Senin, 24 Januari 2011

Ironi Bila Prestasi Arsid Selalu Dipermasalahkan Lawan Politiknya (2)

Lanjutan dari tulisan sebelumnya :

Ironi Bila Prestasi Arsid Selalu Dipermasalahkan Lawan Politiknya Di Ranah Grass Root Sementara Boss Mereka Mengakui (1)

http://www.facebook.com/note.php?note_id=491523687342

Siapa saja yang pernah melakukan negosiasi Politik terhadap Arsid, baik karena prestasinya yang tidak perlu diragukan sama sekali atau karena basis massanya yang begitu kuat, saya akan tulis disini. Namun karena sifatnya sudah menunjuk ke pribadi-pribadi, maka tulisan ini saya sajikan berupa kalimat pertanyaan yang kemudian akan saya beri urain sedikit untuk memperjelas, agar saya tidak dianggap melakukan fitnah atas semua yang akan saya tulis :

  1. Benarkah ARD pernah melamar Arsid untuk menjadi orang kedua, yang kemudian ditolak karena menjadi orang kedua adalah bak boneka pajangan yang tidak bisa membuat kebijakan apapun, oleh karenanya BT1 tidak merestui Arsid menjadi orang Kedua mendampingi ARD?
  2. Benarkah Partai-partai besar pernah melamarkan kadernya untuk menjadi orang nomer dua mendampingi Arsid dengan syarat Arsid harus mengeluarkan dana sekian M untuk itu? Urut kecil PKS sekian M, Golkar sekian M dan Demokrat sekian M?
  3. Benarkah salah satu PNS yang masuk pooling ditulisan sebelum ini, mencoba untuk menggeser posisi Andre Taulany jelang Deklarasi Arsid - Andre setelah dia tidak memiliki kendaraan menuju Calon Walikota Tangsel?
  4. Benarkah karena PNS tersebut kecewa tidak mampu menggoyahkan komitmen Arsid kepada Andre Taulany maka terjadilah penggembosan suara di wilyah yang bisa dia kuasai? Padahal sebelumnya dia berjanji akan menjaga wilayahnya dari intrik politik yang culas dan super tega? Siapakah diantara Arsid dan Oknum tersebut yang berkhianat terhadap komitmen sebelumnya dan ujungnya berkhianat terhadap masyarakat pemilih?
  5. Benarkah ada petualang politik yang merasa masih laku mencoba masuk menjadi jurkam Arsid - Andre dengan ongkos sekian juta sekali tampil dengan syarat lokasi tampilnya dia yang menentukan? Benarkah politisi itu setenar, sepiawai seperti yang dia rasa? Apakah bukan hanya sekedar ingin tampil kembali dengan menunggangi popularitas pasangan Arsid - Andre?
  6. Benarkah langkah gugatan ke MK pernah dihentikan oleh orang kedua ARD dengan ditukar dengan sejumlah rupiah yang kemudian ditolak oleh Arsid karena suaranya bukanlah suara rekayasa, murni suara masyarakat yang menginginkanya menjadi Pemimpin Pertama di Negeri Tangsel ini?

Sementara saya cukupkan sekian saja dulu, bila ada waktu dan wangsit baru pastilah saya akan lanjutkan lagi.

Akhir kata, kalau masih saja Arsid dianggap pecundang, tolok ukurnya apa?

Kalau sekedar kalap dan kalut rasanya tak pantaslah itu diungkap keluar, mempermalukan diri sendiri dan tentunya para boss yang sedang menikmati percaturan Politik di Pilkada Tangsel

:)

Pamulang, jelang siang

(seandainya waktuku cukup, tak kulepas moment-momen penting Pilkada Tangsel yang fenomenal ini)

Senin, 24 Januari 2011

Link Terkait :