu   saja kok dibikin tulisan, hmmm belum pada ngerti udah pada komentar,   kebiasaan lama, muntah dulu, mikir ntar, tergantung bayarannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang   mau dia dibeli itu kehormatan cuy, bukan harga diri. Kalau harga diri   masih bisa diukur dengan angka, misal, nasi sepiring, jeruk sebakul,   mobil-mobilan, motor-motoran, bunga-bungaan dll.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi kalau kehormatan? mana bisa diukur?&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nah   dari pada kehormatan saya dibeli sama si wangsit galak itu, akhirnya   terjadilah kesepakatan tanpa basa-basi lagi, sehingga saya tetap menjadi   manusia bebas, tidak terkendali dan terkendala apapun, sementara ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lalu   apa sih maunya si wangsit? Yah mudah saja sebenarnya, saya diminta   membuat sebuah tulisan fiktif dengan draft-draft seperti yang dia   sebutkan seperti berikut :&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Toipknya sih jelas Pilkada Tangsel bukan Pilgub Banten lah, masih jauh tak usah dipikirin dulu, ntar ada masanya :&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Gerakan   pemenangan ARD bakal dikelola  secara masif oleh para Anggota Dewan   Tingkat Kota atau pun Provinsi,  dengan mendatangi RT dan RW.&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Para   Kandidat bersepakatan kepada para RT harga untuk satu suara,   setengahnya dibayar dimuka sisanya diberikan  jika setelah penghitungan,   plus bonus berlebih jika TPS menang.&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Para RT,   RW, Tokoh, Pemuda dan Lainnya yang menyatakan siap mendukung  (suka  rela  mau pun tidak) diminta pernyataannya secara  tertulis kemudian  dibaiat,  disumpah dunia dan akhirat bahwa dia  benar-benar akan memilih  dan  memperjuangkan ARD. (Yang biasa main sumpah nih pasti orang  Partai)&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Penanggung  jawab TPS (Tim TPS) dijanjikan gaji selama 5 tahun, sebelumnya dikontrak hanya setahun&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;ARD akan berakting sebagai pihak yang terzalimi, pihak yang teraniaya, sehinga belas iba diharap jatuh keharibaan.&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Pasukan   Sakti dari Banten semua turun ke Tangsel, tim suses PSU Pandeglang   lepas baju gulung celana, langsung terjun buat kemenangan ARD.&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Masyarakat sengaja dimobilisasi datang ke Kelurahan untuk mendaftarkan diri masuk DPT dengan imbalan Uang per KK. &lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wah   kan kini masa sosialisasi, nggak boleh ada yang curang-curang bisa  kena  dis, mosok sih ada cerita macam itu? Saya sih nggak percaya, tapi   daripada kehormatan saya dia beli, mendingan iya deh aku tulis semua   yang dia mau. Toh belum tentu nanti saya sempat mengarang cerita seperti   yang dia mau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Begitulah kira-kira alur cerita fiktif   tentang gerakan-gerakan jelang PSU kelak dari wangsit tadi pagi, untuk   sementara ini belum saya kutrik-kutrik dulu, otak sudah bundet, mata   ngantuk, pinginnya tidur padahal perut laper. :(&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kalau ada   yang mau  komentar silahkan, kalau ada benarnya ditelan saja, kalau   banyak nggak benarnya, lha namanya fiktif kok dipercaya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gitu dulu ya untuk sementara saya diem dulu, menunggu nasi anget, sembari ngliyep.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pamulang, jelang pagi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;(eh mau jerang air, nggak ada kopi, lalu ngapain lagi gini hari?&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Minggu, 23 Januari 2011&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=490963642342"&gt;Mari Berjibaku Di Jelang Pilkada Ulang 27 Feb 2011 - Karena Berapapun Bakal Dibeli Untuk Negeri Tangsel&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2011/01/mari-berjibaku-di-jelang-pilkada-ulang.html"&gt;cahPamulang: Mari Berjibaku Di Jelang Pilkada Ulang 27 Feb 2011 - Karena Berapapun Bakal Dibeli Untuk Negeri Tangsel&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-8982630742845612400?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/8982630742845612400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/8982630742845612400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/01/mari-berjibaku-di-jelang-pilkada-ulang.html' title='Mari Berjibaku Di Jelang Pilkada Ulang 27 Feb 2011 - Karena Berapapun Bakal Dibeli Untuk Negeri Tangsel'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-2005689660036563785</id><published>2011-01-23T04:58:00.001+07:00</published><updated>2011-01-23T04:59:08.674+07:00</updated><title type='text'>Apakabar.Web.ID - New Media Online Pro Arsid - Andre :) Bersanding dengan Media Online Pro Airin - Benyamin</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;p&gt;Ya, saya buat judul   seperti itu, karena isi media baru tersebut nampaknya memang dilahirkan   khusus untuk mendongkrak popularitas pasangan Arsid - Andre di Pilkada   Ulang Kelak. Kalau berita diluar itu rasanya cukup sebagai basa-basi   belaka. :)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jelang Pilkada Ulang 27 Feb 2011 kelak, dimana  suhu  politik di Tangsel makin marak sepihak, makin unik namun bikin  panik,  makin panas membara hati, akhirnya ada juga cyber browser yang  berkenan  membuatkan media online yang dapat membantu mendongkrak  popularitas  pasangan Arsid - Andre di alam maya tanpa harus  berpayah-payah  mendisain dan mengisinya, apalagi harus mengedarkannya  pula, karena  dari isi artikel yang dipajang dapat dipastikan akan ada  yang dengan  suka rela menyebarkan berita tersebut kian kemari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di  era cyber  dimana percaturan politik merambah alama maya, rasanya  bantuan portal  tersebut sangat berarti bagi pihak Arsid - Andre, sebuah  terobosan  penting untuk promosi, setelah saya kerepotan mendapatkan  berita online  mengenai pasangan AA rasanya Media New Comer ini akan  begitu membantu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Media berjuluk &lt;strong&gt;&lt;a href="http://apakabar.web.id/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://APAKABAR.WEB.ID/&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;   tersebut menerbitkan tulisannya pertama kali pada tanggal 27 Des 2010   yang bisa terlihat jelas pada sesi About. Sedangkan register domainnya   di Masterwebnet pada tanggal 24 Des 2010, dengan demikian siapapun yang   berkehendak mendonasi Media tersebut, mudah sekali, tinggal kontak   Masterwebnet maka pemilik domain apakabar.web.id akan didapat. Orang   bilang semudah Lotus 1,2,3 . :)&lt;/p&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img style="width: 393px;" class="img" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1395.snc4/164764_500688678705_824273705_5975162_1933580_n.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img style="width: 393px;" class="img" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs016.snc6/166650_500688743705_824273705_5975163_272408_n.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img style="width: 388px; height: 449px;" class="img" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs745.ash1/163772_500703118705_824273705_5975407_6360310_n.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Dan disamping itu bagi para user Twitter, Apakabar.web.id juga memiliki akun Twitter beralat di &lt;strong&gt;&lt;a href="http://twitter.com/apakabarweb" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://twitter.com/apakabarweb&lt;/a&gt; &lt;/strong&gt;,   isi postingannyapun selain dari forward portalnya sendiri, juga   mengumpulkan berita dari media lain yang memberitakan pasangan Arsid   -Andre.&lt;/p&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img style="width: 393px;" class="img" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs797.ash1/168699_500682463705_824273705_5975061_5334203_n.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Saya sudah membuat beberapa arsip screen-shot artikel yang ada di &lt;a href="http://apakabar.web.id/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://apakabar.web.id/&lt;/a&gt; , dan saya simpan di album ini, &lt;strong&gt; &lt;a href="http://www.facebook.com/album.php?aid=279192&amp;amp;id=824273705" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/album.php?aid=279192&amp;amp;id=824273705&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Penasaran dengan isi beritanya?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Silahkan dilongok dan nikmati sajian-sajian yang menawan bagi pemesannya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan   tak lupa saya ucapakan selamat dan sukses bagi webmasternya, sebuah   blog news berdesign bagus dan jangan lupa artikel IJ Piliang-nya   dimunculkan kembali, kini sudah ada 3 jilid, mungkin sebentar lagi   terbit yang ke 4 dst.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya suka&lt;/p&gt;&lt;p&gt;:)&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pamulang, dini hari banget&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;(tergelitik membuat tulisan ngaco gara-gara akun twitter di add oleh @apakabarweb dan akhirnya nemu blog cakep itu ) &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Minggu, 23 Januari 2011&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/cahpamulang#%21/note.php?note_id=490899932342"&gt;Apakabar.Web.ID - New Media Online Pro Arsid - Andre :) Bersanding dengan Media Online Pro Airin - Benyamin&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2011/01/apakabarwebid-new-media-online-pro.html"&gt;cahPamulang: Apakabar.Web.ID - New Media Online Pro Arsid - Andre :) Bersanding dengan Media Online Pro Airin - Benyamin&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-2005689660036563785?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/2005689660036563785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/2005689660036563785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/01/apakabarwebid-new-media-online-pro.html' title='Apakabar.Web.ID - New Media Online Pro Arsid - Andre :) Bersanding dengan Media Online Pro Airin - Benyamin'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-8598075301729577324</id><published>2011-01-19T17:59:00.001+07:00</published><updated>2011-01-20T01:23:31.928+07:00</updated><title type='text'>Apakah Artinya Kesenian Bila Terpisah Dari Derita Lingkungan Apakah Artinya Berpikir Bila Terpisah Dari Masalah Kehidupan﻿ - WSR</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kupersembahkan   bagi para Intelektual Muda, Calon bahkan yang sudah Profesor sekalipun,   semoga Rendra mampu membangunkan Anda dari kegelisahan yang membekukan   kesadaran :)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang tidak biasa membaca sajak, bisa mendengarkan dan melihat WS Rendra kala muda di Video Youtube atau Koleksi video saya. &lt;em&gt;(periksa link dibawah sana)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Enjoy, ya :)&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Rendra - Sajak Sebatang Lisong&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;(itb bandung – 19 agustus 1978  )&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;menghisap sebatang lisong&lt;/p&gt;&lt;p&gt;melihat Indonesia Raya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mendengar 130 juta rakyat&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan di langit&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dua tiga cukung mengangkang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;berak di atas kepala mereka&lt;/p&gt;&lt;p&gt;matahari terbit&lt;/p&gt;&lt;p&gt;fajar tiba&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan aku melihat delapan juta kanak – kanak&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tanpa pendidikan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;aku bertanya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tetapi pertanyaan – pertanyaanku&lt;/p&gt;&lt;p&gt;membentur meja kekuasaan yang macet&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan papantulis – papantulis para pendidik&lt;/p&gt;&lt;p&gt;yang terlepas dari persoalan kehidupan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;delapan juta kanak – kanak&lt;/p&gt;&lt;p&gt;menghadapi satu jalan panjang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tanpa pilihan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tanpa pepohonan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tanpa dangau persinggahan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tanpa ada bayangan ujungnya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;……………………..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;menghisap udara&lt;/p&gt;&lt;p&gt;yang disemprot deodorant&lt;/p&gt;&lt;p&gt;aku melihat sarjana – sarjana menganggur&lt;/p&gt;&lt;p&gt;berpeluh di jalan raya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;aku melihat wanita bunting&lt;/p&gt;&lt;p&gt;antri uang pensiunan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan di langit&lt;/p&gt;&lt;p&gt;para teknokrat berkata :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bahwa bangsa kita adalah malas&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bahwa bangsa mesti dibangun&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mesti di up-grade&lt;/p&gt;&lt;p&gt;disesuaikan dengan teknologi yang diimpor&lt;/p&gt;&lt;p&gt;gunung – gunung menjulang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;langit pesta warna di dalam senjakala&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan aku melihat&lt;/p&gt;&lt;p&gt;protes – protes yang terpendam&lt;/p&gt;&lt;p&gt;terhimpit di bawah tilam&lt;/p&gt;&lt;p&gt;aku bertanya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tetapi pertanyaanku&lt;/p&gt;&lt;p&gt;membentur jidat penyair – penyair salon&lt;/p&gt;&lt;p&gt;yang bersajak tentang anggur dan rembulan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sementara ketidak adilan terjadi disampingnya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan delapan juta kanak – kanak tanpa pendidikan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;termangu – mangu di kaki dewi kesenian&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bunga – bunga bangsa tahun depan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;berkunang – kunang pandang matanya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;di bawah iklan berlampu neon&lt;/p&gt;&lt;p&gt;berjuta – juta harapan ibu dan bapak&lt;/p&gt;&lt;p&gt;menjadi gemalau suara yang kacau&lt;/p&gt;&lt;p&gt;menjadi karang di bawah muka samodra&lt;/p&gt;&lt;p&gt;……………………………&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kita mesti berhenti membeli rumus – rumus asing&lt;/p&gt;&lt;p&gt;diktat – diktat hanya boleh memberi metode&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kita mesti keluar ke jalan raya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;keluar ke desa – desa&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mencatat sendiri semua gejala&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan menghayati persoalan yang nyata&lt;/p&gt;&lt;p&gt;inilah sajakku&lt;/p&gt;&lt;p&gt;pamplet masa darurat&lt;/p&gt;&lt;p&gt;apakah artinya kesenian&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bila terpisah dari derita lingkungan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;apakah artinya berpikir&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bila terpisah dari masalah kehidupan&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pamulang, dini hari&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;(pegel banget sudah)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rabu, 19 Januari 2011&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Link Terkait :&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Rendra - Sajak Sebatang Lisong - &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/video/video.php?v=169493343705" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/video/video.php?v=169493343705&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Intelektual Pengkhianat (FB TI)&lt;/strong&gt; - &lt;em&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=184326604920636" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=184326604920636&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Youtube - Sajak Sebatang Lisong&lt;/strong&gt; - &lt;em&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=lPUX5s-NQLM" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://www.youtube.com/watch?v=lPUX5s-NQLM&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=489035427342"&gt;Apakah Artinya Kesenian Bila Terpisah Dari Derita Lingkungan Apakah Artinya Berpikir Bila Terpisah Dari Masalah Kehidupan﻿ - WSR&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2011/01/apakah-artinya-kesenian-bila-terpisah.html"&gt;cahPamulang: Apakah Artinya Kesenian Bila Terpisah Dari Derita Lingkungan Apakah Artinya Berpikir Bila Terpisah Dari Masalah Kehidupan﻿ - WSR&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-8598075301729577324?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/8598075301729577324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/8598075301729577324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/01/apakah-artinya-kesenian-bila-terpisah.html' title='Apakah Artinya Kesenian Bila Terpisah Dari Derita Lingkungan Apakah Artinya Berpikir Bila Terpisah Dari Masalah Kehidupan﻿ - WSR'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-5509198309764235747</id><published>2011-01-19T17:43:00.001+07:00</published><updated>2011-01-20T01:23:13.491+07:00</updated><title type='text'>Begitu Phobinya Para Anti Arsid -Andre Di Pilkada Tangsel Apalagi Jelang PSU 27 Februari 2011. Lha Kok Begitu?</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;p&gt;Agak mengherankan para   anti Arsid Andre yang ternyata banyak sekali dari kalangan Intelektual   Berpengalaman, Profesional Perlente, Pengusaha Kakap Bukan Cere,   Ormas/LSM Skala Gede, Profile Terpampang Lebar berGelar Segudang,   ternyata mengusung isu-isu dibawah Stadard Penampilan, jungkir balik   logika argumennya : &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Anti Andre :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mencari nafkah buat ngongkosin hidup dan nombok kampaye agar menang kok dipermasalahkan?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Artis nglawak yang kelak bakal jadi pemimpin dan dikehendaki kok dinajiskan?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Salam 3 jari anak-anak metal yang sudah sejak dulu ada kok jadi phobi berkepanjangan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ganteng dan jadi idola wanita, remaja, anak sampai kakek nenek kok disirikin&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Muda dan berpendidikan kok diragukan &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Anti Arsid :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Dua kali jadi camat kok dianggap tak berkemampuan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berpasangan dengan Andre  mendulang simpati kok pada kliyengan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berhutang untuk mendulang kemenangan kok dianggap ngemplang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Disokong orang karena meluasnya dukungan kok pada nggak senang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masuk koran karena kampanye hitam lawan kok pada berang&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mereka   para Anti Arsid - Andre nampak nian beban psikologis yang diemban,   apakah mungin karena selama ini hidupnya dalam kepura-puraan, hidup   bergantung suapan juragan, hidup dengan banyak tuntutan, hidup hanya   karena adanya kepentingan, sehingga saat ada jalur untuk   meng-ekspresikan diri seolah lupa pada jati diri? Tapi mengapa harus   ditimpakan keorang lain? Mengapa harus ke Arsid - Andre? Mengapa untuk   mencapai puncak kepuasan harus menghitamkan pihak lain?&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bukankah   bila Arsid - Andre menang kelak di PSU 27 Feb, mereka akan mejadi   pemimpin kalian semua? Menata Tangsel dan Membangunya untuk kalian   semua?&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lha kok gitu ya kalian ini?&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dilanjut dengan "kok" yang lainnya kalau masih ada, eh kalau ada yang mau nambahin silahkan lho :)&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pamulang. jelang Ashar&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;(saya menulis tentang Airin kok pada sakit hati dianggap Kampenye Hitam)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selasa, 18 Januari 2011&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=488848672342"&gt;Begitu Phobinya Para Anti Arsid -Andre Di Pilkada Tangsel Apalagi Jelang PSU 27 Februari 2011. Lha Kok Begitu?&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2011/01/begitu-phobinya-para-anti-arsid-andre.html"&gt;cahPamulang: Begitu Phobinya Para Anti Arsid -Andre Di Pilkada Tangsel Apalagi Jelang PSU 27 Februari 2011. Lha Kok Begitu?&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-5509198309764235747?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/5509198309764235747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/5509198309764235747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/01/begitu-phobinya-para-anti-arsid-andre.html' title='Begitu Phobinya Para Anti Arsid -Andre Di Pilkada Tangsel Apalagi Jelang PSU 27 Februari 2011. Lha Kok Begitu?'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-3813637334424170896</id><published>2011-01-19T17:37:00.001+07:00</published><updated>2011-01-20T01:22:56.371+07:00</updated><title type='text'>The Conspiracy Theory di Pilkada Ulang (PSU) Tangsel Seberapa Mudah Tertebaknya Atau Begitu Mudahnya Ditebak?</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;p&gt;Konspirasi Teori yang   dapat ditebak adalah bukan sebuah Konspirasi, seseorang atau kelompok   yang merasa dia adalah sipembuat konspirasi hanyalah bagian yang   dilibatkan dalam konspirasi tersebut. (itu persepsi saya saat si Mel   dialog dengan si Jul) Kalau dari wikipedia sih ada seperti ini : &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Conspiracy_theory" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Conspiracy_theory&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semalam   lihat film The Conspiracy Theory, Mel Gibson dan Julia Robert, cukup   menarik, perihal orang yang dijadikan mesin pembunuh, namun nuraninya   berbalik, membela orang yang akan dibunuh, sayangnya dia gagal   mengamankanya, hingga akhirnya dia diburu oleh yang menyuruhnya karena   dianggap khianat. Rupanya menjadi mesin bagi orang lain itu tak dia   rasakan, kecuali saat kata hati berbicara, semua dapat berubah. :)&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lalu   adakah hubungannya dengan Pilkada Tangsel ini? Ya nggak adalah yang  ada  cerita mengenai BIllboar PJTS dirusak oleh robot-robot tak berotak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;:)&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masih tidak percaya?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Baiklah nanti saya lanjut nulisnya setelah selesai urusan dengan pak Bayu Saylendra&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara saya berikan Clue-nya melalui beberapa link ini :&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Airin-Benyamin Tak Mau Sosialisasi PSU : &lt;/strong&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=484794892342" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=484794892342&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Makelar Politik di Pilkada Tangsel (1) : &lt;/strong&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=463571312342" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=463571312342&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Makelar Politik Di Pilkada tangsel (2) : &lt;/strong&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=463777597342" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=463777597342&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Makelar Politik Di Pilkada tangsel (2) :&lt;/strong&gt; &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=463981467342" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=463981467342&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pamulang, jelang siang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Senin, 17 Januari 2011&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=488271367342"&gt;The Conspiracy Theory di Pilkada Ulang (PSU) Tangsel Seberapa Mudah Tertebaknya Atau Begitu Mudahnya Ditebak?&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2011/01/conspiracy-theory-di-pilkada-ulang-psu.html"&gt;cahPamulang: The Conspiracy Theory di Pilkada Ulang (PSU) Tangsel Seberapa Mudah Tertebaknya Atau Begitu Mudahnya Ditebak?&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-3813637334424170896?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/3813637334424170896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/3813637334424170896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/01/conspiracy-theory-di-pilkada-ulang-psu.html' title='The Conspiracy Theory di Pilkada Ulang (PSU) Tangsel Seberapa Mudah Tertebaknya Atau Begitu Mudahnya Ditebak?'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-4039638355416160428</id><published>2011-01-19T17:35:00.001+07:00</published><updated>2011-01-20T01:22:44.481+07:00</updated><title type='text'>Mencoba Memahami Kolumnis Terkenal IJ Piliang Saat "Menulis Airin (3)"</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;p&gt;Lanjutan dari : &lt;strong&gt;Mencoba Memahami Kolumnis Terkenal IJ Piliang Saat "Menulis Airi (2)" &lt;/strong&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=488710687342" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=488710687342&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Menulis Airin (3) &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.indrapiliang.com/2011/01/14/menulis-airin-3/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://www.indrapiliang.com/2011/01/14/menulis-airin-3/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;oleh:  Indra J Piliang*)&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ternyata “Menulis Airin (1)” dan “Menulis Airin (2)” mendapatkan respons khusus di website saya (&lt;a href="http://www.indrapiliang.com/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;www.indrapiliang.com&lt;/a&gt;).   Muncul tanggapan pro-kontra. Selama argumen-argumen yang dibangun   bersifat saling memberi informasi, bagi saya tidak ada masalah. Bahkan   yang menyerang secara personalpun lewat kata dan kalimat sudah bukan   persoalan lagi. Kata-kata setajam apapun tidak akan berbentuk kepal   tangan yang menghunjam ke dagu, bukan?&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya tak yakin   serial tulisan tentang Airin ini akan memberi pengaruh besar. Tapi,   sekecil apapun, saya tetap mencoba untuk menunjukkan bahwa politik butuh   prinsip-prinsip dasar yang tak berubah. Mau tidak setuju dengan Airin   sekalipun, tidak ada masalah, asalkan dengan argumentasi yang terukur.   Manusia boleh berganti dalam politik, tetapi prinsip-prinsip dasar   mestinya sama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tanggapan yang masuk menyebut Airin sebagai   perempuan. Argumentasi yang dulu digunakan untuk menolak Megawati   Soekarno Putri. Juga dulu digunakan untuk menolak Gubernur Atut.   Padahal, sejarah Indonesia sendiri tidak mengenal diskriminasi dalam   politik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai contoh, ketika pemilih di Amerika Serikat baru   mulai menyuarakan hak pilih terhadap perempuan pada akhir tahun 1960-an,   perempuan Indonesia sudah memilih pada pemilu 1955. Sampai tahun   1970-an dan 1980-an, pemilih perempuan Amerika Serikat masih tetap   berjuang di sejumlah negara bagian. Sekalipun jauh lebih lama merdeka,   Amerika Serikat masih mengalami diskriminasi, bukan hanya terhadap   perempuan, melainkan juga kulit hitam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi, agak aneh   kalau mempersoalkan (lagi) keperempuanan Airin dibandingkan dengan   kandidat laki-laki lain. Kata orang-orang tua di Minangkabau: kalau mau   menyalakan lilin, jangan matikan lilin orang lain. Dr Syahrir almarhum   pernah mengungkap: janganlah mengutuk kegelapan, mulailah menyalakan   lilin. Lilin yang banyak akan membawa terang, asal jangan sampai membawa   kebakaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi saya, Airin adalah sosok lilin yang   menerangi dunia politik yang “gelap” dengan hegemoni kaum laki-laki.   Ketika pemerintahan berjalan, jarang kandidat perempuan yang terpilih   terjebak dalam perilaku-perilaku yang dituduhkan ke politisi. Misalnya:   korupsi. Data-data menyebutkan, jarang sekali politisi perempuan yang   terkena kasus korupsi. Entah bagaimana, kaum politisi perempuan lebih   mampu menjaga diri, ketimbang politisi laki-laki.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keunggulan   politisi perempuan, dibanding laki-laki, mestinya memunculkan semangat   bagi pendukung Airin.  Atau tidak membuat pendukung pasangan yang lain   menggunakan kampanye yang bersifat negatif terhadap kaum perempuan.   Kalau ada yang melakukan itu, saya kira mereka sedang mempraktekkan pola   Malin Kundang dalam politik. Ketika disumpahi ibunya, Malin Kundang   berubah menjadi batu. Malin-Kundang-i politik banyak terjadi akhir-akhir   ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tangsel adalah kota.   Sebagai kota, Tangsel memiliki ciri-ciri sebagai masyarakat urban.   Individualisme begitu kuat, dibandingkan dengan komunalisme atau sistem   kekerabatan. Banyaknya kawasan perumahan memang membawa dampak kepada   semakin eratnya hubungan warga bertetangga. Inisiatif warga menjadi   penting. Begitupula, peranan dari pihak swasta dan masyarakat sipil juga   kuat. Pemerintah, dalam level ini, barangkali lebih banyak menjadi   pelayan kepentingan publik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nah, pelayanan itu menyangkut   fasilitas umum dan fasilitas sosial. Pemeliharaan terhadap ruang publik   (public sphere) menjadi penting. Dalam konteks itu, setiap proses   pengambilan keputusan sepatutnya mendapatkan masukan dari publik. Dialog   lebih penting, ketimbang monolog. Dominasi dan hegemoni adalah petaka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka,   bicara soal urban, jadi agak rumit melihat cara menolak Airin dengan   alasan “Tangsel Pilih Tangsel”. Bukankah penolakan atas Airin juga   karena logika “Airin adalah bagian dari Monarki Banten”? Cara   berkampanye seperti itu jelas akan membawa perspektif kedaerahan yang   kuat atau tribalisme baru di dalam wadah masyarakat kota.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Padahal,   Tangsel berbeda dengan Pandeglang atau Lebak. Tangsel lahir sebagai   sebuah ruang publik yang datang dari beragam suku bangsa di Indonesia.   Kehadiran universitas di Tangsel makin menambah tinggi “maqam” Tangsel,   dibandingkan dengan wilayah saya di Sumatera Barat Dua, misalnya.   Sekalipun Sumbar Dua yang meliputi delapan kabupaten dan kota itu   menghasilkan banyak pahlawan kemerdekaan, sampai sekarang tidak ada   universitas yang dikenal bonafid. Universitas Andalas, misalnya terletak   di Sumbar Satu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi saya, aneh sekali kalau ada   intelektual yang mencoba membawa unsur “kebantenan” dalam kaitannya   dengan pilkada Tangsel. Apalagi kalau sampai melibatkan unsur kampus   dengan alasan “kebantenan” itu. Berbeda dengan intelektual Yogya yang   membawa soal keistimewaan, bagi saya Tangsel tetaplah menjadi satu   daerah yang memiliki ciri-ciri yang sama dengan daerah lain, termasuk   dari sisi hak dan kewajibannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita   sedang menata demokrasi di Indonesia. Apapun yang terjadi di Aceh,   misalnya, akan memberi dampak kepada Papua. Cara kita menghadapi   persoalan di Bali, akan berimbas kepada reaksi masyarakat Bengkulu.   Identitas-identitas kedaerahan atau apa yang dikenal sebagai “politik   identitas”, bukan semakin hilang seiring dengan kebebasan informasi.   Kalaupun ada perbandingan, biasanya orang-orang bertanya: kenapa di sana   berbeda, kenapa di sini tidak?&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka agak menggelisahkan   dan menggelikan apabila cara menolak Airin digunakan di tempat-tempat   lain. Bisa-bisa keindonesiaan akan lenyap. Apalagi, publik tahu bahwa   tokoh-tokoh yang berada di balik itu merupakan figur publik. Status itu   tidak akan lepas, mau di manapun tempatnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya termasuk   orang yang tidak terlalu banyak melibatkan diri dalam pilkada demi   pilkada di Indonesia. Kecuali di Sumatera Barat, di daerah lain jarang.   Perhatian terhadap isu-isu nasional jauh lebih penting dewasa ini,   ketimbang satu demi satu memelototi daerah per daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi,   sekali lagi, soal Tangsel ini unik. Fakta persidangan Mahkamah   Konstitusi juga menunjukkan bahwa yang melakukan money politics adalah   pasangan lain (juga) di luar Airin. Hanya saja, Airin terlanjur disebut   dengan stigma negatif. Bagi saya, hal itu sama sekali tidak adil. Sama   seperti kurang adilnya sikap awal saya yang diam-diam mengharapkan   pertarungan sengit antara Airin melawan lawan-lawannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dulu,   ketika pilkada DKI Jakarta, sebelum ke TPS saya dan istri sepakat  untuk  memilih Fauzi Bowo. Alasan saya: “Fauzi Bowo adalah ‘menantu’  CSIS”.  Waktu itu, saya masih bekerja di CSIS sebagai analis politik dan   perubahan sosial. Nah, di TPS, pilihan saya berubah. Alasannya: kalau   Fauzi Bowo menang mutlak, maka hegemoni akan datang. Harus diberikan   perlawanan. Maka, Adang Dorodjatun menjadi pilihan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pas   keluar dari TPS, saya tanya istri: “Kamu milih siapa?” Eh, istri saya   juga ternyata memilih Adang. Saya menganggap, pilihan saya dan istri   yang berubah di dalam TPS itu sebagai “kesadaran etis” dengan nalar yang   tiba-tiba datang. Itu juga pikiran diam-diam saya atas Airin dan   Tangsel.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kini, saya kira “kesadaran etis” itu kurang tepat   lagi. Kurang bertanggungjawab. Spekulatif. Kalau memang pikiran   objektif menunjukkan bahwa Airin memiliki keunggulan dibandingkan dengan   yang lain, kenapa harus berubah pada detik-detik terakhir. Jangan   sampai keterombang-ambingan kelas menengah justru membuat agenda-agenda   pembangunan Tangsel ke depan justru terbengkalai. Emosi sesaat saja   ternyata tidak cukup untuk kepentingan (politik) jangka menengah dan   panjang... Semoga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jakarta, 14 Januari 2011&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;*) Pernah menjadi warga Kabupaten Tangerang (hehe)&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pamulang, ba'da Subuh&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selasa, 18 Januari 2011&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=488714062342"&gt;Mencoba Memahami Kolumnis Terkenal IJ Piliang Saat "Menulis Airin (3)"&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2011/01/mencoba-memahami-kolumnis-terkenal-ij_3793.html"&gt;cahPamulang: Mencoba Memahami Kolumnis Terkenal IJ Piliang Saat "Menulis Airin (3)"&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-4039638355416160428?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/4039638355416160428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/4039638355416160428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/01/mencoba-memahami-kolumnis-terkenal-ij_6984.html' title='Mencoba Memahami Kolumnis Terkenal IJ Piliang Saat &quot;Menulis Airin (3)&quot;'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-7644717642137551388</id><published>2011-01-19T17:26:00.001+07:00</published><updated>2011-01-20T01:22:19.552+07:00</updated><title type='text'>Mencoba Memahami Kolumnis Terkenal IJ Piliang Saat "Menulis Airin (2)"</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;p&gt;Lanjutan dari : &lt;strong&gt;Mencoba Memahami Kolumnis Terkenal IJ Piliang Saat "Menulis Airi (1)"&lt;/strong&gt; &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=488339117342" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=488339117342&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Menulis Airin (2)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.indrapiliang.com/2011/01/11/menulis-airin-2/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://www.indrapiliang.com/2011/01/11/menulis-airin-2/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Oleh Indra J Piliang*)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artikel   yg saya tulis Desember 2010 lalu “Menulis Airin (1)” ternyata memicu   reaksi. Airin yag saya maksud adalah Airin Rachmi Diany. Menurut   websitenya, Airin lahir tanggal 28 Agustus 1976 di Banjar. Lebih muda   empat tahun dari usia saya yang bulan April tahun ini 38 tahun. Beda   lagi, Airin seorang perempuan. Di dunia politik yang ganas, kehadiran   seorang perempuan adalah anomali.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi tidak untuk Banten.   Gubernur Banten adalah seorang perempuan. Ada hubungan kekeluargaan   dengan Airin, yakni sebagai kakak ipar. Irna Narulita, seorang calon   bupati di Pandeglang, juga seorang perempuan yang merupakan istri bupati   sebelumnya. Sepertinya, Banten tidak terlalu bermasalah dengan kaum   perempuan di politik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nah, hal ini berbeda dengan Sumatera  Barat.  Jarang sekali calon kepala daerah, ataupun wakilnya, dari  kelompok  perempuan. Anomali betul-betul terjadi di daerah yang dikenal  sebagai  salah satu soko guru demokrasi ini. Sekalipun menganut sistem   matrilineal, secara politik dan pemerintahan tetap saja sulit melihat   kehadiran perempuan di dalam pilkada di Sumatera Barat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lho,  kog  Sumbar? Kembali ke Airin, kenapa Ia dipersoalkan? Bagi saya, Ia  terlalu  “dikemas”. Atau memang fotografer yang menemani bukanlah  fotografer  profesional? Waktu pileg 2009, saya selalu ditemani oleh  fotografer  pemula. Mereka menggunakan kamera yang saya beli, sambil  belajar.  Banyak yang baru sekali memegang kamera. Kamera menjadi rusak,  hasil  foto tak bagus juga. Ya, resiko.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya yakin, Airin  tak akan  kesulitan untuk menerima kehadiran sejumlah fotografer  profesional. Dan  itu akan sangat membantu bidikan-bidikan kameranya.  Kehadiran sosok  yang nyata akan lebih terlihat dan memikat, di tengah  masyarakat urban  yang semakin kehilangan humanitasnya. Pengemasan yang  berlebihan justru  menyebabkan Airin hanya sekadar manekin. Kecuali Airin  menempatkan  diri sebagai artis profesional, tidak masalah hanya  memperlihatkan  wajah yang elok di tengah publik. Wajah tanpa keringat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Persoalan   monarki menjadi penting setelah presiden Susilo Bambang Yudhoyono   berbicara soal Yogyakarta. Namun, dibalik itu semua, hampir seluruh   pembicaraan politik dalam pileg dan pilkada menyangkut masalah   kedaerahan. Termasuk Tangsel. Persoalan “monarki Banten” muncul dibalik   upaya menolak Airin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Padahal ada yang salah dengan isu  monarki,  ketika hak kewarganegaraan di Indonesia sudah selesai  diperdebatkan.  Baik ius soli (hak menjadi warga negara karena wilayah,  misalnya karena  lahir di Indonesia) maupun ius sanguinis (hak menjadi  warga negara  karena faktor keturunan, misalnya anak dari ibu dan bapak  Indonesia)  tidak menjadi persoalan di Indonesia. Bukankah Christian  Gonzales tetap  pahlawan timnas Indonesia dalam Piala AFF yang lalu?  Namanya  naturalisasi, bahkan diluar skema ius soli dan ius sanguinis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Indonesia   adalah kebudayaan yang hanyut. Terletak di titik persimpangan yang   penting di planet bumi, Indonesia menjadi tempat mampir dan menetap dari   beragam manusia dan budaya. Bahkan buku Denys Lombard diterjemahkan ke   dalam bahasa Indonesia dengan judul “Nusa Jawa, Silang Budaya” untuk   menunjukkan betapa persoalan Indonesia bukanlah sukuisme sempit. Tak   terkecuali Banten. Tak terkecuali Tangsel.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka,  kompetensi jauh  lebih penting untuk diperhatikan, ketimbang menyoal  faktor-faktor lain  untuk jabatan publik seperti Walikota atau Bupati.  Akan sulit bagi  seorang Barack Obama menjadi presiden Amerika Serikat,  ketika seluruh  subkjektifitas dirinya menjadi pertimbangan. Obama  dipilih justru  karena American Dreams itu lebih  mampu diwujudkan  seorang Obama,  ketimbang lawannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi, ketika  kawan-kawan saya di Tangsel sana  bereaksi bahwa “dosa” Airin adalah  menjadi bagian dari keluarga besar  Gubernur Banten sekarang, saya  menjadi ragu dengan mana yang beras,  mana yang nasi. Ketika  pertimbangan-pertimbangan genetik muncul sebagai  alasan penolakan,  rasionalitas politik justru menjadi hilang.  Cara-cara seperti ini  apabila dipakai di tempat lain, justru akan  sangat membahayakan  demokrasi itu sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kenapa tidak berterus  terang saja  bahwa ada kepentingan ekonomi politik dibalik dukungan  terhadap kandidat  di luar Airin? Saya kira kita sudah sama-sama belajar  dalam banyak  pemilu dan pilkada, betapa transparansi itu jauh lebih  penting untuk  menjaga kepercayaan publik.  Nah, untuk kepentingan itu  kita berdiri  dalam setiap kesempatan berdemokrasi. Kalau digulung lagi  dengan  argumen-argumen diluar itu, kita justru akan berpikir lagi untuk  mencoba  menggunakan “sistem” yang lain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tangsel   jelas membutuhkan kerjasama dengan daerah-daerah lain. Jangankan  dengan  Banten, Tangsel membutuhkan kerjasama dengan Jakarta dan Jawa  Barat.  Sentimen “Anti Banten 1” yang dibangun untuk menolak Airin  jelaslah akan  membuka persoalan bagi siapapun yang terpilih, baik Airin  atau bukan.  Bagaimana bisa Walikota menjalankan begitu saja  tugas-tugasnya, kalau  tak bekerjasama dengan gubernur atau dengan  pemerintah pusat, misalnya?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada  yang mengatakan bahwa artikel  “Menulis Airin (1)” berpihak. Ya, jelas  sekali berpihak. Saya sudah  jelaskan alasan-alasannya, terutama karena  ada sentimen-sentimen yang  kurang layak bagi negara demokrasi sebesar  Indonesia. Dan saya  politisi, jelas memiliki hak untuk berpihak atau  tidak berpihak. Namun,  sedari awal, keberpihakan saya tentu berdasarkan  penalaran.  Argumentasi menjadi hal penting bagi politisi Indonesia,  tidak  terkecuali saya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Marissa Haque saja dalam blognya  mendukung  Andre, kenapa saya tidak mencoba memberikan alasan-alasan  pembanding  bagi kelompok masyarakat sipil yang berpolitik di Tangsel  untuk Airin?  Apalagi saya mendengar bahwa kawan-kawan saya yang pengamat  atau kaum  intelektual itu mengatakan “di luar boleh jadi pengamat, di  Tangsel  tidak”. Itu kalimat yang kabur juga, karena pengamatan para  pengamat  adalah bagian dari sikap politik juga. Di bawah langit tidak  ada yang  benar-benar netral atau bebas nilai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka, mari  berpikir secara  lebih jernih lagi, bahwa saya boleh berpendapat soal  Airin, sebagaimana  para pengkritik “Menulis Airin (1)” juga berpendapat.  Bukankah semakin  banyak warga kampus memasuki kehidupan politik praktis  dewasa ini?  Entah sebagai penasehat, konsultan, maupun panitia  rekrutmen  pejabat-pejabat negara, termasuk pegawai negeri sipil. Politik  jelas  bukan sekadar menjadi politisi saja. Bahkan tidak memilih atau  golput  adalah bagian dari sikap politik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Begitu juga di  Tangsel.  Mempertanyakan posisi saya ketika menulis soal Airin adalah  keliru,  apalagi dikaitkan dengan hubungan pribadi saya dengan  teman-teman yang  mendukung Andre. Sejak di bangku kecil, terutama pas  kuliah saya  diajarkan untuk saling berbeda pendapat, apapun pilihan  masing-masing.  Berpendapat justru lumrah dalam demokrasi. Demokrasi akan  hidup dengan  pendapat demi pendapat, bukan diam demi diam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Feodalisme justru akan membakar demokrasi, ketika perayaan hanya sekadar keheningan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;*) Agar identitas jelas, sebut saja IJP itu sebagai tim sukses Airin tanpa surat penugasan, Puas?&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jakarta, 11-01-2011&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pamulang, ba'da Subuh&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selasa, 18 Januari 2011&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=488710687342"&gt;Mencoba Memahami Kolumnis Terkenal IJ Piliang Saat "Menulis Airin (2)"&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2011/01/mencoba-memahami-kolumnis-terkenal-ij_18.html"&gt;cahPamulang: Mencoba Memahami Kolumnis Terkenal IJ Piliang Saat "Menulis Airin (2)"&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-7644717642137551388?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/7644717642137551388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/7644717642137551388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/01/mencoba-memahami-kolumnis-terkenal-ij_19.html' title='Mencoba Memahami Kolumnis Terkenal IJ Piliang Saat &quot;Menulis Airin (2)&quot;'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-4515072573459255226</id><published>2011-01-19T17:22:00.001+07:00</published><updated>2011-01-20T01:22:03.436+07:00</updated><title type='text'>Mencoba Memahami Kolumnis Terkenal IJ Piliang Saat "Menulis Airin (1)"</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;p&gt;Sampai kini sudah ada 3 (tiga) tulisan beliau tentang Airin :&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.indrapiliang.com/2011/01/10/menulis-airin-1/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://www.indrapiliang.com/2011/01/10/menulis-airin-1/&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://www.indrapiliang.com/2011/01/11/menulis-airin-2/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://www.indrapiliang.com/2011/01/11/menulis-airin-2/&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.indrapiliang.com/2011/01/14/menulis-airin-3/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://www.indrapiliang.com/2011/01/14/menulis-airin-3/&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Setelah saya pahami, kelak akan saya respons untuk melatih penalaran saya&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;"Menulis Airi (1)"&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Oleh : Indra J Piliang, Kolomnis, Politisi &amp;amp; Aktivis &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya   tak kenal Airin. Pengetahuan saya tentangnya terbatas lewat  pemberitaan  media, sejak pilkada Tangerang. Yang saya tahu, Airin  dikenali oleh  banyak petinggi partai politik. Mungkin karena itu Airin  didukung oleh  banyak partai dalam pilkada di Kota Tangerang Selatan.  Pernah saya  melihat seorang petinggi partai memperlihatkan hasil survei  yang tinggi  untuk Airin, sebelum pilkada Kota Tangerang Selatan  digelar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Makanya,  saya tak begitu khawatir bahwa Airin  akan kalah. Secara diam-diam, saya  mengikuti dari jauh pergerakan  kawan-kawan aktivis yang menolak Airin  di twitter. Mereka adalah  tokoh-tokoh yang saya kenal lama, mulai dari  jurnalis, peneliti,  surveyor, profesional, pengamat politik, sampai  kalangan Islam liberal  yang terkenal aktif itu. Diam-diam, saya respek  kepada mereka dan  berharap ada perlawanan keras terhadap Airin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya  juga  ikuti pergerakan petinggi-petinggi partai. Sebagai “gerilyawan   politik”, saya tahu bahwa kehadiran elite politik di panggung kampanye   tak signifikan dampaknya. Bahkan, kehadiran elite politik bisa jadi akan   memberi beban kepada panitia atau tim lokal. Bukannya melayani   kepentingan konstituen dalam panggung-panggung kampanye, malahan tim   pilkada lokal sibuk menyambut “tokoh-tokoh Jakarta” itu. Sirine dan   Satgas akan menjauhkan massa dari para elite itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nah,   ketika hasil pilkada Tangerang Selatan diumumkan, saya terkejut. Airin   hampir kalah dari Andre (vokalis Stinky  &amp;amp; pemain Opera Van Java). A   vs A. Saya tak menghitung Arsyid, karena memang bukan sosok yang   dikenali publik secara luas. Bagaimanapun, pilkada Kota Tangsel adalah   satu dari sedikit “pilkada nasional” yang disoroti publik. Pilkada   menjadi nasional tatkala disoroti lebih luas oleh pers nasional. Waktu   saya mendukung sejumlah kandidat dalam pilkada di Sumbar, jarang ada   perhatian media massa nasional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Airin   hanya menang sekitar 1000 suara dari Andre. Sejak demokrasi liberal   diperkenalkan, sejumlah kepala daerah muncul dari kalangan artis. Andre   adalah generasi ke sekian yang mencoba peruntungan. Sebelumnya yang   berhasil adalah Dede Yusuf di Jawa Barat dan Rano Karno di Banten. Artis   yang penuh improvisasi akan menghadapi regulasi dan birokrasi yang   lebih ketat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi, banyak juga yang gagal. Marissa Haque   -- yang di-blognya ternyata pendukung Andre--, memberikan perlawanan   hebat sebagai calon wakil gubernur Banten. Dan sejumlah yang lain. Dalam   pemilu lalu, misalnya, Jeremy Thomas tidak berhasil sampai di Senayan,   begitu juga Adrian Maulana. Mereka populer, tetapi terjun langsung di   lapangan politik jelas melebihi dari hanya sekadar popularitas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya   saja yang (mantan) pengamat politik “nasional” ternyata masih ayam   sayur di kalangan politisi lokal. Gaya kampung masuk kampung demi   kampung bagi mereka adalah kampungan. Mereka lebih bergaya, sehingga   tampil sebagai caleg DPR RI dengan naik ojek bagi mereka adalah   keanehan. Kata mereka, seorang caleg DPR RI haruslah parlente, menaiki   mobil mahal dan dikawal oleh sosok-sosok yang rapi. Bukan seperti tim   yang saya bentuk yang sebagian besar tidak tamat sekolah dasar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Politik   adalah persepsi. Dari sisi ini, Airin tidaklah kalah dari Andre. Airin   juga artis dari sisi kegiatan sosialnya, yakni menjadi aktivis   lingkungan dan kesehatan. Hanya saja, terlihat lebih struktural, dalam   arti memasuki organisasi-organisasi sosial kemasyarakatan. Tipe   organisatoris ini tentu lebih kaku dalam berhadapan dengan masyarakat,   sekalipun lebih mengerti persoalan-persoalan yang sebenarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika   Airin hanya menang sekitar 1000 suara itu, saya menduga telah terjadi   situasi ketergantungan Airin dan Tim kepada organisasi struktural   pendukung, ketimbang langsung berhubungan dengan masyarakat. Saya sempat   melintasi Tangerang Selatan untuk keperluan keluarga. Begitu banyak   baliho Airin dan bahkan siarannya di radio-radio lokal justru menjadikan   Airin over-pencitraan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lalu, muncul   satu persoalan lagi, ketika Mahkamah Konstitusi yang sedang dirundung   masalah membatalkan hasil pilkada Kota Tangerang Selatan. Pilkada harus   diulang. Yang menjadi persoalan, sejumlah pertimbangan hakim menyangkut   persoalan yang sama sekali tidak terkait kandidat, melainkan   keterlibatan birokrasi dalam memenangkan pasangan calon. Airin disebut   dalam amar putusan, namun Airin dan pasangannya tidak didiskualifikasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Airin   jelas bukan pejabat negara. Kalau ada kesalahan dari pihak lain yang   memberikan dukungan kepadanya, apakah Airin layak dihukum? Saya menjadi   tergerak hati untuk melibatkan diri dalam persoalan ini. Bagi saya,   kejadian seperti ini tidak boleh lagi terulang. Keadilan bukanlah   terletak dari seberapa banyak kebencian diberikan kepada orang yang   memiliki kelebihan, tetapi seberapa objektifkan hukum bekerja tanpa ada   prasanka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya mulai bertanya kepada sejumlah orang,   terutama dari pihak pendukung Andre. Rata-rata mereka mengatakan tidak   melihat kepada kualitas Andre, melainkan Airin datang dari keluarga   “kerajaan” atau “dinasti” Banten. Keluarga dalam arti menjadi menantu.   Ironis, menjadi menantu sebuah keluarga kini juga menjadi masalah di   negeri ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ndra, Andre itu dapat durian runtuh saja.   Kualitasnya tidak lebih baik dari Airin”, begitu kata dari seorang   aktivis yang saya temui. Kawan baik saya yang sederhana ini terkenal   kritis. Bahkan beberapa kali saya berdemonstrasi dengannya, bahkan tahun   2010 ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya, Airin memang mendapatkan perlawanan   bukan karena kualitas pribadinya, tetapi lebih kepada perlawanan atas   status sosialnya. Dan hal seperti ini terus dieksploitasi oleh   lawan-lawan politiknya. Saya mulai menyadari bahwa bukan intelektualitas   yang dikedepankan oleh kelompok yang merasa kelas intelektual itu,   tetapi malahan sentimen-sentimen baru yang negatif hanya karena status   sosial. Kenapa status sosial begitu mengganggu, di negara yang sedang   merayakan demokrasi ini?&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ah, saya merasa pernah seperti   itu. Andai saya tak terjun ke politik praktis, barangkali saya akan   tetap memakai kacamata kuda dan berkotbah di atas gunung tinggi. Dan   karena itu saya menulis Airin. Bagi saya, kualifikasi seorang Airin   tidak harus dirata-ratakan dengan kelompok lain. Kalau Airin lebih   unggul dari Andre, memang kenapa? Kenapa tidak diadu saja, termasuk   dalam akting di Opera Van Java, misalnya?&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jakarta, Desember 2010&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pamulang, jelang Ashar&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Senin, 17 Januari 2011&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=488339117342"&gt;Mencoba Memahami Kolumnis Terkenal IJ Piliang Saat "Menulis Airin (1)"&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2011/01/mencoba-memahami-kolumnis-terkenal-ij.html"&gt;cahPamulang: Mencoba Memahami Kolumnis Terkenal IJ Piliang Saat "Menulis Airin (1)"&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-4515072573459255226?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/4515072573459255226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/4515072573459255226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/01/mencoba-memahami-kolumnis-terkenal-ij.html' title='Mencoba Memahami Kolumnis Terkenal IJ Piliang Saat &quot;Menulis Airin (1)&quot;'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-8704857739011545982</id><published>2011-01-19T17:19:00.001+07:00</published><updated>2011-01-20T01:21:39.648+07:00</updated><title type='text'>Benarkah Aru Wijayanto (AW) Menutup Akun FB-nya Karena Terprovokasi cahPamulang? Bukan Karena Merasa Terintimidasi? (4)</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;p&gt;Melanjutkan tulisan berkait berikut :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Benarkah Aru Wijayanto (AW) Menutup Akun FB-nya Karena Terprovokasi cahPamulang? Bukan Karena Merasa Terintimidasi? (1) (2) (3)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=487824347342" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=487824347342&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=488294387342" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=488294387342&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=488330222342" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=488330222342&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akhirnya setelah tak berpengharapan menemukan enaknya tulisan sdr Aru Wijayanto yang berjudul &lt;strong&gt;"Menulis Andre Taulany"&lt;/strong&gt;,   ternyata tak disangka tak diduga, ada yang beri saya copy tulisan   tersebut. Kata orang kalau rejeki sudah digariskan tak bakal luput dari   yang bakal pegang. Terimakasih ya, karena bagian dari misiing link   tersebut kini sudah tidak missing lagi, sehingga rekaman Sejarah   Lahirnya Negeri Tangsel dalam catatan saya dapat terlengkapi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berikut tulisan yang saya maksud, tidak dilebihi tidak dikurangi, bagi saya gaya tuturnya gitu banget, gitu loh,, &lt;em&gt;(hehe bocah gaul mode on entah nulisnya bener nggak nih)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Menulis Andre Taulany &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya   tak kenal Andre Taulany secara pribadi. Yang saya tahu, Andre—kandidat   wakil walikota Tangerang Selatan yang berpasangan dengan Arsid—adalah   seorang musisi yang belakangan menjadi komedian. Saya menulis ini  karena  banyak pihak—terutama lawan politik—sering menghantam Andre  sebagai  sosok artis yang hanya ikut-ikutan terjun dalam dunia politik  tanpa  didukung “kompetensi”. Boleh saja berpendapat demikian, meski  pada  akhirnya kita—yang mendukung maupun yang tidak  mendukung--terheran-heran  dengan hasil pilkada pada 13 November silam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi  saya,  hasil perolehan suara Arsid-Andre—terlepas dari  persoalan-persoalan yang  ada pada saat itu--seakan-akan memberi  gambaran bahwa sebenarnya warga  Tangerang Selatan sedang berteriak:  “Birrul, biddam, li ajlik ya Andre…”  (darah kami, jiwa kami, untukmu ya  Andre…). Berlebihan? Boleh saja  menganggap begitu, meski, Insya Allah  sih tidak—walau bukan dalam  pemahaman “darah” secara harfiah. Kita  tahu, sebagai selebriti, Andre  tak dipenuhi dengan gosip murahan,  seperti perselingkuhan maupun hal  buruk lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebab  itu bagi saya, ibarat kendaraan,  Andre adalah jenis sepur: jalannya  jelas, tidak plintat-plintut, dan  tidak bisa menyalip di tikungan atau  langsir dadakan. Agaknya sikap itu  dulu yang perlu diletakkan di depan  bila kita mau bicara “kompetensi”,  di samping pada akhirnya  kita semua  bisa belajar. Toh, demokrasi  dibutuhkan bukan karena dari sistem itu  lahir bermacam-macam kejeniusan,  melainkan karena ia adalah proses  belajar bersama yang tak  habis-habisnya: sebuah pemahaman yang bermula  dari kesadaran bahwa tiap  manusia punya kekurangan. Toh, dalam debat  kandidat di Metro TV Oktober  2010 telah terbukti, kita tahu: mana  kandidat yang bodoh, dan mana yang  takut berdebat. Jelas, itu bukan  Andre, atau Arsid.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski  demikian, bolehlah kita  melihat sedikit pengalaman Ali Sadikin, bekas  Gubernur DKI Jakarta.  Bang Ali diangkat menjadi gubernur tak lama  sebelum Presiden Soekarno  dijatuhkan, ketika Jakarta dihuni lima juta  manusia yang begitu  beraneka-macam dan berantakan. Tapi, ia harus mampu  membenahi. Pada  masa-masa itu, puluhan bus kota menggunakan jalan di  sekitar Lapangan  Banteng sebagai tempat mangkal dengan calo menguasai  lalu lintas  penumpang. Kekacauan terjadi saban hari. Pada suatu waktu,  Ali Sadikin  datang mendadak. Ia menegur. Ketika ia menghadapi seorang  calo yang  rupanya menjengkelkannya, ia pun mengayunkan tinju. Orang itu   terjerembap.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi ada satu hal yang membuat Ali Sadikin   tak dibenci: ia tak segan meminta maaf kepada siapa pun. Sebagai   manusia, ia bisa melihat kelemahannya sendiri dan kelemahan orang lain.   Ali Sadikin paham benar, orang yang cari nafkah dengan kasar dan kacau   itu bukan oknum yang sungguh-sungguh bersalah. Ia (hanya) perlu lebih   sabar. Sebab yang bersalah adalah kemiskinan. Maka ia pun mencari   solusi: dibangunlah sebuah stasiun bus yang bagus dan rapi di Lapangan   Banteng. Para bekas calo diberi pekerjaan. Kekacauan lenyap.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di   sinilah, Bang Ali terlihat begitu berkuasa, punya rasa percaya diri   tinggi, tak gentar mendengar kritik, tapi ia juga bersedia meminta maaf   dan mengoreksi kesalahannya sendiri. Ia pada akhirnya “belajar”   menyadari bahwa mengurus kota tak sama dengan mengurus barak KKO, maka   cepat atau lambat,  ia harus berhenti dari kebiasaannya membentak dan   menggebrak meja. Saya rasa di sinilah letak perbedaannya ketika sebuah   kota memiliki seorang “pemimpin” atau seorang “pejabat”. Seorang   pemimpin harus siap dan siap untuk belajar dari kekurangannya—bahkan   untuk manusia “sekelas Bang Ali”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Toh, jauh-jauh hari Kant   pernah menulis, “Dua hal yang memenuhi pikiranku dengan rasa takjub  dan  terkesima: angkasa yang penuh bintang di atas sana dan hukum moral  nun  dalam diri manusia”. Filsuf Jerman yang dimakamkan di Kota  Kaliningrad  itu memperlihatkan keterbatasan manusia tapi juga  kelebihannya. Manusia  begitu terbatas, begitu tak mampu untuk  mengetahui semuanya dan bisa  keliru, namun dalam posisi itu, kita toh  dapat, bila kita mau,  menciptakan sesuatu yang baik bagi sesama. Di  sinilah kekuatan manusia:  kita percaya bahwa kebaikan bisa menular  sehingga transformasi personal  akan diikuti dengan transformasi sosial.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka  sangat masuk  akal—meski tetap menakjubkan--bila perolehan suara  Arsid-Andre nyaris  menyamai suara Airin-Benyamin. Sebuah perolehan  suara yang membungkam  kepongahan kekuasaan dan partai-partai besar;  membongkar kenyataan  bahwa  sesungguhnya telah terjadi realitas  disconnect electoral antara  “wakil” dengan yang “terwakili”—hingga  kebijakan partai tidak berbanding  lurus dengan keinginan konstituen.  Mestinya kita sadar, bila  “perjuangan politik” tak berangkat dari nilai  kebenaran dan keadilan  yang berlaku bagi siapa saja, maka bagaimana ia  bisa menggugah orang  banyak, mengajak, untuk mendukungnya?.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya  rasa, yang  menarik di situ adalah situasi bahwa sesungguhnya partai  (besar) tak  tahu banyak tentang perjalanan hidupnya sendiri.  Berkobar-kobar saat  kampanye, juga berbicara atas nama rakyat, pada  akhirnya harus  menghadapi situasi yang terasa “sia-sia”: kenya­taan  bahwa (sebenarnya)  rakyat tak mendengarkan hiruk-pikuk itu. Politisi  berkendaraan besar itu  tak sadar, dalam keadaan tertindas, orang tak  hanyut dalam diam. Ia  akan bergerak,  meletakkan diri sebagai subyek:  bertindak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Inilah  yang terjadi. Andre, juga Arsid, dengan  gayanya yang santai, rileks,  ternyata lebih mampu menyapa dan menyatu  dengan masyarakat. Keduanya  bukan tipe pemimpin yang ketika bepergian  dikawal tiga atau empat mobil  lain: bukan tipe juragan. Saya rasa,  Andre tahu benar, karena tak  seorang pun ingin ketakutan, dan tak  seorang pun boleh dibiarkan  ketakutan, maka ia harus ikut mencalonkan  diri menjadi salah satu  kandidat. Toh, kebangkitan mereka yang  teraniaya untuk mencapai keadilan  dan kebebasan pada akhirnya hanya  berarti ketika keadilan dan kebebasan  itu ditujukan buat siapa saja.  Sejarah bergerak karena  sebanyak-banyaknya orang ikut bergerak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi  saya, Arsid  maupun Andre, telah melakukannya begitu baik dalam pilkada  Tangerang  Selatan. Keduanya berhasil menjadi ikon perlawanan terhadap  “kekuasaan  yang serakah”. (*)&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aru Wijayanto&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tangerang Selatan, 15 Januari 2011&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah mempertimbangkan saran teman untuk menulis tentang Arsid-Andre.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang   bisa menikmati tulisan tersebut silahkan terlena, yang belum bisa,   nanti saya bantu jelasin secepatnya, tentunya versi saya bukan versi IJ   Piliang lah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;:)&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pamulang,.. dini hari&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;(mata sudah sepet buanget, tapi kalau nggak diselesaikan malah nggeser urusan lain, ya sudahlah lanjut sebentar)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rabu, 19 Januari 2011&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;PS   : buat yang sudah mau berbagi denganku ya dina ini, saya hanya bisa   mem-pastekan cuplikan sajak Alm. WS Rendra "Sebatang Lisong"&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;inilah sajakku&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;pamplet masa darurat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;apakah artinya kesenian&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;bila terpisah dari derita lingkungan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;apakah artinya berpikir&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; bila terpisah dari masalah kehidupan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Asyik ya :))&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=488994287342"&gt;Benarkah Aru Wijayanto (AW) Menutup Akun FB-nya Karena Terprovokasi cahPamulang? Bukan Karena Merasa Terintimidasi? (4)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2011/01/benarkah-aru-wijayanto-aw-menutup-akun_19.html"&gt;cahPamulang: Benarkah Aru Wijayanto (AW) Menutup Akun FB-nya Karena Terprovokasi cahPamulang? Bukan Karena Merasa Terintimidasi? (4)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-8704857739011545982?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/8704857739011545982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/8704857739011545982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/01/benarkah-aru-wijayanto-aw-menutup-akun_4247.html' title='Benarkah Aru Wijayanto (AW) Menutup Akun FB-nya Karena Terprovokasi cahPamulang? Bukan Karena Merasa Terintimidasi? (4)'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-9026395409673743151</id><published>2011-01-19T16:55:00.001+07:00</published><updated>2011-01-20T01:21:21.416+07:00</updated><title type='text'>Benarkah Aru Wijayanto (AW) Menutup Akun FB-nya Karena Terprovokasi cahPamulang? Bukan Karena Merasa Terintimidasi? (3)</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;p&gt;Lanjutan tuisan sebelumnya : &lt;strong&gt;Benarkah Aru Wijayanto (AW) Menutup Akun FB-nya Karena Terprovokasi  cahPamulang? Bukan Karena Merasa Terintimidasi? (1) dan (2)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=487824347342" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=487824347342&lt;/a&gt; (1)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=488294387342" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=488294387342&lt;/a&gt; (2)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Berikut saya post tulisan sdr Aru Wijanto yang dipermasalahkan oleh pak Bayu Saylendra :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;(IKUT) MENULIS AIRIN&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;ADA   YANG HIDUP DENGAN "PLEONOXIA" : PENYAKIT JIWA YANG DIDERA KEINGINAN   (BERKUASA) YANG TAK PERNAH CUKUP; LAGI, LAGI, LEBIH, DAN LEBIH.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya   tak kenal Airin (Rachmi Diany). Maka, satu hal yang hingga ini sulit   kita jawab dari keberadaan Airin adalah: andai Airin bukan menantu “Sang   Gubernur Jenderal Banten” Tubagus Chasan Sochib, apakah ia—setelah   kalah dalam pilkada Kabupaten Tangerang—masihkah punya cukup “kekuatan”   (anggaran dan jaringan) untuk berlaga dalam pilkada Kota Tangerang   Selatan, yang kenyataannya juga harus diulang? Atau jangan-jangan ia   sama sekali tak pernah berurusan dengan publik (politik)? Wallahu’alam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang   kita tahu, dalam hidup ini memang ada manusia-manusia yang   peruntungannya di dunia cukup baik. Airin hanyalah salah   satunya—terlepas ia juga memiliki “kapasitas” tersendiri, yang bisa   mendukung atau melemahkan. Toh, Airin tak memiliki nama belakang Bhutto.   Keluarga Bhutto adalah tragedi Pakistan; tragedi demokrasi. Riwayat   hidupnya telah menjadi bagian dari sejarah kekerasan politik, sejarah   kegagalan dalam mengelola konflik, sejarah kekecewaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Diawali   pada pagi hari 4 April 1979, tak jauh dari taman lokasi tewasnya   Benazir Bhutto, di penjara Rawalpindi, Zulfikar Ali Bhutto--ayah   Benazir--bekas presiden dan perdana menteri, digantung mati oleh   pemerintahan militer Jenderal Zia ul-Haq. Zulfikar Ali dituduh telah   membunuh seorang lawan politiknya. Tahun 1985, Shanawaz, si putra   bungsu, ditemukan mati di Riviera Prancis dalam umur 28. Keluarganya   mengatakan ia diracun. Di tahun 1996, adik Benazir yang juga jadi musuh   politiknya, Murtaza, mati dalam tembak menembak dengan polisi Pakistan.   Airin tak mengenal situasi demikian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di sini, politik   “lebih santun” karena banyak politisi menghormati “garis turunan”—bahkan   ketika akan berurusan dengan publik. Di sini, politik tak ubahnya   sebuah melodrama. Seperti sinetron yang silih berganti kita saksikan di   televisi, lakonnya ya itu-itu saja. Politik sebagai melodrama bisa juga   bicara tentang ”moral” meski pada saat yang sama, ia juga (sangat) tak   meyakinkan. Sebab melodrama adalah konflik manusia dengan manusia  lain,  bergantung pada permusuhan dengan sesuatu yang di luar sana—si  jahat  atau si bakhil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mungkin sebab itu Daoed Joesoef  mengatakan  (2005), “Demokrasi, di mana pun, menderita suatu penyakit.  Penyakit ini  semakin parah dengan semakin banyaknya jumlah orang yang  tidak terdidik  di kalangan penduduk dari negara yang menerapkannya  sebagai sistem  politik hingga membuatnya sangat semu dan simbolis  belaka”. Saya yakin,  Airin menyadari hal itu ketika ia (telah) terlibat  dalam politik yang  terbentuk sebagai kalkulasi manusia dalam kefanaan  dengan anasir  utamanya mencapai—juga “mempertahankan”—kekuasaan, hingga  tak ada lagi  pengertian “baik” atau “buruk”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebab itu  terlihat,  negara, yang bekerja untuk kepentingan umum, tak berdaya  menghadapi  kekuasaan yang tamak, yang tak mengacuhkan res publica. Yang  terjadi  adalah cepatnya gerak kekuasaan pada zaman ini seiring sejalan  dengan  cepatnya alur kekayaan dari tempat tertentu ke tempat yang  itu-itu  saja—hingga terjadilah akselerasi hasrat yang tak pernah  terhenti.  Kepuasan akan satu kekuasaan dengan segera terhapus oleh  hasrat  kekuasaan baru. Terus-menerus seperti itu. Ada yang patologis  dalam  gejala itu—meminjam istilah Goenawan Mohammad--kita hidup dengan   ”pleonoxia”, penyakit jiwa yang didera keinginan segera mendapatkan   lagi, lagi, lebih, dan lebih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan, maaf, saya merasa   inilah yang sedang terjadi di Banten: ada yang hidup dengan “pleonoxia”.   Maka Airin (pasti) menyadari bahwa politik, di dalamnya ada   “jual-beli”, lengkap dengan konsekuensi bahwa apa dan siapa seketika   bisa jadi pembelot. Bahkan, “kebersamaan”—yang dikemas dalam berbagai   format atau koalisi—pun bisa berubah-ubah, mengingat ”kita” adalah   pertautan antara ”aku atau kami” dengan ”engkau atau kalian” dalam   multiplisitas yang tak terhingga. ”Aku” dan ”engkau” hanya seakan-akan   “tunggal” pada waktu ke waktu, tapi sebenarnya tak pernah utuh dan   selesai dimaknai. Pada kenyataannya, ”kita” (memang) sulit untuk   sepenuhnya terwakili dalam identitas apa pun. Inilah mengapa banyak   orang menyebut politik terlalu penuh dengan warna abu-abu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ini   mengingatkan saya atas pernyataan Clinton tentang Shakespeare yang   disampaikan kepada Stephen Greenblatt yang kemudian menuliskannya dalam   The New York Review of Books, 12 April 2007. Menurut Clinton, karya   Shakespeare adalah kisah tentang seseorang dengan ambisi yang amat besar   dengan ”obyeknya secara ethis tak memadai”. Artinya, bukan sosok   Macbeth—karena membunuh raja dan pengawalnya--yang ”secara ethis tak   memadai”, melainkan sasarannya: “kekuasaan” yang ingin direbut Macbeth.   Dalam lakon ini, kekuasaan bukan saja tampak tak sah, tapi juga tak ada   tujuannya. Atau lebih tepat: kekuasaan dipertahankan demi  menyembunyikan  sifatnya yang tak sah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya merasa, yang  mesti  dikembangkan adalah rasa kecintaan kita kepada Tangerang Selatan,  tapi  bukan kecintaan yang pongah. Kita mencintai Tangerang Selatan  justru  karena kota ini belum selesai, belum apa-apa. Kita tak bisa  melepaskan  diri dari ikatan kita kepadanya; kita tak bisa melupakannya;  kita  terkadang bangga terkadang risau oleh karenanya. Sebab Tangerang  Selatan  bukan hanya sebuah tempat tinggal, bukan sekadar “rumah kita  bersama”.  Tangerang Selatan adalah sebuah amanat. Ada daftar nama orang  yang sudah  berkorban untuk waktu, tenaga, materi, dan pikiran, yang  membuat daerah  ini lahir. Mereka itu yang sesungguhnya benar-benar  memiliki kota yang  sempit ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka jangan mencoba  melupakan: ketika ribuan  persoalan hanya dianggap statistik, ketika  lupa menghapusnya sebagai  tragedi, ketika kebuasan tak diingat sebagai  akibat kesalahan fatal  mereka sendiri. Lupa, seperti ingat, adalah soal  bagaimana memilih mana  yang disimpan dan mana yang dibuang. Yang  disimpan dan yang terhapus  akan saling susup-menyusupi: ”Seperti  orang-orang yang melawan, juga  aku—kucoba sekuat tenaga melawan. Karena  sikap acuh tak acuh yang  mungkin aku ambil kelak, merupakan bentuk  persekongkolan dengan  kehancuran yang akan dihadapkan kepada orang lain  di kota ini.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya tak kenal Airin, dan, saya juga tak berharap (saya) layak dimaafkan. (*)&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aru Wijayanto&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tangerang Selatan, 15 Januari 2011,&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah “sesak nafas” membaca dua tulisan lain tentang Airin.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tulisan sdr Aru Wijayanto tersebut merupakan respons terhadap tulisan IJ Piliang berjudul : Menulis Airin (1) dan (2)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.indrapiliang.com/2011/01/10/menulis-airin-1/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://www.indrapiliang.com/2011/01/10/menulis-airin-1/&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.indrapiliang.com/2011/01/11/menulis-airin-2/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://www.indrapiliang.com/2011/01/11/menulis-airin-2/&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selanjutnya saya akan mencari postingan kedua sdr AW yang berjudlu &lt;strong&gt;"Menulis Andre Taulany"&lt;/strong&gt; yang diposting dialamat ini &lt;a href="http://www.facebook.com/notes/aru-wijayanto/menulis-andre-taulany/190958450915780" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/notes/aru-wijayanto/menulis-andre-taulany/190958450915780&lt;/a&gt; sebelum akun AW lenyap dari peredaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekiranya   ada yang dapat mengontak Aru Wijayanto secara offline, barangkali saya   bisa mendapatkan copy tulisan tersebut untuk saya arsip.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pamulang, ba'da Dhuhur&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Senin, 17 Januari 2011&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=488330222342"&gt;Benarkah Aru Wijayanto (AW) Menutup Akun FB-nya Karena Terprovokasi cahPamulang? Bukan Karena Merasa Terintimidasi? (3)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2011/01/benarkah-aru-wijayanto-aw-menutup-akun_1086.html"&gt;cahPamulang: Benarkah Aru Wijayanto (AW) Menutup Akun FB-nya Karena Terprovokasi cahPamulang? Bukan Karena Merasa Terintimidasi? (3)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-9026395409673743151?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/9026395409673743151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/9026395409673743151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/01/benarkah-aru-wijayanto-aw-menutup-akun_4616.html' title='Benarkah Aru Wijayanto (AW) Menutup Akun FB-nya Karena Terprovokasi cahPamulang? Bukan Karena Merasa Terintimidasi? (3)'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-2934878537822888419</id><published>2011-01-19T16:51:00.001+07:00</published><updated>2011-01-20T01:20:44.353+07:00</updated><title type='text'>Benarkah Aru Wijayanto (AW) Menutup Akun FB-nya Karena Terprovokasi cahPamulang? Bukan Karena Merasa Terintimidasi? (2)</title><content type='html'>&lt;p&gt;Lanjutan dari :&lt;strong&gt; Benarkah Aru Wijayanto (AW) Menutup Akun FB-nya Karena Terprovokasi cahPamulang? Bukan Karena Merasa Terintimidasi? (1)&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=487824347342" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=487824347342&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tulisan ini respon pak Bayu Saylendra terhadap pertanyaan saya di poin 7 tuisan diatas :&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;7. Cah Pamulang @BS,...&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kalau    ada  rekaman reply  saya ke artikel AW, tolong juga pastekan kemari,   atau  ke  notes yang  akan saya buat. Saya nggak sempat bikin recordnya    semalam.  dan atau ada  rekaman PM pak Bayu ke AW, saya juga ingin  bisa   dipaste  kemari.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ditunggu pak&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terima kasih pak Bayu Saylendra sudah berkenan membeberkan isi dialog tersebut kesaya&lt;em&gt; (&lt;a href="http://www.facebook.com/BAYUSAYLENDRA" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/BAYUSAYLENDRA&lt;/a&gt;)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Berikut data PM antara sdr Aru Wijayanto dengan pak bayu Saylendra&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;1. Aru Wijayanto&lt;/strong&gt; (Yesterday at 12:58 am )&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pak   Bayu , saya mau tanya , apa maksud bapak memasang foto saya dalam   postingan di wall Pak Bayu ?.. . mohon penjelasannya, atau tolong   hilangkan foto saya tresebut. Terima kasih .&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;2. Bayu S&lt;/strong&gt; ( Yesterday at 1 :18 am )&lt;/p&gt;&lt;p&gt;saya   juga mau maksud tulisan Bung Aru Wijayanto yang saya hormati yang   dimaksud dibawah ini.. .? dan untuk postingan saya Bung Aru gak usah   khawatir akan hilang dengan sendirinya jika Bung Aru Wijayanto yang   selama ini saya hormati menarik juga postingannya seperti yang dibawah   ini. bagaimana ?&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;ADA YANG HIDUP DENGAN "PLEONOXIA " : PENYAKIT JIWA YANG DIDERA KEINGINAN (BERKUASA ) YANG TAK PERNAH&lt;/p&gt;&lt;p&gt;CUKUP ; LAGI , LAGI , LEBIH , DAN LEBIH.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya   tak kenal Airin (Rachmi Diany) Maka , satu hal yang hingga ini sulit   kita jawab dari keberadaan Airin adalah: andai Airin bukan menantu “   Sang Gubernur JenderalBanten ” Tubagus Chasan Sochib , apakah ia   —setelah kalah dalam pilkada Kabupaten Tangerang — masihkah punya cukup   “kekuatan ” (anggaran dan jaringan ) untuk berlaga dalam pilkada Kota   Tangerang Selatan , yang kenyataannya juga harus diulang? Atau jangan-   jangan ia sama sekali tak pernah berurusan dengan publik ( politik)?   Wallahu ’alam .&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;3. Aru Wijayanto&lt;/strong&gt; (Yesterday at 1 :30am )&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pak   Bayu , selama ini sy menghormati Bapak dan tidak pernah menyerang  bapak  secara pribadi . Lagipula , bapak sudah cukup berumur , tentunya  bisa  lebih mengedepankan hati saat bertindak. Mengenai perbedaan  pandangan  tulisan saya , itu bisa diselesaikan dengan perdebatan yg  sehat . Bila  bapak tidak suka dengan tulisan saya, itu karena bapak  mendukung Airin.  Apakah Airin ikut politik sebelum menjadi adik ipar  gubernur Banten ?  Saya rasa tidak , tapi, bila saya keliru , tolong  dikoreksi . Tapi ,  jangan menyerang saya secara pribadi . Toh, saya  juga tidak suka artikel  Indra J Piliang , tapi apa perlu saya  menghakimi sosok Indra atau Pak  Bayu ?. Atau saya lantas menudh Indra  mendapat "pesanan " artikel? Kan,  tidak. Terima kasih Pak Bayu sudah  mau komunikasi dengan saya di inbox  ini, semoga Bapak bisa menyadari  kekeliruan tentang pemasangan foto saya  . Sekadar informasi, sy tidak  aktif di politik. Sy lebih banyak di soal  konsumen, dan mengurus  Majalah Consumers . Terima kasih .&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;4. Bayu &lt;/strong&gt;( Yesterday at 1 :37 am )&lt;/p&gt;&lt;p&gt;saya   tidak pandai mengutarakan pikiran , tapi menurut hemat saya sebaiknya   Bung Aru dan Saya sama 2 menarik postingan masing 2 bagaimana ?&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;5. Aru Wijayanto&lt;/strong&gt; (Yesterday at 1 :45am )&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pak   Bayu , coba bapak renungkan sebentar . Postingan saya tidak merugikan   Bapak secara pribadi , tapi, postingan Pak Bayu merugikan saya secara   pribadi . Jadi, posisinya tidak seimbang untuk melakukan "barter ". Saya   percaya, dalam hati kecil bapak juga tahu hal itu . Sebagai orang  seni,  bapak pastipaham bahwa ada hal -hal yang mesti diselesaikan  dengan  hati, bukan emosional semata . Makasih , Pak .&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;6. Bayu Saylendra (&lt;/strong&gt; Yesterday at 1 :53 am )&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bung   Aru Wijayayanto untuk tulisan Bung Aru selama ini saya bisa menerima ,   tapi untuk penhinanan Bung Aru pada sahabat saya Airin membuat  lukahati  saya , selain sahabat, Airin juga seorang Muslim seperti saya  dan Bung  Aru dan saya tahu sekali siapa Airin , dia seorang yang taat  dan tidak  seperti yang bung Aru pikirkan dan saya wajib&lt;/p&gt;&lt;p&gt;membelanya walaupun leher saya taruhannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;7. Aru Wijayanto &lt;/strong&gt;(Yesterday at 2 :01am )&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya   juga menghormati nilai2 pertemanan , dan sy salut bila Pak Bayu masih   memiliki hal itu di tengah krisis kepercayaan saat ini. Maaf , bila   tulisan sy menyinggung perasaan Pak Bayu , karena sy tidak pernah   bermaksud menghina siapa pun dalam tulisan itu . Itu hanyalah pandangan   subyektif saya tentang sosok Airin, dan andai keliru , tolong dikoreksi  .  Dan saya akan menerima tiap koreksi dgn senang hati, karena sy  melihat  dalam koreksi, selalu ada itikad baik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;8. Bayu Saylendra&lt;/strong&gt; ( Yesterday at 2 :17 am )&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mohon maaf , kalo saya katakanbung Aru banyak keliru tentang Airin mungkin karna bung Aru terlalu terobsesi dengan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keluarganya   dan banten , pertama Airin tidak haus kekuasaan saya lebih suka   menyebutnya semangat untuk mengabdi pada masyarakat dan Airin termasuk   orang yang peduli , kedua untuk hal 2 yang prinsip Airin mempunyai   pendirian sendiri dan tidak kendalikan oleh keluarganya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;9. Aru Wijayanto&lt;/strong&gt; (Yesterday at 2 :29am )&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ya,   bisa jadi sy keliru tentang sosok individu Airin . Makanya sy   tulis,"pleonoxia " di Banten , tidak untuk Airin secara pribadi . Dan sy   tidak pernah menyebut dalam tulisan itu bahwa Airin haus kekuasaan.   Ketidaktahuan sy tentang Airin&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mungkin disebabkan lemahnya tim   Airin dlm mensosialisasikan "karakter yg sesungguhnya " hingga saya-   -dan banyak orang lainnya --berpikir Airin cenderung " dikuasai"   keluarga. Suka atau tidak suka, itulah yang terbentuk: dimana&lt;/p&gt;&lt;p&gt;orang tidak tahu karakter Airin yg sesungguhnya .&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;10. Bayu Saylendra&lt;/strong&gt; ( Yesterday at 2 :51 am )&lt;/p&gt;&lt;p&gt;okelah   bung aru , saya juga tidak mengatakan apa2 tentang bung Aru pada   postingan saya , tapi kenapa bung aru keberatan.. .... ?? bung Aru kita   sebaiknya gak usah berpanjang-panjang dalam hal ini , kita sama 2 tahu   maksud kita&lt;/p&gt;&lt;p&gt;masing 2 , sebaiknya kita sudahi dengan damai dan   lapang dada kita lupakan hal ini apalah arti tulisan buat bung Aru kalo   itu cuma fitnah. percayalah ada hal lain yang bung aru perlu   pertimbangkan, Airin itu orang muslim kalau memang ada yang kurang   berkenan ingatkanlah dengan baik dan dengan hikmah Insya Allah akan jadi   amal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;11. Aru Wijayanto &lt;/strong&gt;(Yesterday at 2 :54am )&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ya, sy selalu mempertimbangkan setiap saran bila itu untuk kebaikan . Terima kasih .&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;Berikut ini prolog PMnya ke saya cahPamulang&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;12. Bayu Saylendra&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Demilkian   dialog saya dgn Aru Wijayanto melalui inbox, dan paginya saya tidak   melihat lagi postingan Aru Wijaya bahkan acaountnya juga tidak adalagi,   kemudian saya segera menarik acount saya sebagi memenuhi janji saya   dengan Aru Wijaya, Demi Allah semua yang terjadi saya tulis apa adanya,   dan saya mau Cah Pamulang berlaku adil, dalam hal ini saya berjuang   membela kehormatan seorang muslim karena Allah.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kemudian dilanjut dialog saya dengan pak Bayu Saylendra perihal PM termaksud&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;12. Cah Pamulang &lt;/strong&gt;January 17 at 9:47am&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Trims, saya akan dokumentasikan di notes saya, sebagai bagian dari data pendukung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salam&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;13. Bayu Saylendra &lt;/strong&gt; January 17 at 9:55am                     Report&lt;/p&gt;&lt;p&gt;saya   sudah memenuhi permintaan Cah Pamulang, dan saya ingin Cah  Pamulang   menjawab yang sejujurnya, karna Allah, dan oleh karna Cah  Pamulang   sudah menulis secara terbuka di wall saya ingin dijawab  secara terbuka   juga. silahkan...&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;14. Cah Pamulang &lt;/strong&gt;January 17 at 9:58am&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pasti,   silahkan ikuti Notes saya yang mungkin akan panjang. Namun saya harus   menemukan dahulu artikel kedua AW tentang Menulis Andre Taulany agar   saya dapat akurat memberi jawaban. Kalau pak BS ada rekamannya silahkan   kirim kesaya. Trims&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;15. Bayu Saylendra&lt;/strong&gt; January 17 at 10:03am                     Report&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tidak ada tèrekam di saya....&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;16. Bayu Saylendra&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sebagai ringkasan dari saya....&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Soal   Aru Wijayanto bagi saya menjadi renungan, saya tidak pernah menulis   langsung tentang Aru Wijayanto, dalam hal ini saya hanya menempel gambar   dan tulisan Aru sendiri damb tulisan dewan pers, tapi herannya kenapa   seorang Aru kebèatan ? tapi seorang Aru seenak perutnya menyebut orang   dengan haus kekuasaan dengan menyebutkan nama latin istilah penyakitnya   yang menjijikan dan tidak merasa keberatan dan bersalah...&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;tapi   jujur saja, kalo saya melihat dari kacamata spiritual, lawannya Aru   Wijaya bukanlah saya, tapi adalah Allah, karna Aru sudah melecehkan   kehormatan saudaranya yang Muslim.. dan konsekwensinya Aru harus   berhadapan dengan Allah dan saya dalam hal ini, sampai saat ini juga   tidak mengerti, seolah ada kuasa yg sangat besar telah menggerakan saya   untuk melawan Aru Wijaya, dengan cara yang saya tidak pernah  terpikirkan  dan sangka2 , semua terjadi begitu saja dan begitu cepat  dan hikmahnya  buat saya sendiri, saya akan lebih hati2 dan boleh dikata  saat ini saya  tobat, dan walau dengan alasan apapun, saya akan  berpikir sejuta kali ,  kalo akan men ghibah orang apa lagi kepada orang  Muslim selain dosa  besar , saya yakin pasti ada yang marah, yaitu  TUHANNYA.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Demikian data yang saya cahPamulang dapat melalui PM pak Bayu hari ini 17 Januari 2011&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk sementara itu dulu yang dapat saya sampaikan, berlanjut pada sesi berikutnya&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pamulang, ba'da Dhuhur&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;(memaknai rangkaian tulisan, memahami siratan yang tersurat)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Senin, 17 Januari 2011&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=488294387342"&gt;Benarkah Aru Wijayanto (AW) Menutup Akun FB-nya Karena Terprovokasi cahPamulang? Bukan Karena Merasa Terintimidasi? (2)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2011/01/benarkah-aru-wijayanto-aw-menutup-akun_17.html"&gt;cahPamulang: Benarkah Aru Wijayanto (AW) Menutup Akun FB-nya Karena Terprovokasi cahPamulang? Bukan Karena Merasa Terintimidasi? (2)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-2934878537822888419?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/2934878537822888419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/2934878537822888419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/01/benarkah-aru-wijayanto-aw-menutup-akun_19.html' title='Benarkah Aru Wijayanto (AW) Menutup Akun FB-nya Karena Terprovokasi cahPamulang? Bukan Karena Merasa Terintimidasi? (2)'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-5939903986917522987</id><published>2011-01-19T16:41:00.005+07:00</published><updated>2011-01-20T01:20:10.152+07:00</updated><title type='text'>Benarkah Aru Wijayanto (AW) Menutup Akun FB-nya Karena Terprovokasi cahPamulang? Bukan Karena Merasa Terintimidasi? (1)</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Postingan ini   secara khusus saya tujukan kepada pak Bayu Saylendra yang masih saya   hormati hingga kini dan Secara Umum kepada siapapun yang merasa   terprovokasi oleh tulisan saya baik itu Pihak AA maupun AB.&lt;/strong&gt;&lt;em&gt; (mohon maaf bila pihak 1 &amp;amp; 2 tidak saya sebut disini)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dan juga saya tujukan kepada siapapun yang merasa terintimidasi oleh saya baik secara Kontak Personal ataupun Kontak Terbuka.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Begitu dulu prolog saya, silahkan yang ingin berkomentar, tentang judul dan prolog tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kini   saya sedang trace 2 (dua) posting Aru Wijayanto (Ikut - Menulis Airin)   dan (Menulis Andre Taulany) serta link-link terkait didalamnya, dimana   diantara kedua posting tersebut, saya memberi apresiasi positif dan   support atas kemampuannya merangkai kalimat yang layak dan pantas   dikembangkan dan disandingkan dengan tulisan J Piliang, yang kini   menjadi Kolumnisnya(?) TangerangNews.com. Dan sudah semestinya pula   tulisan sdr AW yang terkait dengan Pilkada Tangsel, diposting di reply   post artikel J Piliang di TangerangNews.com atau dimanapun saja yang   dapat menjadi pengimbang tulisan semacam. Selanjutnya juga saya   mendorong siapapun yang mampu menulis dengan baik dengan style apapun   untuk partisipasi di  Pilkada Tangsel ini di Notes masing-masing bukan   di Wall agar dapat mudah di-share kesana kemari. Link artikel ada di   alamat berikut :&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://www.facebook.com/notes/aru-wijayanto/ikut-menulis-airin/190916234253335" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/notes/aru-wijayanto/ikut-menulis-airin/190916234253335&lt;/a&gt; &lt;em&gt;(data tercover)&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/notes/aru-wijayanto/menulis-andre-taulany/190958450915780" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/notes/aru-wijayanto/menulis-andre-taulany/190958450915780&lt;/a&gt; &lt;em&gt;(saya perlu copy yg ini)&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kira-kira   intinya seperti itu, saya sedikit lupa tepatnya karena tidak sempat   membuat screen shot seperti yang biasa saya lakukan bila ada posting   yang menarik untuk dicermati. Sekiranya ada yang masih memliki rekaman   dialog itu, saya akan suka sekali. :)&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selanjutnya lanjut   ke pernyataan pak Bayu Saylendra, berikut kronologisnya versi text   ter-edit dan screenshots yang bermula dari pertanyan sdr Asep Kumandang   di status saya tentang hujan di Pamulang kala itu, yang kemudian pak   Bayu Syailendra menimpalinya dengan beberapa posting yang endingnya bagi   saya memang ditujukan ke saya cahPamulang sebagai pribadi, simak   rangkaian kalimat-kalimat tersebut :&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;1. Asep Kumandang&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100002031480082" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/profile.php?id=100002031480082&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cah ada Copy-annya tulisannya Aru gak (menulis Andre), kok tiba2 raib di telan bumi bersama FB-nya..&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;2. Bayu Saylendra &lt;/strong&gt;(&lt;em&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/BAYUSAYLENDRA" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/BAYUSAYLENDRA&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jarang    dari kita yang menyadari, pena di tangan  orang2 tertentu dapat   menjadi  senjata yang mematikan melebihi sebuah  senapan maupun meriam,   tapi ada  orang2 diantara kita yang menyadari den  memanfaatkan itu   dengan darah  dingin dan tanpa ekspresi,untuk membunuh membungkus dengan   bahasa  intlektual seolah-olah benar yang dengan  maksud membunuh   karakter  sesorang untuk orang seperti itu, &lt;strong&gt;ada  teman saya MAHDI yang preman  jalanan ditangsel  berkomentar:" .....tuh  orang emang bangsattt  !!&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;3. Cah Pamulang @AK,...&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semalam    saya masih kasih reply dia  tulisan tentang Arsid Andre, mungkin  belum   sempat saya copy, bagus gaya  tuturnya, kalau Tangsel banyak  yang  mampu  menyusun kalimat macam dia  sangat baik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;4. Cah Pamulang @BS,...&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pena    dapat setajam apapun, baik ditangan orang yang  bisa menulis atau   tidak.  Hanya saja maksud pak Bayu posting di reply  status hujan saya   arahnya  kemana? Apalagi ada kata-kata dibawahnya yang  seperti itu, apa   sengaja  pak Bayu tujukan kesaya? Bisa beri penjelasan pak :)&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;5. Bayu Saylendra&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;@CP    : aku pètama lihat postingan bung Aru yg  jelas isinya adalah   pelecehan  dan penghinaan terhadap Airin di wall  CP , dan CP membèri   komen  semacam pèrintah pada Bung Aru untuk segera  posting di semua   tempat&lt;/strong&gt;,  sebenarnya hal ini yang aku mau tanyakan  pada CP kalo   yg membèri pèrintah orang yang aku   tidak tahu  mungkin aku tdk   peduli, tapi ini orang secerdas CP, lalu   maksudnya apa   ?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dan   sekarang akibatnya apa ? bung Aru menutup  acauntnya yang  seharusnya   tidak perlu terjadi andai saja CP bijaksana,  trus trang   saya sempat   bicara dengan Bung Aru di Inbox......&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;6. Cah Pamulang @BS,..&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Baik    akan saya jawab, di notes tersendiri, bukan di status ini. Sayang  saya   trace akun AW sudah ngak ada, saya ingat ada 2 postingan dia yang  sya   komentari, terakhir di artikel Arsid dan Andre.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;:)&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;7. Cah Pamulang @BS,...&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kalau    ada rekaman reply  saya ke artikel AW, tolong juga pastekan kemari,   atau  ke notes yang  akan saya buat. Saya nggak sempat bikin recordnya    semalam. dan atau ada  rekaman PM pak Bayu ke AW, saya juga ingin bisa    dipaste kemari.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ditunggu pak&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mohon   pak Bayu Saylendra dapat memberikan segera copy text dialog lewat PM   dengan sdr AW tersebut, lengkap dengan Subject dan Isinya, karena   walaupun akun AW sudah lenyap namun copy PM tersebut tetap akan ada di   Inbox pak Bayu. Selain itu tentunya saya juga akan minta bantuan kawan   atau siapapun yang kenal AW untuk secara personal menyampaikan apa yang   menjadi penyebab dia menutup akun FB-nya. Kalau memang stimulan-nya  dari  saya, sudah selayaknya saya perlu tahu dan minta penjelasan detail   darinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian selanjutnya pak Bayu Saylendra posting di wall saya sbb :&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;8. Bayu Saylendra&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Sesungguhnya    Rasulullah s.a.w. pernah bertanya kepada para sahabatnya: Tahukah  kamu   riba apakah yang teramat berat di sisi Allah? Mereka menjawab:  Allah  dan  RasulNya yang maha tahu. Kemudian bersabdalah Rasulullah:   Sesungguhnya  riba yang teramat berat di sisi Allah, ialah: menghalalkan   kehormatan  pribadi seorang muslim."&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;9. Cah Pamulang @BS,..&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;Ini istilahnya "Ghibah" kalau saya tak keliru&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Posting   tentang "Ghibah" tersebut tentu sangat baik untuk disimak siapapun,   namun karena kronologisnya sewaktu di link  ke wall saya setelah   reply-reply yang pak Bayu lakukan di wall sebelumnya, rasanya memang   merupakan bagian tak terpisakan dari peristiwa sebelumnya. Saling   mengingatkan diatara sesama umat memang sangat perlu apalagi dalam   suasana Pilkada Tangsel yang mendebarkan seperti saat ini. Saya hormati   postingan tersebut, dan akan saya lengkapi secukupnya untuk dapat lebih   mencerahkan kita semua, yang seumat, pada kondisi apa Ghibah itu   diperbolehkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam menyikapi sebuah tulisan, saya   berupaya mengendalikan emosi sesaat saya kala membaca suatu rangkaian   kalimat dalam bentuk dan gaya apapun, saya gali nilai-nilai positif apa   yang terkandung didalamnya karena banyak hal dapat saya pelajari dari   tulisan tersebut, sehingga emosi marah atau tidak suka yang muncul   diawal dapat saya tekan, tidak merusak akal dan nalar saya dalam   memberikan respon, yang berakibat munculnya serpihan kata-kata bermakna   serapah. Saya akan baca berulang kemudian saya cari rujukan terkait   dengan hal itu, selanjutnya baru saya rangkai dalam bentuk sebuah   tulisan dengan tutur dan tata bahasa terbaik serta data terlengkap yang   saya miliki.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seperti sudah saya singgung diawal tulisan,   saya akan lanjutkan tulisan ini setelah saya dapatkan kembali 2 (dua)   tulisan sdr AW tersebut untuk saya arsip di Notes Fb saya dan blog yang   saya miliki karena tulisan tersebut menjadi bagian dari sejarah   perjalanan lahirnya Pilkada Tangsel yang tidak bisa ditiadakan begitu   saja oleh siapapun dengan cara apapun. Dan karena tulisan tersebut   dikaitkan dengan saya cahPamulang sebagai pribadi maka kewajiban saya   untuk mendokumentasikannya walau akun yang empunya sudah lenyap di jagat   FB ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bila pak Bayu Saylendra berkawan dengan seorang   preman jalanan di Tangsel atau mungkin berkawan pula dengan Preman   Banten sekalipun (&lt;em&gt;bila mitos itu memang ada&lt;/em&gt;), tentunya berbeda   dengan saya yang hanya solitaire yang kerap didera pengapnya kegelapan   yang menakutkan. Secercah cahaya semilir angin seteguk air, cukup lah   bagi saya untuk merayapinya sehingga tak harus berkawan dengan preman   manapun untuk melewati gelap yang tak berujung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya   teringat dialog selintas dengan seorang ibu muda yang cantik cerdas   memikat disalah satu personal blognya di Multiply sekian tahun yang   lalu, dalam tuturnya ada kalimat demikian :&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;Lebih Baik Menyalakan Lilin Walau Sebatang Daripada Mencerca Kegelapan&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan   saya hanya timpali dengan ucapan, semoga lilin itu menjadi penerang   kegelapan disekitar ibu, walau akhirnya habis ditelan waktu dan kembali   kegelapan menjadi kawan. (&lt;em&gt;sedikit lupa ingat-ingat saking lamanya&lt;/em&gt;)&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berlanjut   di session berikutnya ... silahkan pak Bayu Saylendra tanggapi   seperlunya dahulu, sekalian lengkapi dengan data yang saya perlukan.   Sembari itu, saya akan posting artikel-2 J Piliang dan Artikel Aru   Wijayanto di notes saya&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;:)&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salam&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://facebook.com/cahPamulang" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://facebook.com/cahPamulang&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pamulang, jelang berakitifitas&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;(hujan, melawan dingin dan waktu yang tertelan hanya demi  kehormatan yang tak terbeli)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Senin, 17 Januari 2011&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Lanjut   ke Benarkah Aru Wijayanto (AW) Menutup Akun FB-nya Karena Terprovokasi    cahPamulang? Bukan Karena Merasa Terintimidasi? (2)&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=488294387342" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=488294387342&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Screenshot dialog awal :&lt;/p&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img style="width: 393px;" class="img" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs026.snc6/165655_497373038705_824273705_5923322_6683119_n.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img style="width: 393px;" class="img" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs040.snc6/167000_497373158705_824273705_5923327_2199359_n.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img style="width: 393px;" class="img" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs750.ash1/164190_497379268705_824273705_5923437_4785487_n.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=487824347342"&gt;Benarkah Aru Wijayanto (AW) Menutup Akun FB-nya Karena Terprovokasi cahPamulang? Bukan Karena Merasa Terintimidasi? (1)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2011/01/benarkah-aru-wijayanto-aw-menutup-akun.html"&gt;cahPamulang: Benarkah Aru Wijayanto (AW) Menutup Akun FB-nya Karena Terprovokasi cahPamulang? Bukan Karena Merasa Terintimidasi? (1)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-5939903986917522987?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/5939903986917522987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/5939903986917522987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/01/benarkah-aru-wijayanto-aw-menutup-akun.html' title='Benarkah Aru Wijayanto (AW) Menutup Akun FB-nya Karena Terprovokasi cahPamulang? Bukan Karena Merasa Terintimidasi? (1)'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-1195768739139720036</id><published>2011-01-14T13:28:00.001+07:00</published><updated>2011-01-14T13:29:29.688+07:00</updated><title type='text'>Jelang Pilkada Ulang (PSU) Tangsel 27 Feb 2011 Benarkah Mediapun Juga Akan Terbeli, Setelah Siapapun Akan Dibeli? Mengenaskan :(</title><content type='html'>&lt;p&gt;Rasanya jelang PSU kelak ada strategi baru semua lini akan dibabat   habis untuk mendulang kemenangan, termasuk Media Masa baik Cetak maupun   Elektronik, suatu hal yang wajar-wajar saja, namun jadi tidak wajar  bila  :&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Berita Dibeli, Insan Persnya Dibekali&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berita Tak Berimbang, Opini Editor Yang Dikembang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tanggapan Dimoderasi, Yang Tak Sepaham Dihabisi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Judul   Provokatif, Isinya Subyektif (biasanya ini strategi untuk mengedarkan   isu cepat melalui Twiter atau Facebook karena share link-nya yang  tampil  adalah Judul Heboh tersebut)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Tak ada maksud saya  meledek  insan Media apapun bentuknya, seberapapun gede oplahnya, skala  Lokal pun  Nasional. Saya hanya mengharapkan Media menjadi sumber  informasi  pembanding terhadap isu-isu yang merebak, gosip-gosip yang  berkembang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dulu  Media adalah Sumber Informasi yang mana  para Pembacanya dipaksa untuk  menelan apa pun yang Mereka Tulis, bila  melakukan tanggapan atau  keberatan, pembaca harus menulis di Surat  Pembaca yang butuh waktu untuk  direspons, kalau tidak ya masuk kotak  sampah. Ini yang dikatakan Menara  Gadingnya Media, Untouchable,  sehingga bila Media dapat dibeli, selesai  sudah Opini Publik dibangun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun  apa lacur, kini Media  sudah lebih interaktif, khususnya Media Cetak  dengan versi online-nya,  dimana ditiap berita tertayang dilengkapi  dengan fasilitas reply  langsung, sehingga interaksi dengan pembaca  dapat terjalin dengan baik.  Hari ini tayang, sedetik kemudian tanggapan  bermunculan, good news bad  news, semua dapat beredar dalam hitungan  detik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Era Menara  Gading Media sudah runtuh seiring  dengan perkembangan Teknologi  Informasi, Netter, Facebooker dan Blogger  adalah Penantang Utama Media  Pesanan, sembari mancing, sembari  sepedahan, sembari momong bocah,  sembari tiduran, 3 (tiga) kelompok  tersebut mampu membalik Berita  Berongkos Tinggi menjadi Barang Tak  Berarti.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dimana Mengenaskannya?&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mengenaskan bila Media dapat terbeli, karena kemandirian hanya sebatas Jargon belaka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengenaskan bagi yang Membeli, pinginnya membangun opini mendulang simpati dapatnya sakit hati.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Kalau   kini membeli Media sama juga Bunuh Diri, kenapa tak coba beli Netter   Iseng,  Facebooker Criwis atawa Blogger Jahil, Murah Meriah dan Bisa Tak   Terkendali. :)&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Atau bikin Media Sendiri, Tulis Sendiri,   Bikin Reply Sendiri, Diedar dikalangan sendiri dan Kalau sempat ya   dibaca sendiri serombongan, macam Majalah Dinding itu lho. Rama-ramai   sendiri, sedih-sedih sendiri, marah-marah sendiri (&lt;em&gt;dangdut mode on&lt;/em&gt;)&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Oke ya, udahan dulu, sorry-sorry Jack, kalau aku menyinggung kamu (&lt;em&gt;Keong Racun mode on&lt;/em&gt;)&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Oya sebelum saya akhiri saya kutip disclaimer yang biasa dipasang pada reply posting suatu berita :&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;Redaksi   menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar   menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan   komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau   SARA.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Welcome to Cyber War  bukan Cyber Crime.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mari   beradu fakta dan data dalam goresan pena dan rangkaian kata, bukan adu   kepala atau kaki, kepalan atau tendangan, karena terbayar dan mampu   bayar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;See you all. ..&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pamulang, jelang sholat Jum'at&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;(diedit lagi habis Jum'atan bila perlu)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jum'at 14 Januari 2011&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Notes :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekali   lagi saya tidak berkehendak menyinggung para insan media sebagai   pribadi, yang mungkin kini posisinya ada dalam system yang memaksanya   untuk menjalankan tugas sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=486518432342#%21/editnote.php?draft&amp;amp;note_id=486518432342&amp;amp;id=824273705"&gt;FB-cahPamulang  : Jelang PSU Tangsel 27 Feb 2011 Benarkah Mediapun Juga Akan Terbeli,  Setelah Siapapun Akan Dibeli? Mengenaskan :(&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2011/01/jelang-pilkada-ulang-psu-tangsel-27-feb.html"&gt;cahPamulang: Jelang Pilkada Ulang (PSU) Tangsel 27 Feb 2011 Benarkah Mediapun Juga Akan Terbeli, Setelah Siapapun Akan Dibeli? Mengenaskan :(&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-1195768739139720036?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/1195768739139720036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/1195768739139720036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/01/jelang-pilkada-ulang-psu-tangsel-27-feb.html' title='Jelang Pilkada Ulang (PSU) Tangsel 27 Feb 2011 Benarkah Mediapun Juga Akan Terbeli, Setelah Siapapun Akan Dibeli? Mengenaskan :('/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-5341397145127205199</id><published>2011-01-14T07:05:00.001+07:00</published><updated>2011-01-19T16:36:03.246+07:00</updated><title type='text'>Pesan Untuk Pihak Arsid - Andre Agar Tidak Ikut Kalut Kalap Menghadapi Pilkada Ulang (PSU) Kelak</title><content type='html'>&lt;p&gt;Setelah membuat surat terbuka kemarin, "Surat Terbuka Buat Pihak Yang   Bertarung Di Pilkada Tangsel, Baik Simpatisan Maupun Tim Sukses   Sekalipun" (&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=486527142342" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=486527142342&lt;/a&gt;)   yang saya tujukan secara khusus kepada salah satu yang konon menjadi   Tim Sukses AA, dan secara umum kepada semua pihak yang sedang berlaga di   Pilkada Tagnsel.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tak nyaman rasanya kalau kemudian saya   tak mengkhususkan menyapa para Tim Sukses Arsid - Andre, untuk itu ada   beberapa saran yang akan saya sampaikan yang semoga dapat menjadi   stimulan bagi Tim AA dalam rangka menggapai keberhasilan di PSU kelak.   Saran ini ada yang murni dari saya, namun kebanyakan dari wisik dan   wangsit orang negeri seberang yang mungkin simpati dengan pasangan Arsid   - Andre, yang kini lagi digempur dengan Kampanye Hitam, banyak hutang,   nggak cakep, nggak cakap, minim pengalaman, tukang palak, tukang   kemplang, bisanya hanya main dagelan, dst yang jelek lah intinya,   sehingga pasangan ini tak Pantas untuk menjadi Pemimpin Pertama di   Negeri Tangsel Yang Penuh Gengsi. Namun bersukurlah semua itu hanya   karena pihak seberang sedang puyeng kliyengan, deg-degan, galau, geram,   jengkel menghadapi kenyataan suara mereka hancur lebur di Pilkada   sebelumnya sehingga yang muncul hanya celoteh orang Kalap, padahal   mereka begitu Kilap, Perlente, Wangi, Berdasi, Duit Melimpah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun   harus diingat, bisa jadi biang keroknya Kampanye Hitam tadi bukan dari   petarung seberang anda, bisa saja ada tangan jahil yang ikut bermain   karena memang ingin mengacaukan proses Pilkada dimanapun di negeri ini,   tangan-tangan setan yang entah dari mana asalnya, yang nyaris ada   disetiap kesempatan untuk mengerdilkan proses-proses demokrasi yang luar   biasa hebatnya di Negeri ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi bila pada  kenyataannya  memang pihak seberang yang menjadi sumbernya, biarkanlah,  biasanya  kalau sudah begitu strategi yang akan dibangunpun jadi KACAU,  biarkan  mereka meracau kesana kemari, semakin KALAP, kemenangan akan  berpihak ke  Anda. Tak perlu terpancing, terbakar yang menghabisi diri  sendiri, toh  kelak kalau Anda kalah, bang Arsid kembali menjadi PNS ke  habitat  semula, bung Andre kembali jadi pendagel di Opera Van Java,  jadi anda  berdua tak rugi-rugi amat kalau kalah kelak. Paling-paling  bayar hutang  budi kepada para penyokong, tak lebih tak kurang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Baiklah, langsung masuk ke saran, usulan dan kritik yang semoga berguna dan dapat dimanfaatkan :&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Jangan   Tinggalkan Tim Lama Anda, Kontak Mereka Selalu, Adakan Silaturahmi   Rutin Diatara Tim Untuk Makin Mempererat Tali Silaturahmi, Merasa   Senasib Dan Sepenaggungan, Tak Perlu Takut Kelak Mereka Minta Bayaran.   Namun jangan pula Alergi membesarkan Tim, membuka diri mengembangkan tim   yang baru, dari mereka yang secara tak langsung selama ini banyak pula   membantu tanpa harus setor muka dan pamer diri sudah berjibaku  membantu  AA tanpa ragu dan malu. Mulailah selektif memilah dan memilih,  sapih  mereka yang dirasa punya agenda sendiri, jangan biarkan mereka  bergerak  tanpa kendali, pilkada ini bintangnya Anda berdua, Anda yang  kendalikan  tim, bukan sebaliknya. Bila dari kini Anda tidak berani  bertindak tegas,  bagaimana kelak bila anda jadi nanti. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hadirkan  Wakil Anda  Andre sesering Mungkin dikalangan Tim Anda, Agar dia Lebih  Fokus Kepada  Profesinya kini sebagai Calon Pejabat Negeri Tangsel,  sekaligus melatih  interaksi dan berbicara dengan kapasitas sebagai  seorang calon Pejabat,  pengemban Tugas dari Masyarakat. Kalau perlu  ajak pula eks Artis yang  kini jadi Pejabat, sadap ilmunya, telan  ujarnya. Posisikan dia sebagai  seorang Wakil yang mumpuni, delegasikan  tugas kepadanya, jangan jadikan  Andre sekedar vote getter dan primadona  belaka, fungsikan mulai dini,  jejali dengan tugas-tugas yang pasti.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan  takut dengan  Politik Uang, dan jangan coba pula dipraktekan, karena  selain berat  diongkos, cibiran pun didulang, jadi Tolak Money Politik  adalah Harga  Mati. Titik! Nggak pakai panjang-panjang nulisnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perbanyak   Senyum kesana kemari, tiap saat tiap dikerumunan orang, tersenyumlah   seindah mungkin, sehingga kalau ada Paparazi (tukang intip yang bawa   kamera) iseng, yang didapat adalah gambar senyum Anda berdua yang indah   menawan, tak perlu ongkos sewa tukang potret, sudah ada yang abadikan   anda dari kiri kanan atas belakang, saat diujung gang sampai waktu Anda   pingin kebelakang. Manfaatkan mereka yang mencari celah cela Anda   menjadi ajang Promo Gratis, memenuhi berita Media Lokal dan sukur-sukur   nangkring di Media Nasional. Dan pastikan semuanya bisa masuk ke  Laporan  Panwaslu karena itu bakal menaikkan rating Anda berdua, tak  perlu  kuatir dengan Galaknya Panwaslu, mereka itu kini sudah lebih  pintar,  sudah terlatih untuk membedakan mana laporan yang ada duitnya  dengan  yang tidak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setahu saya bang Arsid hobby sepedahan,  sepedah tua  malah, untuk itu ajaklah Andre dan Tim Ses keliling pelosok  negeri,  adakan acara sepeda santai, lanjut makan rujak barengan  dipinggir  empang, gelar tiker, minum bandrek, makan kerak telor  rame-rame, kalau  perlu bawa compo buat karaoke-an, suruh Andrea nyanyi  jangan cerita visi  misi. Tak perlu bawa wartawan, karena pasti ada yang  ikutan walau tak  diundang. Tak perlu bawa segrobak uang, anda datang  saja mereka sudah  pada girang, bisa-bisa malah pulang dibawain ayam,  ubi, ketela pohon dan  pisang matang, bukan sebar uang malah dapat  urunan. Kalau sudah begini  mana laku foto kesaksian buat Panwaslu,  hanya gara-gara simpatisan AA  nyumbang uang? Yakinlah masyarakat bakal  berdoa untuk AA, tanpa harus  disuruh dan dijadwalkan yang bisa  berakibat ceritanya masuk koran,  karena dimusim ini minta doapun bisa  jadi modal bikin cerita Kampanye  Hitam. Halah,... bisa-biasanya gawe  kalimat  ..:)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Waktu yang  kian mempet, walau hujan diluar bikin  banjir sepanjang jalan, namun  kamarau tetaplah melanda dompet  disandang, sementara silaturahmi harus  terjaga, disambung kepada para  tetua dan tokoh seantero negeri. Bila  susah karena lokasi dan jumlah  wilayah yang harus didatangi sambangi  lewat Telephone atau SMS, minta  maaf bila pernah ada salah kata dan  perbuatan, jangan pernah bilang  minta dukungan, mintalah doa yang  berkepanjangan agar diberi kemudahan  diperjalanan. Ingat-ingat SMS bisa  jadi barang bukti, hindari ungkapan  basa-basi yang membunuh diri,  pastikan hanya satu nomer resmi milik AA,  bukan nomer Timses, atau nomer  pinjeman. Jangan sampai ada pihak yang  ikut bermain catut nama, kirim  SMS yang awut-awutan, modal SMS bisa  girang bikin laporan kecurangan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bila  diatas semua sifatnya  internal dan langsung menyentuh masyarakat, kini  saatnya Anda  optimalkan gerakan anda melalui Media, bila Pers hanya mau  melirik bila  Anda berdua masuk laporan Panwaslu, terimalah berkah itu,  berdoalah  agar semakin banyak laporan yang masuk, makin tenarlah anda  berdua  tanpa harus keluar banyak uang, paling juga ongkos parkir dan  bensin  buat hadir waktu dipanggil. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk itu, mulailah kenalin  alam  maya, dunia tanpa batas yang mampu mendongkrak popularitas dalam   hitungan detk, aktifkan telephone anda untuk dapat akses internet, tidak   harus didepan layar komputer seharian, cukup dalam genggaman anda  sudah  dapat mengarunginya. Sapa simpatisan anda cukup dengan sepatah  kata,  manfaatkan Facebook atau Twitter untuk menjangkau seluruh pelosok   negeri. Gambungkan keduanya menjadi kekuatan adi daya, kirimkan gambar   dan kata ditiap kesempatan yang ada atau tim khusus untuk mendongkrak   pencitraan Anda, begitu mudah dan murah ongkosnya, sayang kalau sampai   tidak layak guna. Koordinasikan tim pemenangan melalui akun Facebook   terpusat, yang bisa anda pantau setiap saat, tanpa harus membuat portal   berpenampilan hebat, dunia mayapun dapat menjadi sahabat dekat.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Kiranya   cukup sekian uneg-uneg ini, semoga Tim AA sempat membaca dan   mem-protesnya, sukur-sukur sih mau mem-prosesnya. Namun sayang sampai   kini saya tak tahu, mana sebenarnya akun resmi Tim AA yang mampu   menjawab semua pertanyaan, menampung segala ususlan, rasanya hal ini   perlu dibenahin segera tanpa basa-basi dan kompromi ini itu, waktu   bergerak cepat, banyak sahabat yang bersimpati berat sayang kalau anda   tak jabat erat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;Kalau ada sumur di padang, bolehkan saya numpang nyuci,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kalau sekiranya pulsaku panjang, pinginnya sih lanjut sampai pagi.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salam, Ini Tangsel Bang! Jangan lupa itu ... :)&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pamulang, habis isya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;(bila   sempat akan berlanjut dengan tulisan bikin Group Di Facebook yang   Powerful untuk Pencitraan dan Koordinasi dii Pilkada Tangsel)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jum'at, 14 Januari 2011&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=486961612342"&gt;FB-cahPamulang : Pesan Untuk Pihak Arsid - Andre Agar Tidak Ikut Kalut Kalap Menghadapi Pilkada Ulang (PSU) Kelak&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2011/01/pesan-untuk-pihak-arsid-andre-agar.html"&gt;cahPamulang: Pesan Untuk Pihak Arsid - Andre Agar Tidak Ikut Kalut Kalap Menghadapi Pilkada Ulang (PSU) Kelak (1)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-5341397145127205199?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/5341397145127205199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/5341397145127205199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/01/pesan-untuk-pihak-arsid-andre-agar.html' title='Pesan Untuk Pihak Arsid - Andre Agar Tidak Ikut Kalut Kalap Menghadapi Pilkada Ulang (PSU) Kelak'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-972475130974467146</id><published>2011-01-13T13:23:00.000+07:00</published><updated>2011-01-14T13:25:39.159+07:00</updated><title type='text'>Surat Terbuka Buat Pihak Yang Bertarung Di Pilkada Tangsel, Baik Simpatisan Maupun Tim Sukses Sekalipun</title><content type='html'>&lt;p&gt;Tulisan ini saya terbitkan, mengingat begitu seringnya saya dikontak   dan dipertanyakan mengenai status saya di Pilkada Tangsel ini oleh para   Pihak, utamanya dari Pihak AA melalui akun Arsid - Andre &lt;em&gt;(&lt;a href="http://www.facebook.com/arsid.andretaulany" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/arsid.andretaulany&lt;/a&gt;)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berikut kutipan pertanyaannya yang terakhir yang masuk ke wall saya :&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Akun    fb ini resmi saya bau kahar mustain resmi izin sblum membuat akun fb    ini &amp;amp; wajar jika ada orang masuk rumah di pandang perlu untuk    silaturrahmi tp kenapa sampai detik ini abang tdk buka saya tdk mau    nantinya ada klain setelah arsid terpilih jadi harus jelas&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan berikut tanggapan saya kepada bang/bung Bau Kahar Mustain&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yth. bung/bang Bau Kahar Mustain,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terimakasih atas sapaannya,...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berikut yang perlu saya sampaikan kepada Anda dan Semua Simpatisan dan Tim Ses AA.&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Saya tidak akan pernah mengklaim apapun ke pihak AA baik bila menang atau kalah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya menulis yang menurut kata hati, apakah itu positif bagi para pihak atau negatif, inti sarinya silahkan disimak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya terbuka kepada siapapun untuk dikontak secara personal, hanya melalui : email dan atau PM Facebook ini&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Semua   kotak-kotak personal tersebut akan saya simpan tidak untuk saya    publikasikan kesiapapun, kecuali pada kondisi urgen dimana saya harus    membukanya ke publik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bila tulisan saya dianggap pro ke AA, mungkin pada kondisi tertentu iya, namun pada kondisi lain bisa saja sebaliknya. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Demikian    tanggapan saya, semoga bung/bang Kahar dapat memakluminya, dan reply   ini  juga berlaku pula kepada pihak dluar AA yang pernah kontak saya   secara  pribadi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semoga Anda Sekalian berkenan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wass.wr.wb.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pamulang, jelang sore&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kamis, 13 Januari 2011&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=486527142342"&gt;FB-cahPamulang Surat Terbuka Buat Pihak Yang Bertarung Di Pilkada Tangsel, Baik Simpatisan Maupun Tim Sukses Sekalipun&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2011/01/surat-terbuka-buat-pihak-yang-bertarung.html"&gt;cahPamulang: Surat Terbuka Buat Pihak Yang Bertarung Di Pilkada Tangsel, Baik Simpatisan Maupun Tim Sukses Sekalipun&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-972475130974467146?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/972475130974467146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/972475130974467146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/01/surat-terbuka-buat-pihak-yang-bertarung.html' title='Surat Terbuka Buat Pihak Yang Bertarung Di Pilkada Tangsel, Baik Simpatisan Maupun Tim Sukses Sekalipun'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-6166745408532622829</id><published>2011-01-12T15:44:00.001+07:00</published><updated>2011-01-14T13:47:32.742+07:00</updated><title type='text'>Airin-Benyamin Tak Mau Sosialisasi PSU, Merupakan Warning Bagi Partai Pengusung Untuk Tidak Malas Bekerja Untuknya</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs381.ash2/65948_446594998705_824273705_5135985_1706655_a.jpg" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bila sebelumnya saya pernah menulis "&lt;strong&gt;Jelang Pilkada Ulang Tangsel Para Partai Harus Bekerja Super Keras Bila Keberadaannya Ingin Tetap Diakui Rakyat"&lt;/strong&gt; (&lt;a href="http://tinyurl.com/Partai-Bekerja-Keras" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://tinyurl.com/Partai-Bekerja-Keras&lt;/a&gt;)   yang intinya adalah bagaimana mereka seharusnya mengambil sikap   terhadap keputusan MK yang membatalkan Pilkada kemarin. Lanjut mengusung   atau meninggalkan adalah keputusan yang dilematis, antara loyal kepada   janji atau menuruti akal dan nurani yang berontak, disini Partai diuji   habis-habisan oleh keadaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keputusan MK kemarin  benar-benar  membuat kondisi internal Partai goncang, Malu karena gagal  mengusung,  Galau karena harus tetap bertahan pada komit awal mengusung  pasangan  AB, sementara pula harus menjaga soliditas internal agar  kadernya tidak  menyeberang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(&lt;em&gt;Contoh perpecahan ditubuh Partai dapat dibaca di harian Tribun News edisi Senin, 20 Desember 2010, &lt;strong&gt;Empat DPC PAN Tarik Dukungan dari Airin, &lt;/strong&gt;walau kemudian dibantah oleh Partai tersebut, &lt;a href="http://www.tribunnews.com/2010/12/20/si-cantik-airin-tidak-lagi-didukung-empat-dpc-pan" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://www.tribunnews.com/2010/12/20/si-cantik-airin-tidak-lagi-didukung-empat-dpc-pan&lt;/a&gt;)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Berikut ada sedikit pernyataan yang menyiratkan gejolak internal Partai secara umum :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Orang   Partai bilang mereka  tidak ingin hanya demi kepentingan Pemilu Kada   target pemilu 2014  dikorbankan. mereka tidak ingin terjadi perpecahan   di internal mereka  hanya gara-gara Pemilu Kada dan mereka akan Memecat   Kadernya hanya  karena Berbeda Pilihan dalam Pemilu kada.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;Dari   pernyataan tersebut pengertiannya adalah walau keputusan MK jelas   tersurat pasangan yang mereka usung menjadi bagian yang tak terpisahkan   dari dibatalkannya Pilkada kemarin, para Partai harus tetap bertahan   dengan keputusan awal untuk mengusung pasangan AB dan berjibaku hingga   berdarah-darah di PSU 27 Feb 2011 kelak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dan kini  Pihak  Airin - Benyamin secara tegas akan memberdayakan Partai  pengusungnya  dan Tidak Mau Melakukan Sosialisasi, yang dianggapnya Rawan  Kampanye  Terselubung.&lt;/strong&gt;&lt;em&gt; (okezone 5 Jan 2011)&lt;/em&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Berikut  kutipannya yang saya pilah dalam 3 poin penting :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Calon   Wakil Wali Kota nomor urut empat Benyamin Davnie mengatakan, pihaknya   tidak akan melakukan sosialisasi PSU yang rawan dengan Kampanye   Terselubung.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;"Kami tidak akan melakukan Sosialisasi PSU. Untuk   itu, kami akan lebih meningkatkan Konsolidasi internal dengan sembilan   Partai Pendukung dan Jaringan Pendukung Pasangan Airin-Benyamin. Kami   yakin, dalam PSU nanti, suara kami akan lebih meningkat dari   sebelumnya," ujar Benyamin. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;"Kami masih percaya dengan Kerja   Mesin Partai Pendukung. Toh, kemenangan kami kemarin tidak bisa lepas   dari Kerja Mesin partai yang sudah Maksimal. Untuk lebih memaksimalkan   kinerja mesin partai, kami akan terus melakukan rapat konsolidasi   internal" &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dari ketiga Poin tersebut saya membuat catatan sebagai berikut :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Poin 1 : Sosialisasi PSU Rawan Kampanye Terselubung&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kalau   pihak AB meyakini hal itu, tentunya sudah sepatutnya mereka mendesak   KPUD Tangsel untuk membuat aturan yang jelas tentang Pengertian   Sosialisasi, sangat disayangkan waktu yang begitu longgar untuk   sosialisasi tidak digunakan sebaik mungkin, sebuah kontradiksi antara   tekad memenangkan PSU tanpa berkehendak memanfaatkan waktu sosialisasi   yang bergitu longgar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tentunya pernyataan tersebut bukan hanya   sekedar ungkapan basa-basi, yang pada realitanya justru praktek-praktek   Kampanye Terselubung tetap akan dilakukan dengan memanfaatkan celah   tiadanya regulasi yang jelas. &lt;em&gt;(periksa notes "Surat Terbuka ke KPUD Tangsel")&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Poin 2 : Meningkatkan Konsolidasi Internal Dengan Partai dan Jaringan Pendukung&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pernyataan   penuh keyakinan bahwa kelak di PSU suara Pihak AB akan meningkat  dengan  Tajam adalah suatu Perintah yang harus dilaksanakan oleh Partai  dan  Jaringan Pendukung agar tidak mempermainkan pasangan no 4 tersebut.  Dan  kata-kata Meningkat dengan Tajam juga bermakna Pengakuan bahwa  hasil  Pilkada yang dibatalkan MK kemarin benar-benar Jeblok tak sepadan  dengan  Gebyar Kampanye yang konon sangat Systematis dan Taktis.  Sehingga bila  ada Petinggi/kader Partai yang merasa sudah cukup bekerja  merupakan  pembelaan diri tak bermakana apapun bagi pihak AB.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tekanan  itu  berlaku pula bagi Jaringan Pendukung atau Simpatisan pro AB yang  kinerja  realnya dilapangan nyaris nol, ditambah dengan tiadanya kontrol  yang  memadai terhadap gerakan mereka di Facebook, yang maunya  mengusung AB  namun isi postingannya malah mencoreng muka Airin. Airin  bukanlah sosok  yang tidak paham dunia maya&lt;strong&gt;, &lt;/strong&gt;dia paham  benar bagaimana  mencitrakan diri melalaui internet, namun apa lacur,  simpatisannya sama  sekali tidak menunjukkan kelasnya.&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Poin 3 : Masih Percaya Kepada Partai dan Berharap Banyak &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kembali   Benyamin memberi Penekanan kata Partai Sudah Bekerja Maksimal   jelas-jelas merupakan bahasa Sindiran Tajam walau diucapkan dengan   begitu datar. Bila 9 partai besar dengan 38 kursi melawan 4 Partai kecil   dengan hanya 7 kursi di DPRD sejongkok-jongkoknya logika pasti yang   besar akan memberikan kontribusi dulangan suara yang luar biasa. Bila   Partai tidak segera menyadari sindiran tersebut, apa yang bisa diharap   dari mereka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Namun bisa jadi pula sebenarnya Partai tidak serius   mengusung pasangan AB, hanya untuk formalitas, dan pada perjalanannya   mereka menggunting pasangan tersebut, sehingga kontrak-kontrak politik   diawal saat mengusung mereka tidak perlu dipertanggung jawabkan bila   pasangan AB naik jadi Walikota.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Catatan : 9 (sembilan)   tersebut adalah Partai Golkar, Partai  Demokrat, PDI Perjuangan, PKS,   PAN, PDS, PKB, PPDI, PKPI, sedangkan Pihak Arsid–Andre diusung partai    PPP, PBB, Hanura, Gerindra.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dari semua poin tersebut dan catatan yang pernah saya buat ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kendali   pemenangan Pihak AB kiini berada ditangan Benyamin Davnie adalah momen   penting baginya untuk menunjukkan Kemampuan dan Loyalitasnya kepada  ARD,  karena bagaimanapun juga Benyamin Davnie adalah PNS Kab. Tangerang  yang  direstui tampilnya oleh Bupati Ismet Iskandar bukanlah sekedar  tampil  apa adanya. (&lt;em&gt;periksa notes "Makelar Politik di Pilkada Tangsel)   &lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Leadingnya   Benyamin Davnie sekarang ini merupakan kemenangan awal strategi Bupati   Tangerang terhadap Banten 1, sedangkan kemenangan puncaknya adalah   siapapun pemenang PSU kelak, semuanya adalah orang-orang yang mendapat   restu Sang Bupati, termasuk Arsid tentunya. Sebuah pertarungan strategi   yang sangat cerdas dan tidak diduga sama sekali yang ujungnya adalah   sang Bupati memiliki posisi kendali yang sangat kuat pada Pilgub kelak,   apalagi bila kelak sang Bupati pro ke Wahidin.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bila pihak ARD,   segera menyadari hal ini, dan semua adalah benar adanya, tak pelak lagi   mandat pemenangan tersebut bisa jadi akan dibatasi, atau ARD maju   sendiri lagi seperti yang sudah dilakukan pada Pilkada sebelumnya toh   sebenarnya Popularitasnya sangat besar, apalagi bila Partai-partai mau   memperbaiki kinerjanya jelang PSU kelak dan mampu memanfaatkan waktu   sosialisasi yang belum beraturan main yang jelas. Jadikan Benyamin   Davnie hanya sebagai pendamping yang dibatasi kontribusinya dalam   pemenangan tersebut, sehingga tidak banyak hutang budi yang perlu   dibalas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selanjutnya adalah bagaimana memperkuat diri dengan   merangkul dua pasangan lain yang diatas kertas tak akan mampu berkiprah   banyak di PSU kelak, yaitu pasangan Yayat-Norodom dan Rodhiyah-Yasin.   Daripada suara mereka terbuang percuma, mendingan jadikan mereka mesin   politik yang ampuh untuk masuk kekantong-kantong suara yang pernah   mereka menangi. Yang perlu dicermati adalah pasangan Yayat-Norodom, yang   nota bene adalah juga orang Kab. Tangerang yang direstui sang Bupati   saat nyalon Walikota, jangan sampai, Pihak ARD melakukan blunder politik   dengan merangkul mereka. Namun apa boleh buat, kalau hal itu harus   dilakukan untuk membantu dongkrakan suara semua celah harus ditutup.   Perihal ini juga kemenangan Strategi Politik sang Bupati, untuk   sementara lupakan dulu, toh tawar menawar dengan sang Bupati masih dapat   dilakukan kelak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perihal Sosialiasi yang Rawan kecurangan,   sudah semestinya Pasangan AB yang paham Hukum dan Birokrasi mendesak   KPUD Tangsel untuk segera menerbitkan aturan main yang jelas, bukan   malah membiarkannya atau bahkan memanfaatkan celah tersebut untuk   kepentingannya. Disini kepakaran pasangan AB benar-benar diuji dan   diamati masyarakat Tangsel, bisa jadi dulangan simpatipun akan mengalir   bila hal tersebut mereka lakukan. Jangan sampai setiap gerak  sosialisasi  dianggap kecurangan dengan bertumpuknya laporan kecurangan  ke  Panwaslui, dimana laporan tersebut akan kembali memberi celah  kesempatan  gugat kedua bagi pihak seberang. Serahkan saja kepada para  Partai untuk  mengurusnya hingga tuntas, itu salah satu cara untuk  memberdayakan  kerja mereka. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perihal Jaringan Pendukung, ada  dua hal pokok  yang perlu dicermati yaitu, Jaringan Pendukung yang  menyentuh langsung  ke akar rumput dan Jaringan Pendukung yang berjibaku  melalui Media.  Jaringan Pendukung melalui Akar Rumput potensi terbesar  adanya di  Partai-partai, bila para Partai benar-benar konsekwen dan  penuh  loyalitas menjalankannya bukanlah hal yang sulit bagi ARD untuk   mempertahankan perolehan suara, sukur-sukur menambah suara. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sedangkan   Jaringan Pendukung melalui Media walau cakupannya tidak seluas yang   pertama, namun memiliki gengsi tersendiri karena menyentuh kelas   masyarakat menengah atas. Bila jalur ini mampu digerakkan dengan jitu,   dan ada tim pengendali yang selalu terus memantau perkembangan arus   informasi terkait program-program yang ditawarkan, bukan hal yang muskil   bila simpatisan-simpatisan baru akan bermunculan. Namun ada juga sisi   negatifnya, yaitu apabila tim kendali informasi tersebut tidak mampu   memfilter informasi yang mengarah kepada Black Campaign, yang kemudian   dibumbui dengan tanggapan-tanggapan yang melupakan etika, norma dan   konsekwensi hukum, semua bakal menjadi pukulan balik yang mengenaskan   bagi keberadaan ARD sendiri baik kini maupun kelak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Disisi   Partai saya hanya berharap, kalau memang ingin memenangkan pasangan AB,   bekerjalah dengan benar, lupakan kenyataan bahwa pasangan yang diusung   dianggap mencederai Pilkada kemarin. Buktikan saja para Kader Partai   loyal terhadap Komitmen Partai, bikin regulasi internal diantara Partai   pendukung bagaimana cara terbaik memanfaatkan waktu Sosialisasi yang   ada, baik langsung ke Grass Root atau melalui Media informasi yang ada.   Dan tentunya tegur pula para Kader Partai yang melakukan aksi-aksi yang   tak pantas utamanya di Media Virtual yang tidak mencerminkan perilaku   kader Partai yang layakdihormati.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagi Lembaga/Instasi terkait   Pilkada Tangsel, KPUD, Panwaslu, PNS dan Pemantau Independen, walau   momen Pilkada ini hanya sesaat, namun bekasnya akan tertoreh Sepanjang   Masa dalam menyongsong lahirnya si Anak Emas Kota Tangerang Selatan.   Jadikanlah Karya Bakti Anda menjadi bagian Sejarah yang membanggakan   bukan Aib yang Berkepanjangan. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tulisan ini sangat   subyektif sifatnya, sekiranya ada yang berkenan memberikan kritik yang   lebih obyektif dipersilahkan, semua demi Kota Tangerang Selatan tempat   kita tinggal dan berinterkasi satu sama lain hingga kelak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pamulang, jelang siang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rabu 12 Januari 2011&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Posting terkait :&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;AB Tak Mau Sosialisasi PSU : &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://news.okezone.com/read/2011/01/05/338/410857/338/pasangan-airin-benyamin-tak-mau-sosialisasi-psu" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://news.okezone.com/read/2011/01/05/338/410857/338/pasangan-airin-benyamin-tak-mau-sosialisasi-psu&lt;/a&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Surat Terbuka ke KPUD Tangsel :&lt;/strong&gt;&lt;em&gt; &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=484533397342" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=484533397342&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Partai Harus Kerja Keras Untuk Rakyat :&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=476539602342" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=476539602342&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Tim Ses Mati Suri : &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=476226077342" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=476226077342&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Empat DPC PAN Tarik Dukungan dari Airin &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;:&lt;a href="http://www.tribunnews.com/2010/12/20/si-cantik-airin-tidak-lagi-didukung-empat-dpc-pan" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://www.tribunnews.com/2010/12/20/si-cantik-airin-tidak-lagi-didukung-empat-dpc-pan&lt;/a&gt;)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Yayat-Norodom, Rhdiyah-Yasin Hendak Kemana :&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=472492302342" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=472492302342&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Kekalahan Airin Permalukan Partai Pendukung :&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=455174012342" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=455174012342&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Kandidat Independen Pemenang Pilkada Tangsel :&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=457712772342" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=457712772342&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Makelar Politik di Pilkada Tangsel 1,2,3 :&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=463571312342" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=463571312342&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Menanti Izin Bupati, Arsyid Maju Pilkada Tangsel :&lt;/strong&gt;&lt;em&gt; &lt;a href="http://infokom-tangsel.com/berita-122-menanti-izin-bupati-arsyid-maju-pilkada-tangsel.html" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://infokom-tangsel.com/berita-122-menanti-izin-bupati-arsyid-maju-pilkada-tangsel.html&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img style="width: 393px;" class="img" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs488.ash2/76181_463566518705_824273705_5396785_3653873_n.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pemenang Pilkada Tangsel ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/notes/cah-pamulang/airin-benyamin-tak-mau-sosialisasi-psu-merupakan-warning-bagi-partai-pengusung-u/484794892342?ref=notif&amp;amp;notif_t=like#%21/note.php?note_id=484794892342"&gt;FB-cahPamulang  : Airin-Benyamin Tak Mau Sosialisasi PSU, Merupakan Warning Bagi Partai  Pengusung Untuk Tidak Malas Bekerja Untuknya&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2011/01/airin-benyamin-tak-mau-sosialisasi-psu.html"&gt;Airin-Benyamin Tak Mau Sosialisasi PSU, Merupakan Warning Bagi Partai Pengusung Untuk Tidak Malas Bekerja Untuknya&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-6166745408532622829?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/6166745408532622829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/6166745408532622829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/01/airin-benyamin-tak-mau-sosialisasi-psu.html' title='Airin-Benyamin Tak Mau Sosialisasi PSU, Merupakan Warning Bagi Partai Pengusung Untuk Tidak Malas Bekerja Untuknya'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-3738500812840464772</id><published>2011-01-09T15:52:00.001+07:00</published><updated>2011-01-14T13:48:01.344+07:00</updated><title type='text'>Surat Terbuka Kepada KPUD Tangsel : Pengertian Sosialisasi Serta Aturan Main Yang Harus Ditaati Para Kandidat Jelang PSU Kelak</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;p&gt;Hari ini saya mencoba   mencari tahu makna Sosialiasi yang didengungkan KPUD Tangsel jelang PSU   27 Feb 2011 kelak. Namun apa daya karena keterbatasan daya jelajah   koneksi internet alias lemot bin lelet, saya tak mampu berharap banyak   mengandalkan perangkat tersebut untuk memenuhi hasrat saya mencari tahu   pengertian tersebut. Akhirnya saya ubeg Portal dan Facebook KPUD   Tagnsel, namun apa daya, saya pun tak mampu pula menemukannya disana.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akhirnya   daripada kliyengan saya coba tulis surat saja ke Humas KPUD Tangsel,   yang alamatnya saya dapat di Portal mereka, menanyakan hal termaksud   berikut beberapa hal yang menjadi uneg-uneg saya. Semoga saja surat   tersebut tidak membuat saya menjadi orang yang harus di persona non   gratakan oleh KPUD Tangsel.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berikut surat yang saya sampakain melalui email resmi resmi portal KPUD Tangsel : admin@kpud-tangselkota.go.id&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Surat   Terbuka Kepada KPUD Tangsel  : Pengertian Sosialisasi Serta Aturan  Main  Yang Harus Ditaati Para Kandidat Jelang PSU Tangsel 27 Feb 2011 &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kepada :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;KPUD Kota Tangerang Selatan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;di Tempat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;UP : Yth. Humas KPUD Kota Tangerang Selatan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hal : Sosialiasi PSU 27 Feb 2011 dan Informasi Terkait Dengannya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan hormat,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perkenankan   kami selaku bagian dari elemen Masyarakat Tangerang Selatan yang   antusias mengikuti jalannnya Pilkada Tangsel mendapatkan penjelasan   tentang Pengertian Sosialisai dan Aturan Mainnya seperti apa jelang PSU   termaksud, apakah benar seperti daftar berikut yang kami dapat dari   status Facebook warga Tangsel, yang dimana menurut yang bersangkutan   poin-poin tersebut disampaikan oleh Ketua KPUD dan diiyakan oleh Ketua   Panwaslu Tangsel, berikut intinya :&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tidak ada lagi putaran   kampanye yang ada Sosialisasi dan Silaturahmi Secara Personal  dan Tidak   Boleh Mensosialisasikan Misi Visi Calon.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemilih yang boleh ikut memilih sebagaimana yang terdaftar dalam DPT pemilukada lalu tanpa ada penambahan daftar pemilih lagi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Semua   pasangan calon sebagaimana terdaftar dalam pasangan calon pemilu kada   lalu berhak mengikuti PSU, yaitu pasangan calon nomor 1, 2, 3, dan 4.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pelaksanaan PSU pada hari minggu tanggal 27 pebruari 2011 mulai jam 7.30 WIB.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bila terjadi pelanggaran kembali bisa melaporkan ke Panwaslu, Bawaslu dan Pemantau Pemilu Kada.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Dari ke 5 (lima) poin tersebut kami hendak bertanya dan sampaikan beberapa hal, sebagai berikut :&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Bila   benar hanya semacam itu, bagaimana korelasi antara poin 1 dan 5?    Bukankah sosialisasi yang demikian tanpa dipandu aturan main yang jelas   akan banyak menimbulkan praktek politik uang, dan karena tak ada aturan   yang tegas memungkinkan pelaku curang untuk mengelak dari tuntutan   hukum.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada kampanye yang terjadwal saja praktek politik uang   sudah begitu marak, bagaimana instrumen hukum dari KPUD yang dapat   menjerat para pelaku-pelaku curang di masa sosialiasi tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemudian   saya pernah membaca statement KPUD bahwa yang akan melakukan   Sosialisasi adalah KPUD, namun mengapa pada Statemen dihari yang lain,   KPUD menyerahkannya kepada para Kontestan, dan berkesan berlepas diri   untuk urusan tersebut? Periksa berita yang dilansir portal skala   nasional di Okezone. &lt;em&gt;&lt;a href="http://news.okezone.com/read/2010/12/23/338/406384/338/pemilukada-ulang-kpu-tangsel-larang-kampanye" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://news.okezone.com/read/2010/12/23/338/406384/338/pemilukada-ulang-kpu-tangsel-larang-kampanye&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://news.okezone.com/read/2011/01/05/338/410849/338/sosialisai-psu-pasangan-calon-rawan-kampanye-gelap" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://news.okezone.com/read/2011/01/05/338/410849/338/sosialisai-psu-pasangan-calon-rawan-kampanye-gelap&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyitir   pernyataan di kedua media tersebut, semestinya KPUD sebagai   satu-satunya instrumen penyelenggaran Pilkada tentu tidak bisa   melenggang mengabaikan teguran Panwaslu dan tak berkehendak   mengaktualisasi diri, dengan alasan dana minim atau sibuk, bukankah itu   semua sudah resiko yang diperhitungkan kala berkenan menerima tugas   mulia tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kegagalan KPUD Tangsel kemarin sudah mestinya   menjadi cambuk untuk kedepan lebih baik kinerjanya, realita PSU harus   digelar merupakan bukti Kasat Mata KPUD telah mencederai proses   demokrasi di Tangsel, dan menjadi catatan Aib kelahiran Kota Tangerang   Selatan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masyarakat Tangsel berhak mendapat yang terbaik dari   Pilkada ini, Milyaran Dana yang tersedot tidak boleh dibiarkan menguap   begitu saja. Dan semua pelakunya memiliki kewajiban mempertanggung   jawabkan semuanya dihadapan Hukum baik karena kegagalan yang kemarin   atau terseoknya PSU kelak. Untuk itu untuk meminimalis kesalahan fatal   yang sudah terjadi segera dibuatlah aturan-aturan pelengkap untuk   menyumbat lubang yang masih bocor, jangan berkesan memberi kesempatan   lubang tersebut ternganga semakin lebar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bila aturan main   mengenai Sosialisasi tersebut tidak jelas bagaimana Elemen Masyarakat   dapat terlibat pro-aktif Mengawasi, Mengawal dan Menjaga PSU kelak dari   praktek-praktek kecurangan yang mungkin terjadi, entah dari Tim Ses,   Partai Pendukung, Calon Sendiri atau PNS yang Nekad, bahkan mungkin dari   Pemantau Independen yang berpihak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masyarakat Tangsel memiliki   hak mendapatkan informasi  sebanyak-banyaknya dengan cara mudah dan   murah, untuk itu mohon Portal, Facebook dan Twitternya diaktifkan dan   diupdate, tidak sempat dan tidak ada operator bukanlah pembenaran,   karena perangkat informasi tersebut sudah ada dan menjadi satu paket   dari tugas dan kewajiban KPUD Tangsel untuk secara mudah bersentuhan   dengan Masyarakat Tangsel.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Akhir kata, dimana kami bisa   mendapatkan informasi mengenai siapa saja para Pemantau Independen yang   aktif di Pilkada ini, lengkap dengan alamatnya, karena di Portal KPUD   Tangsel daftar mereka tidak tercantum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Demikian beberapa  hal yang  ingin kami sampaikan, harapan kami surat ini mendapat tanggapan  yang  memadai dan bukan dianggap sebagai tulisan yang menjahili kinerja  KPUD  Tangsel kedepan. Dan tentunya bila surat ini tidak pada tempatnya  kami  mohon maaf yang sebesar-besarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hormat kami,..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;cahPamulang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://facebook.com/cahpamulang" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://facebook.com/cahpamulang&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://cahpamulang.blogspot.com/&lt;/a&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akhir dari surat ----------&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Begitulah   kira-kira surat yang saya kirimkan kesana, tanpa bermaksud sok aksi  dan  sok pingin tahu, semua saya layangkan murni karena saya tak mampu   mengakses informasi dari Media Online yang mereka miliki, baik portal,   facebook, maupun Twitter.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun sekiranya ada pihak yang tahu bahwa informasi tersebut sebenarnya ada dan mudah didapat, mohon kami dikabari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salam&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pamulang, jelang malam&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Minggu, 9 Januari 2011&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Catatan :&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Humas KPUD Kota Tangerang Selatan&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Jl. Maruga Raya No. 01 Sarua Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;E-mail : admin@kpud-tangselkota.go.id&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Telepon/Fax :   021-746 33 505&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;﻿&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Panwaslu Tangsel&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;???&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/#%21/note.php?note_id=484533397342"&gt;FB-cahPamulang  : Surat Terbuka Kepada KPUD Tangsel : Pengertian Sosialisasi Serta  Aturan Main Yang Harus Ditaati Para Kandidat Jelang PSU Kelak&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2011/01/surat-terbuka-kepada-kpud-tangsel.html"&gt;Surat Terbuka Kepada KPUD Tangsel : Pengertian Sosialisasi Serta Aturan Main Yang Harus Ditaati Para Kandidat Jelang PSU Kelak&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-3738500812840464772?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/3738500812840464772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/3738500812840464772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/01/surat-terbuka-kepada-kpud-tangsel.html' title='Surat Terbuka Kepada KPUD Tangsel : Pengertian Sosialisasi Serta Aturan Main Yang Harus Ditaati Para Kandidat Jelang PSU Kelak'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-5663756539463849490</id><published>2011-01-08T16:04:00.001+07:00</published><updated>2011-01-14T13:48:33.969+07:00</updated><title type='text'>Menyikapi Putusan MK Untuk Menentukan Pilihan Yang Lebih Tepat Di Pilkada Ulang Kelak Tanpa Terjebak Opini Yang Berpihak</title><content type='html'>﻿&lt;img class="img" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs381.ash2/65948_446594998705_824273705_5135985_1706655_a.jpg" /&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tulisan ini saya buat untuk merespons pertanyaan pak Bayu Syailendra ( &lt;a href="http://www.facebook.com/BAYUSAYLENDRA" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/BAYUSAYLENDRA&lt;/a&gt; ) yang mempertanyakan seberapa jauh keyakinan saya tentang putusan MK yang membatalkan hasil Pilkada Tangsel yang baru lalu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berikut copy-an pertanyaan tersebut yang ada dalam reply postingan notes saya disini : &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=476577597342" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=476577597342&lt;/a&gt; , yg berjudul : &lt;strong&gt;"Jelang Pilkada Ulang Mari Para Pihak Bermain Politik Uang Asal Tidak TERSTRUKTUR, SYSTEMATIS dan MASIF Seperti Yang Baru Lalu"&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;"CP....ada   yang saya belum yakin, dan saya percaya  pada CP , saya mau tanya sama   CP, saya mau jawaban CP yg jujur dari  hati yg paling dalam,  apakah   benar Airin melakukan seperti apa yg di  tuduhkan MK  ? pls&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Berikut pandangan saya, yang tentunya sangat subyektif sekali :)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pak   Bayu yang baik, saya ini bukan orang yang berinteraksi langsung dengan   semua peristiwa yang ada di Pilkada Tangsel lalu, mungkin pengetahuan   saya jauh dibanding dengan yang pak Bayu miliki. Untuk itu agar saya   tidak buta sama sekali mengenai hal itu saya berupaya mengumpulkan   berita, cerita, mitos atau sekedar hembusan angin sekalipun untuk   mengisi ketidak tahuan saya tentang Pilkada Tangsel ini, sehingga   akhirnya saya berani membuat beberapa catatan versi pribadi saya yang   menurut beberapa pihak kadang menyakitkan, kadang menjemukan bahkan   sering menyebalkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam menuliskan apa yang ada dalam   benak saya, saya tak berkehendak pembaca memihak kesaya begitupun   sebaliknya, saya hanya mencoba menuliskan berdasar apa yang saya dapat   yang kemudian saya rangkai dengan logika berpikir saya yang sederhana   dan berlepas dari keberpihakan kepada Pihak Airin atau Pihak Arsid (saya   memakai kata sandang pihak karena mereka tidaklah berdiri sendiri).   Namun kalau mayoritas isinya dirasa memojokkan Pihak Airin ya apa boleh   buat pak Bayu, saya hanya merangkai dari Serpihan yang Tersisa, dari   Selipan yang Terlupa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masuk ke pokok pertanyaan pak Bayu tentang apakah Pihak Airin melakukan hal itu, saya akan sampaikan dengan kalimat berikut :&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Sebelum   pengumuman MK, semua pihak ada dalam posisi yang sama kedudukannya,   bisa salah bisa benar, bisa kalah bisa menang. Disini saya masih belum   berani berkata bahwa Pihak Airin benar melakukan hal itu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Begitu   sidang MK berlanjut ke arah Pengakuan Saksi yang risalahnya dapat   dengan mudah didapat/download, maka dokumen sebayak 180 sekian halaman   saya baca dari awal sampai akhir bahkan saya membuat resume untuk   mempermudah saya mengambil inti dari kesaksian-kesaksian tersebut. Dari   resume kesaksian yang ada saya meyakini bahwa kemungkinan Gugatan   tersebut akan dikabulkan sudah ada dalam benak saya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selanjutnya   saat MK membatalkan hasil Pilkada Tangsel, maka dokumen Amar Putusan  MK  sebanyak 270 sekian halaman itu pun saya perlakukan sama persis  seperti  dokumen sebelumnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dari hasil resume tersebut maka  dengan  sangat menyesal saya menyimpulkan peran serta Pihak Airin memang  begitu  Kental, Liat dan Kasat Mata, sehingga terbitlah putusan MK yang   Fenomenal tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tentunya ada pihak yang berpandangan  berbeda  dalam mengunyah informasi tersebut, namun kalau cara  membandingkannya  tidak apple to apple, melainkan diadu antara duren  dengan duku,  bengkuang lawan jambu, tentu sulit mendapatkan titik temu,  apalagi  berlanjut dengan adu kepala, tak mungkin saya mampu melawan  kerasnya  batu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya tak pernah memaksa para pihak membaca  dokumen  termaksud, saya hanya bertanya sudahkah dokumen itu dibaca,  dipahami  baru berkesimpulan, itu saja.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya kutip tulisan Claudia Saraswati yang patut saya renungkan : &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=476923582342%EF%BB%BF" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=476923582342%EF%BB%BF&lt;/a&gt; dibagian reply "Tangsel Dimasa Depan Adalah Miniatur Kota Metropolis Yang Bakal Memanjakan Masyarakatnya"&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;Aku terhenyak, ketika ...anak negeri bertanya:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Kenapa kau bersekutu dengan setan?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Dibelahan jiwa mana kau sembunyikan nurani embun pagi?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Tak cukupkah jerit pilu rakyat sebagai bukti?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Kau mulai kasak-kusuk ...! melilitkan fitnah"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Padahal kau tahu mana loyang mana emas”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ya Allah ...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sesusungguhnya aku takut dunia meninggalkanku&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia telah membelenggu akal fikirku&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yaa Allah.. Yaa Rahman.. Yaa Rahim&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yaa Karim Izinkan aku reguk cintaMu&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Notes :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemahaman   kata setan dalam kutipan diatas bagi saya bukanlah penyebutan untuk   para Pihak yang Bertarung di Pilkada Tangsel, namun lebih condong kepada   pemahaman Nafsu, Kepentingan dan Ketakberdayaan, dimana akal tak mampu   berkelit dari nurani serta butanya nurani karena akal tak mampu  menguji.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan  bila bapak bertanya saya ber-Pihak kesiapa,  saya tak mampu menjawabnya  kini karena saya hanya akan menjadi Pemilih  lagi kelak di 27 Feb 2011.  Saya menghindari kata berpihak, karena kini  saya pun sedang Mencari  Kebenaran dari postingan warna hitamnya Pejuang  Demokrasi Tangsel (PDT)  dan Garuda Tangsel (GT) yang sayangnya kini  akunnya raib dari daftar  kontak saya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekian saja ya pak Bayu, maaf kalau berpanjang-panjang dan sedikit berbusa&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pamulang, jelang sore&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sabtu, 8 januari 2011&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Posting pelengkap :   ﻿&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Amar Putusan MK ada di &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=472492302342%EF%BB%BF" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=472492302342%EF%BB%BF&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyikapi berita Poliitk Uang di &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=463456012342%EF%BB%BF" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=463456012342%EF%BB%BF&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Parodi tentang Politik Uang Asal Tidak TERSTRUKTUR, SYSTEMATIS dan MASIF di &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=476577597342" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=476577597342&lt;/a&gt; , periksa bagian 3. PERTIMBANGAN HUKUM [3.30]&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bila Materi Keputusan MK Tidak Memiliki Efek Jera Terhadap Perilaku PNS Yang Berpihak &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=474813957342" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=474813957342&lt;/a&gt; , periksa reply Claudia Saraswati&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menjadi PEMIHAK atau PEMILIH, &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=476288092342" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=476288092342&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img style="width: 393px;" class="img" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs069.snc4/34830_493093678705_824273705_5858507_6183594_n.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Atas Nama Siapa Kubersuara, kalau Ku Wangi, Berdasi dan Berkelas karenanya?&lt;br /&gt;Source : Tangsel Indie http://tinyurl.com/25lj2ug&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=477817687342"&gt;FB-cahPamulang  : Menyikapi Putusan MK Untuk Menentukan Pilihan Yang Lebih Tepat Di  Pilkada Ulang Kelak Tanpa Terjebak Opini Yang Berpihak&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2011/01/menyikapi-putusan-mk-untuk-menentukan.html"&gt;Menyikapi Putusan MK Untuk Menentukan Pilihan Yang Lebih Tepat Di Pilkada Ulang Kelak Tanpa Terjebak Opini Yang Berpihak&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-5663756539463849490?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/5663756539463849490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/5663756539463849490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/01/menyikapi-putusan-mk-untuk-menentukan.html' title='Menyikapi Putusan MK Untuk Menentukan Pilihan Yang Lebih Tepat Di Pilkada Ulang Kelak Tanpa Terjebak Opini Yang Berpihak'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-6708434908690782469</id><published>2011-01-06T16:12:00.001+07:00</published><updated>2011-01-14T13:49:04.841+07:00</updated><title type='text'>Kalau ICW Kelasnya Nasional, Mungkinkah TCW (Tangsel Corruption Watch) Dibentuk &amp; Adakah Yang Berkehendak Menjadi Foundernya?</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;img style="width: 393px;" class="img" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs565.ash2/148745_457578673705_824273705_5317967_5710753_n.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sponsor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;﻿Pilkada   Tangsel yang baru lalu para Petarung mengklaim bahwa pihak merekalah   yang Paling Santun, Jujur, Benar dan Bersih, walau banyak Cerita, Fakta   dan Data yang berhamburan dikalangan Masyarakat semua hanyalah menjadi   Dongeng belaka yang segera dilupakan seiring waktu yang bergulir.   Jangankan hanya sekedar Cerita Rakyat, putusan Lembaga Tinggi Negara   semacam MK saja bisa tak dianggap apalagi memiliki efek jera.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jargon   Politik Dinasti, Politik Putra Daerah, Politik Gender, Praktek Kolusi   Dan Nepotisme menurut pendapat pribadi saya tak perlulah menjadi   "Masalah Besar" selama  proses dan ujungnya adalah untuk Kemaslahatan   Rakyat. Namun bila semua hal itu dibarengi dengan yang namanya penyakit   KORUPSI dan kemudian menjadi bagian dari Gaya Hidup (Birokrat/Pejabat   Publik/Wakil Rakyat), maka tak ada Toleransi Ampunan sedikitpun terhadap   para Pelakunya, jangankan mereka yang sudah disebut diatas, mereka  yang  naik menjabat dengan Cara-cara Santun pun bila kelak melakukan   praktek-praktek yang ditengarai beroma KORUP sudah selayaknya harus   dibrangus sedini mungkin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lalu bila dalam sebuah System   Pemerintahan Gaya Hidup Korup sudah menggurita, kait-mengait erat,   antara Pelaku dan Aparat Hukumnya sudah menjadi kerabat akrab saling   menunjang saling menopang, kepada siapa Masyarakat harus berharap?&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tak   ada cara lain kecuali memberdayakan Potensi Masyarakat melalui sebuah   Organisasi, Lembaga, Paguyuban atau apapun namanya yang merupakan   Swadaya Masyarakat yang pada awalnya cukuplah menjadi penampung   informasi seputar praktek-prekatek Korup yang ada disekitarnya, yang   kemudian oleh Lembaga tersebut diteruskan kepada para pihak yang lebih   berwenang menanganinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari sisi saya pribadi saya   membayangkan sebuah bentukan semacam ICW namun dalam skala Regional,   tidak harus terlalu formal namun memiliki akses cukup kuat ke semua lini   yang diperlukan, utamanya tentu adalah akses kepada ICW itu sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berikut saya cuplik sedikit &lt;strong&gt;Manifesto Gerakan Anti Korupsi ICW, &lt;/strong&gt;( &lt;em&gt;&lt;a href="http://www.antikorupsi.org/antikorupsi/?q=tentang.icw" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://www.antikorupsi.org/antikorupsi/?q=tentang.icw&lt;/a&gt;&lt;/em&gt; ) yang menjadi inspirasi penulisan catatan ini :&lt;/p&gt;&lt;div class="photo photo_right"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs788.ash1/167840_492117638705_824273705_5844460_6284447_a.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;ICW   adalah lembaga nirlaba yang terdiri dari sekumpulan orang yang    memiliki komitmen untuk memberantas korupsi melalui usaha-usaha    pemberdayaan rakyat untuk terlibat/berpartisipasi aktif melakukan    perlawanan terhadap praktek korupsi. ICW lahir di Jakarta pada tanggal    21 Juni 1998 di tengah-tengah gerakan reformasi yang menghendaki    pemerintahan pasca Soeharto yang demokratis, bersih dan bebas korupsi.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Visi ICW :&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Menguatnya   posisi tawar rakyat untuk mengontrol negara dan turut serta  dalam   keputusan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang  demokratis,   bebas dari korupsi, berkeadilan ekonomi, sosial, serta  jender.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi   bila waktu itu ICW lahir pada saat Reformasi bergulir, tentunya tidak   ada salahnya bila di Tangsel pun digulirkan gerakan/lembaga semacam   dalam skala mini. Misal diberi nama Tangsel Corruption Watch (TCW),   dengan Koordinator yang ada ditiap Kecamatan bila mungkin, dibarengi   dengan kemudahan akses informasi yang interaktif. Sudah selayaknya   kelahiran Negeri Tangsel yang bakalan menjadi Kota Metropolis perlu   diiringi dengan lahirnya Organisasi Nirlaba yang Mandiri Bebas   Kepentingan Kelompok yang mampu menjadi Watch Dog (istilah ini kurang   enak didengar namun lazim dipakai)  bagi Pejabat Publiknya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan perlu digaris bawahi pengertian KORUP tidak hanya semata urusan yang berhubungan dengan Uang semata, kalau kita baca dalam &lt;strong&gt;Program dan Divisi ICW﻿&lt;/strong&gt;, lingkupnya adalah &lt;strong&gt;Korupsi Politik&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Monitoring Pelayanan Umum&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Monitoring Hukum dan Peradian&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Divisi Informasi Publik&lt;/strong&gt;.(&lt;em&gt; &lt;a href="http://www.antikorupsi.org/antikorupsi/?q=tentang.icw#dewan" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://www.antikorupsi.org/antikorupsi/?q=tentang.icw#dewan&lt;/a&gt;&lt;/em&gt; )&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bila &lt;strong&gt;Tangsel Corruption Watch (TCW) &lt;/strong&gt;dengan cepat dapat segera terbentuk maka tak pelak lagi bakal menjadi&lt;strong&gt; Mimpi Buruk Bagi Birokrat Korup&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan kembali kita dapat dengan bangga menyeru, &lt;strong&gt;Ini Tangsel Bang!&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Namun   siapa yang berkendak menjadi Founder-nya, yang mampu berlepas diri  dari  Kepentingan Pribadi dan Kelompok, berkorban Waktu untuk Khalayak  dan  beresiko Tinggi bagi Kehidupan Pribadi?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pamulang, ba'da Ashar&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kamis 06 Januari 2011&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Notes :&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sekretariat Indonesia Corruption Watch&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;   Jl. Kalibata Timur IV/D No. 6 Jakarta Selatan, Indonesia Phone : +62 -   21 - 7901 885, 7994 015 Fax : +62 - 21 - 7994 005 Email:   icw@antikorupsi.org ﻿&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Sedangkan &lt;strong&gt;Banten Corruption Watch (BCW) &lt;/strong&gt;yang   berdiri th 2000 dan mati suri sejak 2007 kini kegiatannya hanya    mendokumentasikan kliping dari berbagai sumber media dan membuat artikel    menyoal kejahatan  korupsi di Banten.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Website &lt;a href="http://bcwbanten.co.cc/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://bcwbanten.co.cc/&lt;/a&gt; Groupnya Facebooknya ada di &lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=255743588400&amp;amp;v" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/group.php?gid=255743588400&amp;amp;v&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=482980742342"&gt;FB-cahPamulang  : Kalau ICW Kelasnya Nasional, Mungkinkah TCW (Tangsel Corruption  Watch) Dibentuk &amp;amp; Adakah Yang Berkehendak Menjadi Foundernya?&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2011/01/kalau-icw-kelasnya-nasional-mungkinkah.html"&gt;Kalau  ICW Kelasnya Nasional, Mungkinkah TCW (Tangsel Corruption Watch)  Dibentuk &amp;amp; Adakah Yang Berkehendak Menjadi Foundernya?&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-6708434908690782469?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/6708434908690782469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/6708434908690782469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2011/01/kalau-icw-kelasnya-nasional-mungkinkah.html' title='Kalau ICW Kelasnya Nasional, Mungkinkah TCW (Tangsel Corruption Watch) Dibentuk &amp; Adakah Yang Berkehendak Menjadi Foundernya?'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-1963693783971118633</id><published>2010-12-27T16:16:00.001+07:00</published><updated>2011-01-14T13:49:52.898+07:00</updated><title type='text'>Tangsel Dimasa Depan Adalah Miniatur Kota Metropolis Yang Bakal Memanjakan Masyarakatnya</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img class="img" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs381.ash2/65948_446594998705_824273705_5135985_1706655_n.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption"&gt;"Pilkada Hebat" Tangerang Selatan 13 Nov 2010&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Urusan  Sampah, Perbaikan Infra Struktur, Birokrasi yang Jujur nggak nakal,  Wakil Rakyat yang Amanah nggak merangkap jadi Makelar, Aparat Hukum yang  Mandiri tak Terbeli adalah sudah merupakan keharusan dalam  menyelenggarakan sebuah Pemerintahan Kota yang indah Tangsel ini tanpa  harus didikte oleh masyarakat bukan?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nah, karena saya hanya  seorang pemimpi belaka maka saya membuat sebuah angan-angan berlebih  (utopis bila dianggap aneh-aneh) dalam menyikapi arah perkembangan  Tangsel Kedepan. Yaitu dengan memanfaatkan potensi dasar yang dimiliki  Tangsel serta tuntutan Globalisasi Informasi mutlak harus dipenuhi dalam  perkembangan suatu Kota Metropolis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pertama, Tangsel Cyber Sport&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Olah  Raga merupakan komponen penting membangun generasi muda yang sehat,  sportif dan kuat untuk itu perlu diberdayakannya rarana yang ada dan  diadakannya sarana yang belum ada.&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Sudah selayaknya setiap  Kecamatan memiliki lapangan sepak bola yang berstandard, bukan hanya  lapangan Futsal yang dimiliki para individu. Dan sepatutnya yang namanya  Kota memiliki Stadion yang memadai untuk menggelar even-even  pertandingan lokal. Atau dapat dimanfaatkan untuk kegiatan olah raga  ikutannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keberadaan Setu yang tersebar di wilayah Tangsel  dapat menumbuh kembangkan olah raga dan rekreasi air seperti : olah raga  dayung, arena pancing massal, dan tentunya tetap berfngsi sebagai  resapan air yang berguna bagi lingkungan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Fungsikan kembali  Pacuan Kuda yang ada, berdayakan aset yang dimiliki, karena tidak semua  daerah memiliki arean Pacuan Kuda macam di Tangsel.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mohon  tambahannya ....&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kedua, Tangsel Cyber City&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sarana komunikasi yang paling murah adalah Internet, sehingga sudah selayaknya hal ini perlu diwujudkan segera.&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tiap Kecamatan memiliki area Hotspot yang menjadi ajang silaturahi masyarakat virtual pada kesempatan-kesempatan tertentu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tiap kecamatan mengijinkan akses virtual bagi masyarakatnya untuk berinteraksi dengan pemda setempat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Antara Kota dan Kecamatan terhubung secara virtual sehingga memudahkan cek re-cek diantara instansi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Barangkali para sobat ada masukan, silahkan...&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ketiga, Tangsel ........ City&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang  saya maksud disini adalah kategori Kebudayaan, seperti Perpusatakaan  Umum, Gedung Kesenian/Theatre Terbuka dll. Saya belum menemukan istilah  yang pas untuk hal ini, mohon masukannya ....&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bukan sebuah  harapan tanpa realita karena Tangsel memiliki semua potensi  pendukungnya dan masyarakat membutuhannya. Gedung-gedung pencakar  berdiri berderet, kampung elite bertaburan, sarana pendidikan berkelas,  masyarakat yang kritis adalah power dan sumber.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk itu saya  berharap, kelak Para Pemenang Pilkada Ulang, banyak hal yang bisa Anda  perbuat, dan berbuatlah sebanyaknya untuk rakyat semua adalah Sejarah  Emas bagi Anda. Bukan sebuah mimpi bila Tangsel yang awalnya kota kecil  yang berfungsi hanya sebagai penyangga Ibukota kelak akan setara dengan  Jakarta.&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Korelasi dengan Pilkada ini adalah  Pertarungan merebut Gengsi dan Kehormatan, jangan para pihak jual dengan  Harga Yang Begitu Rendah untuk mendapatkannya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ini Tangsel Bang!&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(kelak jargon ini akan berbunyi : Ini Tangsel Bung!)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan kita akan bangga menyebutkannya, mari jadikan diri kita bagian dari sejarah perubahan itu sekecil apapun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pamulang, jelang siang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Senin, 27 Des 2010&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Akankah tulisan ini menuai hujatan kembali? Kalau iya, ya kebangetan banget yang menabur :)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?saved&amp;amp;&amp;amp;note_id=476923582342"&gt;FB-cahPamulang : Tangsel Dimasa Depan Adalah Miniatur Kota Metropolis Yang Bakal Memanjakan Masyarakatnya&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2010/12/tangsel-dimasa-depan-adalah-miniatur.html"&gt;Tangsel Dimasa Depan Adalah Miniatur Kota Metropolis Yang Bakal Memanjakan Masyarakatnya&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-1963693783971118633?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/1963693783971118633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/1963693783971118633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2010/12/tangsel-dimasa-depan-adalah-miniatur.html' title='Tangsel Dimasa Depan Adalah Miniatur Kota Metropolis Yang Bakal Memanjakan Masyarakatnya'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-2972096404027745258</id><published>2010-12-26T17:04:00.001+07:00</published><updated>2011-01-14T13:52:08.434+07:00</updated><title type='text'>Menjadi PEMIHAK atau PEMILIH di Pilkada Ulang Tangsel Adalah Tidak Mudah, Perlu Tekad Dan Keberanian Tersendiri</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img class="img" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs381.ash2/65948_446594998705_824273705_5135985_1706655_n.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption"&gt;"Pilkada Hebat" Tangerang Selatan 13 Nov 2010&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Malam  ini saya mendapat inspirasi menulis setelah membaca catatan Bang Ben  Betawi Banten tentang keluh kesah seorang Goenawan Mohammad kala harus  MEMIHAK disini :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=180091958686745%EF%BB%BF" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=180091958686745%EF%BB%BF&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Sebagai  Masyarakat yang Awam yang Tidak terkait ke Politik Praktis Langsung,  rakyat yang menjadi obyek percaturan Politik, saya lebih memilih kata  "MEMILIH" daripada "MEMIHAK"&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengertian "MEMIHAK" bagi saya  berarti saya menjadi bagian dari mereka dan ada kewajiban untuk membela  apapun yang dilakukan oleh yang di-PIHAKI yang kadang berujung dengan  Mandul dan Tumpulnya Daya Kritis kepada yang saya PIHAKI, itu realita  yang saya lihat sekarang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sedangkan kata "MEMILIH" bagi saya  lebih tidak memiliki keterikatan secara emosional karena saya bukan  bagian dari mereka. Tapi mereka adalah kendaraan saya/rakyat untuk  menuju tatanan yang lebih baik dan semakin baik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sehingga bila  ada yang bertanya saya memihak siapa di Pilkada Tangsel ini, saya akan  berkata saya tidak MEMIHAK namun saya MEMILIH si Fulan daripada si  Fulani dengan alasan a, b, c, d dst. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan  demikian, jabarannya bagi saya adalah bila saja pilihan saya keliru  karena ada cacat yang terungkap dikemudian saya tak kan canggung untuk  bersikap kritis nan jahil. Begitu pula bila pilihan saya berhasil dan  namun kala mengemban amanah ada laku tak senonoh tak sungkan diri ini  teriak. Walau hanya kuping sendiri yang mendengar atau mulut melebar  karenanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan bisa saja pada Pilkada Ulang kelak, PILIHAN ini  berubah namun tidak merubah perilaku kritis jahil yang merupakan bagian  penting dari komponen keterbukaan yang mandiri jauh dari keber-PIHAKAN  yang sering kali mengkebiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pilkada adalah Pesta Rakyat, bagi  rakyat jelata hakekatnya adalah MEMILIH bukan MEMIHAK, rakyat/mereka  yang memilih jadi PEMIHAK memiliki beban lebih berat dibanding yang  hanya menjadi PEMILIH.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Para PEMIHAK adalah Kuda Tunggangan bagi  yang DIPIHAKI dengan segala resiko yang ditanggung, sedangkan para  PEMILIH adalah PENUNGGANG mereka, JURAGAN yang sebenarnya yang bebas  berkendara turuti kata hati.&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bila PEMIHAK berubah keterpihakan, mereka dianggap PENGKHIANAT, namun disisi seberang menjadi PAHLAWAN&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Billa PEMILIH berubah pilihan tak ada gelar apapun yang disemat kemudian. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;Karena  itu pula tak heran bila Partai sebagai kepanjangan tangan  RAKYAT/JURAGAN begitu masuk kelingkaran KEBERPIHAKAN menjadi begitu  Sulit untuk ber-KHIANAT walau untuk kepentingan JURAGANNYA. Mereka  memilih tetap memakai Kaca Mata Kuda dan menjadi Peliharaan Belaka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Apakah tulisan ini berlaku bagi Tim Sukses dan Simpatisan para PIHAK?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tergantung  kemampuan mereka membaca keadaan dan keterikatan kepada para pihak,  namun yang terpenting adalah Kemampuan dan Kemauan membaca sebuah  Tulisan sambil meredam gejolak di dada, kaki, pinggang dan mata waktu  melototin tulisan ini dibilik warnet yang sempit, pengap, penuh asap  rokok, duwit cekak, seperti yang saya alami.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang sedikit  membedakan dengan mereka yang sinis nyinyir terhadap saya, padahal  karena keterbatan kemampuan analisis pribadi mereka, adalah saya tidak  memiliki kemauan untuk balik memaki walau mampu untuk itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;:)&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pamulang, dini hari&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Ngelantur tiada kawan ujungnya malah dapat makian  &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Minggu 26 Des 2010&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?saved&amp;amp;&amp;amp;note_id=476288092342"&gt;FB-cahPamuang : Menjadi PEMIHAK atau PEMILIH di Pilkada Ulang Tangsel Adalah Tidak Mudah, Perlu Tekad Dan Keberanian Tersendiri&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2010/12/menjadi-pemihak-atau-pemilih-di-pilkada.html"&gt;Menjadi PEMIHAK atau PEMILIH di Pilkada Ulang Tangsel Adalah Tidak Mudah, Perlu Tekad Dan Keberanian Tersendiri&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-2972096404027745258?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/2972096404027745258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/2972096404027745258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2010/12/menjadi-pemihak-atau-pemilih-di-pilkada.html' title='Menjadi PEMIHAK atau PEMILIH di Pilkada Ulang Tangsel Adalah Tidak Mudah, Perlu Tekad Dan Keberanian Tersendiri'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-4814127427113503866</id><published>2010-12-26T16:54:00.001+07:00</published><updated>2011-01-14T13:52:58.913+07:00</updated><title type='text'>Jelang Pilkada Ulang Tangsel Para Partai Harus Bekerja Super Keras Bila Keberadaannya Ingin Tetap Diakui Rakyat</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img class="img" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs381.ash2/65948_446594998705_824273705_5135985_1706655_n.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption"&gt;"Pilkada Hebat" Tangerang Selatan 13 Nov 2010&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di  Pilkada ini bagi saya yang tak kalah penting untuk dicermati adalah  keberadaan Partai-partai yang merupakan kepanjangan tangan bagi  Masyarakat Tangsel dalam kehidupan Tata Politik dan Pemerintahan di  Tangerang Selatan.&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Seperti kita ketahui bersama,  Airin-Benyamin didukung oleh 9 (sembilan) Partai Golkar, Partai  Demokrat, PDI Perjuangan, PKS, PAN, PDS, PKB, PPDI dan PKPI. Dengan  jumlah kursi di DPRD sebanyak 38 (tiga puluh delapan) kursi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  Sementara Arsid-Andre Taulany hanya didukung oleh 4 (empat) PPP, PBB,  Hanura, dan Gerindra. Dengan jumlah kuris di DPRD sebanyak 7 (tujuh)  kursi. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Catatan penting perihal kiprah Parpol yang dapat saya susun sebagian adalah :&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Hasil  Pilkada Tangsel dan diharuskanya ada Pilkada Ulang membuktikan tidak  bekerjanya partai politik sebagai mesin pengusung dalam memberikan  dukungan kepada masing-masing calonnya. Anggota DPRD nya hanya  memanfaatkan kebesaran nama Partai pada masa kampanye belaka, menjadi  aktor/aktris panggung terbuka. Habis itu sudah, terserah saja gimana  baiknya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Parpol lebih digunakan pada proses administrasi  seseorang untuk maju dalam Pilkada, yang pada sisi negatifnya dapat pula  difungsikan sebagai pengganjal bagi para calon yang ingin bertarung  namun tak dikehendaki.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masing-masing anggota DPRD Kota Tangsel  (khususnya yang telah mendukung Airin) tentunya memiliki basis  konstituen yang jelas, namun apa lacur para anggota DPRD tersebut tidak  mampu meng-optimalkannya. Padahal dana dari pemodal mestinya ada untuk  itu, atau kalaupun tanpa modal mesin di grass root semestinya mampu  digerakkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Parpol gagal menjadi "watch dog" bagi pasangan yang  mereka dukung agar bermain dengan cantik bahkan cenderung melakukan  pembiaran-pembiaran secara systematis demi kemenangan pasangan yang  diusung. Saya sebutkan pembiaran karena dengan adanya basis konstituen  ke grass root tentulah semudah membalik tangan kalau hanya membentuk  semacam pemantau dilapangan untuk mencari celah kecurangan apa saja yang  sedang terjadi. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Inilah fakta yang terjadi dalam  setiap Pilkada di setiap daerah dan kini terjadi pula di Pilkada Tangsel  yang lalu. Partai politik tidak bisa dijadikan sebagai tolok ukur  kemenangan. Apalagi untuk daerah perkotaan seperti Tangerang Selatan  yang tingkat pendidikan dan kualitas berfikir masyarakat lebih teruji.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bila  pada ujian pertama saja (Pilkada) Para Partai tidak mampu menujukkan  GIGI-nya, lalu bagaimana kelak di Pilkada Ulang dan 5 (lima) tahun  kedepan?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pilkada Ulang kelak pasti menjadi ajang  Pembuktian dan Balas Budi Parpol kepada pasangan yang diusung bahwa  mereka telah bekerja super keras, lebih keras dari sebelumnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tindak  lanjut poin pertama, Parpol harus tetap liat dan solid walau mendapati  kenyatan Pilkada Ulang tersebut harus terjadi karena adanya permainan  kotor yang sistemik dari pasangan yang diusung, sebuah pilihan dilematis  antara idealisme dan kompromi politik, antara kehormatan pribadi dengan  solidaritas kelompok.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Imbas dari menjaga soliditas kelompok  dengan tetap mengusung pasangan yang didukung adalah perilaku khianat  terhadap Amanah Rakyat Tangsel yang mendambakan kejujuran dalam  berpolitik, nama mereka (bukan partai dimana mereka bernaung) menjadi  pertaruhan, kepercayaan rakyat pemilihnya kala itu, yang saat memilih  tentunya tidak menginginkan seorang wakil rakyat yang buta terhadap  realita hukum dan mencederai nurani rakyat pemilihnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangka  panjangnya, akankah mereka mampu menjadi jembatan, kepanjangan tangan  memperjuangkan kebutuhan dan keinginan masyarakatnya bila diujian  pertama kiprah mereka yang langsung menyentuh kepada rakyat melalui  Pilkada langsung saja mereka tak mampu menyuarakan suara kebenaran.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  Mampukah mereka kelak menjadi watch dog bagi kebijakan publik yang  digulirkan oleh Eksektuif yang nota bene adalah pilihan mereka sendiri. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya sangat tertarik jargon dari Simpatisan Pendukung Airin yang berbunyi :&lt;/p&gt;&lt;blockquote style="font-weight: bold;"&gt;&lt;p&gt;SEMBILAN  PARTAI POLITIK DI TANGSEL PENDUKUNG NO.4 AIRIN-BENYAMIN SURPLUS DENGAN  SUMBERDAYA, SIAP PASANG STRATEGI BARU UNTUK MENATA TANGSEL RUMAH KITA  BERSAMA SAMPAI KE AKAR RUMPUT, MASYARAKAT PALING BAWAH.﻿&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;Namun Parpol khususnya para anggota serta para pelaku politik praktis juga paham benar makna tulisan berikut :&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;MK  menilai, proses pemilihan kemarin yang memenangkan pasangan Airin  Rachmi Diany-Benyamin Davnie penuh kecurangan dan kental dengan  keterlibatan birokrasi pemerintahan untuk memenangkan pasangan nomor  urut 4 ini.  Akibatnya MK membatalkan keputusan KPU Tangsel tentang  penetapan hasil perolehan suara Pemilukada. Kemudian MK memerintahkan  kepada KPUD untuk melakukan pemungutan suara ulang di semua TPS se-Kota  Tangsel. &lt;a href="http://megapolitan.kompas.com/read/2010/12/10/11575523/MK.Pilkada.Tangsel.Harus.Diulang" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://megapolitan.kompas.com/read/2010/12/10/11575523/MK.Pilkada.Tangsel.Harus.Diulang&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://megapolitan.kompas.com/read/2010/12/10/11575523/MK.Pilkada.Tangsel.Harus.Diulang" rel="nofollow" target="_blank"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;Silahkan bekerja keras sekeras-kerasnya, karena kelak anda bekerja untuk rakyat bukan untuk pasangan yang kalian usung kini.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 40px;"&gt;Ada yang berkata Suara Rakyat Adalah Suara Tuhan,&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 40px;"&gt;Namun saya lebih menyukai jargon Suara Rakyat Adalah Suara Kebenaran&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 40px;"&gt;Dan kebenaran itu di Amanahkan kepada Anda Para Wakil Rakyat bukan kepada yang lainnya bahkan bukan kepada Partai Anda sekalipun&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadilah diri ANDA sendiri, dan jadikanlah RAKYAT menjadi bagian diri ANDA&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pamulang, jelang sore&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nothing tulus (eh salah ya nulisnya ... ?)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Minggu, 26 Des 2010﻿&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?saved&amp;amp;&amp;amp;note_id=476539602342"&gt;FB-cahPamulang : Jelang Pilkada Ulang Tangsel Para Partai Harus Bekerja Super Keras Bila Keberadaannya Ingin Tetap Diakui Rakyat&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2010/12/jelang-pilkada-ulang-tangsel-para.html"&gt;Jelang Pilkada Ulang Tangsel Para Partai Harus Bekerja Super Keras Bila Keberadaannya Ingin Tetap Diakui Rakyat&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-4814127427113503866?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/4814127427113503866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/4814127427113503866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2010/12/jelang-pilkada-ulang-tangsel-para.html' title='Jelang Pilkada Ulang Tangsel Para Partai Harus Bekerja Super Keras Bila Keberadaannya Ingin Tetap Diakui Rakyat'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-7527628085440099134</id><published>2010-12-26T16:42:00.002+07:00</published><updated>2011-01-14T13:53:53.220+07:00</updated><title type='text'>Jelang Pilkada Ulang Mari Para Pihak Bermain Politik Uang Asal Tidak TERSTRUKTUR, SYSTEMATIS dan MASIF Seperti Yang Baru Lalu</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img class="img" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs381.ash2/65948_446594998705_824273705_5135985_1706655_n.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption"&gt;"Pilkada Hebat" Tangerang Selatan 13 Nov 2010&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegagalan  kubu Airin-Benyamin memanfaatkan bergepok-gepok modal yang dimiliki  adalah kala Money Politiknya dilakukan secara TERSTRUKTUR, SYSTEMATIS  dan MASIF yaitu memanfaatkan jalur Birokrat/PNS.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sehingga  akhirnya MK pun memutuskan dilakukan Pemungutan Suara Ulang (Media lebih  sering menyebutnya Pilkada Ulang walau Jubir KPUD tidak menyukai  istilah itu) di Seluruh TPS di 7 (tujuh) Kecamatan wilayah Tangerang  Selatan, dan keputusan ini adalah yang pertama kali MK terbitkan yang  semoga saja tidak ditiru didaerah lain atau diulang lagi di Pilkada  Ulang Tangsel kelak.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya terus terang juga tidak begitu  paham makna tersebut sebelumnya kalau tidak berkehendak membaca Putusan  MK tersebut. Namun dari sekian ratus halaman yang saya coba baca  perlahan sampai kliyengan saking banyaknya, saya menemukan &lt;strong&gt;Poin Penting &lt;/strong&gt;perihal itu di halaman 270, &lt;strong&gt;Tentang Pertimbangan Hukum poin 3.30.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;( &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://tinyurl.com/Putusan-MK-Pilkada-Tangsel" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://tinyurl.com/Putusan-MK-Pilkada-Tangsel&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;﻿&lt;/strong&gt; )&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berikut sadurannya dengan beberapa editing Format untuk lebih mudah dipahami bersama :&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;3. PERTIMBANGAN HUKUM [3.30]&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menimbang  bahwa sampai saat ini Mahkamah berpendirian bahwa POLITIK UANG (MONEY  POLITICS) merupakan TINDAK PIDANA  Pemilukada yang SUBSTANSINYA  merupakan kompetensi PERADILAN UMUM. Oleh karena itu, sampai saat ini  Mahkamah TAK PERNAH MEMBATALKAN membatalkan hasil PEMUNGUTAN SUARA ULANG  yang telah dilakukan oleh KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota dengan  hanya adanya BUKTI MONEY POLITICS yang dilakukan peserta pemilukada  semata-mata.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebab adanya Politik Uang tidak bisa membuktikan  bahwa pihak penerima uang atau bingkisan dalam bentuk apa pun, pasti  akan memilih Pasangan Calon yang memberi uang atau bingkisan tersebut,  mengingat pemilih tetap bebas menentukan pilihannya secara rahasia di  bilik tertutup. Terlebih lagi, banyak calon pemilih yang menerima uang  atau bingkisan bukan hanya dari salah satu Pasangan Calon peserta  Pemilukada.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meskipun demikian, Mahkamah berpendirian bahwa  terdapat Money Politics yang dapat membatalkan hasil Pemilukada, yakni  Money Politics yang dilakukan melalui tindakan TERSTRUKTUR, SISTEMATIS  dan MASIF.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Secara umum :  &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tindakan ter-&lt;strong&gt;STRUKTUR &lt;/strong&gt;berarti dilakukan oleh APARAT, baik sebagai PENYELENGGARA PEMILU maupun sebagai PENYELENGGARA PEMERINTAHAN&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;SISTEMATIS &lt;/strong&gt;berarti  dilakukan dengan perencanaan dan langkah-langkah Struktural yang dengan  nyata dimaksudkan untuk memenangkan PASANGAN CALON TERNTENTU  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sedangkan &lt;strong&gt;MASIF &lt;/strong&gt;berarti memengaruhi sejumlah besar Pemilih atau Komunitas yang tidak dapat dihitung jumlahnya satu per satu.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Terhadap  MONEY POLITICS yang memenuhi unsur ter-STRUKTUR, SISTEMATIS dan MASIF  Seperti itu, Mahkamah dapat MEMBATALKAN hasil pemungutan suara  PEMILUKADA, dengan catatan bahwa aspek PIDANA-nya tetap dapat diproses  ke PENGADILAN UMUM, sebab Mahkamah tidak pernah memutus perkara dalam  konteks PIDANA.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Paparan MK diatas tidak hanya  cukup jelas namun Sangat Amat Jelas, jadi Ironi sekali bila para pihak  tidak mampu mengunyah hal itu dengan nikmat. :)&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Apakah judul yang saya pilih menyakiti para pihak? &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya  harap para pihak dapat arif dalam bersikap, karena pada kenyataannya  praktek bagi-bagi uang, kerudung, kebaya, bantu ini dan sponsor itu  sangatlah diminati Masyarakat kita, dan itulah hiburan pertama rakyat  kala diadakan Pemilu, baik Kada, Pilpres atau Legislatif. Kapan lagi  rakyat dapat interaksi dan merasakan sentuhan para calon kalau bukan  pada masa seperti itu bukan?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan jangan dilupakan jua dikala itu pula rakyat dapat melakukan "&lt;strong&gt;kontrak-kontrak politik&lt;/strong&gt;"  bagi kepentingan masa depan lingkungannya atau yang lebih luas lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Untuk bagi para Petarung Pilkada Ulang kelak saya memiliki pandangan untuk masing-masing kandidat sebagai berikut :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Airin - Benyamin&lt;/strong&gt;,  dengan modal cakap, berpengalaman dan berduit banyak, jangan sungkan  menggembirakan rakyat dengan cara-cara yang sudah biasa dilakukan, namun  jangan sekali-kali memanfaatkan jalur PNS Tangsel karena akibatnya  begitu pahit. Berdayakan Tim Sukses dan Partai serta Simpatisan Anda  menjadi Mesin Sosialisasi yang Terstruktur, Systematis dan Masif nan   Efektif jelang Pilkada Ulang kelak. Dan hentikan hamburan kata  simpatisan menyerang lawan politik Anda karena itu merupakan bibit-bibit  kebencian yang dapat membuat &lt;strong&gt;Chaos&lt;/strong&gt; paska Pilkada Ulang kelak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Arsid -Andre&lt;/strong&gt;,  intinya sama dengan kubu Airin - Benyamin, saya hanya menghimbau  kalaupun di Pilkada kemarin banyak PNS yang tidak Netral, namun jangan  dilupakan ketidak Netralannya bisa saja karena system birokrasi yang  memaksa mereka untuk berpihak, jadikan mereka menjadi kawan toh kelak  kalau Anda berhasil memenangkan kontes ini, mereka tetap akan menjadi  bagian dari Lingkungan Anda dalam membangun Tangsel Tercinta. Bila ini  berhasil Anda lakukan dengan cerdik, teori kemungkinan PNS di Tangsel  bakal belah dua akan sedikit terhindari dan Anda tetap dapat berkawan  dan ngopi bareng dengan nyaman. ( &lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://tinyurl.com/PNSnya-Bakal-Belah-Dua" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://tinyurl.com/PNSnya-Bakal-Belah-Dua&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; ) Lagian tanpa anda tuntut pun KIPP (Komite Independen Pemantau Pemilu) sudah melaporkan mereka ke Mendagri. ( &lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://tinyurl.com/KIPP-Laporkan-PNS-Tangsel" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://tinyurl.com/KIPP-Laporkan-PNS-Tangsel&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt; &lt;/em&gt;) Saya berpendapat 50% kemenangan sudah ditangan bila Anda lakukan kearifan ini. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Yayat - Norodom, Rhodiah - Yasin&lt;/strong&gt;,  mohon maaf bila saya tidak mampu menulis banyak hal tentang  kedua  pasangan ini, karena sebagai pemilih yang mencoba Rasional, saya  berpendapat di Pilkada Ulang kelak suara Anda tak akan mampu bersaing  dengan pasangan 3 dan 4, untuk itu baiknya Anda berdua bersegeralah  melakukan manuver-manuver cerdik dengan sisa energi yang dimiliki yang  bermanfaat bagi pasangan Anda berdua. Rincian hall ini pernah saya tulis  dicatatan ini : ( &lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://tinyurl.com/Yayat-Norodom-Rhodiyah-Yasin" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://tinyurl.com/Yayat-Norodom-Rhodiyah-Yasin&lt;/a&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Akhir kata, tabukah ber-Politik Uang? &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak bila para pihak masih memiliki dana untuk itu namun tidak percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk  mari para Pihak lakukanlah Politik Uang dengan cara-cara yang tidak  TERSTRUKTUR, SYSTEMATIS dan MASIF karena Rakyat pasti akan suka, suka  sekali malah. Namu jangan mengandalkan jalur-jalur PNS karena itu Lubang  Kematian di Pilkada Ulang kelak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya yakin para Petarung mampu melakukannya dengan Piawai&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bila orang Medan bangga dengan daerahnya berkata : Ini Medan Bung!&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Maka saya dengan bangga pula akan berteriak : Ini Tangsel Bang!&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Walau  Tangsel Kecil dan baru Lahir namun Percaturan Politiknya laik menjadi  Trending Topik di Facebook serta Media Masa dan hebatnya lagi saya,  Anda, Kita ada dalam bagian sejarah proses kelahiran tersebut. Sebuah  kenangan yang tak bakal terulang, untuk jangan toreh kenangan tersebut  dengan sekedar memaki bak petarung bebal yang kalap.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ingat, Ini Tangsel Bang!&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Indah ya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;:)&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pamulang, jelang Isya'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Mau nonton bola ramai-ramai, seru pasti  ...&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Minggu, 26 Desember 2010&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?saved&amp;amp;&amp;amp;note_id=476577597342"&gt;FB-cahPamulang  : Jelang Pilkada Ulang Mari Para Pihak Bermain Politik Uang Asal Tidak  TERSTRUKTUR, SYSTEMATIS dan MASIF Seperti Yang Baru Lalu&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2010/12/jelang-pilkada-ulang-mari-para-pihak.html"&gt;Jelang Pilkada Ulang Mari Para Pihak Bermain Politik Uang Asal Tidak TERSTRUKTUR, SYSTEMATIS dan MASIF Seperti Yang Baru Lalu&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-7527628085440099134?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/7527628085440099134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/7527628085440099134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2010/12/jelang-pilkada-ulang-mari-para-pihak.html' title='Jelang Pilkada Ulang Mari Para Pihak Bermain Politik Uang Asal Tidak TERSTRUKTUR, SYSTEMATIS dan MASIF Seperti Yang Baru Lalu'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-1052075453035853824</id><published>2010-12-25T17:06:00.003+07:00</published><updated>2011-01-14T13:55:08.065+07:00</updated><title type='text'>Jelang Pilkada Ulang Tangsel Para Tim Sukses Mati Suri Kini Muncul Kampanye Hitam Kwadrat Dari Para Simpatisan Yang Powerful</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img class="img" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs381.ash2/65948_446594998705_824273705_5135985_1706655_n.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption"&gt;"Pilkada Hebat" Tangerang Selatan 13 Nov 2010&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keputusan  MK tentang Pilkada Ulang Tangsel jelas membuat Riang Penggugat namun  Meriang Bagi Tergugat/Terkait. Periksa putusan MK tersebut disini :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=472492302342%EF%BB%BF" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=472492302342%EF%BB%BF&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Para  pihak terkait kini sibuk dengan masalahnya sendiri sehingga bisa jadi  persiapan jelang Pilkada Ulang kelak bakall terkoyak. Sebelum masuk  ketopik tulisan, saya berandai-andai menuliskan kemungkinan yang dialami  Kubu Airin - Benyamin &lt;em&gt;(Tentang Arsid -Andre, KPUD dan Panwaslu ada di tulisan tersendiri)&lt;/em&gt; :&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;PNS  Yang Tidak Netral, Laporan KIPP (Komite Independen Pemantau Pemilu)  terhadap 18 PNS telah masuk ke Mendagri berikut tembusannya bakal   membuat mereka kalang kabut, tidur tak nyenyak, nafaspun berat,  hilangnya nikmat melihat final bola AFF. ( &lt;a href="http://www.metrotvnews.com/read/news/2010/12/19/37305/Mendagri-Diminta-Beri-Sanksi-18-Pejabat-Tangsel/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://www.metrotvnews.com/read/news/2010/12/19/37305/Mendagri-Diminta-Beri-Sanksi-18-Pejabat-Tangsel/&lt;/a&gt; ﻿)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tim  Sukses Airin - Benyamin, nyalinya mengkerut, badan mengering, keringat  dingin menetes tak henti segede jagung, menyesali kinerja mereka yang  tidak optimal, hanya melaporkan yang indah-indah belaka. Malangnya  mereka kini, mencari selisih angka 0 sekian persen saja sudah  ampun-ampunan kemarin bagaimana dengan kelak di Pilkada Ulang? Tidaklah  semudah angan apalagi bila dana operasionalnya dibuat ciut tidak seroyal  sebelumnya namun kinerja harus overdosis, sebagai hukuman dari kinerja  yang ala kadarnya kemarin.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Partai Pendukung Airin, yang  sebelumnya ngandalin Airin sekaligus ngadalin, mengaku sudah bekerja  keras  namun tak berbekas, semprotan sang juragan tak ayal pasti  diterima belum lagi terancam pecahnya dukungan arus bawah di Pilkada  Ulang kelak. &lt;/li&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Semoga mereka tidak pada stress berat kasihan keluarga dan sanaknya walau sudah ada tempat buat menampung mereka. (Link)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun  di jagat maya Facebook, yang kini menjadi bagian terpenting dari  perangkat komunikasi interaktif masa depan, rupanya pertarungan dan  semangat keberpihakan masih begitu kuat dan cenderung makin hangat dan  panas. Banyak akun bermunculan dan lantang membeberkan aib cela lawan,  dari ujung kaki sampai kopyah kerudungpun tak terhindarkan jadi ajang  teriakan, meyakini sepenuhnya pihak seberang adalah yang paling kotor,  penuh cela dan noda tanpa berkehendak melihat cermin dan membaca realita  hukum yang ada.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi saya yang hanya seorang PEMILIH belaka bukan  PEMIHAK seperti mereka, ada banyak hal yang bisa dipetik dari hamburan  kata yang ada, yaitu :&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Sebagai Pemilih saya tetap akan yakin  dengan Pilihan saya bila hamburan kata tersebut hanyalah ungkapan kalap  tanpa makna, apalagi saat mereka tak mampu menyediakan data dukungan  yang dapat diteruskan ke Pihak yang berwenang, Panwaslu. Atau sekedar  mencomot berita dari Media yang tak jelas siapa pemiliknya atau mencomot  dari Media Kredible namun hanya karena judulnya belaka tanpa mampu  menguyah isinya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Namun sebaliknya pula bila ungkapan itu  mengandung kebenaran maka sudah selayaknya pihak yang disebut berupaya  mawas diri dan segera mengoreksi kekeliruannya sedapat dan secermat  mungkin tanpa harus berbuat anomali yang akhirnya menjadi onak dikelak  nanti.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ini yang paling lucu unik dan menarik adalah kala ada  yang memaki MK dan mengecilkan keputusannya, tak hanya simpatisan yang  berlaku demikian, pejabat publik yang terkait kasus itupun setali tiga  uang konyolnya. Susah saya memahami pola pikir ini, sampai habis kopi  dua gelaspun tak mampu saya memahami isi benak mereka.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Saya  tak berkehendak menilai siapa mereka dan motif apa dibaliknya, karena  hak berbicara dan melampiaskan perasaan dijamin undang-undang di negeri  ini. Walau hakikinya kebebasan tersebut dibatasi oleh kebebasan pihak  lain, semuanya memiliki konsekwensi hukum bila ungkapan tersebut tidak  ada fakta dan data pendukungnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang saya istilahkan sebagai &lt;strong&gt;Kampanye Hitam Kwadrat&lt;/strong&gt;,  kala A membeber cela B dan atau sebaliknya, begitu terus menerus, yang  kemudian menjadi konsumsi publik dan akhirnya menjadi bagian dari  terbentuknya opini-opini baru yang dapat menurunkan kredibilitas lawan  namun mampu mengeliminer kesalahan kawan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Apakah ini negatif?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi  saya perilaku ini adalah enerji luar biasa dari masyarakat Tangsel yang  bila disalurkan pada tempat yang pas akan sangat berguna kelak sebagai  media kontrol kepada para pejabat publiknya. Dan menjadi corong kritis  berdampingan dengan Media lain yang memang kadang harus berseberangan  dengan nalar masyarakat pada kondisi tertentu.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 40px;"&gt;&lt;strong&gt;Dan  pertanyaan pentingnya adalah, bila mereka mampu berjibaku memaki lawan  idolanya, akankah mereka juga akan mau mengkritisi idolanya?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebuah  pertanyaan sederhana, yang tak akan pernah dijawab oleh para Kritikus  Bayangan, Bayaran, Titipan, Tukang Kompor dan Psycopat yang bisa jadi  bersliweran di Pilkada Tangsel ini tanpa kita sadari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adakah mereka?&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pamulang, jelang malam&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sabtu 25, Des 2010&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?saved&amp;amp;&amp;amp;note_id=476226077342"&gt;FB-cahPamulang  : Jelang Pilkada Ulang Tangsel Para Tim Sukses Mati Suri Kini Muncul  Kampanye Hitam Kwadrat Dari Para Simpatisan Yang Powerful&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2010/12/jelang-pilkada-ulang-tangsel-para-tim.html"&gt;Jelang Pilkada Ulang Tangsel Para Tim Sukses Mati Suri Kini Muncul Kampanye Hitam Kwadrat Dari Para Simpatisan Yang Powerful&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-1052075453035853824?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/1052075453035853824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/1052075453035853824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2010/12/jelang-pilkada-ulang-tangsel-para-tim.html' title='Jelang Pilkada Ulang Tangsel Para Tim Sukses Mati Suri Kini Muncul Kampanye Hitam Kwadrat Dari Para Simpatisan Yang Powerful'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-7708629266476764450</id><published>2010-12-25T17:06:00.002+07:00</published><updated>2011-01-14T13:54:34.778+07:00</updated><title type='text'>Facebook Adalah Media virtual, Banyak Yang Gamang Menyikapinya, Begitu Mudah Celaan, Makian, Hinaan Berhamburan Bertaburan</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img class="img" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs381.ash2/65948_446594998705_824273705_5135985_1706655_n.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;"Pilkada Hebat" Tangerang Selatan 13 Nov 2010&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berbeda pandang, berseberangan adalah hal yang biasa, dan itu tak abadi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk itu abadikan dengan cara bijak kala berucap&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beranggapan  kala mengungkap rasa hanya bertatap dengan layar Hape BB atau Monitor  tak bernyawa adalah kesalahan pertama saat interaksi dengan buasnya alam  maya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hakikinya kita berada dekat teramat dekat dengan Kerabat, Kawan maupun Lawan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;bila cela itu ada yang tak suka,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tak kan pernah kita mampu lari darinya,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tak semudah terjaga dari mimpi buruk lalu melupakannya&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pamulang, terpaksa harus ronda nemenin kerabat,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;padahal mata pinginnya merem dibilik sendiri&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sabtu 25 Des 2010﻿&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?saved&amp;amp;&amp;amp;note_id=476229667342"&gt;FB-cahPamulang  : Facebook Adalah Media virtual, Banyak Yang Gamang Menyikapinya,  Begitu Mudah Celaan, Makian, Hinaan Berhamburan Bertaburan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2010/12/facebook-adalah-media-virtual-banyak.html"&gt;Facebook Adalah Media virtual, Banyak Yang Gamang Menyikapinya, Begitu Mudah Celaan, Makian, Hinaan Berhamburan Bertaburan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-7708629266476764450?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/7708629266476764450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/7708629266476764450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2010/12/facebook-adalah-media-virtual-banyak.html' title='Facebook Adalah Media virtual, Banyak Yang Gamang Menyikapinya, Begitu Mudah Celaan, Makian, Hinaan Berhamburan Bertaburan'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-3050459790088547166</id><published>2010-12-23T17:16:00.001+07:00</published><updated>2011-01-14T13:56:00.582+07:00</updated><title type='text'>Sangsi dan Denda Semestinya Dibebankan Kepada Pelaku dan Sponsor Kegagalan Pilkada Tangsel</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img class="img" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs381.ash2/65948_446594998705_824273705_5135985_1706655_n.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;"Pilkada Hebat" Tangerang Selatan 13 Nov 2010&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bukan Rakyat yang harus mengo﻿ngkosi nafsu angkara mereka bukan?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Para PNS yang terlibatkan sudah sepantasnya mendapat sangsi atas perilaku anomali mereka&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seperti yang telah dilansir Repbulika di berita ber tanggal 13 Des 2010&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/metropolitan/10/12/13/151939-pemkot-tangsel-kecewa-keputusan-mk#close=1" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/metropolitan/10/12/13/151939-pemkot-tangsel-kecewa-keputusan-mk#close=1&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;em&gt;Seperti  diberitakan sebelumnya, MK menganulir keputusan KPUD Kota Tangsel yang  memenangkan pasangan nomor urut 4 (Airin-Benjamin) pada Pemilukada Kota  Tangsel. MK memerintahkan KPUD Kota Tangsel untuk menggelar ulang  pemilukada dalam waktu 90 hari.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;em&gt;Dugaan  ketidaknetralan PNS dan pejabat Pemkot Tangsel menjadi faktor yang  membuat MK menganulir kemenangan Airin-Benjamin. Diantaranya adalah   dugaan keterlibatan Asisten Daerah (Asda) I Bidang Pemerintahan dan  Kesejahteraan Rakyat Kota Tangsel, Ahadi, yang mendukung Airin.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;em&gt;Ahadi  mengeluarkan memo Airin Fans Club (AIFAC) pada 21 Januari 2010  kepada  SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) Kota Tangsel untuk mendukung Airin  menjadi walikota Tangsel. Meski Pemilukada Kota Tangsel digelar 13  November 2010, namun surat yang dikeluarkan Ahadi sebelum Pemilukada  pada 21 Januari 2010 itu menjadi bukti bahwa pejabat Tangsel melakukan  kampanye terstruktur, sistematis dan masif mendukung Airin.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;em&gt;Contoh  lainnya, MK membuktikan keterlibatan PNS mengkampanyekan Airin. Terkait  siaran rekaman kehadiran Airin bersama Ahadi di Radio Metro Zona pada 2  Februari 2010. Usai melakukan siaran, Ahadi menjanjikan  akan  memberikan bantuan kepada Radio Metro Zona jika terus mengkampanyekan  Airin dalam siaran radio di kawasan Pamulang, Tangsel itu.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;em&gt;Selain  tindakan Ahadi, MK juga menyebutkan keterlibatan sejumlah aparatur  pemerintahan lainnya. Diantaranya adalah instruksi camat Pamulang, lurah  Pamulang Barat, camat Serpong, yang menginstruksikan kepada bawahannya  dalam suatu apel pagi untuk mengarahkan warga di setiap RT/RW untuk  mendukung Airin-Benjamin.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masihkah mereka  mampu lelap tidur paska Keputusan MK tersebut? Dan mengecilkan langkah  kubu AA yang sedang menyusun gugatan kepada mereka?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Periksa berita di Republika  13 Des 2010 &lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/metropolitan/10/12/13/151936-arsidandre-akan-laporkan-pejabat-tangsel-ke-polisi" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/metropolitan/10/12/13/151936-arsidandre-akan-laporkan-pejabat-tangsel-ke-polisi&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;em&gt;''Kami  akan bawa para pejabat Pemkot Tangsel ke ranah pidana dan melaporkan  mereka ke Polda Metro Jaya. Saat ini kami masih sedang mempersiapkan  laporan tersebut,” ujar Ketua tim kuasa hukum Arsyid-Andre Taulany,  Endang Hardian, kepada Republika, Senin (13/12).&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hanya mereka yang sudah terlatih bermental Badak sajalah yang tak gentar menghadapi langkah-langkah hukum yang bakal menjemput.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pamulang, jelang sore&lt;/p&gt;&lt;p&gt;23 Des 2010&lt;/p&gt;&lt;p&gt;update dari posting sebelumnya.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?saved&amp;amp;&amp;amp;note_id=472437077342"&gt;FB-cahPamulang : Sangsi dan Denda Semestinya Dibebankan Kepada Pelaku dan Sponsor Kegagalan Pilkada Tangsel&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2010/12/sangsi-dan-denda-semestinya-dibebankan.html"&gt;Sangsi dan Denda Semestinya Dibebankan Kepada Pelaku dan Sponsor Kegagalan Pilkada Tangsel&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-3050459790088547166?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/3050459790088547166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/3050459790088547166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2010/12/sangsi-dan-denda-semestinya-dibebankan.html' title='Sangsi dan Denda Semestinya Dibebankan Kepada Pelaku dan Sponsor Kegagalan Pilkada Tangsel'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-3763982019595708442</id><published>2010-12-23T17:15:00.003+07:00</published><updated>2011-01-14T13:59:58.361+07:00</updated><title type='text'>Yayat - Norodom, Rodhiyah - Yasin , Rencana Besar Apa Kiranya Yang Hendak Kalian Lakukan Di Pilkada Ulang Kelak?</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img class="img" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs381.ash2/65948_446594998705_824273705_5135985_1706655_n.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Pilkada Hebat" Tangerang Selatan 13 Nov 2010&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Diatas kertas kalian jelas akan mendulang kakalahan yang KEDUA kali, untuk itu apa yang sebaiknya kalian lakukan?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masih  ada kesempatan untuk menjadi bagian dari sejarah Pilakda Tangsel yang  so Hot ini kok, ayo buruan bergerak ya jangan tinggal diam belaka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kalau dari versi saya ada beberapa kemungkinan yang dapat dikerjakan yaitu :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kubu Yayat Norodom&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tetap  berjuang sebagai pasangan independen yang yakin suaranya tidak hanya  sekedar 20sekian persen, ini pekerjaan berat karena jumlah pemilihnya di  Pilkada Ulang bakal surut, hanya pendukung fanatik saja yang akan tetap  memilih, sedangkan yang lainmengalihkan pilihan ke pasangan lain (3  atau 4) atau golput, sehinga untuk mencapai perolehan suara seperti  sebelumnya rasanya begitu muskil, berat dan berongkos lagi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Namun  bila dihitung beban beayanya terlalu besar buat bertarung ke depan,  bergabung saja ke kandidat 3 atau 4, pilih mana yang dirasa sreg dan  bisa bekerja sama kelak. Tapi apa ya pantes mereka berkeputusan seperti?  Pantas atau tidaknya tetap ada cara untuk memberi tahu ke khalayak  pendukungnya, gunakan waktu yang ada untuk mensosialisasikan keputusan  tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tindak lanjut dari keputusan ke 2 adalah, mundur dari  percaturan Pilkada Ulang, bersegeralah menjadi Tim Sukses pasangan yang  kalian suka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tindak lanjut langkah ke 3 apa kira-kira ? Mudah  seklai, bila kalian mendukung no 3 berarti ini pertarungan kehormatan,  bila anda dukung no 4, berarti modal bakal balik. Sebuah pilhan yang  nyaman dari sisi pandang masing-masing bukan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kubu Rodiah Yasin&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Ngotot  ikut Pilkada Ulang? Boleh saja namun itu tindakan buang modal yang  kedua kali dengan hasil perolehan yang dijamin tak akan mampu mendekati  perolehan angka yang hanya 7000 an itu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ingat saat diputuskan  kemenangan Airin di Pilkada kemarin kalian sudah membuat pernyataan siap  mendukung, maka di Pilkada Ulang kelak tak perlulah ikut lagi, mundur  saja, ngirit ongkos.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Langsung daftar jadi Tim Sukses pasangan  Airin Benyamin dan bergeraklah dengan lincah selincahnya sebagai bukti  kalian adalah serius mendukung Airin Benyamin&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;:)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pamulang, jelang siang cuaca mendung,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mau mandi kok males&lt;/p&gt;&lt;p&gt;23 Des 2010&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="photo photo_center"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs475.ash2/74837_464009073705_824273705_5403346_5118760_a.jpg" /&gt;&lt;div style="text-align: center;" class="photo photo_center"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1181.snc4/150374_464009293705_824273705_5403347_6390320_a.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?saved&amp;amp;&amp;amp;note_id=472470257342"&gt;FB-cahPamulang  : Yayat - Norodom, Rodhiyah - Yasin , Rencana Besar Apa Kiranya Yang  Hendak Kalian Lakukan Di Pilkada Ulang Kelak?&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2010/12/yayat-norodom-rodhiyah-yasin-rencana.html"&gt;Yayat - Norodom, Rodhiyah - Yasin , Rencana Besar Apa Kiranya Yang Hendak Kalian Lakukan Di Pilkada Ulang Kelak?&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-3763982019595708442?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/3763982019595708442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/3763982019595708442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2010/12/yayat-norodom-rodhiyah-yasin-rencana.html' title='Yayat - Norodom, Rodhiyah - Yasin , Rencana Besar Apa Kiranya Yang Hendak Kalian Lakukan Di Pilkada Ulang Kelak?'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-4611142911169870000</id><published>2010-12-23T17:15:00.002+07:00</published><updated>2011-01-14T13:58:47.318+07:00</updated><title type='text'>Arsid Andre 90 Hari Adalah Waktu Yang Lebih Dari Cukup Dibanding Sebelumnya, Bersegeralah Jangan Merasa Bakal Menang!</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img class="img" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs381.ash2/65948_446594998705_824273705_5135985_1706655_n.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;"Pilkada Hebat" Tangerang Selatan 13 Nov 2010&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ya,  90 hari kedepan adalah masa konsolidasi dan perkuat barisan kalian,  jangan berasyik masuk dengan keputusan ulang Pilkada Tangsel.&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Buat Arsid - &lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tinggalkan beban masa lalu anda, kedepan kepemimpinan Tangsel sudah menanti Anda&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Buat Andre&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ingat  bila tim anda sukses di Pilakda Ulang, anda jadi bagian dari  kepemimpinan  di Tangsel, bersegeralah lebih serius mengurus Pilkada  Tangsel&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;we are all watching you, NOW!&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;pamulang, pojok warung&lt;/p&gt;&lt;p&gt;23 Des 2010&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;" class="photo photo_center"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1139.snc4/148174_464009478705_824273705_5403350_5081634_a.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=472448187342"&gt;FB-cahPamulang  : Arsid Andre 90 Hari Adalah Waktu Yang Lebih Dari Cukup Dibanding  Sebelumnya, Bersegeralah Jangan Merasa Bakal Menang!&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2010/12/arsid-andre-90-hari-adalah-waktu-yang.html"&gt;Arsid Andre 90 Hari Adalah Waktu Yang Lebih Dari Cukup Dibanding Sebelumnya, Bersegeralah Jangan Merasa Bakal Menang!&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-4611142911169870000?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/4611142911169870000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/4611142911169870000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2010/12/arsid-andre-90-hari-adalah-waktu-yang.html' title='Arsid Andre 90 Hari Adalah Waktu Yang Lebih Dari Cukup Dibanding Sebelumnya, Bersegeralah Jangan Merasa Bakal Menang!'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-5043929244149235871</id><published>2010-12-23T17:14:00.001+07:00</published><updated>2011-01-14T14:00:36.410+07:00</updated><title type='text'>Amar Putusan MK terkait Pemilukada Tangerang Selatan, Silahkan Download Dan Sebarkan Buat Bacaan Kala Senggang</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img class="img" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs381.ash2/65948_446594998705_824273705_5135985_1706655_n.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption"&gt;"Pilkada Hebat" Tangerang Selatan 13 Nov 2010&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Putusan tersebut hanya 270 sekian halaman, lumayan buat nyamikan teman minum teh. ini linknya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.mahkamahkonstitusi.go.id/index.php?page=website.PutusanDownload&amp;amp;id=696" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://www.mahkamahkonstitusi.go.id/index.php?page=website.PutusanDownload&amp;amp;id=696&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya dapat dari postingan bang IA&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?fbid=177999502227495&amp;amp;set=a.101060756588037.2201.100000523395786" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/photo.php?fbid=177999502227495&amp;amp;set=a.101060756588037.2201.100000523395786&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mari beranda-andai setelah membacanya&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salam dari Pamulang, tentu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;23 Des 2010&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img style="width: 393px;" class="img" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs013.snc6/166345_484357078705_824273705_5695105_5420893_n.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption"&gt;Apakah ini juga kampanye hitam kawan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;http://tinyurl.com/29sv7o2 "Fb Naazira Rara"&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?saved&amp;amp;&amp;amp;note_id=472492302342"&gt;FB-cahPamulang : Amar Putusan MK terkait Pemilukada Tangerang Selatan, Silahkan Download Dan Sebarkan Buat Bacaan Kala Senggang&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2010/12/amar-putusan-mk-terkait-pemilukada.html"&gt;Amar Putusan MK terkait Pemilukada Tangerang Selatan, Silahkan Download Dan Sebarkan Buat Bacaan Kala Senggang&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-5043929244149235871?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/5043929244149235871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/5043929244149235871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2010/12/amar-putusan-mk-terkait-pemilukada.html' title='Amar Putusan MK terkait Pemilukada Tangerang Selatan, Silahkan Download Dan Sebarkan Buat Bacaan Kala Senggang'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-7836235351424542739</id><published>2010-12-23T17:13:00.003+07:00</published><updated>2011-01-14T14:02:29.950+07:00</updated><title type='text'>Siapapun Pemenang Pilkada Tangsel, PNS-nya Bakal Belah Dua</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img class="img" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs381.ash2/65948_446594998705_824273705_5135985_1706655_n.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption"&gt;"Pilkada Hebat" Tangerang Selatan 13 Nov 2010&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya  membuat judul diatas adalah berdasar fakta berita yang ada baik dari  koran maupun dari mulut tetangga, dari kerabat dan handai taulan, dari  tukang ojek sampai jamaah pengajian, bahwa netralitas PNS di Tangsel  jelang Pilkada Tangsel penuh dengan himbauan, arahan yang endingnya  menuju tekanan. Belum lagi kasak kusuk yang dilakukan oleh kurir-kurir  Partai, maknyus dah kalau digosipin, bisa habis bandrex 3 gelas plus  kerak telor 2 bungkus ibarat kata.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Walau semua mitologi itu  disangkal oleh mayoritas yang disangkakan, itu adalah hak pribadi dari  mereka dan hak sangkalpun juga mereka miliki, jangankan itu, hak untuk  tidak menjawab pun juga bisa digunakan. Jangankan begitu hak untuk  berbohongpun juga boleh apalagi demi menyelamatkan junjungan, syah dan  perlu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya tak mampu merasakan bagaimana seorang PNS merasa  dunianya bakal berbalik bila bukan boss pilihannya yang jadi kelak.  Mengerikan! &lt;em&gt;(tips akalan-akalan agar aman dari amarah boss pernah saya tulis disini &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=464700847342" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=464700847342&lt;/a&gt;)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masuk  ke pokok tulisan, terbelahnya PNS di Tangsel akan meliputi beragam  varian yang akan sangat berpengaruh terhadap kinerja mereka selaku "&lt;strong&gt;Abdi Masyarakat&lt;/strong&gt;", mengingat posisi perolehan suara yang relatif berimbang dan ketidak netralan yang begitu marak diantara mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pertama : &lt;/strong&gt;Hubungan Tangsel ke Provinsi Banten dan Tangsel ke Kab. Tangerang sebagai indukan sementara&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kedua : &lt;/strong&gt;Hubungan Internal Tangsel dan hirarki dibawahnya, bila disharmoni itu ditulis dengan angka 2 maka&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tingkat Walikota (1) x 2&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tingkat Kecamatan (7) x 2  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tingkata Kelurahan (sekian Puluh Kelurahan) x 2 &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Dari angka indeks disharmoni tersebut dapat memuncukan ragam varian yang bakal mengacaukan kinerja Pemkot Tangsel Kelak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(Tulisan ini belum sempat dilanjut karena badan ambruk kala itu, lanjutannya akan ditambahkan kelak)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pamulang jelang pagi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;23 Des 2010&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?saved&amp;amp;&amp;amp;note_id=465878507342"&gt;FB-cahPamulang : Siapapun Pemenang Pilkada Tangsel, PNS-nya Bakal Belah Dua&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2010/12/siapapun-pemenang-pilkada-tangsel-pns.html"&gt;Siapapun Pemenang Pilkada Tangsel, PNS-nya Bakal Belah Dua&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-7836235351424542739?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/7836235351424542739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/7836235351424542739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2010/12/siapapun-pemenang-pilkada-tangsel-pns.html' title='Siapapun Pemenang Pilkada Tangsel, PNS-nya Bakal Belah Dua'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-5912672464276303297</id><published>2010-12-23T17:13:00.002+07:00</published><updated>2011-01-14T14:01:33.559+07:00</updated><title type='text'>Didedikasikan Buat Mereka Yang Di Pilkada Tangsel Merasa Paling Bersih, merenunglah pada (Andai Ku Tahu - Ungu)</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img class="img" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs381.ash2/65948_446594998705_824273705_5135985_1706655_n.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption"&gt;"Pilkada Hebat" Tangerang Selatan 13 Nov 2010&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;I&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Andai kutahu, Kapan tiba ajalku&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ku akan memohon, Tuhan tolong panjangkan umurku&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Andai kutahu, Kapan tiba masaku&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ku akan memohon, Tuhan jangan Kau ambil nyawaku&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;Aku takut, Akan semua dosa dosaku&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku takut, Dosa yang terus membayangiku&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;II&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Andai kutahu, MalaikatMu kan menjemputku&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Izinkan aku, Mengucap kata tobat padaMu&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;Aku takut, Akan semua dosa dosaku&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku takut, Dosa yang terus membayangiku&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ampuni aku, Dari segala dosa dosaku&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ampuni aku, Menangisku bertobat padaMu&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku manusia, Yang takut neraka&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun aku juga, Tak pantas di surga&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;III&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Andai kutahu, Kapan tiba ajalku&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Izinkan aku, Mengucap kata tobat padaMu&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;Aku takut, Akan semua dosa dosaku&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku takut, Dosa yang terus membayangiku&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ampuni aku, Dari segala dosa dosaku&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ampuni aku, Menangisku bertobat padaMu&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aaaa... aaaaa... aaaa... aaaaa... [2x]&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Notes :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Adakah mereka yang telah bersumpah palsu di MK menyadari hal ini?&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Adakah mereka yang telah berbuat nista di Pilkada memiliki rasa malu?&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Andai ku Tahu,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sayangnya aku tak tahu&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pamulang, jelang 1/3 malam&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;saat yang pas untuk munajat, kala malaikat mencari umat yang ingat akan Tuhannya di tepi langit dunia&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;23 Des 2010&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?saved&amp;amp;&amp;amp;note_id=472691107342"&gt;FB-cahPamulang : Didedikasikan Buat Mereka Yang Di Pilkada Tangsel Merasa Paling Bersih, merenunglah pada (Andai Ku Tahu - Ungu)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2010/12/didedikasikan-buat-mereka-yang-di.html"&gt;Didedikasikan Buat Mereka Yang Di Pilkada Tangsel Merasa Paling Bersih, merenunglah pada (Andai Ku Tahu - Ungu)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-5912672464276303297?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/5912672464276303297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/5912672464276303297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2010/12/didedikasikan-buat-mereka-yang-di.html' title='Didedikasikan Buat Mereka Yang Di Pilkada Tangsel Merasa Paling Bersih, merenunglah pada (Andai Ku Tahu - Ungu)'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/DAjpS-AzqYo/s512-c/photo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2913651552042643542.post-715503007418609437</id><published>2010-12-23T17:12:00.001+07:00</published><updated>2011-01-14T14:03:17.465+07:00</updated><title type='text'>Sangsi Apa Yang Ditimpakan Kepada Pelanggar Masa Non Kampanye di Pilkada Ulang Tangsel 27 Februari 2011?</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;Saya membaca berita di &lt;strong&gt;Tangsel Raya&lt;/strong&gt; perihal sanksi bagi pelanggar masa non kampanye jelang Pilkada Ulang Tangsel termaksud di &lt;a href="http://tangselraya.com/index.php/component/content/article/47-home/825-tim-sukses-diharapkan-tak-kampanye-.html#yvComment825" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://tangselraya.com/index.php/component/content/article/47-home/825-tim-sukses-diharapkan-tak-kampanye-.html#yvComment825&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah satu kutipan berita tersebut adalah :&lt;/p&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;img class="img" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1376.snc4/164854_484299643705_824273705_5694270_4608651_n.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;﻿&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Jika  ada pasangan atau tim sukses yang melakukan kampanye, berdasarkan  peraturan KPU, yang dimaksud kampanye ada empat point, yang pertama ada  visi misi, kedua mengajak, ketiga ada nomor urut dan ada si kandidat,  maka pasangan calon akan dikenakan sanksi,” ujar Ketua Panwaslu Tangsel,  Muslih Basar, Rabu (22/10).&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk hal tersebut, bisakah saya mendapatkan info dari kerabat di Facebook mengenai :&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Detail pelenggaran yang dijelaskan oleh Ketua Panswaslu, Muslih Basar, khususnya untuk Pilkada Tangsel&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sangsi apa saja yang akan dikenakan bagi para Pelanggar dan Konsekwensinyaterhadap hasil Pilkada Ulang Nanti&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Adakah  alamat FB Panwaslu atau Portal Panwaslu Tangsel yang interaktif  sehingga pengaduan Masyarakat dapat lebih cepat sampai ke meja mereka&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Alamat personal Fb pak Muslih Basar&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pamulang, pagi jelang beraktifitas&lt;/p&gt;&lt;p&gt;23 Des 2010&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sayang Ketua Panwaslu Muslih Basar sudah Dipecat dari Tugasnya&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=474991832342" target="_blank" rel="nofollow"&gt; http://www.facebook.com/note.php?note_id=474991832342&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Semoga penggantinya lebih garang!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?saved&amp;amp;&amp;amp;note_id=474799227342"&gt;FB-cahPamulang : Sangsi Apa Yang Ditimpakan Kepada Pelanggar Masa Non Kampanye di Pilkada Ulang Tangsel 27 Februari 2011?&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://cahpamulang.blogspot.com/2010/12/sangsi-apa-yang-ditimpakan-kepada.html"&gt;Sangsi Apa Yang Ditimpakan Kepada Pelanggar Masa Non Kampanye di Pilkada Ulang Tangsel 27 Februari 2011?&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2913651552042643542-715503007418609437?l=pilkadahebat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/715503007418609437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2913651552042643542/posts/default/715503007418609437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pilkadahebat.blogspot.com/2010/12/sangsi-apa-yang-ditimpakan-kepada.html' title='Sangsi Apa Yang Ditimpakan Kepada Pelanggar Masa Non Kampanye di Pilkada Ulang Tangsel 27 Februari 2011?'/><author><name>cahPamulang ID</name><uri>https://profiles.google.com/109744495692374134269</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-njUp2D9y9dY/AAAAAAAAAAI/
